
Tiga bulan berlalu, hari ini adalah hari pernikahan Abziar dan Aleena, dan hari ini juga usia kandungan Irene sudah memasuki bulan ke delapan dan perutnya semakin terlihat membesar dan itu membuatnya semakin terlihat menggemaskan.
Acara pernikahan di adakan dengan sangat megah di sebuah hotel bintang lima yang di miliki keluarga Herlambang, tentu saja mengingat kalau Aleena adalah seorang model terkenal dari agensi yang terkenal juga, tentu saja semua orang sangat penasaran dengan pernikahan sang model papan atas tersebut.
Akhirnya Gilang menyiapkan pesta yang sangat besar untuk putri keduanya itu, Gilang mengundang semua kerabat dan rekan bisnisnya yang berada di luar kota bahkan luar negeri, bahkan Gilang tidak menutup acara pernikahan anaknya dan mengijinkan para wartawan untuk .
Tidak ada satupun keluarga dari Abizar yang datang ke acara pernikahannya karena Abiar mengaku kalau dia hanyalah sebatang kara yang tidak mengenal siapapun keluarganya, dan akhirnya Gilang menyuruh Daniyal dan Irene menjadi wali Abizar.
Di dalam satu kamar hotel, sudah ada Daniyal dan Irene yang sedang bersiap untuk acara pernikahan Aleena dan Abizar.
“Kamu lelah sayang? Apa aku saja yang turun ke bawah?” tanya Daniyal saat melihat istrinya yang terlihat pucat.
“Engga kok sayang, aku baik-baik saja kok.” Jawab Irene.
“Kamu terlihat pucat sayang, kamu yakin baik-baik saja? Aku ga mau sampe kamu kenapa-kenapa loh.” Ucap Daniyal.
“Aku beneran baik-baik saja kok sayang, sudah ayo kita turun ke bawah, sebentar lagi sepertinya acara akan segera di mulai.” Ajak Irene.
“Baiklah ayo kita turun, kamu harus berjanji untuk tetap di sampingku ya sayang.” Tegas Daniyal.
“Iya sayang aku akan tetap berada di sampingmu kok, sudah ayo kita turun semua orang pasti sudah menunggu kita.” Ucap Irene sambil tersenyum.
“Kamu cantik sekali sayang, aku tidak rela kalau semua orang melihat kecantikanmu ini.” Puji Daniyal.
“Kamu ini terlalu memujiku sayang, aku sudah gendut sekarang jadi tidak ada yang tertarik denganku lagi.” Ucap Irene.
“Kata siapa? Kamu tidak gendut sayang, kamu terlihat sexy dan itu membuatku tergila-gila!” balas Daniyal.
Irene hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala mendengar ucapan suaminya, lalu dia segera menggandeng tangan Daniyal dan mengajaknya berjalan menuju lantai dasar untuk berkumpul dengan yang lainnya.
Di sisi lain, sang perias pengantin bersama-sama berseru saat melihat kecantikan sang pengantin wanita yang sebentar lagi akan menjadi milik seseorang.
“Kamu cantik sekali nona Aleena.” Puji sang perias.
“Kecantikanku juga berkat kalian semua, terimakasih banyak.” Ucap Aleena dengan tulus.
Semuanya hanya saling menatap satu sama lain dan segera tersenyum mendengar pujian dari Aleena.
“Ayo kita tinggal melakukan sentuhan terakhir, aku yakin setelah ini sang pengantin pria tidak akan pernah mengalihkan pandangannya ke wanita manapun!” seru salah satu perias yang lebih senior di bandingkan dengan yang lain.
“Kalau itu sih sudah bisa di pastikan lah…” seru yang lain.
Aleena hanya tersenyum mendengar ucapan para periasnya, dia juga berharap kalau Abizar akan terpukau saat melihat dirinya nanti.
Setelah lama berhias, Aleena segera di antar ke bawah oleh para perias karena acara sudah akan segera di mulai.
