MY BODYGUARD

MY BODYGUARD
BAB 100 (KABAR KEHAMILAN)



"Sebenarnya, nyonya Irene sepertinya sedang hamil tuan." ucap bi Sumi.


Tentu saja mendengar ucapan bi Sumi membuat Daniyal terkejut bukan main, bagaimana tidak? Daniyal sama sekali tidak merasakan kalau sang istri sedang hamil.


"Apa!? Ga mungkin bi, aku ga tau kalau Irene hamil, Irene juga ga cerita apa-apa sama aku." ucap Daniyal.


"Tuan, tadi bibi ga sengaja menabrak nyonya Irene dan membuat nyonya Irene jatuh dan belanjaannya juga ikut jatuh dan berserakan." jelas bi Sumi.


"Lalu bibi lihat ada banyak sekali susu hamil yang di beli nyonya Irene tuan, terus bibi tanya sama nyonya dan dia mengaku." lanjutnya.


Tentu saja Daniyal benar-benar terkejut dan dia segera beranjak dari duduknya dan segera berlari menaiki tangga.


Dengan terburu-buru Daniyal membuka pintu kamar dengan kasar, namun dia seketika berjalan perlahan saat melihat Irene yang sedang tertidur pulas.


Benar-benar wajah yang sangat dia rindukan, setiap malam sebenarnya Daniyal selalu terbangun hanya untuk menatap wajah sang istri yang sedang tertidur pulas, dia terdiam sebentar di depan pintu lalu segera menutup pintu dengan perlahan dan berjalan mendekati tempat tidur.


"Maaf sayang, aku sudah bersikap dingin padamu maafkan aku, aku tidak bisa bersikap seperti itu lagi padamu, aku merasa tersiksa!" gumam Daniyal.


Daniyal membelai rambut dan wajah istrinya secara bergantian, lalu tiba-tiba saja dia melirik ke arah perut Irene yang masih rata itu, sebenarnya Irene memang pernah mengatakan padanya kalau dia merasa lebih gemuk tetapi dia tidak pernah menyadari kalau ternyata istrinya sedang mengandung darah dagingnya.


Akhirnya Daniyal memberanikan diri untuk mengelus perut Irene dengan lembut.


"Ini papa sayang, maaf karena sudah membuat mama kamu sedih ya.." gumam Daniyal.


Lalu tiba-tiba saja Daniyal ingat kalau tadi pagi dia sudah menepis Irene sampai terjatuh dan bi Sumi tadi bilang kalo dia tidak sengaja menabrak Irene sampai terjatuh.


"Dia sudah terjatuh dua kali hari ini! Apa bayinya tidak apa-apa?" gumam Daniyal dengan wajah khawatir.


Irene yang merasakan ada seseorang yang mengelus perutnya langsung membuka kedua matanya dan terkejut saat melihat Daniyal sedang mengelus perutnya.


"Kak Daniyal? Apa aku sedang bermimpi saat ini? Kenapa mimpinya nyata sekali?" gumam Irene.


Daniyal menoleh ke arah Irene dan tersenyum dengan manisnya.


"Hai sayang.." ucap Daniyal.


Setelah sadar kalau dia tidak bermimpi, Irene langsung bangun dengan kasar dan membuat perutnya kembali kram.


"Aw!" ucap Irene sambil memegang perutnya.


Daniyal khawatir saat melihat Irene kesakitan seperti itu, dia segera memegang perut Irene dan memeriksanya dengan teliti.


"Kamu sedang hamil kenapa bangunnya seperti orang mau sit up begitu!?" ketus Daniyal.


Tentu saja Irene terkejut mendengar ucapan Daniyal, dia tidak tau kalau ternyata Daniyal sudah mengetahui kehamilannya, namun Irene baru ingat kalau bi Sumi pasti akan segera laporan kepada Daniyal dan itu tidak aneh.


"Kenapa kamu diem aja? Kamu tau kan kalo lagi hamil? Terus kenapa kamu malah bangun seperti itu?" tanya Daniyal kembali.


"Ah maaf aku kaget aja liat kamu." jawab Irene.


"Kenapa kaget? Emang ga boleh suaminya ngelus perut istrinya?" tanya Daniyal.


"Bukan begitu, tapi aku kaget aja soalnya kamu sejak kemarin dingin sama aku hikss,, hikss..." Irene tidak bisa menahan air matanya dan akhirnya dia menangis di hadapan Daniyal.


