
Suasana pagi yang biasanya sepi dan damai, berubah riuh saat Leon datang bersama beberapa puluh orang membawa banyak barang yang seketika memenuhi aula mansion milik Sanchia. Barang-barang itu adalah barang bawaan calon pengantin laki-laki untuk calon pengantin perempuan yang biasa disebut ”Seserahan” dalam budaya Sunda. Sall yang berjalan masuk ke aula, tersenyum puas dan menepuk bahu Leon seraya mengucapkan terima kasih.
Sesudah semua orang yang membawa semua barang-barang itu pergi, Leon pamit untuk kembali ke mansion Sall, karena ada yang harus dia urus sebelum pernikahan Sall.
Sall sengaja mencari tahu adat pernikahan Sunda meskipun Sanchia tidak memberitahunya secara langsung. Meskipun pernikahan Sall dan Sanchia tidak akan menggunakan upacara adat apapun, karena menganggap prosesinya akan terlalu merepotkan dan juga melelahkan. Tapi untuk Seserahan, Sall merasa kalau dia bisa melakukannya, dan merasa hal itu menjadi kesempatan untuk memberi Sanchia banyak barang-barang. Karena selama ini, Sanchia selalu menolak setiap kali Sall berniat memberinya barang-barang mahal.
Kedua mata Sanchia membulat dengan sempurna, seraya menuruni anak tangga menuju aula tempat Sall berada. Matanya bahkan tidak mengerjap melihat semua barang-barang yang dipesan Sall memenuhi hampir seluruh ruangan aula mansion-nya. Bola mata Sanchia memperhatikan semua barang-barang itu satu persatu dengan ekspresi tidak percaya.
Semua barang-barang itu sebagian memang seperti layaknya barang ”Seserahan” pada umumnya, yaitu berbagai jenis pakaian, sepatu, tas yang semuanya tentu berasal dari brand terkenal. Tidak lupa kosmetik, skincare, peralatan makan, tidur, mandi dan semua alat rumah tangga yang juga masih bisa dikatakan wajar meskipun harganya pasti mahal dan limited edition. Tapi yang membuat Sanchia tidak bisa menghilangkan rasa terkejutnya adalah berjejernya beberapa set perhiasan Berlian yang terlihat sangat mewah, full set alat gym, dan beberapa gadget mahal yang sudah lama Sanchia inginkan.
”Honey, apa-apain ini?”
Sall mengulas senyum bahagianya seraya memandang Sanchia yang selesai menuruni tangga terakhir, lalu mengulurkan tangannya yang langsung disambut Sanchia dengan sedikit ragu.
”Kenapa begitu banyak barang?"
"Ini barang-barang untuk seserahan. Aku tidak punya keluarga yang akan membawakan barang-barang ini besok. Jadi aku meminta Leon mengirimkannya hari ini juga.”
Tatapan mata Sanchia berubah meredup, disandarkan kepalanya di dada Sall, berusaha menenangkan Sall yang terdengar begitu sedih saat mengatakannya.
Tiba-tiba Papa Leonard dan Mama Annesya masuk dari arah taman samping mansion.
"Kami adalah keluargamu, sekarang kami adalah orangtuamu juga Sall."
Air mata yang menggenang di kelopak mata Sall, menunjukkan rasa harunya atas perkataan Papa Leonard. Rasanya begitu bahagia, kalimat itu seolah menjadi obat untuk rasa rindunya pada kedua orangtuanya yang sudah tiada. Jauh di lubuk hati Sall, ingin rasanya moment terindah dan special-nya disaksikan oleh kedua orangtuanya, yang pastinya akan merasa bahagia bisa melihat anaknya menikah.
Perlahan Sanchia sedikit memberi jarak dengan Sall, saat Mama Annesya menghampiri Sall yang mulai tidak bisa menahan air matanya.
"Kamu memiliki kami yang menyayangi kamu seperti anak kami sendiri. Jangan pernah merasa sendiri dan tidak memiliki keluarga ya."
Sall seketika memeluk Mama Annesya dan menumpahkan air matanya di bahu Mama Annesya. Entah kenapa, saat ini Sall merasa begitu rapuh saat mengingat kedua orangtuanya yang sudah tidak mungkin bisa mendampinginya di hari paling special dalam hidupnya. Pelukan Mama Annesya yang seperti pelukan Mommy-nya, menyalurkan kehangatan yang sudah lama tidak Sall rasakan. Terlebih saat Papa Leonard mengulurkan tangan pada Sanchia, untuk ikut memberikan pelukan pada Sall dan Mama Annesya yang sedang menangis bersamaan. Jadilah pelukan 4 orang yang penuh haru itu, menjadi pemandangan indah di pagi hari bagi Kevin dan Nieva yang melihatnya dari lantai 2.
"Papa dan Mama begitu bahagia memiliki calon menantu sebaik Kak Sall. Aku bahagia akhirnya Kak Sanchia menemukan laki-laki yang sangat tepat, aku yakin Kak Sall akan bisa membahagiakan Kak Sanchia juga Mama dan Papa."
