The Killer Knight VS The Mafia Queen

The Killer Knight VS The Mafia Queen
Episode 27 The Day



Suasana taman di depan mansion Sanchia terlihat begitu indah dengan dekorasi pernikahan dan senyuman para tamu yang hadir untuk menyaksikan acara pernikahan Sanchia dan Sall. Tim WO sudah siap di posisinya masing-masing untuk mengatur berlangsungnya acara, agar lancar dan sesuai harapan.


Terlihat Sall sudah berdiri di dekat kursi yang disediakan untuk Akad Nikah, bersiap mengucap Ijab Qabul yang selama beberapa hari ini dihafalkannya dengan begitu serius. Raut wajahnya terlihat tegang dan tidak sabar menunggu Sanchia yang masih berada di dalam mansion, juga penghulu yang terlambat datang entah karena apa. Rasanya Sall sudah tidak sabar untuk segera mengucap kalimat sakral pernikahan dan resmi menjadi suami dari Sanchia Arelia Ric.



Penampilan Sall memang terlihat sempurna dengan tuxedo hitam dan tatanan rambut yang terlihat lebih rapi dari biasanya. Namun wajahnya terlihat lelah juga khawatir, terlebih setelah kejadian malam tadi yang begitu terasa panjang dan menegangkan bagi Sall juga Sanchia, Leon dan Kevin.


Mata Sall kini terpaku pada 3 sosok pria yang terlihat berdiri dengan jarak beberapa meter darinya. 3 pria yang pada akhirnya memutuskan membantunya keluar dari masalah yang membelitnya sejak kemarin.



Terlihat Kevin diapit oleh Bryllian Alden Harrison dan Larry Robert D., Ketua Chrysos Dragon dan Ketua DS Scorpion yang terlihat memandang Sall tanpa senyuman, namun memperlihatkan ekspresi yang cukup bersahabat. Sall menganggukan sedikit kepalanya dengan tulus, seolah mengucapkan rasa terima kasihnya yang paling dalam pada ketiga pria itu, yang seketika dibalas anggukan yang sama.


FLASHBACK ON


"Kita gagal Tuan.."


Perkataan Leon terdengar bagaikan petir yang menyambar telinga juga pikiran Sall. Raut panik terlihat jelas dari wajah Sall yang kini duduk di sebelah Leon dan mengambil alih pekerjaan Leon tadi.


'Shiiit.. Mereka sudah bisa membobol sebagian data perusahaanku, bahkan berhasil merusak sebagian sistem dengan malware khusus. Jika itu keinginan kalian, maka akan kuhancurkan kalian semua.' Maki Sall dalam hati.


Tiba-tiba Kevin terdengar menghubungi Bryllian, yang membuat Sall menghentikan niatnya untuk balas menghancurkan sistem jaringan lawannya.


"Bry, hentikan penyerangan.. Tolong katakan pada Larry untuk melakukan hal yang sama. Tutup akses bagi Alrico dan orang-orangnya masuk, tapi jangan katakan pada Alrico tentang hal ini. Berpura-puralah kalian tidak mendapatkan apapun yang kalian cari."


"Apa maksudmu? Jelaskan apa yang terjadi, Vin!" Bryllian terdengar sedikit berteriak, karena tidak paham dengan jalan pikiran dan permintaan sahabatnya itu.


"Akan aku jelaskan nanti Bry, tolong lakukan apa yang kuminta sekarang juga."


Terdengar Bryllian memberikan instruksi pada orang lain untuk menghentikan penyerangan sebelum menutup telepon dari Kevin. Tidak lupa Bryllian langsung menghubungi Larry dan menyampaikan pesan Kevin, berlanjut dengan mengintruksikan hacker-hacker andalannya untuk melakukan apa yang diminta Kevin, yaitu menghalangi Alrico masuk ke sistem jaringan milik Sall.


Sementara itu, Sall yang melihat sistem jaringan perusahaannya sudah berhenti diserang, langsung meningkatkan pengamanan sistem jaringannya dibantu oleh Leon yang sudah sibuk dengan  laptop yang lainnya.


Pandangan Sall terarah pada Kevin yang terlihat menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Tanpa diduga sama sekali, Sall tiba-tiba menghampiri Kevin dan merangkulnya dengan gagah seraya mengucapkan terima kasih.


"Thanks Bro.."


Kevin mendorong paksa tubuh Sall, agar menjauh dari tubuhnya, seraya menampakan ekspresi tidak suka.


"Aku melakukan ini karena Sanchia juga demi Nieva, Mama dan Papa. Jangan terlalu percaya diri, aku masih belum mempercayaimu. Kalau sampai kamu macam-macam, i'll kill you.."


Entah kenapa, ancaman Kevin justru memancing lengkungan di kedua sudut bibir Sall. Sall begitu menyadari sikap keras tidak menutup sempurna rasa peduli Kevin terhadap Sall, atau mungkin lebih tepatnya terhadap Sanchia. Kevin seolah berbalik melindungi calon kakak iparnya sekuat yang dia bisa, agar Sanchia dan juga keluarganya tidak merasa sedih.


