The Killer Knight VS The Mafia Queen

The Killer Knight VS The Mafia Queen
Episode 71 Our Son



MANSION SALL & SANCHIA - BANDUNG, INDONESIA


Waktu sudah lewat tengah malam, Sall terjaga dari tidurnya karena menyadari Sanchia tidak lagi berada dalam pelukannya. Sall membuka mata dan segera mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kamar.


"Sweetheart..Where are you?"


Tidak ada jawaban dari istri tercintanya itu, sehingga Sall memutuskan untuk keluar dari kamar, menuju kamar yang berada tepat di sebelah kamarnya dan Sanchia. Benar saja, Sanchia terlihat berada di kamar itu, merebahkan dirinya di atas tempat tidur, dengan posisi menyamping, seraya memandang seorang bayi yang kini sedang tertidur begitu damai disebelahnya.



"Sweetheart.."


"Sssttttt... Jangan berisik, Shawn baru saja tertidur." Bisik Sanchia.


Sall seketika mengatupkan kedua bibirnya, karena menyadari kesalahannya yang hampir saja membangunkan Shawn.


Sall menaiki tempat tidur dengan sangat hati-hati, dan memilih membaringkan dirinya di belakang  Sanchia, agar bisa memeluk tubuh istrinya itu.


"Sweetheart, kenapa tidak meminta bantuan para pelayan untuk menjaga Shawn? Kamu seharusnya istirahat. Kamu kan sedang hamil Sweetheart."


"Tadi aku sudah tidur beberapa jam. Saat aku terbangun, aku langsung kesini dan melihat para pelayan begitu kewalahan menenangkan Shawn. Katanya meskipun sudah diberi susu dan tidak lagi menangis keras, tapi Shawn terus menerus gelisah dan rewel. Dan tahukah Honey, saat aku menggendongnya, Shawn berubah tenang dan tersenyum. Akhirnya aku menyuruh para pelayan untuk tidur, karena mereka pasti sudah sangat mengantuk dan kelelahan."


"Sebaiknya besok kita mencari beberapa baby sitter dari Yayasan, dan membaginya ke dalam beberapa shift kerja. Jadi akan selalu ada yang menjaga Shawn saat kamu tidak bersamanya, dan kamu pun bisa istirahat dengan baik. Ingat Sweetheart, kamu sedang mengandung anak kita, aku tidak mau terjadi hal buruk padamu dan anak kita."


"Iya Honey, aku akan menjaga anak kita dengan baik.. Kedua anak kita, Honey."


"Iya Sweetheart, kedua anak kita."


Sall mengelus lembut perut Sanchia dan berdoa dalam hati, untuk keselamatan anak yang sedang dikandung Sanchia saat ini. Beberapa saat kemudian, Sall dan  Sanchia melengkungkan senyum bahagianya, saat tiba-tiba Shawn tersenyum begitu manis meskipun dengan mata yang masih terpejam.


"Sepertinya Shawn sedang bermimpi indah, Honey."


"Mulai sekarang kitalah yang akan membantunya, mewujudkan semua mimpi-mimpi indahnya."


"Iya kamu benar, Honey.."


Bayi tampan yang Sall dan Sanchia temui di Panti Asuhan, yang mereka beri nama Shawn, akhirnya ikut pulang bersama mereka, karena suatu kejadian yang benar-benar tidak terduga dalam hidup mereka.


FLASHBACK ON


Sall melirik jam tangan mahal yang melingkar di pergelangan tangannya, dan mendekati Sanchia yang duduk seraya memegang botol susu formula yang disedot begitu kuat oleh Shawn, bayi yang berada dalam gendongannya.


"Sweetheart.. Sepertinya kita harus pulang sekarang." Sall menunjukan angka pada jam tangannya ke arah Sanchia.


"Oh iya, tidak terasa sudah sore ternyata."


Sanchia menolehkan kepalanya ke arah Ibu Panti yang duduk disebelahnya.


"Ibu, kami pulang dulu ya, karena sudah sore. Shawn juga sepertinya sudah kenyang minum susunya."


Sanchia  berniat memberikan Shawn yang berada dalam gendongannya kepada Ibu Panti, namun tiba-tiba Shawn menangis dengan keras.


"Oeeeekk...Oeeekkk...Oeeeeekkk..."


Bahkan saat Ibu Panti sedikit mengangkat tubuh Shawn dari gendongan Sanchia, Shawn langsung menendang-nendangkan kakinya ke udara, seperti berontak. Tentu saja hal ini membuat Sall, Sanchia dan Ibu Panti merasa aneh.


Tangan Shawn terus saja terangkat, mengarah pada Sanchia yang mendekatkan kepalanya ke arah Shawn. Tangis Shawn yang semakin keras, membuat Sanchia tidak tega, akhirnya Sanchia menggendong kembali Shawn dengan posisi berdiri dan berusaha menenangkannya. Benar saja, Shawn perlahan menjadi tenang dan berhenti menangis, diikuti senyum manis yang terlihat sangat menggemaskan.


"Sweetheart, sepertinya Shawn begitu menyukaimu. Dia bahkan tidak mau jauh darimu."


"Iya kamu benar Honey, tapi bagaimana ini, dia tidak mau aku tinggal."


