The Killer Knight VS The Mafia Queen

The Killer Knight VS The Mafia Queen
Episode 78 Farewell Party



BALLROOM HOTEL


Sall dan Sanchia tiba di ballroom hotel tempat acara pesta Bryllian dan Zivara diadakan. Tidak lupa, si tampan Shawn juga ingin ambil bagian, dengan tertidur nyaman di dalam stroller yang berada di samping kedua orangtuanya, dan didorong oleh babysitter-nya.


Sanchia mulanya akan meninggalkan Shawn di mansion bersama kedua babysitter-nya, namun Shawn terus saja menangis rewel. Anehnya setiap kali Sanchia ada di dekatnya, Shawn begitu tenang. Sall pun sedikit heran melihat putra-nya yang begitu rewel tidak seperti biasanya, sehingga Sall akhirnya memutuskan untuk membawa Shawn ke pesta bersamanya dan Sanchia, ditemani satu orang babysitter-nya.


Sall dan Sanchia mengedarkan pandangannya ke area kursi tamu undangan, dan senyum mereka berdua merekah saat melihat Nieva dan Kevin yang melambaikan tangan ke arah mereka dengan begitu antusias. Sall dan Sanchia segera menghampiri Nieva dan Kevin yang ternyata satu meja bersama Daniel dan Danila, sahabat baik Kevin dan Nieva, sekaligus sahabat baik Bryllian dan Zivara. Sedangkan Sanchia baru dua  kali bertemu Daniel, yaitu saat berkunjung ke mansion Sanchia bersama Kevin, Bryllian, dan Satya untuk mencari keberadaan Nieva, juga di pernikahan Nieva dan Kevin yang diadakan di mansion kedua orangtua Sanchia dan Nieva. (Novel Cold Man Chased by Love)


Sall dan Sanchia bergantian menyalami dan memeluk Nieva, Kevin, Daniel juga Danila, lalu kemudian duduk bersama mereka di meja yang sama. Baby sitter Shawn pun bebas tugas, dengan hanya duduk manis seraya menikmati hidangan yang Sanchia ambilkan, karena kini Shawn sudah menjadi rebutan Nieva juga Danila.



Bryllian dan Zivara yang terlihat sedang menyapa para tamu pun melambaikan tangan ke arah Sall dan Sanchia. Namun Sall dan Sanchia memberikan kode dengan tangan, agar Bryllian dan Zivara meneruskan untuk menyapa para tamu yang lain.



"Akhirnya aku bisa bertemu kamu Sall, aku begitu penasaran karena kamu selalu menjadi topik bahasan Bry dan Kevin." Daniel memulai obrolan untuk mencairkan suasana.


"Memangnya apa yang suka mereka bicarakan tentang aku? Pasti mereka membicarakan keburukanku ya?"


Daniel terkekeh geli melihat ekspresi Sall yang sangar namun terlihat sangat penasaran itu.


"Ya tentunya kisah unikmu yang malah jatuh cinta pada seseorang yang kamu culik. Bahkan kalian menikah dan punya anak."


Sall hanya tersenyum tipis, berbeda dengan Kevin, Nieva dan Danila yang terlihat tersenyum jahil ke arah Sanchia.


"Tapi aku bukan jatuh cinta setelah menculiknya, aku bahkan sudah jatuh cinta sebelum bertemu dengannya."


"Wah benarkah?"


Sall menganggukkan kepalanya dan tersenyum melihat ekspresi Sanchia yang terlihat penuh tanya mendengar perkataan Sall. Tatapan mata Sall kini mengarah tepat di netra Sanchia yang jernih.


"Aku sudah merasa ada yang berbeda dengan hatiku saat mendengar tentangnya, banyak persamaan antara aku dan Sanchia yang membuatku begitu penasaran. Dan saat pertama kali melihat photonya, aku langsung jatuh cinta padanya. Karena itulah, aku ingin membuatnya tetap disampingku."


"Ah so sweet.."


Danila menangkupkan kedua tangannya dan memandang kagum sepasang suami istri di hadapannya. Daniel mengangkat dua jempolnya dan mengarahkannya pada Sall.


