The Killer Knight VS The Mafia Queen

The Killer Knight VS The Mafia Queen
Episode 121 Apa Aku Menyukainya?



RUMAH SAKIT BR - BANDUNG, INDONESIA


Perempuan bernama Leticia Janica Laren itu semakin menekuk wajahnya, saat membaca pesan yang dikirim oleh adiknya, Leandra.


"Seharusnya kalau dia sakit kepala, bukannya tidur di apartemen, tapi datang ke Rumah Sakit biar bisa sekalian diobati disini." Gumam Leticia, namun masih bisa didengar oleh Leroy yang masih menunggui Leticia.


"Kenapa Janica?" Panggil Leroy pada Leticia, yang mengenalkan dirinya sebagai Janica itu. Leroy sudah menyadari kalau Janica adalah Leticia Janica Laren yang merupakan Kakak dari Leandra, perempuan yang disukai oleh Leon. Namun Leroy berusaha bersikap biasa, seolah tidak mengetahui sama sekali tentang hubungan Leticia dengan Leandra.


"Kamu pulanglah, tidak perlu menungguiku sampai adikku datang, karena ternyata adikku tidak akan kembali ke Rumah Sakit. Katanya kepalanya sakit, jadi dia akan tidur di apartemen. Tapi dia sudah menelepon Rumah Sakit dan meminta perawat khusus untuk mengurusku." Dengus Leticia kesal.


"Janica, apa boleh aku menemanimu malam ini?" Leticia mengerutkan keningnya, menatap curiga ke arah Leroy.


"Aku hanya akan menemanimu Janica, tidak ada maksud lain. Meskipun ada perawat khusus yang akan merawatmu, tapi mereka tidak bisa menemanimu 24 jam penuh Janica." Leticia terlihat berpikir cukup lama, menimbang jawaban apa yang harus dia berikan pada Leroy yang menunggu penuh harap.


"Hmm, baiklah.." Jawab Leticia sedikit lirih, karena malu.


"Yeess.." Leticia kembali mengerutkan keningnya melihat Leroy yang sangat bersemangat mendengar izin Leticia untuk menemaninya malam ini.


Tiba-tiba terdengar ketukan di pintu kamar Leticia, Leroy mempersilahkan seorang perawat khusus yang diminta Leon sebelumnya untuk masuk. Perawat itu menghampiri Leticia, lalu memeriksa keadaan Leticia dengan detail.


"Nona, saya diminta menemani anda malam ini. Namun ada jam tertentu, dimana saya akan keluar sebentar untuk memberikan laporan." Ujar perawat perempuan itu pada Leticia.


"Tidak perlu, malam ini saya akan menemani Nona ini. Dan saya akan memanggil kamu kalau diperlukan."


Perawat itu terlihat memandang Leticia seolah meminta jawaban, Leticia mengangguk pelan mengiyakan perkataan Leroy pada Perawat itu.


"Baiklah, anda tinggal menekan tombol ini, jika memerlukan bantuan." Jelas perawat itu seraya menunjukkan tombol Nurse Call, yang dijawab anggukan oleh Leroy dan Leticia. Lalu perawat itu meninggalkan ruang rawat Leticia setelah berpamitan sebelumnya.


"Janica apa kamu ingin makan sesuatu?" Leroy mengedarkan pandangannya pada beberapa jenis makanan yang berada di atas meja. Terlihat ada beberapa roti, buah-buahan, kue, dan menu makan malam yang disediakan oleh Rumah Sakit.


"Aku ingin jajanan pinggir jalan." Lirih Leticia, namun masih terdengar jelas di telinga Leroy.


"Jajanan apa yang ingin kamu makan? Biar aku pesankan." Seketika mata Leticia berbinar mendengar tawaran Leroy yang cukup menggiurkan.


"Aku mau batagor dan sekoteng hangat.."


"Wah melokal sekali bule ini, hehehe.." Kekehan Leroy langsung dihadiahi tatapan tajam dari Leticia. Tapi Leroy pura-pura tidak melihat dan memilih memesan makanan yang diinginkan Leticia melalui aplikasi di ponselnya.


Selang 15 menit kemudian, mata Leticia tampak berbinar saat Leroy membuka beberapa bungkusan di atas nakas, yang beberapa saat lalu Leroy terima dari abang pengantar makanan.


Bukan hanya batagor dan sekoteng hangat yang Leroy pesan, tapi ada seblak, cireng isi, serabi, bahkan cilok goang.


"Wow.. Benar-benar melokal sekali bule ini." Tawa Leroy pecah mendengar perkataan Leticia yang balik meyindir Leroy, karena memiliki selera melokal lebih dari dirinya. Apalagi Leroy benar-benar asli keturunan Inggris, bukan seperti Leticia yang merupakan campuran Indonesia-Perancis.


