The Killer Knight VS The Mafia Queen

The Killer Knight VS The Mafia Queen
Episode 124 Fakta Tersembunyi



APARTEMEN LETICIA - BANDUNG, INDONESIA


Hujan turun begitu deras disertai petir yang saling bersahutan, seolah tidak merestui Leroy untuk meninggalkan apartemen Leticia. Sejujurnya Leroy memang enggan meninggalkan Leticia sendirian di apartemennya, karena khawatir Leticia akan kesulitan jika membutuhkan sesuatu. Jadi hujan dan petir seakan menjadi alasan penguat Leroy untuk tetap menemani Leticia, dan Leticia pun tidak tega memaksa Leroy untuk pergi dan mengemudi dalam cuaca buruk seperti ini.


Sesungguhnya sudah berjam-jam Leroy dengan sabar mendengarkan omelan Leticia, yang kesal karena tidak menemukan keberadaan Leandra di apartemen. Tapi Leroy harus bersikap seolah-olah tidak tahu apapun tentang keberadaan Leandra. Bahkan Leroy berusaha menenangkan Leticia, saat Leandra mengirim pesan, bahwa saat ini dia terjebak hujan besar di mall, saat berbelanja kebutuhan bulanan.


"Janica, makan dulu ya, pasti kamu lapar karena mengomel terus." Leticia menghunuskan tatapan tajamnya ke arah Leroy yang justru terkekeh geli melihat ekspresi kesal Leticia.


"Iya kamu benar, mengomel membuat tenagaku terkuras habis." Raut kesal Leticia terlihat sangat menggemaskan di mata Leroy.


Paper bag yang berisi makanan yang dibeli Leroy di restaurant sebelum menuju apartemen Leticia, dibuka satu persatu dan dihidangkan di atas meja. Binar terlihat di mata Leticia, saat melihat aneka makanan yang sangat menggugah seleranya.


"Wow, beef steak.. Aku jadi rindu steak buatan Mamaku. Aku juga rindu Mama dan Papa." Tatapan sendu tertangkap jelas di wajah Letici, tapi Leroy memilih mengalihkan perhatian Leticia, dibanding membiarkan Leticia sedih karena rasa rindu terhadap kedua orangtuanya.


"Buka mulutmu Janica. Aaaaa..." Leticia menyambar suapan dari Leroy dan melahapnya tanpa ragu.


"Enak, tapi rasanya belum ada yang bisa mengalahkan enaknya steak buatan Mamaku." Ujar Leticia disela-sela kunyahannya.


"Aku jadi penasaran dengan rasanya, karena aku pun begitu menyukai steak." Komentar Leroy, sebelum memotong dan kembali menyuapkan potongan steak ke mulut Leticia.


"Rasanya begitu unik, tidak ada yang bisa menyamai rasa steak buatan Mamaku. Mungkin ada bumbu rahasia yang Mamaku gunakan, aku pun tidak pernah bertanya." Jawaban santai Leticia membuat Leroy tidak bisa menahan senyumnya.


"Kalau kamu sendiri bisa masak?" Pertanyaan Leroy tidak langsung dijawab Leticia, karena potongan steak kembali disuapkan Leroy padanya.


"Bisa.." Jawab Leticia singkat karena sibuk mengunyah steak dimulutnya.


"Masakan apa yang suka kamu buat?" Ekspresi ingin tahu Leroy segera dijawab Leticia tanpa malu.


"Aku bisa memasak mie instant, telur mata sapi, dan menggoreng sosis, nugget dan lain-lain." Tawa kecil Leroy lepas, mendengar jawaban jujur Leticia. Sementara Leticia acuh tak acuh, melihat reaksi Leroy atas jawabannya.


"Lumayan, daripada tidak bisa masak sama sekali, karena aku benar-benar tidak bisa memasak. Lagipula kita bisa memperkerjakan chef atau membeli makanan dari luar. Bukan masalah besar.." Leticia mengernyitkan keningnya, mendengar perkataan Leroy yang begitu datar, tanpa beban, namun mengandung maksud yang sangat besar itu.


"Apa maksudmu? Kenapa perkataanmu terdengar seperti kita akan tinggal bersama?" Senyuman tipis terulas di kedua sudut bibir Leroy.


"Jika kita berjodoh, kita pasti tinggal bersama kan Janica." Jawaban Leroy seketika membuat wajah Janica memerah, pandangannya sengaja dia alihkan ke sembarang tempat, karena begitu malu untuk memandang wajah Leroy, yang masih setia memandanginya.


"Janica, bolehkah aku bertanya?" Pertanyaan dan ekspresi Leroy yang terlihat serius, membuat Leticia kembali memandang wajah Leroy.


"Apa yang ingin kamu tanyakan?"


Leroy menghela nafasnya sebelum mengatakan pertanyaan yang cukup mengusik pikirannya sejak beberapa jam yang lalu.


"Sebenarnya ada hubungan apa, antara kamu dengan laki-laki yang kamu hindari di Rumah Sakit tadi?"