“Aku gugup sekali…” ucap Aleena saat berjalan keluar dari lift.
“Tentu saja pasti gugup, dulu saat aku menikah juga gugup sepertimu.” Ucap sang perias senior.
Aleena hanya mengangguk-anggukan kepalanya dan tersenyum mendengar ucapan dari periasnya yang ternyata juga mengalami hal yang sama dengannya saat menikah.
Aleena sudah duduk di meja yang sudah di sediakan untuk ijab qobul, semua orang berseru saat melihat kecantikan Aleena, tidak ada yang tidak memuji kecantikan model papan atas itu, tentu saja karena dia memang layaknya dewi kecantikan di kotanya.
“Semua putri tuan Herlambang memang tidak ada yang tidak cantik, semuanya sangat cantik!” seru salah satu tamu undangan.
“Masih ada 3 putri lagi yang belum di kenalkan secara resmi bukan? Aku yakin mereka juga pasti tidak kalah cantiknya dengan nona Irene dan nona Aleena.
“Seingatku dulu mereka sudah di kenalkan saat acara ulang tahun perusahaan tuan Herlambang, hanya saja berita tentang mereka tertimbun oleh berita kebakaran yang terjadi di acara malam itu dan sampai saat ini semua orang tidak terlalu berpusat dengan ketiga putri tuan Herlambang.” Jelas yang lainnya.
“Aku benar-benar penasaran, mereka pasti akan sangat memukau di acara ini.” Ucap yang lain.
“Iya, karena saat pernikahan nona Irene acaranya di adakan hanya orang-orang terdekat saja jadi tidak ada wartawan yang meliput tentang tiga putrinya yang lain.” Sahut yang lain.
Sampai akhirnya semua orang berseru saat melihat Irene dan Daniyal berjalan keluar dari lift, semua media menyorot Irene dan Daniyal, mereka semua sudah sangat penasaran siapa laki-laki beruntung yang bisa mendapatkan hati wanita dingin seperti Irene.
“Wah ternyata tampan sekali suami nona Irene, pantas saja mereka tidak membesarkan acaranya, mungkin dia takut kalau ada perempuan gatal yang merebut suami tampannya.” Seru salah seorang tamu undangan.
“Ya elah perempuan gatel ga akan melihat statusnya, kalau ketemu di jalan juga walaupun sudah punya keluarga ya tetap di embat juga kalo ganteng.” Seru yang lainnya.
Semuanya hanya mengangguk mengiyakan ucapan tamu undangan yang tadi, lalu mereka kembali mengalihkan perhatiannya kepada Irene dan Daniyal yang sudah duduk di tempatnya.
Sedangkan setelah kedatangan Irene dan Daniyal, MC acara segera memanggil satu per satu putri keluarga Herlambang yang tidak pernah di ketahui publik.
Semua kamera tertuju dengan Nancy, Ratu dan Queen yang saat itu berjalan satu per satu meleati red carpet yang memang di sediakan untuk para tamu undangan yang ingin berjalan menuju tempat duduk mereka masing-masing.
“Wah! Benar-benar tidak adil! Bagaimana bisa semua kecantikan di ambil oleh kelima putri tuan Herlambang?” ucap salah satu tamu undangan yang ada di sana.
“Iya kamu benar! Aku tidak tau mereka semua makan apa ya sampe bisa secantik itu.” Sahut yang lain.
“Gila sih cantik banget! Kalo ada saembara buat dapetin salah satu dari mereka sih gue mau.” Ucap salah satu tamu pria yang datang di sana.
Karena memang ada banyak pengusaha muda yang datang ke acara tersebut, dan juga para artis dan model papan atas juga datang ke sana.
“Gue milih sabil merem juga ikhlas hahaha.” Sahut yang lain.
Nancy, Ratu dan Queen duduk di meja yang sama dengan Irene dan Daniyal yang berada di paling depan.
MC mulai mengenalkan satu per satu anak-anak Gilang Herlambang yang belum pernah di kenal oleh semua orang.