MY BODYGUARD

MY BODYGUARD
BAB 35 (BIARKAN SAJA)



Aiden melihat ke arah Nancy yang sudah terlihat mabuk berat karena banyak minum, bahkan Nancy mulai mengoceh tidak jelas saat itu.


“Hei kak Aiden! Sepertinya kamu harus mengantarnya pulang sekarang sebelum dia menjadi gila.” Ucap salah satu teman Nancy.


“Iya, sepertinya aku harus membawanya pulang segera karena sudah sangat parah.” Ucap Aiden yang langsung menarik tangan Nancy agar mau di bopong.


“Nancy, ayo kita pulang.” Ucap Aiden.


“Ha? Aku tidak mau pulang!” teriak Nancy yang langsung menepis tangan Aiden.


“Nancy, kamu sudah mabuk!”


“Tidak! Aku tidak mabuk! Aku mau minum lagi..” ucap Nancy yang sudah sangat mabuk malam itu.


“Langsung gendong aja deh, dia ga akan pernah mau di ajak pulang kalau sedang mabuk begitu.” Ucap teman Nancy.


Akhirnya Aiden segera menganggukkan kepalanya dan langsung menggendong Nancy ala bridal style dan membuat semua orang yang ada di sana bersorak karena mereka terlihat sangat romantis.


“Wah, pasangan itu romantis sekali! Kapan aku bertemu dengan laki-laki yang akan membawaku saat aku sedang mabuk?” ucap salah satu pengunjung yang ada di sana.


Aiden hanya diam tidak memperdulikan ucapan orang-orang yang ada di sana, dia hanya terus menggendong Nancy dan memasukkannya ke dalam mobil dan langsung membawanya pulang ke rumah, namun saat Aiden mau menyalakan mobil tiba-tiba saja dia melihat Daniyal yang baru saja keluar dari mobil bersama dengan kedua temannya.


“Kak Dani? Bagaimana bisa dia kemari? Bukannya seharusnya dia istirahat karena baru keluar dari rumah sakit?” gumam Aiden.


“Ah bodo amat lah, dia juga kan punya hak buat refreshing sama teman-temannya sama kayak Nancy yang refreshing bersama teman-temannya.” Gumam Aiden lagi.


Aiden akhirnya langsung menyetir mobil Nancy ke arah rumahnya karena tidak mau terlalu perduli dengan urusan orang lain.


Sedangkan di sisi lain, Irene yang khawatir kepada adiknya karena tidak mengangkat panggilannya langsung pergi ke club untuk mencari adiknya.


Sesampainya di club Irene segera masuk ke dalam club sambil terus menelfon ponsel adiknya, namun tidak ada juga yang mengangkatnya.


Irene juga lupa kalau dia tidak memiliki nomer Aiden dan tidak tau harus menghubungi siapa saat itu.


“Kemana sebenarnya mereka?” gumam Irene yang kembali menghubungi adiknya.


Lalu akhirnya panggilannya di angkat oleh seseorang, namun yang mengangkatnya bukanlah Nancy melainkan orang lain.


“Halo? Kamu siapa? Kenapa kamu mengangkat telfon adikku?” tanya Irene.


“Ah ini kakaknya Nancy ya? Maaf kak tapi hp Nancy tertinggal di sini.” Jawab orang tersebut yang ternyata teman Nancy.


“Kalian di mana? Dimana Nancy?” tanya Irene.


“Kami di club X di dekat pintu masuk, Nancy sudah pulang lebih dulu bersama sepupunya.” Jawab temannya.


“Sepupu? Ah, iya sepupunya.” Ucap Irene yang baru ingat kalau mereka mengenalkan bodyguard mereka sebagai sepupu.


Irene mencari keberadaan teman-teman Nancy dah akhirnya dia melihat mereka dan segera mengambil hp adiknya.


“Terimakasih, kalian pesanlah apapun aku yang akan membayarnya.” Ucap Irene.


“Benarkah kak? Asikk!!! Kenapa Nancy ga pernah bilang kalo dia punya rich sister yang baik seperti ini?” ucap salah satu teman Nancy.


Irene hanya tersenyum sambil memasukkan hp adiknya ke dalam tasnya, lalu perhatiannya teralihkan saat melihat Daniyal masuk ke dalam club bersama dua orang temannya dan berjalan masuk ke dalam lift dan naik ke lantai


paling atas.


