
Daniyal berusaha menyerobot kerumunan orang dengan tangan yang masih menggenggam erat Irene, dia tidak melepaskan genggaman tangan Irene sedetikpun saat itu.
Sampai tibalah mereka di tengah-tengah kerumunan dan mereka berdua terkejut saat melihat seseorang memarahi Aleena dan bahkan menyiramkan air kepada Aleena tepat di hadapannya.
“Apa-apaan ini!?” teriak Irene yang langsung melepaskan genggaman tangan Daniyal dengan kasar dan berlari menghampiri Aleena yang saat itu sudah basah kuyup.
“Apa maksud kalian melakukan hal ini kepada adikku!” teriak Irene yang saat ini sudah murka.
Semua orang yang ada di sana terkejut melihat kemarahan Irene, mereka tidak pernah menyangka kalau Irene bisa marah seperti itu.
“Wah, pasti habis kak Siska setelah ini, dia sudah mempermalukan adik bosnya.” Bisik para tamu undangan yang ada di sana.
“Kak Irene…” ucap Siska saat melihat Irene di hadapannya.
“Jangan panggil aku kak karena aku bukan kakakmu! Apa begini caramu memperlakukan adikku selama ini!? Apa aku terlalu lunak padamu sampai kamu berani memperlakukan adikku seperti ini!?” tanya Irene dengan amarah yang benar-benar tidak bisa di bendung lagi.
“Iren, tenanglah..” ucap Daniyal mencoba untuk menenangkan tunangannya itu.
“Tenang katamu kak? Selama ini aku bersikap baik kepada semua karyawan dan modelku, aku menyuruh mereka memanggilku kaka tau namaku karena aku ingin mereka menganggap perusahaan adalah rumah mereka dan semua anggota di perusahaan adalah keluarga mereka.”
“Tapi apa yang aku lihat sekarang adalah bukti kalau ternyata kita harus membedakan antara karyawan dan keluarga, karena mereka tidak akan sama!” ketus Irene.
Abizar juga baru saja datang dan terkejut melihat Aleena yang sudah basah kuyup di tengah-tengah kerumunan tamu yang ada di sana.
“Ada apa ini!? Kak Daniyal? Kenapa Aleena basah kuyup?” tanya Abizar kepada Daniyal.
“Kamu dari mana saja Abizar?” tanya Daniyal.
“Aku tadi ke toilet kak, memangnya ada apa?” tanya Abizar.
“Aku akan menghukum dirimu karena sudah lalai menjaga Aleena Abizar!” ketus Irene.
Namun Abizar sama sekali tidak memperdulikan ucapan tajam dari Irene, dia melihat wajah Aleena yang sudah merah karena menahan tangis dan tubuh yang menggigil.
Abizar segera membuka jasnya dan memakaikannya ke tubuh Aleena.
“Aku akan terima semua hukuman dari kamu Iren, yang penting saat ini kamu hukum orang yang sudah membuat Aleena seperti ini, aku akan membawanya pulang.” Ucap Abizar yang langsung merangkul Aleena dan berjalan
keluar dari pesta tersebut.
Sedangkan Irene dan Daniyal masih ada di sana menatap wajah Siska yang sedang ketakutan.
“Kenapa? Kamu ketakutan? Bukankah kamu harus menjelaskan kenapa kamu sampai menyiram adikku!?” ucap Irene dengan nada menyelidik.
“Kak Iren, aku yakin ini ada salah paham..” ucap salah satu modelnya yang juga ikut datang ke pesta itu.
“Jangan ikut campur dan jangan panggil aku kak! Aku bukan kakakmu!” ketus Irene.
“Itu berlaku untu semuanya! Mulai detik ini pekerjaan adalah pekerjaan, kalian semua harus memanggilku nyonya Irene, karena mulai detik ini aku tidak akan bersikap lunak kepada siapapun orang yang mau bekerja denganku!”
jelas Irene dengan nada tegas.
Semua orang yang ada di sana kebanyakan adalah karyawan dan model dari perusahaan Irene, tentu saja mereka seketika mematung mendengar ucapan Irene yang selama ini mereka kenal dengan keramahannya.
Bahkan kepada adiknya Aleena pun dia tidak pernah pilih kasih, kalau memang Aleena memiliki kesalahan maka Irene tidak akan memakai Aleena untuk brand selanjutnya.