Terkejut dan tidak menyangka, itulah gambaran ekspresi yang berhasil ditangkap Leroy dari wajah Leticia. Sikap Leticia pun tampak tidak nyaman, berusaha menghindari pandangan Leroy yang terlihat sangat menelisik.


Sebenarnya Leroy paham jika Leticia enggan menjawab pertanyaannya. Terlebih mereka baru saja kenal, kecil kemungkinan Leticia akan berkata jujur pada Leroy. Tapi ternyata asumsi Leroy tidaklah benar.


"Aku dan laki-laki itu pernah bertunangan." Jawaban Leticia sukses membelalakkan mata Leroy.


"Dulu.. Sudah beberapa tahun yang lalu aku membatalkan pertunangan dan rencana pernikahan dengannya." Perkataan Leticia seketika melegakan hati Leroy yang sempat terkejut dan kecewa.


"Namanya Nick.. Orangtuanya, lebih tepatnya orangtua angkatnya bersahabat dengan orangtuaku. Kami bahkan sudah dekat sejak kecil, sewaktu aku masih tinggal di Bandung bersama Nenek dan Kakekku, sebelum mereka meninggal. Meskipun aku lebih dekat dengan adik angkatnya, Steward, karena kami seumuran. Sedangkan umurku dan Nick berbeda 4 tahun." Leticia menjeda ceritanya, meminum segelas juice strawberry  sebelum lanjut bercerita.


"Saat SMA aku ikut tinggal bersama kedua orangtua dan adikku di Perancis. Sehingga tidak terlalu intens berkomunikasi dengan Steward apalagi Nick. Tapi ternyata orangtuaku dan orangtuanya mempunyai rencana untuk menjodohkan kami. Aku terkejut dan tidak menyangka, tapi saat itu Nick datang ke Paris untuk membuktikan kesungguhannya. Jadilah aku luluh dan mau menerima pertunangan itu." Leticia kembali menyedot juice strawberry-nya, sedangkan Leroy sedang berusaha menelisik perasaan Leticia saat bercerita tentang Nick.


"Lalu apa yang membuat pertunangan kalian putus?" Senyum sinis tertangkap mata Leroy dari wajah cantik Leticia.


"Saat Nick berkunjung ke Paris, aku berniat memberinya kejutan, dengan datang ke apartemen pribadinya di pagi hari. Aku langsung masuk karena sudah mengetahui password apartemennya, tapi sebuah pemandangan justru mengejutkanku saat itu. Aku melihatnya tertidur lelap dengan seorang perempuan, tubuh mereka tertutup selimut, meskipun aku yakin keduanya dalam keadaan sama-sama polos. Aku mengambil photo mereka dengan ponselku, lalu pergi tanpa membangunkannya. Setelah itu aku putuskan untuk mengakhiri hubunganku dengannya." Leroy terheran-heran, karena Leticia bercerita begitu datar dan tanpa emosi. Seolah kisah itu bukanlah sesuatu yang penting, dan bisa membuatnya sakit hati, apalagi trauma.


"Are you okay? Apa kejadian itu tidak membuatmu sakit hati?" Pertanyaan Leroy yang begitu hati-hati, dibalas Leticia dengan kekehan.


"Aku manusia biasa, saat itu aku sangat sakit hati. Tapi aku tidak ingin sakit hati terlalu lama, aku menunjukkan photo dia dan perempuan itu, membuatnya tidak bisa mengelak. Aku juga menyelidiki siapa perempuan yang bersamanya itu, ternyata hanya seorang jal*ng yang dikencani banyak pria, bahkan berkali-kali hamil, meskipun akhirnya digugurkan. Hmm..Nick melakukan berbagai cara untuk membuatku kembali padanya, tapi aku tidak mungkin bisa memaafkannya.." Tatapan Leticia terlihat kosong, seolah sedang kembali berkelana ke masa-masa kelam itu. Leroy menggenggam tangan Leticia, berusaha memberi kekuatan.


"Lalu apa sebenarnya yang kamu lakukan di Bandung? Bukankah kamu menghindari bertemu dia, lalu kenapa kamu ada di kota yang sama dengannya?" Leroy mencoba memuaskan rasa penasarannya dengan menunggu jawaban Leticia. Sebuah helaan nafas panjang keluar dari mulut Leticia, sebelum kembali menjawab pertanyaan Leroy.


"Aku sangat dekat dengan Steward. Bahkan aku berkuliah di universitas yang sama dengannya dan juga Davina, yang menjadi istrinya. Tapi setelah lulus, mereka menikah dan tinggal Indonesia, aku tidak pernah bertemu sekalipun dengan mereka. Meskipun sesekali kami saling menelepon dan berkirim pesan. Tapi sekitar setahun yang lalu, aku mendengar kabar buruk, Steward dan Davina meninggal dalam sebuah kecelakaan. Anaknya yang masih bayi selamat, tapi menghilang entah kemana. Aku masih mencari keberadaan anak mereka, aku sangat khawatir sesuatu yang buruk menimpa anak mereka." Penjelasan Leticia yang begitu panjang, berhasil membuat Leroy terkesiap. Sudah tidak diragukan lagi, anak yang sedang Leticia cari adalah Shawn.