"Aku sudah jatuh cinta pada makanan Indonesia." Leroy duduk di kursi yang dia tempatkan di pinggir tempat tidur Leticia, lalu menyodorkan sendok berisi batagor tepat di depan mulut Leticia.


"Aaaa.." Leticia memandangi batagor yang terlihat lezat itu, namun masih enggan membuka mulutnya. Tangan kanan Leticia memang bisa digunakan untuk menyuapkan makanan, berbeda dengan tangan kiri yang dibalut dengan perban dan penyangga. Namun tangan kanan Leticia masih sering terasa kebas dan nyeri, karena ada beberapa memar dan luka kecil disana.


Leroy paham isi pikiran Leticia yang membuatnya ragu menerima suapan dari Leroy, tapi Leroy tentu saja akan tetap memaksa menyuapi Leticia, meskipun Leticia menolaknya.


"Lanjut makan apa?" Tawar Leroy lagi, yang langsung ditanggapi Leticia dengan memandang jejeran makanan di atas nakas yang menggugah seleranya.


"Hmm, sekoteng dulu, tapi setelah itu aku mau cireng isi. Leroy, kamu juga makan. Kenapa hanya aku yang makan sejak tadi."


Leroy tersenyum mendengar perkataan Leticia yang terdengar perhatian padanya. Tanpa banyak bicara, Leroy kembali menyuapi Leticia makanan selanjutnya yaitu sekoteng. Namun kali ini suapan itu masuk ke dalam mulut Leticia dan Leroy secara bergantian. Leticia bukannya merasa jijik, tapi dia merasa malu. Karena mereka makan menggunakan sendok yang sama, seolah mereka adalah sepasang kekasih yang tidak ragu untuk berbagi makanan.


"Sudah cukup, aku sudah kenyang." Leticia memegangi perutnya yang terasa penuh.


"Lho, bukankah tadi kamu mau cireng isi juga?"


"Sebenarnya mulutku masing ingin makan, tapi perutku sudah kenyang, tidak akan kuat kalau dipaksakan." Leroy tersenyum mendengar jawaban jujur dari Leticia.


"Baiklah, jika nanti kamu mau makan lagi, katakan saja." Leroy membereskan makanan-makanan itu, setelah menyodorkan segelas air putih untuk Leticia minum.


Selang beberapa menit, Leticia sudah terlihat sangat mengantuk dengan mata yang mulai memerah dan berair.


"Hoaaaaam.."


Leticia menguap, menutup mulut dengan punggung tangannya. Leroy berdiri dari duduknya, lalu merapihkan selimut yang dipakai Leticia.


"Tidurlah, aku akan merebahkan diri di atas sofa. Jika kamu memerlukan sesuatu, panggil saja aku." Leticia mengangguk singkat, cukup terpesona dengan sikap Leroy yang begitu perhatian tanpa membuatnya merasa risih.


Leroy lalu berjalan menuju sofa yang berjarak beberapa meter dari tempat tidur Leticia, lalu merebahkan dirinya di atas sofa, setelah menyimpan bantal sofa untuk menyangga kepalanya.


Leticia berusaha untuk tidur, namun seolah tidak bisa diajak kompromi, netra Leticia justru kembali terbuka, dan malah memandangi Leroy yang sudah memejamkan matanya.


"Ah kenapa tidak bisa tidur sih? Apa karena satu kamar dengan laki-laki ya. Pertama kalinya dalam hidupku, berada dalam kamar yang sama dengan seorang pria. Aduh aku tidak bisa tidur." Lirih Leticia, namun masih bisa didengar Leroy yang hanya pura-pura tertidur. Senyum Leroy terbit mendengar perkataan Leticia yang terkesan polos dan jujur itu.


'Gadis ini benar-benar sangat menggemaskan. Rasanya aku begitu nyaman dan senang bersamanya. Apa aku menyukai gadis ini ya?' Tanya Leroy dalam hati.


***********************


Hai readers terkasih & Author2 hebat tercinta..


Terima kasih banyak ya atas comment, like, Vote, Rate bintang 5 & Favorit-nya.


Meskipun novel ini masih jauh dari kata baik, karena aku sendiri masih belajar menulis.


Semua silent readers yang mampir, mohon dukungannya juga ya. Like & vote boleh banget kok 😊


Sekali-kali comment juga ya, biar author abal-abal ini bisa ngucapin "Terima Kasih" secara langsung


Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊 #staysafe #stayhealthy


Love u all.. ❤❤❤❤️❤


IG : @zasnovia #staronadarknight