FLASHBACK
Aleena dan Abizar sudah datang di pesta ulang tahun Siska yang di adakan di hotel berbintang dengan dekorasi yang sangat megah.
“Megah sekali, sudah seperti pesta pernikahan saja.” Ucap Abizar.
“Tentu saja megah, dia adalah model nomer satu kak, bahkan dia adalah model dengan bayaran terbesar di perusahaan kakakku.” Jelas Aleena.
“Tapi kamu lebih bersinar di bandingkan dirinya Aleena, aku tau kalau kakakmu terus memberinya job karena waktunya menjadi model sudah tidak lama lagi.”ucap Abizar.
“Kakak kenapa bilang begitu? Dia masih bisa bersinar walaupun usianya sudah tidak muda lagi.. Sudahlah ayo kita keluar.” Ajak Aleena.
“Tunggu di sini, aku akan keluar lebih dulu.” Ucap Abizar yang langsung keluar dari mobil dan membantu Aleena keluar dari mobil.
Abizar menggandeng Aleena saat itu, para media dengan heboh memotret keduanya, menurut mereka Aleena dan Abizar sangatlah cocok karena visual mereka yang tampan dan cantik.
“Kenapa mereka begitu banyak mengambil foto? Mataku sakit.” Bisik Abizar yang di balas tawa oleh Aleena.
“Tentu saja, begitulah wartawan mereka, mereka akan mengambil banyak sekali foto dan memilih foto yang paling sempurna.” Jelas Aleena yang masih tersenyum melihat ke semua wartawan.
Akhirnya tibalah mereka di dalam, Aleena segera mengajak Abizar untuk bersalaman dan memberikan hadiah yang sudah di siapkan oleh Aleena untuk Siska.
“Hai Aleena, kamu sudah datang? Selamat datang tuan Abizar.” Sapa Siska kepada Aleena dan Abizar.
Semua orang yang ada di perusahaan Irene dan bekerja sama dengan Aleena pasti sudah mengenal Abizar yang di kenalkan sebagai sepupunya yang bertugas untuk menjaga Aleena.
“Selamat ulang tahun nona Siska.” Ucap Abizar.
“Selamat ulang tahun kak Siska, ini hadiah untuk kakak.” Sahut Aleena.
“Yaampun Aleena, kamu memang selalu membuatku terkejut! Tas ini kan limited edition, bagaimana kamu bisa mendapatkannya?” tanya Siska sambil melihat tas mewah yang dia pegang.
“Apapun bisa aku dapatkan untukmu kak..” ucap Aleena sambil tersenyum.
“Terimakasih banyak, ah iya aku akan mengenalkanmu dengan kekasihku, Ronald dia adalah seorang pengusaha dan kami berencana untuk menikah dalam waktu dekat setelah kontrakku habis.” Ucap Siska mengenalkan kekasihnya kepada Aleena.
“Benarkah kak? Selamat atas kabar baiknya, semoga lancar sampai hari H ya kak..” ucap Aleena.
“Kalau begitu kamu nikmatilah pesta ini dan makanlah semua hidangan yang ada di sini.” Ucap Siska.
Aleena hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala mendengar ucapan Siska, lalu dia segera mengajak Abizar untuk menikmati makanan yang ada di sana.
Namun sejak tadi Aleena merasa tidak nyaman karena Ronald terus memperhatikannya dengan senyum yang tidak bisa di jelaskan.
“Kamu kenapa Aleena?” tanya Abizar.
“Ah engga kok, aku ke toilet sebentar ya kak, kakak tunggu di sini dan jangan kemana-mana.” Ucap Aleena yang di balas anggukan oleh Abizar.
Aleena berjalan menuju toilet wanita yang ada di ujung lobby, saat itu toilet sedang sepi dan tidak ada orang di dalamnya.
Lalu Aleena masuk ke salah satu bilik yang ada di dalam toilet dan melakukan apa yang ingin dia lakukan di sana.
Setelah selesai Aleena keluar dan mencuci tangannya di wastafel sambil melihat cermin dan merapihkan make upnya.
Tanpa Aleena sadari kalau seseorang sudah masuk ke dalam toilet wanita dan memegang tangan Aleena hingga membuatnya terkejut.