
Seminggu berlalu sejak kepergian Sall ke Inggris. Sanchia menatap pemandangan dari balkon kamarnya, berusaha mengenyahkan kekhawatiran akan keadaan Sall, karena sampai saat ini Sall tidak dapat dihubungi. Begitu juga dengan Leon dan Leroy yang ikut berangkat ke Inggris beserta hampir semua anak buah Sall yang ada di Indonesia. Sall hanya mengabari Sanchia, pada saat tiba di Inggris, dan saat itu memang Sall mengatakan akan begitu sibuk dengan urusan perusahaan juga klan, sehingga tidak bisa menghubungi Sanchia terlalu sering.
Seharusnya Sall pulang hari ini, sesuai janjinya yang hanya seminggu berada di Inggris, untuk menyelesaikan segala urusannya. Tapi Sanchia tidak yakin kalau suaminya akan kembali hari ini. Sanchia pun sebenarnya tidak hanya diam saja, dia sudah meminta bantuan Kevin untuk mencari tahu keberadaan Sall saat ini. Namun nihil, Kevin pun tidak menemukan apa yang dicarinya.
Kriiing..Kriiing..Kriiing..
Telepon kamar Sanchia berbunyi, lalu Sanchia segera berlari ke dalam kamar, berharap siapapun yang menelepon akan membawakannya kabar mengenai suaminya.
"Hallo.."
Namun ternyata yang menelepon Sanchia adalah Nieva yang saat ini berada di ruang keluarga bersama dengan Papa Leonard, Mama Annesya dan juga Kevin. Nieva memintanya turun, karena ada sesuatu yang perlu mereka bicarakan. Akhirnya dengan cukup penasaran, Sanchia menuju ruang keluarga yang berada di lantai 1.
Sanchia begitu terkejut, saat melihat Alrico duduk berseberangan dengan Papa Leonard yang memasang raut marah yang terlihat jelas.
'Ada apa ini? Kenapa Papa terlihat sangat marah?' Tanya Sanchia dalam hati.
"Duduk!" Sanchia mendudukkan dirinya di sebelah Mama Annesya yang berada tepat di sebelah Papa Leonard.
"Sanchia, ada yang perlu kamu tahu tentang suamimu, dan setelah kamu mengetahui tentang hal ini, Papa berharap kamu akan menuruti semua yang Papa minta."
"Ada apa Pa?" Sanchia menuntut jawaban Papa Leonard lalu sedikit menolehkan kepalanya pada Kevin yang saat ini tertunduk, seolah menghindari kontak mata dengan siapapun.
"Sanchia, suamimu ternyata bukanlah orang yang baik untukmu. Alrico sudah menemukan fakta tersembunyi tentang Sall Sherwyn Knight. Ternyata dia adalah Ketua Klan Todesstern yang membantu Bernardo untuk menyerang kita. Dialah dalang penculikanmu dulu, dia hanya berpura-pura menolongmu, padahal dialah penjahatnya."
Raut terkejut Sanchia sama sekali tidak dapat dia sembunyikan, tapi justru hal itu memicu lengkungan tipis di kedua sudut bibir Alrico yang merasa cukup puas dengan reaksi Sanchia. Tanpa Alrico tahu, kalau rasa terkejut Sanchia bukan karena mengetahui fakta tentang Sall, melainkan bertanya-tanya bagaimana bisa Alrico menemukan fakta itu, setelah Sall memperketat security system pada data perusahaan juga klannya, bahkan sampai dibantu Kevin, Bryllian dan juga Larry.
"Sanchia, Papa minta kamu segera menggugat cerai Sall Sherwyn Knight, kamu pun tidak mau kan mempunyai suami yang sudah menipumu dan keluarga kita mentah-mentah."
"Tidak Pa, Sanchia tidak akan pernah bercerai dengan Sall. Dia tidak menipu Sanchia sama sekali, Sanchia mengetahui semua hal tentang Sall, bahkan sejak hari pertama Sanchia diculik."
Pernyataan Sanchia seketika membuat Papa Leonard, Alrico, Mama Annesya dan Nieva membulatkan matanya karena tidak percaya. Berbeda dengan Kevin, yang semakin tidak nyaman, karena kemungkinan Papa mertuanya akan membencinya jika tahu kalau dia pun ikut terlibat dalam kebohongan Sanchia dan Sall.
"Apa kamu bilang? Jadi kamu sudah mengetahui semuanya, dan kamu tetap bersikeras menikah dengan penjahat itu? Bahkan kamu tega membohongi kami semua? Kamu benar-benar sudah gila, Sanchia!"
Air mata Sanchia sudah tidak dapat dia bendung lagi, dengan memandang lekat Papa Leonard dan juga Mama Annesya, Sanchia berusaha menjelaskan semuanya.
