The Killer Knight VS The Mafia Queen

The Killer Knight VS The Mafia Queen
Episode 26 Cyber War 2



Sall terhenyak saat mendengar perkataan Kevin yang terdengar berat dengan emosi yang tertahan. Sall memegang tangan Kevin, lalu melepasnya dengan paksa.


Leon yang awalnya akan meneruskan acting tidurnya, terpaksa membuka mata, saat Sall menepuk tangannya dan menyuruhnya untuk duduk.


Kevin pun masuk dan mendudukkan dirinya di seberang Leon, disusul oleh Sall yang duduk di sebelah Leon, setelah menutup dan mengunci pintu kamarnya.


Kevin menyilangkan kedua tangannya di depan dada, seraya menyilangkan kakinya seolah menantang Sall yang terlihat lebih tenang dan dapat menguasai dirinya dengan baik. Sedangkan Leon yang selalu berekspresi datar dan kaku, untuk kali ini terlihat menunjukkan sedikit kegugupannya di hadapan Kevin yang memang terlihat berbeda dari biasanya. Ekspresi wajah Kevin saat ini, sangat cocok dengan posisinya sebagai Ketua Klan Ble Asteri yang tegas dan menyeramkan.


“Katakan siapa kamu sebenarnya? Dan jelaskan apa tujuanmu menikahi Sanchia? Apa kamu berniat memanfaatkan Sanchia untuk menghancurkan Ble Asteri dari dalam, dan membantu Bernardo membalaskan dendamnya?”


Senyum tipis terulas di wajah Sall, dengan tatapan yang berubah dingin dan tajam, menampakan ketidaksukaannya terhadap perkataan Kevin yang terdengar sangat menghakiminya.


“Jika aku mengatakan kalau semua dugaanmu salah, apa kamu akan percaya padaku?”


“Ciih, tidak perlu berbelit-belit, katakan apa tujuanmu yang sebenarnya?”


Sall menghela nafasnya, berusaha meredakan amarah yang mulai menguasai dirinya. Sall ingin meyakinkan Kevin tanpa kekerasan, dan sejujurnya Sall tidak ingin hubungan baiknya dengan calon adik iparnya itu, akan rusak karena emosinya yang tidak terkontrol.


“Aku benar-benar mencintai Sanchia. Aku sama sekali tidak ada niat memanfaatkannya, menghancurkan Ble Asteri ataupun membantu Bernardo.”


Perkataan Sall terdengar seperti bualan bagi Kevin yang langsung menampilkan seringai meremehkan pada Sall.


“Tidak perlu berpura-pura baik didepanku, karena aku tidak mungkin tertipu. Aku hanya ingin kamu mengakui niatmu secara jantan, layaknya seorang laki-laki sejati. Tidak usah berlindung di belakang Sanchia, atas nama cinta yang aku yakini hanyalah omong kosong belaka."


Kepalan tangan Sall yang semakin menguat menarik perhatian Kevin, yang justru lagi-lagi menunjukkan senyum sinisnya.


“Jika aku tidak peduli dengan kesehatan kedua mertuaku, juga perasaan Sanchia, aku sudah menyeretmu ke hadapan mereka. Kamu sengaja menculik Sanchia dengan menggunakan topeng kebanggaanmu sebagai Der Killer Ritter? Lalu kamu berpura-pura menyelamatkan dan menolongnya dari penculik, sebagai Sall Sherwyn Knight?""


Sall berdiri dari duduknya hendak meraih baju Kevin, namun teriakan Sanchia yang keluar dari kamar mandi, menghentkan niatnya.


“Sall, hentikan!”


Sall menolehkan kepalanya ke arah sang kekasih yang menatapnya dengan sendu. Sall berusaha meredam amarahnya, kemudian mengulurkan tangannya, yang digenggam Sanchia dengan erat. Leon seolah mendapat kesempatan untuk lari dari suasana tidak menyenangkan itu, dia segera beringsut ke arah ruangan walk in closet milik Sall, sambil membawa laptopnya.


Sanchia yang sudah mendudukan dirinya tepat di sebelah Sall, kini terlihat tersenyum ke arah Sall yang justru terlihat sedih dan tidak baik-baik saja. Sanchia menolehkan kepalanya ke arah Kevin yang menatapnya dengan mata berkilat tajam.


“Apa yang ingin kamu tahu Kevin?”