Tangis yang tidak pernah di lihat oleh siapapun bahkan keluarganya sendiri, ini adalah pertama kalinya Irene menangis di depan orang.


Dan untuk pertama kalinya juga Daniyal melihat sisi lemah Irene, dia benar-benar tidak menyangka kalau Irene akan menangis seperti itu di hadapannya dan itu semakin membuat Daniyal merasa bersalah.


Daniyal segera memeluk tubuh Irene dengan erat untuk membuatnya lebih tenang.


Namun kata-kata Daniyal malah semakin membuat Irene menangis sejadi-jadinya, dia ingat semua perlakuan Daniyal kepadanya kemarin dan tadi pagi.


"Jangan pernah berubah lagi, aku ga tau ada masalah apa sebenarnya tapi aku tidak ingin kamu berubah seperti kemarin.." ucap Irene.


"Iya sayang aku tidak akan berubah lagi, aku janji." ucap Daniyal.


"Jujur sama aku, kenapa kamu mau menjauhiku? Saat mabuk kamu bilang kalo kamu harus menjauhi aku untuk melindungiku." ucap Irene yang sudah melepaskan pelukan suaminya.


"Hah? Benarkah aku bilang seperti itu? Mungkin aku sedang bermimpi sayang." jawab Daniyal berbohong.


"Jangan bohong, aku tau kalo kamu pasti lagi menyembunyikan sesuatu kan?"


"Engga sayang, lagipula aku akan melakukan apapun untuk menjagamu dan juga anak kita nantinya, aku pasti akan menjaga kalian." ucap Daniyal dengan yakin.


"Baiklah kalo emang kamu ga mau cerita sama aku, aku ga akan memaksa." ucap Irene mengalah.


Daniyal hanya tersenyum lalu kembali memeluk tubuh istrinya dengan erat, Daniyal benar-benar sangat merindukan istrinya itu.


"Sayang, anak kita sudah berapa bulan?" tanya Daniyal.


"Sudah dua bulan, aku juga tidak percaya kalau tiba-tiba dia sudah dua bulan." Jawab Irene.


"Wah dia sudah dua bulan? Cepat sekali.." ucap Daniyal.


"Hemm, dia benar-benar pintar karena tidak membuatku mual atau ngidam." ucap Irene.


"Ngidam itu apa?" tanya Daniyal.


Yah Daniyal memang tidak berpengalaman masalah perhamilan, dia hanya paham menidurkan wanita saja!


"Ngidam itu biasanya di rasain sama orang hamil muda, biasanya yang di pingin harus di turuti agar anaknya ga ngiler." jelas Irene.


"Benarkah? Kamu mau apa? Biar aku belikan yang banyak sampai kamu kenyang!" ucap Daniyal dengan semangat.


"Aku ga mau apa-apa, aku cuma mau kamu sekarang mandi dan ganti baju karena bajumu sudah bau ga enak." ucap Irene.


"Benarkah?" tanya Daniyal yang langsung mencium kemeja yang dia pakai.


"Masih wangi kok." sambung Daniyal.


"Engga, udah bau Sherly makanya aku ga suka!" ketus Irene.


Mendengar ucapan Irene membuat Daniyal terkejut dan dia tertawa dengan keras.


"Jadi kamu melihat aku dan Sherly?" tanya Daniyal.


"Iya aku melihat kalian, kalo bukan karena Nancy yang melihatku tadi aku pasti sudah mergokin kalian selingkuh!" ketus Irene.


"Yaampun sayang kamu kok ngomongnya begitu sih? Aku ga selingkuh apa lagi sama Sherly! Jangan ngaco deh!" ketus Daniyal.


"Terus kalo ga selingkuh apaan? Kamu membelikan dia perhiasan kan?" ketus Irene yang sekarang sudah memalingkan wajahnya.


"Hah? Ah iya aku sampe lupa, tunggu sebentar." ucap Daniyal.


Daniyal segera turun ke bawah untuk mengambil perhiasan yang tadi dia beli untuk hadiah istrinya, Daniyal lupa kalau dirinya meninggalkan perhiasan itu di meja ruang tamu.


Karena terkejut dengan kabar kehamilan Irene, akhirnya Daniyal lari tanpa memperdulikan perhiasannya.