
Irene yang sudah berada di depan pintu ruang VIP hanya bisa diam menarik nafasnya dalam-dalam dan memberanikan diri untuk membuka pintu ruangan tersebut.
Baru saja Irene menekan gagang pintu dan membuka sedikit pintu itu, Irene sudah mendengar suara perempuan yang sedang berbicara dengan mesranya membuat Irene melepaskan gagang pintu dan enggan mendorong lebih
karena takut kalau dia akan melihat sesuatu yang tidak ingin dia lihat.
Irene memutuskan untuk berbalik dan memilih untuk tidak membuka pintu yang akan membuatnya sakit hati, namun saat dia mau melangkahkan kakinya untuk pergi dari tempat itu, Tommy yang tidak jadi pulang segera berdiri tepat di hadapan Irene dan menghalanginya untuk pulang.
“Tommy.” Ucap Irene saat melihat Tommy di hadapannya.
“Kenapa ga masuk?” tanya Tommy.
“Sepertinya aku akan sakit hati kalau masuk ke dalam.” Ucap Irene sambil tersenyum miris.
Melihat ekspresi wajah Irene membuat Tommy mengepalkan kedua tangannya, dia kesal dengan perbuatan Daniyal kepada Irene.
“Tunggu di sini, biar aku masuk ke dalam dan membawa Daniyal keluar.” Ucap Tommy.
Irene hanya menganggukkan kepalanya dan menunggu di depan pintu, saat Tommy membuka pintu dengan lebar, Irene melihat dengan jelas jika ada seorang wanita berpakaian sexy duduk di pangkuan suaminya sambil menyuapi
beberapa buah-buahan yang tersedia di sana.
Tentu saja Irene tau betul kalau saat itu Daniyal sedang mabuk, karena Irene juga pernah melihat Nancy mabuk seperti Daniyal saat ini.
Irene berusaha tenang, dia menarik nafas dalam-dalam namun air matanya tidak bisa dikendalikan lagi, air mata itu menetes begitu saja di pipi Irene.
“Daniyal istrimu di sini! Bangunlah!” ucap Tommy dengan ketus.
Namun Daniyal tidak bergerak sedikitpun, dia hanya diam sambil menikmati suapan demi suapan yang di berikan oleh wanita yang ada di pangkuannya.
Tommy semakin kesal melihat kelakuan Daniyal, walaupun Daniyal adalah sahabat karibnya namun dia, Daniyal dan Roy sudah pernah berjanji tidak akan berganti wanita setelah memiliki istri, dan itulah yang membuat Tommy kesal di tambah lagi saat sahabatnya sudah menyakiti wanita yang dia sukai.
“Minggir!” teriak Tommy sambil menarik wanita yang duduk di pangkuan Daniyal dengan kasar dan membuatnya terjatuh di lantai.
Irene tidak menyangka kalau Tommy akan melakukan hal itu, dia hanya bisa diam tidak melakukan apapun, dia hanya menatap suaminya dengan tatapan sedih.
“Sebenarnya apa yang membuat kak Daniyal seperti ini? Apa ada masalah yang tidak ingin dia ceritakan padaku?” gumam Irene.
“Daniyal bangun sekarang juga! Kamu harus pulang bersama istrimu!” ketus Tommy sambil menarik lengan Daniyal.
Namun Daniyal tidak kunjung berdiri karena dia menahan tubuhnya agar tidak bisa di tarik oleh Tommy, sedangkan Roy yang juga baru datang ke ruangannya langsung terkejut saat melihat Irene yang sudah berada di depan ruangannya.
“Irene? K-kamu di sini?” tanya Roy.
Irene hanya diam dan tetap melihat ke dalam ruangan, akhirnya Roy juga mengikuti arah pandangan Irene yang sedang melihat Daniyal dengan wajah terkejut karena melihat Tommy yang baru saja mengangkat tangannya yang di kepal mau meninju wajah Daniyal.
“Hey Tom ada apa ini!?” teriak Roy yang langsung berlari menahan Tommy.
“Gila ya lu!? Ada apaan sih? Kenapa Irene ada di sini?” tanya Roy.
“Lepas Roy! Laki-laki sepertinya memang harus di hajar habis-habisan!” ketus Tommy.
“Tom berhenti! Ada Irene di sini dan kamu mau menghajar suaminya?” tanya Roy.