"Aku mencintainya, tidak peduli siapa dia dan kesalahan apa yang sudah dilakukannya. Papa dan Mama juga tahu kan sikapnya begitu baik pada kita. Dia begitu mencintai Sanchia, bahkan dia rela memberikan dan melakukan apapun untuk Sanchia."
"Dia melakukannya untuk mengelabuimu, dan kamu terlalu naif dengan langsung percaya dengan apa yang dilakukannya."
"Pa.. Papa juga bisa merasakan kalau semua yang dilakukannya begitu tulus, dia merasa bersalah karena berbohong, tapi dia berniat menebusnya dengan membahagiakan Sanchia juga keluarga kita. Tidakkah Papa dan Mama merasakannya."
Sesungguhnya Papa Leonard dan Mama Annesya begitu merasakan ketulusan hati Sall, bahkan mereka sudah menyayangi dan menganggap Sall seperti anak sendiri. Namun mereka terlalu waspada, karena resikonya terlalu tinggi untuk mempercayai penjahat sekelas Sall yang diketahui sebagai The Killer Knight yang ahli mengelabui musuhnya.
"Kamu benar-benar sudah gila, Sanchia! Kamu bahkan sudah buta karena ditipu oleh cinta laki-laki itu, yang sebenarnya palsu."
"Papa tidak mau mendengar apapun lagi, lusa kita semua akan berangkat ke Korea. Papa akan menutup semua akses, agar laki-laki itu tidak bisa menghubungimu lagi."
"Tidak Pa, aku tidak mau ke Korea. Aku mau disini saja."
Suara ponsel Alrico yang berbunyi sedikit mengalihkan perhatian semua orang, dan ekspresi tidak terbaca dari Alrico saat membuka sebuah video yang baru diterimanya, memancing tanya semua orang.
"Sanchia sepertinya kamu harus melihat ini."
Alrico menyodorkan ponselnya yang menampakan sebuah video, tanpa membuang waktu, Sanchia pun segera memutar video tersebut. Papa Leonard dan Mama Annesya ikut melihat video tersebut, begitupun Nieva dan juga Kevin.
Terkejut.. Marah.. Jelas dirasakan Papa Leonard, Mama Annesya, Nieva juga Kevin. Sedangkan Sanchia, hatinya bagaikan dihantam batu dan diremas begitu kuat saat melihat video yang merupakan cuplikan berita dari media besar di Inggris itu.
Terlihat Sall menggunting pita bersama beberapa orang di acara peluncuran sebuah apartment di Birmingham. Namun bukan itu yang membuat Sanchia kecewa, tapi headline serta isi berita yang mengatakan bahwa kerjasama antara dua perusahaan besar itu akan dilanjutkan dengan proyek-proyek besar lainnya dan juga pernikahan diantara Sall dengan Davina Roles yang merupakan pewaris tunggal dari perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaan Sall.
Davina Roles yang berdiri tepat di sebelah Sall terlihat begitu cantik dengan rambut pirang dan make-up bold-nya. Sesekali dia memandang Sall yang terlihat lurus memandang ke arah awak media dihadapannya.
Berita itupun menjelaskan, keduanya sama-sama merupakan keturunan bangsawan Inggris yang memiliki kekayaan yang melimpah, sehingga rencana pernikahan mereka itu dianggap sebagai rencana besar yang didukung banyak orang.
Sanchia tahu, Ayah Sall memang Ketua Mafia besar yang berasal dari keluarga pengusaha biasa, tapi Ibu Sall adalah keturunan bangsawan Inggris, yang begitu disegani banyak orang sekalipun saat ini sudah meninggal.
Sanchia berlari meninggalkan ruang keluarga setelah membanting ponsel Alrico dengan sangat keras. Sanchia kini memilih mengurung diri dengan menumpahkan air mata di atas tempat tidurnya.
'Jadi ini alasanmu tidak bisa aku hubungi selama seminggu ini. Aku kira, kamu benar-benar mencintaiku Sall. Tapi ternyata, kamu hanya menipuku. Kini kamu melupakanku dan akan menikah dengan perempuan yang jauh lebih dalam segala hal dari aku. Benar kata Papa, aku memang perempuan bodoh yang berhasil dikelabui oleh cinta palsu kamu Sall. Aku membencimu Sall, aku tidak mau melihatmu lagi Sall..'
************************
Hai readers terkasih & Author2 hebat tercinta..
Terima kasih banyak ya atas comment, like, Vote, Rate bintang 5 & Favorit-nya.
Meskipun novel ini masih jauh dari kata baik, karena aku sendiri masih belajar menulis.
Semua silent readers yang mampir, mohon dukungannya juga ya. Like & vote boleh banget kok 😊
Sekali-kali comment juga ya, biar author abal-abal ini bisa ngucapin "Terima Kasih" secara langsung 😄
Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊 #staysafe #stayhealthy
Love u all.. ❤❤❤❤️❤
IG : @zasnovia #staronadarknight