MY BODYGUARD

MY BODYGUARD
BAB 112 (SESUATU YANG BERHARGA)



“Kak, kamu mau kemana?” tanya Adyatma kepada Abizar yang sudah beranjak dari tempat duduknya.


“Aku? Aku mau ke toilet dulu bentar, ga usah menungguku kalo mau minum langsung minum saja.” Ucap Abizar yang langsung pergi meninggalkan Adyatma.


Dengan langkah yang cepat Abizar menuruni tangga dan diam-diam dia mengikuti Aleena sampai di depan toilet, tentu saja Abizar tidak ikut masuk, dia hanya berdiri di depan toilet sambil menunduk untuk menutupi wajahnya.


Abizar terus saja berdiri di sana dan tidak tau apa yang di lakukan Aleena sampai selama itu di dalam toilet.


“Sebenarnya dia ngapain sih di dalam lama banget! Apa jangan-jangan pingsan lagi?” gumam Abizar.


Sebenarnya Abizar sudah sangat penasaran dan ingin segera masuk ke dalam toilet, hanya saja dia tidak ingin kalau sampai Aleena mengetahui keberadaannya.


Lalu tiba-tiba saja Abizar di kejutkan dengan datangnya sepasang kekasih yang sedang bercumbu dan masuk ke dalam toilet perempuan.


“Aleena! Bagaimana dia bertemu dengan orang-orang gila itu?” gumam Abizar.


Akhirnya dengan penuh keberanian Abizar mengintip dari ambang pintu karena dia ingin melihat apakah Aleena baik-baik saja atau tidak.


“Gila!” ketus Aleena yang membuat Abizar terkejut dan kembali bersembunyi agar tidak terlihat oleh Aleena.


Dan saat itu terjadilah perdebatan di antara Aleena dan wanita yang baru saja masuk ke dalam toilet, awalnya Abizar khawatir dan berniat untuk membantu Aleena walaupun ujung-ujungnya Aleena tau kalau dia datang ke tempat ini juga.


Tetapi belum saja dia masuk ke dalam, dia segera menoleh dan melihat ada Nancy yang sedang berjalan ke arah toilet, sampai akhirnya dia kembali menyembunyikan wajahnya dan mengurungkanniatnya untuk masuk ke dalam


toilet.


Tentu saja sesuai dugaan, tidak ada orang yang tidak mengenal Nancy di sana karena walaupun Nancy tidak pernah mendaftarkan diri sebagai pelanggan VIP, tapi dia selalu datang ke tepat itu dengan rutin.


Nancy dengan cepat mengatasi masalah wanita itu dan Aleena, sedangkan Abizar bisa santai setelah mengetahui hal itu.


“Kakak ini bisa apa sih tanpa aku? Sepertinya jiwa kita ketuker deh, harusnya aku yang jadi kakak haha..” ejek Nancy.


“Hah!? Enak aja! Sebenernya aku juga bisa mengatasi hal seperti itu doang! Kamu aja datengnya kecepetan.” Balas Aleena.


“Cih! Alasan!” ketus Nancy yang langsung berjalan mendahului Aleena.


“Aku ga alasan Nancy! Kamu ini dasar menyebalkan sekali!” ketus Aleena.


Abizar yang melihat interaksi keduanya hanya bisa tersenyum karena putri-putri keluarga Herlambang tidak ada yang bermental ikan asin! Mereka semua di ajarkan untuk melawan sejak awal mungkin itu karena banyaknya musuh yang ingin mencelakai mereka.


Setelah memastikan kalau Aleena dan Nancy sudah benar-benar pergi, barulah Abizar keluar dari persembunyiannya dan segera kembali ke ruangannya.


Namun Aleena melihat sekilas seperti ada seseorang yang dia kenal, tapi tiba-tiba saja orang tersebut hilang begitu saja dan tidak terlihat lagi oleh Aleena.


“Kakak ngeliatin apa sih?” tanya Nancy yang melihat Aleena tiba-tiba berhenti.


“Ah engga kok ga liat apa-apa paling aku salah liat aja.” Ucap Aleena yang kembali berjalan mengikuti adiknya.


Sedangkan Abizar yang sudah masuk ke dalam ruangannya terkejut saat melihat Adyatma sudah membeli banyak sekali minuman dan juga makanan.


“Kamu ini sudah gila ya!?” ketus Abizar.


