The Killer Knight VS The Mafia Queen

The Killer Knight VS The Mafia Queen
Episode 29 Godaan Terberat



Suara gemericik air hujan mengusik Sanchia dari tidur lelapnya, senyumnya mengembang saat menyadari dirinya berada dalam dekapan laki-laki yang sudah sah menjadi suaminya sejak kemarin. Perlahan Sanchia melepas pelukan Sall yang melingkar di punggungnya, lalu dengan sangat hati-hati beranjak menuruni tempat tidur, menuju kamar mandi. Sanchia berniat mandi sebelum melaksanakan ibadah shalat subuh dan juga ingin terlihat lebih segar di depan suaminya saat bangun nanti.


Senyumnya melengkung lebih indah saat melewati meja ukiran di dekat meja riasnya. Karena di atas meja tersebut, terdapat Logam Mulia berukiran nama Sanchia dan Sall, tentunya dengan kadar dan harga yang sangat fantastis, disebelahnya terdapat satu kotak perhiasan berisi seperangkat perhiasan berlian yang juga bernilai fantastis sebagai mahar pernikahan dari Sall untuk Sanchia.


Sebenarnya ada beberapa kado pernikahan tambahan yang sudah Sall berikan malam tadi untuk Sanchia, namun Sall tidak mengikutsertakannya dalam mahar pernikahannya, karena Sanchia tidak akan suka karena menilai hal itu terlalu berlebihan. Yaitu kado 2 Sertifikat kepemilikan untuk mansion Sall yang berada di Bali dan Bandung, yang tentunya atas nama Sanchia, juga 1 buah mobil sport limited edition keluaran terbaru, yang sudah terparkir cantik di halaman mansion Sanchia.


'Terima kasih Honey, untuk semua cinta yang kamu berikan padaku. Aku sungguh bersyukur mendapat suami sebaik dirimu. Aku mencintaimu, Honey.' Batin Sanchia.


Sanchia kembali menatap wajah suaminya dengan senyum penuh rasa syukurnya, sebelum akhirnya masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Selang 15 menit kemudian, tidur Sall pun sedikit terusik. Bukan karena suara derasnya air hujan, melainkan kenyamanan tidurnya berkurang, karena istrinya yang sejak semalam berada dalam dekapannya, sudah tidak ada ditempatnya. Dengan mata yang masih menyipit dan rasa kantuk yang masih begitu kuat menyerang, Sall berusaha menyandarkan punggungnya pada headboard tempat tidur.


Sementara itu, Sanchia yang berada di kamar mandi menikmati ritual berendam dan mandinya dengan produk perawatan pemberian suaminya. Sanchia berusaha sangat keras untuk membuat Sall terkesan, meskipun sebenarnya Sanchia sudah membuat Sall begitu terpesona selama ini.



Sanchia keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan bathrobe, seraya menggosok-gosokan handuk ke rambutnya yang masih basah, setelah lebih dari 20 menit berada di kamar mandi.


Sanchia melangkah dengan begitu perlahan menuju meja riasnya. Sall terlihat kesulitan menelan salivanya, melihat kaki jenjang Sanchia yang terpampang jelas, terlebih belahan bathrobe yang menampakan pangkal paha Sanchia saat berjalan, membuat Sall sekuat tenaga menahan hasrat.


'Cobaan apa lagi ini? Kenapa kamu terus menerus memancing hasratku Sweetheart? Tidak tahukah kamu, kalau aku begitu tersiksa menahannya?' Keluh Sall dalam hati.


Sanchia sama sekali tidak menyadari bahwa Sall sudah terjaga dari tidurnya, dia malah dengan santainya mendudukkan diri di atas kursi meja riasnya. Setelah merasa rambutnya tidak terlalu basah, Sanchia membiarkan rambutnya kering secara alami, sebelum mengaplikasikan berbagai jenis produk kecantikan di wajah dan seluruh tubuhnya.