"Mantap.. Untung saja Sanchia juga mencintaimu ya. Korban penculikan yang jatuh cinta pada penculiknya sendiri."


Tawa Daniel lepas, diikuti tawa Kevin, Nieva juga Danila. Sedangkan Sanchia hanya mengulum senyumnya, takut Sall kesal padanya. Padahal Sall malah terlihat tersenyum mendengar candaan Daniel.


"Kenapa aku baru mendengar kisah ini? Kak Sanchia, kenapa Kakak tidak pernah menceritakannya padaku? Kak Sall benar-benar romantis."


Ekspresi Nieva terlihat sedikit kesal, seolah dia sudah melewatkan bagian penting dari kisah cinta sang kakak dan sang kakak ipar.


"Aku saja baru tahu, Nieva."


Sall menahan tawanya saat tatapan kesal Sanchia mengarah padanya. Sanchia benar-benar tidak menyangka dengan apa yang dikatakan Sall tentang awal kisah mereka. Sanchia mengira, kalau Sall jatuh cinta padanya setelah Sall menculiknya, tapi ternyata Sall sudah jatuh cinta sejak melihat photo Sanchia untuk pertama kali.


"Jangan marah begitu, kamu kan tidak pernah bertanya sejak kapan aku mulai mencintai kamu."


Sall mencubit pelan hidung Sanchia, karena gemas dengan ekspresi istrinya yang kesal namun terlihat sangat menggemaskan bagi Sall. Sanchia memalingkan wajahnya, berpura-pura terlihat acuh tak acuh, karena masih kesal pada suaminya itu. Sedangkan Sall hanya menggelengkan kepalanya seraya mengelus lembut bahu Sanchia.


"Oh iya Daniel, aku dengar Bryllian mempercayakan seluruh perusahaannya untuk kamu pegang."


"Mau tidak mau Sanchia.. Karena adik iparmu ini, tidak mau mengambil alih posisi itu, dengan alasan sudah begitu sibuk dengan urusan klan. Padahal dia jadi CEO pun, aku akan selalu mendukung dan membantunya, dan jangan pikir menjadi Vice CEO tidak akan lebih sibuk dari CEO. Karena aku akan menyuruhnya melakukan banyak hal."


Tatapan mengancam Daniel pada Kevin yang terlihat menahan tawanya, membuat Sanchia mengangguk-anggukkan kepalanya. Sanchia paham kalau posisi Kevin sebagai Vice CEO tentu sudah merupakan tanggung jawab yang besar, belum lagi ditambah urusan klan yang membutuhkan fokusnya. Jadi tidak salah jika Kevin menolak untuk diangkat menjadi CEO oleh Bryllian, karena posisi itu adalah kepercayaan yang benar-benar harus dijaga.


Obrolan seru mereka pun berlanjut sampai Bryllian dan Zivara menyapa mereka, sebelum memberikan beberapa ucapan perpisahan yang disampaikan di hadapan para kolega, sahabat juga keluarga besarnya.


Untaian kata-kata perpisahan yang disampaikan oleh Bryllian dan Zivara, benar-benar membuat suasana ballroom terasa haru. Bryllian dan Zivara memanglah pasangan suami istri yang memiliki aura positif dimata keluarga, sahabat, juga orang-orang disekitarnya. Bahkan di mata seluruh karyawannya, Bryllian bukan hanya seorang CEO yang tampan dan mencintai istri juga keluarganya, tapi juga begitu memperhatikan kesejahteraan seluruh karyawannya.


Ungkapan terima kasih dan permohonan maaf dari Bryllian dan Zivara pada semua tamu yang hadir, membuat suasana berubah menjadi sedih. Banyak orang menitikan air mata, termasuk Kevin dan Daniel yang kini saling berangkulan seraya menatap Bryllian yang tampak mengarahkan pandangannya ke arah mereka.


Keluarga, sahabat, kolega dan semua tamu undangan, bergantian menyalami Bryllian dan Zivara, sekaligus memberikan doa terbaik mereka bagi pasangan suami istri yang tidak henti tersenyum ini. Termasuk Sanchia dan Sall yang kini terlihat memeluk Zivara dan juga Bryllian, setelah sebelumnya Kevin, Nieva, Daniel dan Danila yang memeluk Bryllian dan Zivara dengan tangis yang cukup keras.