“Apa-apaan ini Sanchia? Kamu sudah dibodohi oleh orang ini, dia bukanlah penyelamatmu, tapi dia justru orang yang telah menculikmu.”


“Aku tahu Kevin.. Aku bahkan sudah mengetahuinya sejak hari pertama aku bertemu dengannya. Sejak hari itu, Sall bahkan tidak menutupi wajahnya dengan topeng. Dia sedang tidak berpura-pura Kevin, dia juga tidak berusaha membuatku simpati untuk memanfaatkanku. Dia memang mencintaiku.. Dan aku juga mencintainya, Kevin..”


Kevin terlihat mengusap wajahnya dengan kasar, lalu menolehkan wajahnya ke samping, sebelum akhirnya memandang Sanchia dengan tatapan berkilat tajam.


“Kamu sudah gila Sanchia. Dia menculikmu, membuatmu seolah sudah meninggal, dan membuat semua keluarga kita dan anggota Klan berduka. Dan jangan lupakan, kalau dialah yang membantu Bernardo menyerang kita dan menyebabkan banyak anggota Klan kita terluka.”


Tangis Sanchia pecah seketika, diikuti rangkulan tangan Sall di bahu Sanchia yang bergetar.


“Aku tahu Kevin.. Aku memang bersalah karena sudah mengkhianati keluarga dan Klan kita. Tapi aku benar-benar mencintai Sall, Kevin.”


“Aku benar-benar tidak habis pikir, bagaimana bisa, kamu jatuh cinta pada orang yang sudah berbuat jahat padamu dan keluarga kita?”


“Maafkan aku Kevin, tapi aku tidak bisa mengendalikan apa yang aku rasakan. Semua terjadi begitu saja, aku mencintainya seiring berjalannya waktu, walaupun aku tahu, kalau aku tidak seharusnya jatuh cinta pada Sall.”


“Aku tetap akan mengatakan semua ini pada Papa dan Mama, mereka berhak tahu yang sebenarnya.”


Kevin berdiri dari duduknya, dan berjalan menuju pintu, namun sesuatu tiba-tiba menghentikan langkahnya. Alangkah terkejutnya, saat tatapan Kevin mengarah pada kakinya yang saat ini dipegang begitu kuat oleh Sanchia, yang tengah berlutut dengan tatapan mengarah ke bawah.


“Tolong jangan gagalkan pernikahanku dengan Sall, aku mohon Kevin.”


Sall membungkukan badannya, mencoba mengangkat tubuh Sanchia agar segera berdiri. Namun Sanchia tetap bertahan pada posisinya, membuat Sall merasa frustasi dan meremas rambutnya dengan begitu keras.


“Berdiri Sanchia, aku tidak akan mengikuti keinginanmu yang tidak masuk akal ini.”


Kevin menarik kakinya sekuat tenaga, tapi Sanchia tetap tidak mau melepas tangannya dari kaki Kevin.


“Maka akupun tidak akan berdiri Kevin."


"Jangan egois Sanchia, Papa dan Mama berhak tahu soal ini."


"Tolong aku Kevin, berpura-puralah tidak mengetahui hal ini, dan jangan gagalkan pernikahan kami."


Kevin masih bingung memikirkan keputusan apa yang harus dia ambil, saat tiba-tiba Leon berteriak begitu keras dan mengumpat dengan sangat kasar. Sehingga membuat Sall, Sanchia juga Kevin menghampirinya di ruangan walk in closet milik Sall.


"Kita gagal Tuan.."


************************


Note : Adegan ini kayaknya familiar ya.. Kalau yang baca Cold Man Chased by Love (Star on A Dark Night 2) pasti tau saat Kevin berlutut  meminta direstui untuk menikah dengan Nieva di Eps. 32. Sekarang malah gantian).


Hai readers terkasih & Author2 hebat tercinta..


Terima kasih banyak ya atas comment, like, Vote, Rate bintang 5 & Favorit-nya.


Meskipun novel ini masih jauh dari kata baik, karena aku sendiri masih belajar menulis.


Semua silent readers yang mampir, mohon dukungannya juga ya. Like & vote boleh banget kok 😊


Sekali-kali comment juga ya, biar author abal-abal ini bisa ngucapin "Terima Kasih" secara langsung 😄


Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊 #staysafe #stayhealthy


Love u all.. ❤❤❤❤️❤


(IG : @zasnovia #staronadarknight)