
Acara pernikahan pun selesai, para tamu undangan satu per satu mulai pulang dan yang berasal dari luar kota memutuskan untuk menginap semalam lagi di hotel milik Daniyal tersebut.
Begitu juga dengan keluarga Irene dan para bodyguard yang memutuskan untuk menginap di hotel untuk semalam.
Sedangkan Irene dan Daniyal di antar oleh adik-adik Irene dengan mata tertutup untuk menuju kamar hotel yang sudah mereka siapkan untuk kakak dan kakak ipar mereka.
“Yaampun kalian ini ngapain sih main tutup mata segala kayak lagi main petak umpet aja deh.” Ucap Irene.
“Duh kakak jangan bawel deh ya, ikutin aja apa yang kita mau.” Ucap Nancy.
Sesampainya di depan kamar yang paling besar di hotel tersebut, Queen dan Irene membuka pintu secara bersamaan, karena sangking besarnya kamar tersebut sampai memiliki dua pintu yang sudah terlihat mewah.
“Udah kak ayo jalan lagi..” ucap Aleena.
Irene dan Daniyal hanya mengikuti arahan dari adik-adik mereka karena mata mereka benar-benar tidak bisa melihat apapun.
“Udah belum sih? Capek tau dari tadi di tutup begini, nanti bulu mataku hancur!” ketus Irene.
“Sabarlah kak, sebentar lagi kok..” ucap Queen.
Dan akhirnya Aleena dan Nancy membuka penutup mata yang di pakaikan kepada Irene dan Daniyal.
Keduanya terkejut saat melihat tempat tidur berukuran besar yang di hias dengan taburan kelopak mawar merah dan putih, bahkan di tengahnya ada handuk yang di hias menjadi seperti spasang angsa.
“Yaampun kalian ini apa-apaan?” tanya Irene.
“Kenapa kak? Kenapa kamu tidak menyukainya? Kita sudah susah payah menyiapkan semua ini tau..” ketus Queen.
“Iya kak, kita sudah menyiapkan semuanya tapi kakak malah bereaksi seperti itu.” Sambung Ratu.
Melihat wajah sedih adik-adiknya membuat Irene merasa bersalah, sebenarnya Irene senang dengan semua persiapan yang di siapkan adiknya, tetapi dia takut kalau Daniyal merasa hal ini terlalu berlebihan terutama saat mereka menikah tidak atas dasar cinta.
“Kamu ini bagaimana sih Iren, adik-adikmu sudah menyiapkan semuanya dengan susah payah.. Terimakasih kalian semua, mulai hari ini kalian juga adikku jadi jangan sungkan.” Ucap Daniyal dengan lembut.
Iren tersenyum melihat Daniyal yang juga menyayangi adik-adiknya dan tidak ingin mengecewakan mereka.
“Iya maafkan kakak, terimakasih kalian semua, aku sangat menyukainya.” Ucap Irene.
Semuanya tersenyum senang karena sudah mendapatkan ucapan terimakasih dari Daniyal dan Irene.
“Baiklah kalo gitu kami pergi dulu ya,, semoga malam pertama kalian sangat indah!!!” seru Nancy.
“Cepat buatkan kami keponakan yang banyak ya kak..” seru Aleena.
“Terimakasih karna sudah mau menjadi kakak kami kak Daniyal.” Sambung Queen.
“Jaga kak Iren dengan baik ya kak Daniyal, aku hanya ingin melihat senyuman di wajahnya jadi jangan sampai kakak menyakitinya.” Ucap Ratu.
Setelah selesai mengatakan hal itu kepada Irene dan Daniyal, akhirnya semuanya memutuskan untuk pergi ke kamar mereka masing-masing.
Mendengar ucapan adik-adiknya mmbuat Irene trsipu malu terutama saat mendengar Aleena menyuruhnya dan Daniyal untuk memberinya keponakan.
Ceklek! Pintu kamar sudah tertutup dengan rapat, Irene segera mengunci pintunya dengan maksud agar adik-adiknya tidak jail dan asal membuka pintu begitu saja.
Namun di pikiran Daniyal sangat berbeda, dia justru mengira kalau Irene sudah tidak sabar untuk menikmati malam pertama dengannya.
“Cih! Sama saja seperti wanita lain, dia sudah gatal ingin tidur denganku setelah menikah!” gumam Daniyal dengan senyum sinisnya.
Namun Irene terkejut saat melihat Daniyal yang sudah membuka jasnya bahkan saat ini Daniyal sudah membuka kancing kemejanya satu per satu.