“Apa kamu tau apa yang sudah dia lakukan? Dia memangku seorang wanita malam di hadapan istrinya Roy!” teriak Tommy sambil menarik kerah pakaian Roy.
Mendengar ucapan Tommy membuat Roy terkejut lalu dia melihat keadaan di sekitarnya, Roy juga melihat ada seorang wanita yang duduk di lantai seperti habis di dorong.
Akhirnya setelah menyadari keadaan yang ada di ruangannya, Roy pasrah dan membiarkan Tommy menarik Daniyal dan mendorongnya ke luar pintu.
“Ayo kita pulang kak.” Ucap Irene dengan nada dinginnya.
“Eh, ada Iren, sayangku.. Istriku sayang, cantik banget kamu…” ucap Daniyal tanpa sadar.
“Kita pulang kak, kamu sudah mabuk.” Ucap Irene.
“Mmmm, no..” ucap Daniyal sambil menggoyangkan jari telunjuknya ke kanan dan ke kiri.
“Kak ayolah aku mohon kita pulang ke rumah ya.” Ajak Irene dengan baik-baik.
Tommy dan Roy yang melihat Irene kesulitan saling menatap satu sama lain, lalu dia segera membantu Irene untuk menggotong Daniyal dan memasukkannya ke dalam moil Irene.
“Terimakasih kak Tommy, kak Roy, aku akan membawanya pulang.” Ucap Irene.
“Apa perlu aku antar?” tanya Roy.
“Engga perlu kak, terimakasih banyak ya maaf karena sudah membuat keributan di tempat kakak.” Ucap Irene.
Setelah berpamitan Irene segera mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju ke rumahnya.
Di rumah Irene di bantu oleh bi Sumi dan beberapa pelayan laki-laki yang sengaja di panggil bi Sumi untuk membantu Daniyal ke kamarnya.
“Taruh saja di atas tempat tidur, biar aku yang mengatasinya setelah ini.” Ucap Irene.
Para pelayan menganggukkan kepala dan segera pergi dari sana sesuai dengan perintah Irene.
Irene mendekati suaminya dan duduk di tepi tempat tidur sambil menatap wajah Daniyal dengan sedih.
“Kak, ayo aku ganti bajunya dulu.” Ucap Irene.
“Emm,, Iren aku harus menjauhi Iren..” ucap Daniyal meracau tidak jelas.
“Menjauh? Kenapa kamu mau menjauhiku kak? Aku ini istrimu!” ucap Irene yang terkejut dengan ucapan Daniyal.
“Kalau tidak Iren akan berada dalam bahaya.” Ucap Daniyal kembali.
“Siapa? Siapa yang akan membahayakan aku kak? Kenapa dia mengancammu seperti itu?” tanya Irene.
Namun pertanyaan Irene menggandung di sana karena Daniyal sudah tidak sadarkan diri karena efek alkohol yang dia minum.
“Kak? Kak Daniyal jawab pertanyaanku dulu!?” ucap Irene yang masih penasaran.
Namun uasahanya sia-sia, Daniyal sudah tertidur pulas dan Irene hanya bisa berteriak karena frustasi dengan ucapan Daniyal yang menggantung.
Tapi akhirnya Irene hanya bisa pasrah dan segera mengganti pakaian Daniyal agar tidak bau minuman beralkohol.
Dengan telaten Irene mengelap tubuh suaminya dengan air hangat dan handuk yang dia minta kepada bi Sumi.
Bi Sumi sudah menawarkan bantuan tetapi Irene ingin membersihkan tubuh Daniyal sendirian dan akhirnya bi Sumi menurut dan segera pergi meninggalkan Irene dan Daniyal di kamar mereka.
Setelah membersihkan tubuh Daniyal dan memakaikan pakaian tidurnya, Irene segera berbaring di sebelah Daniyal dan memeluk tubuh Daniyal yang sedang terlentang.
Irene sangat merindukan pelukan Daniyal, dia tidak percaya kalau suaminya tiba-tiba saja berubah sikap sedangkan sejak pagi dia masih baik-baik saja.
“Semoga setelah bangun besok kamu akan berubah seperti biasa lagi sayang…” gumam Irene lalu mencium kening suaminya dengan lembut lalu kembali berbaring sambil memeluk tubuh Daniyal.