"Terima kasih Kevin."


Sanchia memeluk Kevin dengan penuh rasa syukur dan haru. Tangisnya pecah, karena adik iparnya kini memutuskan untuk mendukung keputusannya untuk menikah dengan Sall. Meskipun cukup tidak rela melihat Sanchia memeluk Kevin, tapi kali ini Sall memilih mengalah, dengan tidak menginterupsi adegan itu.


Sall, Sanchia, Kevin dan Leon kembali duduk di sofa kamar Sall. Sanchia terlihat begitu lelah dan mengantuk, sampai akhirnya dia tidak sengaja tertidur di sofa dengan posisi bersandar pada bantal sofa. Sall menggendong Sanchia, dan merebahkannya di atas tempat tidurnya, lalu kembali duduk berhadapan dengan Kevin yang duduk di sebelah Leon.


"Kevin, tolong jelaskan, bagaimana awalnya sampai kalian tiba-tiba menyerang sistem jaringan perusahaanku secara bersamaan? Apa benar Alrico yang memintanya?"


Kevin meneguk minuman bersoda yang sempat diambilnya dari lemari es di sudut kamar Sall.


"Alrico menghubungi Bryllian dan Larry tanpa sepengetahuanku. Dia bahkan berpesan agar Bryllian dan Larry tidak mengatakan apapun padaku. Tapi Bryllian dan Larry tiba-tiba berubah pikiran, saat mengetahui semua cabang perusahaanmu yang tersebar di Eropa, semua berada di wilayah kekuasaan Der Killer Ritter, Ketua Klan Mafia Toddestern yang sangat besar dan terkenal kuat. Mereka juga mendapatkan informasi rahasia mengenai keterkaitanmu dengan para pejabat yang melindungi dunia bawah. Mereka langsung memberitahuku, lalu menyelidikimu lebih dalam. Kamu tahu kan kalau mereka juga adalah Ketua Klan Mafia besar di Inggris?"


"Iya aku mengetahuinya. Namun belum mengenal mereka."


"Tentu saja.. Tidak aneh jika kamu belum mengenal mereka, karena Bryllian belum lama dilantik sebagai Ketua Klan Chrysos Dragon, menggantikan Ayahnya. Dia mempercepat kepindahannya ke Inggris beberapa bulan lagi, karena aku yang semula akan menggantikan tugasnya untuk sementara di Inggris, tiba-tiba menikah dan mengambil alih kepemimpinan Ble Asteri. Sedangkan Larry adalah Ketua baru DS Scorpion, yang sebelumnya dipegang Satya Efrain Scott."


Kevin meneguk kembali minumannya sampai tandas, lalu melempar kaleng minuman itu ke tempat sampah yang terletak beberapa meter di sebelah sofa.


"Aku meminta Bryllian dan Larry untuk tidak langsung memberitahukan apa yang mereka dapat kepada Alrico. Aku pun langsung mencari tahu semua tentangmu, dan tetap berkomunikasi dengan Bryllian & Larry. Dan saat kami yakin kalau kamu memanglah Der Killer Ritter, aku langsung mendatangimu tanpa membuang waktu."


"Terima kasih Kevin, karena kamu sudah memilih untuk membantuku."


"Seperti yang aku bilang tadi, aku melakukannya karena Sanchia dan demi keluargaku. Jadi jangan terus-terusan berterima kasih, buktikan saja kalau semua janjimu untuk membahagiakan Sanchia bukanlah bualan belaka."


"Iya, aku pasti menepati janjiku Kevin."


Kevin mengangguk, cukup puas dengan nada dan ekspresi meyakinkan dari mulut dan wajah Sall.


"Kevin, aku ingin meminta bantuanmu sekali lagi."


"Tolong tahan Alrico, agar besok dia tidak datang ke pernikahanku dan Sanchia. Memang dia tidak berhasil mendapatkan apapun tentangku, tapi aku cukup khawatir dengan keberadaannya."


"Baiklah, aku akan membuatnya tidak sadar selama seharian di Markas Besar."


"Thanks Bro.."


Kevin hanya mengangguk seraya berdiri hendak kembali ke kamarnya. Namun pandangan Kevin dan juga Sall, kini terpaku pada Leon yang sudah tertidur begitu pulas, dengan bersandar pada bantal sofa. Kevin menepuk bahu Leon dengan kencang, membuat Leon terbangun seketika dari mimpinya yang baru setengah jalan.


"Heh.. Tidur di kamarmu, jangan tidur disini! Kamu mau menjadi nyamuk pengganggu?"


Tanpa berkata apapun, Leon mengekor di belakang Kevin dengan mata setengah terbuka, meninggalkan Sall dan Sanchia berdua di kamar itu.