“Kenapa Dani berada di sini setelah keluar dari rumah sakit? Bahkan dia memesan ruangan VVIP?” gumam Irene.


“Apa mungkin dia di bayari teman-temannya dan menikmati hari liburnya? Ya benar juga, dia juga harus refreshing bukan?” gumam Irene yang akhirnya memutuskan untuk pulang dan tidak terlalu memperdulikan Daniyal di sana.


***


“Hahaha malam ini kamu harus bersenang-senang Daniyal, banyak wanita cantik yang sudah aku pilihkan untukmu, jadi apa kamu perlu aku pesankan kamar?” tanya Roy menggoda sahabatnya.


“Hei Roy, dia ini baru keluar dari rumah sakit jadi sepertinya dia tidak akan mampu melakukannya.” Sahut Tomy.


“Wah kalian meragukan kemampuanku? Apa perlu aku melakukan live saat bertempur dengannya?” tanya Daniyal yang kesal karena di ejek oleh sahabatnya.


“Hahaha gila lo! Kalo gitu aku akan segera memesankan kamar untukmu..” ucap Roy yang langsung menghubungi staff untuk memesan kamar VVIP.


Daniyal yang sebenarnya merasa tidak mood seketika terpaksa harus melakukannya agar tidak di ejek oleh teman-temannya.


Tidak lama kemudian, beberapa wanita cantik masuk ke dalam ruangan memenuhi perintah dari Roy..


“Selamat malam tuan,, kami datang untuk melayani tuan.” Ucap salah satu wanita yang terlihat seperti seniornya.


“Jadi,,, apa kamusudah memilih yang mana yang kamu sukai?” tanya Roy.


“Waw! Ini sih kualitas terbaik Dan! Kalo ga ada yang mau, gue juga mau wkwk…” goda Tomy.


“Enak aja! Gue dulu yang milih baru lo!” ketus Daniyal yang langsung menarik wanita yang tadi berbicara dan duduk di pangkuannya.


“Widih, lo milih suhunya ternyata! Good lah kalo begitu gue pilih yang ini aja.” Ucap Tomy yang menarik salah satu wanita yang terlihat lebih muda dari wanita yang lain.


“Cih! Lo sukanya yang daun muda ya Tom!” ketus Roy.


“Bodo amat! Lo milih yang mana? Masih ada 3 pilihan lagi tuh!” ucap Tomy.


“Gue semua lah! Atau gue dua lo dua juga gimana?” tawar Roy.


“Oke juga tuh! Tapi nanti Daniyal sirik lagi sama kita.” Ucap Tomy sambil melirik ke arah Daniyal.


“Lo tenang aja, gue ga pernah suka main sama banyak wanita!” ketus Daniyal yang langsung berdiri dan mengajak wanita tersebut keluar dari ruangan.


“Cih mau langsung tempur ternyata dia!” ucap Roy yang di susul tawa oleh Tomy.


Daniyal tidak memperdulikan ucapan kedua temannya itu, dia segera keluar dari ruangan dan membawa wanita itu ke kamar untuk unboxing!


Baru saja Daniyal menutup pintu kamarnya, tiba-tiba sang wanita yang awalnya diam seperti wanita yang polos langsung menyergap Daniyal tanpa aba-aba, dia bahkan menjamah semua tubuh Daniyal tanpa terkecuali.


Daniyal hanya tersenyum sinis melihat sikap wanitanya yang terlalu liar, dia sudah bisa menduga kalau pe*acur akan melakukan hal seperti itu.


“Cih! Dia memang wanita mu*ahan!” gumam Daniyal yang langsung melempar tubuh wanita itu ke atas tempat tidur.


Wanita tersebut segera membuka pakaiannya, begitu juga dengan Daniyal yang membuka kancing kemejanya satu per satu dan segera melakukan olahraga malam yang panas bersama wanita panggilan temannya itu.


“Haaah,, b-bagaimana bisa kamu sekuat ini tuan?” tanya wanita tersebut dengan *******.


“Kenapa? Apa kamu sudah mulai kewalahan?” bisik Daniyal.


“Tentu saja tidak! Aku sangat menyukainya tuan,, lakukan apapun yang mau kamu lakukan kepadaku tuan, aku milikmu malam ini..” desah wanita tersebut.


“Cih! Ja*ang!” gumam Daniyal dengan senyum sinisnya.