“Kenapa bilang gila kak? Aku masih waras kok.” Ucap Adyatma.


“Kamu kenapa beli minuman sebanyak ini?” tanya Abizar.


“Kapan aku mengatakan hal itu? Aku tidak pernah mengatakan hal itu sama sekali!” ketus Abizar.


“Kakak bilang kok.” Ucap Adyatma tidak mau mengalah.


“Engga Adyatma Bramantio! Kalau kamu masih mau mengada-ngada lebih baik kamu mengarang cerita dari pada harus membuatku bangkrut karena membayar makananmu!” ketus Abizar.


“Hehe sekali-kali ya kak nanti aku ganti deh sebagian..” ucap Adyatma dengan memamerkan gigi putihnya.


“Cih! Ganti pake apa? Daun? Uang yang kamu miliki sudah habis terpakai untuk memodif mobil bututmu itu!” ketus Abizar.


“Apa!? Butut kakak bilang? Mobil itu adalah barang yang paling berharga untukku!” ketus Adyatma dengan tatapan tajamnya.


“Tapi tidak untukku!” balas Abizar.


“Itu karena kamu belum menemukan sesuatu yang berharga untukmu kak! Aku yakin kamu akan melakukan hal yang sama jika seseorang mengejek sesuatu yang berharga untukmu!” ketus Adyatma.


“Haah sudahlah anak kecil jangan ngomong terus! Kalau kamu minum silahkan, jangan sampai kak Daniyal tau kamu memesan banyak minuman karena aku tidak mau di salahkan karena dirimu!” ketus Abizar.


Mendengar ucapan Abizar membuat Adyatma semakin kesal, namun dia tidak bisa melakukan apapun karena percuma melawan kakaknya saat itu.


“Aku harap kamu akan merasakan kehilangan sesuatu yang berharga untukmu agar kamu bisa menghargainya.” Gumam Adyatma yang masih menatap kakaknya dari samping.


“Apa liat-liat?” tanya Abizar seperti menantang.


Namun Adyatma hanya diam dan menggelengkan kepalanya tanpa berniat untuk tidak menjawab ucapan kakaknya lagi dan menikmati minuman dan makanan yang ada di hadapan.


Minuman yang ada di sana benar-benar di minum dengan santainya seperti meminum air putih biasa oleh Adyatma, bahkan Abizar sendiri hanya bisa menggeleng kepala melihat kelakuan sang adik yang seperti itu.


“Kamu lagi minum air putih bukan?” tanya Abizar.


“Hah? Ya engga lah kak, kak Abizar sepertinya semenjak bekerja sebagai bodyguard jiwa nakalnya sudah pudar ya.” Ejek Adyatma.


“Hah? Maksudnya? Enak aja kalo ngomong!” ketus Abizar.


“Lagian pake nanya minum air putih segala.” Balas Adyatma.


“Ya kamu ini habisnya minum sampe ga nafas begitu udah kayak minum air putih, biasa aja minumnya nanti keselek tau rasa!” ketus Abizar.


“Kak Abizar kayaknya ga bisa deh sekali aja ga ngeledek aku!” ketus Adyatma.


“Udahlah aku capek liat kamu minum dan makan terus! Aku mau senang-senang dengan para wanita cantik dulu, kamu jangan menggangguku!” ketus Abizar yang langsung berdiri dari tempat duduknya.


“Jangan lama-lama kak! Kalo aku sendiri nanti mudah bosan dan aku akan mengajak pulang.” Ucap Adyatma.


Namun bukannya menjawab, Abizar hanya melambaikan tangannya dengan tubuh yang masih melihat ke depan.


Adyatma yang melihat hal itu hanya menghela nafas panjang lalu kembali menikmati masa bebasnya.


Biasanya walaupun dia laki-laki dan sering ke tempat Roy, Adyatma tidak pernah di ijinkanminum lebih dari satu botol minuman oleh Daniyal.


Jadi selama Daniyal tidak bersamanya, Adyatma berniat untuk membalas dendam dan menikmati semuanya sendiri sampai dia puas.


Sedangkan Abizar yang sudah keluar dari ruangan segera menghampiri salah satu pelayan dan memintanya untuk memanggil wanita terbaik yang ada di sana dan menyuruhnya masuk ke salah satu kamar yang di siapkan untuk para tamu VIP.