Sall mengunci pintu kamarnya, lalu menghampiri Sanchia yang tertidur begitu nyenyak. Sall ikut merebahkan dirinya disamping Sanchia. Ditatapnya wajah Sanchia yang terlihat begitu damai dalam tidurnya. Perlahan tangan Sall mengelus rambut Sanchia dan mencium kening Sanchia dengan sangat lembut.


"Kita berhasil Babe, hanya beberapa jam lagi, kita akan resmi menikah."


FLASHBACK OFF


*************************


Rasa haru menyelimuti hati Sall saat pandangannya terarah pada Leon dan Leroy yang duduk di jajaran para tamu dan terlihat memandang Sall dengan senyuman. Sall begitu bersyukur memiliki mereka berdua, sahabat yang begitu setia sejak kanak-kanak, sekaligus orang kepercayaan Sall yang selalu mendampingi Sall dalam mewujudkan mimpi-mimpinya. Hanya mereka berdua yang hadir sebagai perwakilan keluarga Sall, karena kedua orangtua Sall sudah meninggal. Semua anggota keluarga Sall yang berada di Inggris dan Jerman pun, tidak ada yang diberitahu mengenai pernikahan ini.


Kevin memandang nanar pada Mama Annesya dan Papa Leonard yang terlihat begitu bahagia, memandang ke arah Sall yang juga membalas dengan senyuman yang terlihat begitu tulus dan bahagia. Ada perasaan bersalah dan ragu yang menyelimuti hatinya saat ini, tapi saat melihat senyum istri dan kedua mertuanya, Kevin berharap apa yang dilakukannya adalah hal yang tepat. Terlebih Kevin ingin Sanchia bahagia, meskipun Kevin harus membohongi istri dan kedua mertuanya yang juga terlihat begitu bahagia saat ini.


"Aku tidak tahu, apakah yang kulakukan ini benar atau salah. Tapi aku tidak tega mengambil senyuman dari wajah Sanchia, Nieva dan kedua mertuaku."


Bryllian menepuk bahu Kevin dengan tetap memandang ke arah Sall yang tidak henti memandang ke arah pintu mansion, menunggu sang calon mempelai perempuan datang.


"Kita ikuti saya kemauan mereka, yang penting mereka semua bahagia. Sall berhak mendapat kesempatan, bahkan Sanchia begitu yakin dengan perasaannya terhadap Sall."


"Iya, kamu benar Bry.. Jika Sall bisa membuat Sanchia dan keluargaku  bahagia, maka aku akan membiarkannya. Tapi jika sebaliknya, maka aku akan menghancurkannya."


"Tenanglah Kevin, ada kami yang akan selalu mendukungmu. Jika Sall menyakiti Sanchia, keluargamu dan Klanmu, maka kami akan ikut turun tangan. Tidak akan ada yang bisa selamat dari kita Bro." Larry memasukkan kedua tangan saku jas-nya dan berlagak sombong di depan kedua sahabatnya.


Kevin tersenyum tipis ke arah Larry dan juga Bryllian, dan merangkulkan tangannya di leher Bryllian dan Larry sampai membuat keduanya tercekik dan kesulitan bernafas.


"Thanks ya.."


Larry dan Bryllian melepas tangan Kevin dengan paksa dari leher mereka. Diikuti tonjokan Bryllian dan Larry di lengan kanan dan kiri yang membuat Kevin meringis kesakitan.


"Terima kasih sih boleh saja, tapi kenapa harus dengan mencekik leher segala sih? Dasar menyebalkan."


Kevin hanya terkekeh geli menanggapi omelan Larry yang masih mengusap-usap lehernya yang memerah.


Tiba-tiba suasana berubah lebih riuh, saat Penghulu datang dan duduk tepat di depan Sall yang telihat begitu pucat karena gugup. Sesaat kemudian, Sanchia keluar dari mansion diapit oleh Nieva dan juga Vara, istri dari Bryllian.


Sall tidak berkedip saat melihat calon istrinya yang begitu cantik dengan gaun putih, tatanan rambut indah dan make-up minimalis yang menambah kadar keindahan pada diri Sanchia.


'Cantik..Sebentar lagi, kamu akan menjadi milikku seutuhnya.' Batin Sall.


*************************


Image Source : Google & Instagram Toni Mahfud, Cha Eun Woo, Lee Jae Wook & Can Yaman (Edited)


Hai readers terkasih & Author2 hebat tercinta..


Terima kasih banyak ya atas comment, like, Vote, Rate bintang 5 & Favorit-nya.


Meskipun novel ini masih jauh dari kata baik, karena aku sendiri masih belajar menulis.


Semua silent readers yang mampir, mohon dukungannya juga ya. Like & vote boleh banget kok 😊


Sekali-kali comment juga ya, biar author abal-abal ini bisa ngucapin "Terima Kasih" secara langsung 😄


Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊 #staysafe #stayhealthy


Love u all.. ❤❤❤❤️❤


(IG : @zasnovia #staronadarknight)