"Iya Sweetheart, kasihan dia menangis begitu kencang tadi."


Sall mendekatkan jari telunjuknya ke arah tangan Shawn yang begitu mungil. Namun baru saja Sall menyentuh telapak tangan Shawn, tiba-tiba Shawn menggenggam erat jari telunjuk Sall yang besar.


"Dia menggenggam tanganku Sweetheart."


Sesaat kemudian, Sanchia mulai berkaca-kaca karena rasa haru yang tiba-tiba melingkupi hatinya, begitu juga yang dirasakan oleh Ibu Panti yang saat ini juga sudah mulai berkaca-kaca.


"Honey.. Bagaimana kalau kita mengadopsi Shawn?"


"Apa kamu yakin Sweetheart?"


Sall menganggukkan kepalanya dengan sangat yakin, memancing senyum bahagia di wajah Sanchia yang cantik.


"Aku pun menyukainya, dan  yang pasti Shawn menyukai kita.."


Sall menganggukkan kepalanya, lalu mengalihkan pandangannya pada Ibu Panti yang mulai meneteskan air matanya.


"Bolehkah kami mengadopsi Shawn Bu?"


"Tentu saja boleh.. Saya bahagia, karena akhirnya bayi ini menemukan keluarga yang tepat untuknya."


"Terima kasih banyak Bu, izinkan kami mengadopsi dan menjadikan Shawn anak kami."


Ibu Panti menganggukkan kepalanya, sedikit kesulitan mengeluarkan kata-kata, karena rasa haru yang dirasakannya saat ini. Sementara itu, Sall memeluk Sanchia yang saat ini mulai meneteskan air mata, seraya menatap mata Shawn yang tidak berhenti menatapnya sejak tadi.


"Shawn, mulai saat ini, kamu adalah anak kami. Dan kami adalah orangtua kamu."


Seolah mengerti dengan perkataan Sall, kini Shawn terlihat menatap Sall dan Sanchia bergantian, seraya melengkungkan senyumnya yang terlihat begitu manis dan menggemaskan.


FLASHBACK OFF


*************************


Sanchia dan Sall terbangun seketika mendengar tangis Shawn yang begitu keras. Sall melirik jam dinding di kamar itu, yang baru menunjukkan pukul 3 dini hari. Sanchia segera turun dari tempat tidur untuk membuatkan susu formula yang sudah disimpan di atas nakas. Sementara itu, Sall mengelus lembut tubuh Shawn agar tenang.


Sanchia menaiki tempat tidur, dan kali ini posisinya berada di sebelah kiri Shawn, dengan Sall berada di sebelah kanan Shawn. Sesaat kemudian, Shawn langsung menyedot ujung botol susu yang disodorkan oleh Sanchia dengan sangat rakus.


"Wow, anak Daddy kuat sekali minum susunya ya."


"Tentu saja Daddy, aku kan mau jadi anak kuat."


Sall terkekeh mendengar Sanchia yang menirukan suara anak kecil, terdengar sangat menggemaskan di telinga Sall. Namun tiba-tiba ekspresinya berubah serius, seraya menatap dalam wajah Sanchia.


"Sweetheart, kita harus mencari tahu asal-usul Shawn."


"Kenapa Honey? Apa kamu tidak mau mengadopsi Shawn jika dia berasal dari keluarga sembarangan."


"Bukan seperti itu Sweetheart, aku hanya khawatir, jika Shawn adalah korban penculikan. Bagaimana kalau keluarganya sedang mencarinya saat ini? Tentunya kita sudah bersalah, jika tidak memberitahukan keberadaannya pada keluarganya."


"Iya, kamu benar, Honey. Kenapa aku bisa tidak terpikirkan sampai kesitu ya? Aku hanya berpikir kalau Shawn dibuang oleh kedua orangtuanya, karena mereka tidak menginginkannya."


"Hal itu juga sangat mungkin Sweetheart, tapi kita harus mencari tahu asal-usul Shawn dulu, agar kita tidak salah dalam bertindak. Apalagi kita akan segera pindah ke Inggris, tentunya Shawn akan ikut dengan kita kalau memang dia tidak mempunyai keluarga yang mencari keberadaannya."


"Benar Honey, bagaimana kalau sampai kita terlanjur membawanya ke Inggris, padahal keluarganya sedang bersusah payah mencarinya."


"Iya, itu maksudku. Besok, aku dan Leon akan mulai mencari asal-usul Shawn."


"Baiklah Honey."


*************************


Image Source : Google (Handsome baby boy)


Hai readers terkasih & Author2 hebat tercinta..


Terima kasih banyak ya atas comment, like, Vote, Rate bintang 5 & Favorit-nya.


Meskipun novel ini masih jauh dari kata baik, karena aku sendiri masih belajar menulis.


Mampir juga yuk, ke novel pertamaku "Star on A Dark Night", ceritanya ga kalah seru lho dari novel ini. Deuh kepedean 😅


Semua silent readers yang mampir, mohon dukungannya juga ya. Like & vote boleh banget kok 😊


Sekali-kali comment juga ya, biar author abal-abal ini bisa ngucapin "Terima Kasih" secara langsung 😄


Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊 #staysafe #stayhealthy


Love u all.. ❤❤❤❤️❤


IG : @zasnovia #staronadarknight