“Aaaa!!” Teriak Irene.
“Iren kenapa kamu teriak?” tanya Daniyal yang terkejut mendengar teriakan wanita yang sudah menjadi istrinya itu.
“Kakak ngapain buka baju?” tanya Irene.
“Ya aku mau ganti baju lah! Kamu ngapain ngunci pintu?” tanya Daniyal.
“Aku takut adik-adikku kembali masuk tanpa mengetuk pintu makanya aku mengunci pintunya.” Jawab Irene.
“Apa?! Jadi bukan karena ingin malam pertama denganku?” gumam Daniyal yang masih samar-samar terdengar.
“Malam pertama apa kak? Kak Daniyal kenapa sih?” tanya Irene.
“Engga ga apa-apa, kenapa kalo aku buka baju? Toh kita sudah menjadi suami istri sekarang jadi tidak perlu sungkan lagi.” Jelas Daniyal mencoba untuk mengalihkan Irene tentang gumamannya tadi.
“T-tapi kak jangan asal lepas baju dulu dong kan aku masih belum siap.” Ucap Irene.
“Belum siap? Emang kamu mau nyiapin apa lagi?” tanya Daniyal.
Irene hanya diam sambil menundukkan kepala, lalu dia segera berlari menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Daniyal tersenyum melihat tingkah Irene yang gugup, dia sedikit merasa senang karena kegugupan Irene menunjukkan kepolosannya dan tandanya Irene tidak pernah melakukan apapun dengan siapapun.
“Baguslah, setidaknya dia tidak murahan!” gumam Daniyal yang segera membuka kopernya dan mengambil celana pendek untuk dirinya.
Namun malam itu Daniyal sengaja tidak memakai pakaian dan hanya memakai celana pendek saja, lalu sambil menunggu Irene selesai mandi, Daniyal berjalan menuju balkon hotel dan melihat pemandangan malam di sana.
“Aku tidak menyangka ternyata tempat ini masih sangat bagus di lihat saat malam hari.” Gumam Daniyal sambil memejamkan mata dan menghirup udara malam dalam-dalam.
Sedangkan Irene yang ada di dalam kamar mandi merasa panik bukan main, dia bingung harus melakukan apa karena ini adalah yang pertama untuknya.
“Bagaimana ini? Apa yang harus aku persiapkan?” tanya Irene pada dirinya sendiri.
Akhirnya Irene memutuskan untuk mencukur lebih dulu, dia mencukur semua bulu yang ada di tubuhnya karena tidak ingin membuat Daniyal ilfeel kepadanya.
Setelah merasa semua bulu di tubuhnya sudah tidak ada dan kulitnya sudah mulus, Irene segera luluran dan menyiapkan air di bathup karena dia ingin merendam tubuhnya.
Setelah beberapa menit berendam akhirnya Irene keluar dari bathup dan segera memakai pakaian yang ada di kopernya, namun saat di buka betapa terkejutnya Irene saat melihat semua pakaiannya tidak ada, hanya ada beberapa lingerie tipis dengan berbagai macam warna.
“Kenapa pakaianku jadi kurang bahan semua begini sih? Aku inget kok kalo pakaianku ga kayak begini..” gumam Irene sambil melihat satu per satu pakaian sexynya dengan pasrah.
“Aish, ini pasti mereka yang menaruh pakaian sexy ini kepadaku!” gumam Irene yang langsung mengambil lingerie berwarna hitam yang memiliki outer tembus pandang.
Setidaknya itu adalah pakaian yang paling tertutup di antara yang lainnya.
“Hah awas kalian besok!” ketus Irene yang langsung memakai pakaian tidurnya dan melapisinya dengan baju handuk yang ada di dalam kamar mandi agar tidak terlihat oleh Daniyal.
Setelah selesai membersihkan diri, Irene segera mengintip ke luar kamar mandi dan dia melihat Daniyal sedang berdiri di balkon, Irene segera memanggil Daniyal dan menyuruhnya untuk mandi.
“Aku sudah selesai, kalau kamu mau mandi mandilah.” Ucap Irene yang langsung duduk di tepi tempat tidur.
Daniyal hanya berdehem sambil berjalan ke kamar mandi, dia bahkan tidak melihat ke arah Irene sama sekali, sedangkan Irene tidak memperdulikannya karena dia terpukau dengan tubuh kekar dan atletis Daniyal yang sangat indah sampai dia tidak tau kalau Daniyal sama sekali tidak memperdulikannya.