Drrtt.. Drrtt.. Drrtt..


Sebuah panggilan masuk dari Sall, langsung diterima Leroy tanpa membuang waktu.


"Leroy, bisa-bisanya kamu lengah seperti ini, tidak menyadari bahaya yang sedang mengancam. Aku kirimkan beberapa orang, bawa Leticia ke mansion sekarang juga. Aku juga sudah menyuruh Leon membawa Leandra ke mansion." Tanpa menunggu jawaban Leroy, Sall sudah memutus teleponnya. Sementara Leroy masih belum lepas dari rasa terkejutnya mendengar rentetan kalimat Sall tadi.


*************************


Setelah drama pembujukan yang sangat alot yang dilakukan Leroy terhadap Leticia juga Leon terhadap Leandra, akhirnya kedua kakak beradik itu bersedia ikut dengan laki-laki yang baru mereka kenal. Lebih tepatnya tidak ada pilihan lain, karena mereka juga cukup terancam saat beberapa orang berpakaian serba hitam dan berwajah sangar menjemput mereka untuk pergi ke suatu tempat yang dirahasiakan.


Leandra dan Leticia juga tidak dapat menyembunyikan keterkejutan mereka, saat mereka bertemu di tempat yang begitu asing bagi mereka. Tepatnya di ruang tamu mansion, Leandra menghampiri Kakaknya yang sedang duduk bersama dengan laki-laki yang tidak dikenalnya.


"Hah, Kakak.. Kenapa bisa ada disini?" Leandra duduk di sebelah Leticia, lalu memeluk tubuh kakaknya dengan erat.


"Kamu juga kenapa bisa ada disini?" Leticia bukannya menjawab, tapi malah balik bertanya.


Pandangan Leandra dan Leticia kini terarah secara bergantian pada Leon dan Leroy, yang terlihat memasang senyum tampan mereka.


"Apa kalian saling mengenal? Apa dia temanmu Leon? Lalu kita sekarang sedang berada dimana? Kenapa kamu membawaku kesini?" Tanya Leandra mendahului Leticia yang hendak menanyakan hal yang sama pada Leroy.


"Aku dan Leroy bersahabat, partner kerja, bahkan sudah seperti keluarga sendiri. Kami membawa kalian kesini, karena keselamatan kalian sedang terancam. Ada beberapa orang yang mengikuti kalian dan hendak mencelakakan kalian." Leandra begitu terkejut mendengar penjelasan Leon, berbeda dengan Leticia yang seperti sudah bisa menduga situasi ini.


"Terima kasih Tuan Leon, karena sudah peduli pada keselamatan kami. Sepertinya aku bisa menebak orang-orang suruhan siapa yang mengancam nyawa kami. Kami sangat menghargai bantuan ini."


Leroy dan Leon terlihat lega dengan reaksi Leticia yang menerima bantuan mereka, mungkin Leticia berpikir Leon dan Leroy adalah orang penting di Knight Group Company, sehingga tidak aneh jika dijaga banyak pengawal.


"Ada yang ingin bertemu dengan kalian berdua." Leandra dan Leticia saling berpandangan, setelah mendengar kalimat yang keluar dari mulut Leroy.


Beberapa saat kemudian muncullah Sall dan Sanchia, seraya menggenggam tangan Shawn yang berada ditengah-tengah mereka.


"Sall Sherwyn Knight.." Lirih Leandra dan Leticia hampir bersamaan. Namun pandangan keduanya beralih pada Sanchia yang sudah mereka duga sebagai istri Sall Sherwyn Knight. Lalu fokus mereka berakhir pada anak laki-laki yang terlihat sangat familiar bagi mereka.


"Oh My God.. Anak laki-laki itu begitu mirip dengan Kak Steward." Ujar Leandra yang menyadari kemiripan Shawn dengan Steward. Sementara Leticia tampak menutup mulutnya dengan sebelah tangan, matanya pun terlihat sudah berkaca-kaca menatap wajah Shawn yang begitu mirip dengan sahabat kecilnya dulu.


*************************



SALL SHERWYN KNIGHT (Toni Mahfud)



LEON ARTHUR LAUTNER (Kevin Lutolf)



LEROY DARREN WILLIAM (Mariano Divaio)



SALL & LEROY



LEON & LEROY


Image Source : IG Toni Mahfud, Kevin Lutolf & Mariano Divaio


Maaf kalau visual di novel ini tidak sesuai ekspektasi, bisa dibayangkan visual lain kalau tidak cocok 🤭


Hai readers terkasih & Author2 hebat tercinta..


Terima kasih banyak ya atas comment, like, Vote, Rate bintang 5 & Favorit-nya.


Meskipun novel ini masih jauh dari kata baik, karena aku sendiri masih belajar menulis.


Semua silent readers yang mampir, mohon dukungannya juga ya. Like & vote boleh banget kok 😊


Sekali-kali comment juga ya, biar author abal-abal ini bisa ngucapin "Terima Kasih" secara langsung


Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊 #staysafe #stayhealthy


Love u all.. ❤❤❤❤️❤


IG : @zasnovia #staronadarknight