"Iya, kamu benar Sayang, aku pun yakin Sall adalah orang yang paling tepat untuk bersama Sanchia. Karena dia bisa menaklukan Ketua Mafia segalak kakakmu itu."
Kevin langsung dihadiahi Nieva dengan cubitan super, tanpa mempedulikan ringisan Kevin yang terlihat sangat kesakitan.
"Baby, tolong Ayah.. Masa Bundamu cubit Ayah. Rasanya sakit sekali Baby."
Tentu saja belum ada respon apapun, saat Kevin mengeluh seraya mengarahkan wajahnya di perut Nieva. Karena bayi di kandungan Nieva yang berusia hampir 12 minggu itu, masih terlalu kecil untuk bisa merespon keluhan Ayahnya yang sedang manja.
*************************
Sall terlihat uring-uringan di kamarnya, karena Sanchia diminta Papa Leonard dan Mama Annesya untuk menempati kamar khusus di lantai 3, dan tidak boleh menemui Sall sampai acara Akad Nikah besok pagi. Sebenarnya Papa Leonard dan Mama Annesya meminta Sanchia untuk tidak bertemu Sall beberapa hari sebelum pernikahan, meskipun sulit karena mereka berada dalam 1 mansion yang sama. Tapi banyak persiapan pernikahan yang harus dilakukan secara bersama-sama, sehingga Sanchia tidak mungkin melakukan tradisi yang disebut pingitan itu.
Sall menghubungi Sanchia melalui video call, tapi Sanchia justru menolak panggilan video call dari Sall yang seketika mengerucutkan bibirnya karena kecewa.
Ting..
Satu pesan masuk dari Sanchia, membuat mata Sall berbinar bahagia.
My Love
Aku sedang dilulur Honey, tidak bisa menerima panggilan video call dari kamu..
Nae Sarang
Ok Babe, kabari aku kalau sudah selesai. I miss you..
Kebahagiaan yang terpancar di wajah Sanchia, menarik senyuman beberapa orang karyawan salon yang sedang melakukan perawatan tubuh untuk Sanchia. Sesekali mereka memuji Sanchia dan Sall yang terlihat begitu serasi dalam beberapa photo pre-wedding yang berjajar di lantai 1. Tentu saja hal ini membuat Sanchia semakin tidak sabar menunggu hari bahagianya esok pagi.
Sementara itu, Sall yang terlihat sedang menghapal kembali kalimat Ijab Qabul untuk besok pagi, tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan Leon yang masuk ke dalam kamar tanpa mengetuk terlebih dahulu.
Sall mengerutkan keningnya, memandang Leon dengan tatapan heran dan penuh tanya. Sedangkan Leon yang jelas terlihat hampir kehabisan nafas, mulai mengatur nafasnya sebelum melaporkan hal penting pada Sall.
"Gawat Tuan.."
"Apanya yang gawat?"
"Ada yang berusaha meretas perusahaan kita di Inggris. Sepertinya mereka sedang mencari semua data tentang anda Tuan."
Rasa terkejut tergambar jelas di wajah Sall yang meremas rambutnya dengan kasar.
"Apa mereka berhasil mendapatkan yang mereka mau?"
"Mereka tidak berhasil Tuan, karena saya memang sudah meningkatkan pengamanan berkali-kali lipat, untuk mengantisipasi masalah sebelum pernikahan anda."
"Good job..Kerahkan semua orang-orang terbaik kita. Aku tidak mau ada masalah sekecil apapun yang bisa merusak acara pernikahanku. Tempatkan semua anak buahmu dan Leroy besok, lakukan pengamanan dari jarak jauh. Lalu, apa kamu sudah bisa menemukan siapa yang berusaha meretas data-dataku?"
"Hmm, sudah Tuan."
"Siapa orangnya?"
"Ada 2 Klan yang berusaha membobol data perusahaan, yaitu hacker dari Klan Chrysos Dragon yang dipimpin Bryllian Alden Harrison, dan hacker dari Klan DS Scorpion yang sekarang dipimpin Larry Robert D., menggantikan Satya Efrain Scott. Tapi kedua Klan itu diminta khusus oleh Alrico, yang juga memiliki kemampuan meretas yang tidak bisa diremehkan Tuan."
Tangan Sall mengepal kuat dengan rahang yang mengeras menahan emosinya yang mulai memuncak.
'Alrico, kamu benar-benar mencari masalah denganku. Aku tidak akan membiarkan kamu mengusikku dan Sanchia.' Geram Sall dalam hati.
************************
Hai readers terkasih & Author2 hebat tercinta..
Terima kasih banyak ya atas comment, like, Vote, Rate bintang 5 & Favorit-nya.
Meskipun novel ini masih jauh dari kata baik, karena aku sendiri masih belajar menulis.
Semua silent readers yang mampir, mohon dukungannya juga ya. Like & vote boleh banget kok 😊
Sekali-kali comment juga ya, biar author abal-abal ini bisa ngucapin "Terima Kasih" secara langsung 😄
Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊 #staysafe #stayhealthy
Love u all.. ❤❤❤❤️❤
(IG : @zasnovia #staronadarknight)