MY BODYGUARD

MY BODYGUARD
BAB 138 (MENGETAHUI)



Saat MC mengenalkan satu per satu anak-anak Gilang, mereka yang namanya di sebutkan langsung berdiri sambil tersenyum dan melambaikan tangannya ke arah tamu undangan.


Semua orang yang ada di lobby itu berseru saat MC memulai pengenalan, karena kecantikan anak-anak Gilang memang tidak ada tandingannya.


Sampai akhirnya tibalah waktu yang di tentukan untuk ijab qabul, Aleena yang sudah dari tadi menunggu di meja yang khusus di siapkan untuk melakukan ijab qabul terus saja tersenyum bahagia karena sebentar lagi dia akan menjadi seorang istri.


MC mulai memanggil sang mempelai laki-laki, namun Abizar tidak kunjung keluar sejak tadi membuat para tamu undangan melihat ke arah lift yang masih tertutup rapat.


“Kemana kak Abizar kak?” bisik Ratu kepada Nancy.


“Lah mana gue tau, emang dia anak gue apa?” balas Nancy.


“Yaelah ka, kakak kan dari tadi jalan-jalan, emang di kamarnya ga ada?” tanya Ratu.


“Tadi gue liat Adyatma masuk ke kamar kak Abizar sama yang lain juga, coba hubungi dia.” Ucap Nancy.


Mendengar hal itu membuat Ratu segera mengambil ponselnya dan menghubungi Adyatma untuk bertanya tentang keberadaan Abizar.


Sedangkan di sebuah kamar, Abizar dan Adyatma sedang duduk sambil berbicara.


“Kak, apa kamu yakin dengan hal ini? Pernikahan itu sacral walaupun di awali dengan rasa keinginan membalas dendam.” Ucap Adyatma.


“Aku tau, aku sudah yakin kalau aku akan menikahi Aleena, hanya saja aku deg-degan.” Ucap Abizar.


“Hah? Kamu serius kak? Seorang Abizar merasa deg-degan?” tanya Adyatma tidak percaya.


“Sepertinya Aleena sudah mengetahui tentang mami kita.” Ucap Abizar tiba-tiba.


“Apa?! Kamu serius kak? Kenapa kamu berpikiran seperti itu?” tanya Adyatma.


Abizar akhirnya menceritakan semuanya kepada sang adik saat Abizar selesai melamar Aleena.


FLASHBACK


Setelah Gilang merestui hubungan Aleena dan Abizar dan sudah menerima lamaran Abizar, kedua sejoli yang sedang jatuh cinta itu memutuskan untuk keluar dan berjalan-jalan.


“Kita mau kemana kak?” tanya Aleena yang saat itu sedang berada di dalam mobil bersama Abizar.


“Aku mau mengajakmu ke taman yang biasa aku datangi bersama teman-temanku.” Ucap Abizar.


“Taman? Pasti sangat menyenangkan.” Seru Aleena.


“Tunggu dulu, aku akan mampir ke suatu tempat untuk membeli sesuatu, kamu tidak perlu turun.” Ucap Abizar yang sudah memarkirkan mobilnya di depan toko mainan untuk anak-anak.


“Toko mainan? Kenapa kak Abizar berhenti di toko mainan?” gumam Aleena.


Walaupun penasaran, tetapi Aleena tetap menuruti perintah Abizar untuk tetap berada di dalam mobil sambil melihat isi mobil Abizar yang tidak beraturan.


“Yaampun kalo cowok begini emang ya? Berantakan sekali mobilnya, apa karena dia menjadi bodyguardku dan jarang memakai mobilnya sendiri makanya jadi begini?” gumam Aleena.


Akhirnya Aleena memutuskan untuk merapihkan barang yang terjatuh di bawah mobil Abizar dan menaruhnya di tempatnya masing-masing sampai dia menemukan selembar kertas foto yang berukuran sedang dan terbalik di bawah.


“Foto siapa ini?” gumam Aleena sambil membalik foto tersebut.


Dan betapa terkejutnya Aleena saat melihat foto itu adalah foto wanita yang pernah menolongnya dan juga Irene saat insiden penculikan.


“Siapa dia? Ada hubungan apa tante ini sama kak Abizar?” tanya Aleena pada dirinya sendiri.


Lalu Aleena kembali membalikkan foto tersebut dan melihat tulisan ‘I love you mom’ dengan emoticon hati.