Sall lagi-lagi kesulitan menelan salivanya, saat Sanchia mengusap lembut leher, bahu dan punggung bagian atas tubuhnya. Adegan yang terasa seperti adegan slow motion bagi Sall itu, berlanjut lebih menggoda, yaitu saat Sanchia secara perlahan memakai lotion di seluruh bagian kaki sampai pangkal pahanya.


'Sweetheart, tolong hentikan! Ya Allah tolong selamatkan aku dari godaan yang begitu indah ini, tolong kuatkan aku!' Teriak Sall dalam hati.


Sall merengut kesal, lalu akhirnya membalikan badannya dan menutupi kepalanya dengan bantal. Sanchia yang menyadari kalau suaminya sudah terbangun, langsung menyapa suaminya begitu mesra.


"Good morning, My Lovely Husband.."


Sanchia mengerutkan keningnya, karena tak kunjung ada balasan ucapan selamat pagi dari Sall, yang kini justru terlihat menghentak-hentakan kakinya dengan sangat kesal. Sanchia seketika menghampiri Sall dan mendudukkan dirinya di tepi tempat tidur.


"Honey, ada apa? Apa kamu sakit?"


Masih tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Sall, hal ini tentu membingungkan untuk Sanchia. Disentuhnya bahu Sall dan mengelusnya perlahan, agar Sall mau membalikan badannya.


"Honey, ayo dong, ada apa? Kenapa tiba-tiba kamu seperti ini, Honey?"


"Aaaahh Sweetheart, kenapa kamu terus menggoda dan menyiksaku? Kamu benar-benar membuatku menderita Sweetheart.."


Sall kini beranjak cepat dan berlari terburu-buru menuju kamar mandi, meninggalkan Sanchia yang memandang bingung dengan tingkah suaminya itu. Baru beberapa saat kemudian, Sanchia terkekeh seraya membenahi bathrobe-nya setelah mengetahui alasan suaminya berlari menuju kamar mandi.


Sedangkan Sall kini terlihat berendam di dalam bathtube, berusaha mendinginkan tubuh juga otaknya yang begitu panas.


*************************


MARKAS BESAR BLE ASTERI


Alrico terbangun dari tidur panjangnya dengan kepala pusing dan mata yang berkunang-kunang. Dilihatnya keadaan sekeliling kamar pribadinya, dan mencoba mengingat kejadian terakhir, sebelum akhirnya dia tertidur tanpa disadarinya.


Alrico hanya ingat salah satu chef yang berada di markas besar menghidangkannya beberapa kue dan segelas susu cokelat untuk menemaninya membobol jaringan perusahaan milik Sall. Tapi entah kenapa, akhirnya Alrico justru tertidur begitu pulas, bahkan tanpa didahului rasa kantuk pada umumnya.


Alrico mengambil ponsel yang berada di atas nakas dengan tergesa-gesa, matanya terbelalak saat melihat tanggal yang terpampang di layar ponselnya. Sudah sehari berlalu sejak hari pernikahan Sall dan Sanchia, dan Alrico bahkan tidak menyadari dan menghadiri acara pernikahan itu.


Dengan langkah lebar Alrico keluar dari kamarnya setelah menyambar, jaket, tas dan kunci mobilnya. Rahangnya mengeras dengan tangan terkepal yang menampakan buku-buku jarinya. Tempat yang ditujunya tentu saja mansion Sanchia, Alrico ingin memastikan perempuan pujaannya apakah membatalkan pernikahannya dengan Sall atau justru kini keduanya sudah sah sebagai suami istri?"


*************************


Image Source : Instagram Im Jin Ah


Hai readers terkasih & Author2 hebat tercinta..


Terima kasih banyak ya atas comment, like, Vote, Rate bintang 5 & Favorit-nya.


Meskipun novel ini masih jauh dari kata baik, karena aku sendiri masih belajar menulis.


Semua silent readers yang mampir, mohon dukungannya juga ya. Like & vote boleh banget kok 😊


Sekali-kali comment juga ya, biar author abal-abal ini bisa ngucapin "Terima Kasih" secara langsung 😄


Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊 #staysafe #stayhealthy


Love u all.. ❤❤❤❤️❤


IG : @zasnovia #staronadarknight