"Sukses ya Bry.."


"Thanks Sall.. Cepatlah bawa Sanchia ke Inggris, dan kita akan menjadi tetangga yang baik disana, hahaha.."


"Siap.. Hanya tinggal beberapa minggu lagi, kami pun akan menyusul kalian ke Inggris."


Sall merangkul bahu Bryllian, diikuti Sanchia yang kini ikut memeluk Zivara yang tidak bisa menahan tangisnya di depan Sanchia.


"Aku tunggu kalian di Inggris, agar kita bisa saling berkunjung."


"Iya Vara, kita akan menyusul kalian dalam beberapa minggu ke depan."


"Awas ya kalau bohong, aku bakalan marah."


Sanchia hanya tertawa kecil dengan mata berkaca-kaca menanggapi ancaman Zivara yang terlihat seperti anak kecil.


*************************


Sanchia berdiri di depan wastafel  toilet perempuan, yang terletak di sebelah kiri ballroom tempat pesta berlangsung. Bukan hanya merapihkan riasan karena air mata yang tumpah karena adegan haru sebelumnya, tapi juga membersihkan baju Shawn yang kotor karena tumpahan susu. Babysitter Shawn begitu sigap hendak membersihkan baju Shawn, tapi Sanchia tidak mengizinkannya, karena babysitter Shawn terlihat sedang menikmati makanannya.


Sanchia keluar dari toilet perempuan, seraya mendorong stroller Shawn dengan perlahan. Shawn yang tertidur pulas pun, begitu nyaman bergelung dalam kehangatan selimutnya, terlebih Sanchia menutup bagian depan stroller, agar Shawn bisa tidur nyenyak tanpa gangguan orang lain.


Tiba-tiba Sanchia merasa terkejut, saat ada laki-laki yang berlari keluar dari kamar mandi, dengan sangat terburu-buru. Bahkan tubuhnya hampir saja menabrak stroller Shawn, namun Sanchia refleks menarik stroller Shawn ke arah kanan, agar tidak terdorong oleh tubuh laki-laki itu.


Laki-laki berwajah tampan, campuran Indonesia-Eropa itu terlihat cemas menatap Sanchia dan stroller Shawn bergantian.


"Maafkan saya, saya begitu terburu-buru karena mendengar sebuah kabar penting, sehingga saya hampir saja melukai anak anda. Sekali lagi saya minta maaf Nyonya."


"Tidak apa-apa, anak saya baik-baik saja Tuan."


"Syukurlah kalau begitu. Sekali lagi, saya minta maaf Nyonya."


"Tidak apa-apa Tuan."


"Oh iya Nyonya, perkenalkan nama saya Nick Damian Smith."


Sanchia refleks menarik mundur stroller Shawn, pegangan tangannya di stroller Shawn pun terasa basah. Uluran tangan laki-laki itu tidak ditanggapi sama sekali oleh Sanchia, karena perkataan laki-laki itu cukup membuat Sanchia merasa shock dan khawatir. Setelah tersadar dari kepanikannya, Sanchia memutuskan untuk segera pergi meninggalkan laki-laki itu, dengan langkahnya yang sangat terburu-buru.


*************************


Image Source : Instagram Toni Mahfud, Im Jin Ah, Cha Eun Woo, Baifern (edited)


Hai readers terkasih & Author2 hebat tercinta..


Maaf ya aku baru bisa up lagi, karena sibuk di real life.


Terima kasih banyak ya atas comment, like, Vote, Rate bintang 5 & Favorit-nya.


Meskipun novel ini masih jauh dari kata baik, karena aku sendiri masih belajar menulis.


Mampir juga yuk, ke novel pertamaku "Star on A Dark Night", ceritanya ga kalah seru lho dari novel ini. Deuh kepedean 😅


Semua silent readers yang mampir, mohon dukungannya juga ya. Like & vote boleh banget kok 😊


Sekali-kali comment juga ya, biar author abal-abal ini bisa ngucapin "Terima Kasih" secara langsung 😄


Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊 #staysafe #stayhealthy


Love u all.. ❤❤❤❤️❤


IG : @zasnovia #staronadarknight