“Mom? M-maksudnya tante ini adalah mama kak Abizar?” ucap Aleena tidak percaya.


Dan saat ini dia masih terkejut dan tidak percaya dengan apa yang baru saja dia ketahui.


“Bagaimana bisa, keluarga tante cantik itu yang selama ini aku dan keluargaku cari ternyata ada di dekat kami.” Gumam Aleena.


“Aku tidak tau kenapa kamu tidak mengatakan kalau tante cantik itu ibumu kak, aku tau ada alasan di balik itu dan aku akan bersika baik kepadamu, aku akan melakukan apapun untukmu dan mulai saat ini aku akan menjadi pasangan yang bisa kamu andalkan.” Gumam Aleena sambil tersenyum dan menoleh ke arah toko mainan yang tadi di masuki Abizar.


“Aku berjanji akan terus menemanimu sampai kapanpun kak.” Lanjut Aleena.


Setelah beberapa menit berada di dalam toko mainan, Abizar keluar dari toko dengan membawa banyak sekali paper bag yang sudah Aleena duga kalau paper bag itu berisi mainan anak-anak.


Dengan segera Aleena membuka pintu mobil dan berjalan menghampiri Abizar untuk membantunya.


“Kenapa kamu tidak meminta bantuanku kak? Ini lagian kamu banyak banget beli mainan buat siapa?” tanya Aleena.


“Kamu juga akan segera tau sayang, ayo masuk dan kita akan segera menuju tempat yang aku bicarakan.” Ucap Abizar.


Selama bersama Aleena, Abizar selalu berbicara dengan sangat lembut dan itu membuat Aleena yakin kalau Abizar adalah laki-laki yang tepat untuknya.


“Cara bicaramu padaku saja sangat lembut kak, tidak salah jika kamu adalah anak tante cantik itu, dia bahkan rela menolongku dan kak Iren walaupun kami tidak saling mengenal.” Batin Aleena sambil terus menatap wajah Abizar.


Abizar yang menyadari kalau dirinya sedang di tata oleh Aleena segera menoleh dan membalas tatapan calon istrinya itu.


“Kenapa kamu ngeliatin aku kayak gitu? Aku tau aku ganteng, tapi jangan terpesona kayak gitu dong…” goda Abizar.


“Ih apaan sih kak jangan kepedean deh jadi orang, nanti hidungnya terbang!” Balas Aleena.


Abizar tidak mengatakan apapun lagi, dia hanya tersenyum dan kembali fokus menyetir mobilnya agar mereka selamat sampai ke tempat tujuan.


Hingga akhirnya mereka tiba di tempat yang di katakan oleh Abizar, sebuah taman yang luas dan ada sebuah rumah yang cukup besar di ujung taman, ada banyak anak kecil juga yang berlarian ke sana dan kemari.


“Ini tempat apa kak?” tanya Aleena.


“Ini panti asuhan, sudah hamper setahun aku sering kemari dan bermain dengan anak-anak yang ada di sini, ayo kita turun.” Ajak Abizar.


Aleena hanya menganggukkan kepala lalu dia segera turun dari mobil dan membantu Abizar untuk membawa paper bag yang tadi di beli Abizar.


Melihat kedatangan Abizar membuat anak-anak yang sedang bermain itu tersenyum lebar dan langsung berlarian menghampiri Abizar.


“Mereka sudah sangat mengenal kamu kak, pasti kamu sangat berarti untuk mereka.” Ucap Aleena.


“Sepertinya begitu, aku sudah menganggap mereka sebagai adikku dan setiap memiliki masalah aku akan selalu pergi ke sini.” Jelas Abizar.


Aleena hanya tersenyum, dia tidak menyangka kalau orang yang ada di sebelahnya saat ini memiliki hati yang sangat baik.


“Tentu saja dia sangat baik, mamanya saja seperti malaikat penolong untukku.” Gumam Aleena yang masih terus tersenyum melihat interaksi antara Abizar dengan anak-anak panti.


Mereka semua sangat bahagia mendapatkan mainan dari Abizar dan Aleena, Abizar juga terlihat sangat bahagia bermain dengan anak-anak panti dan akhirnya Aleena memutuskan untuk mengeluarkan ponselnya dan memotret kebahagiaan Abizar dan anak-anak panti.