MY BODYGUARD

MY BODYGUARD
BAB 120 (KAWIN LAGI?)



“Kalian kerja sama ngerjain aku ceritanya?!” ketus Aleena dengan tatapan menyelidik.


“Engga kok.” Jawab Daniyal dengan cepat.


“Terus kenapa kak Daniyal diem aja pas kak Iren ngasih telur ke aku?” tanya Aleena.


“Yah sebagai suami yang baik kan harusnya senang saat istrinya senang, aku liat Iren seneng banget pas ngasih telur ke kamu ya jadi aku diem aja deh.” Jelas Daniyal.


“Ih itu mah sama aja kak!!” ucap Aleena dengan wajah kesalnya.


Irene dan Daniyal hanya tersenyum melihat Aleena yang kesal dengan mereka, lalu Irene mendekati Aleena dan memeluk tubuh adiknya itu.


“Uluh uluh sensi banget sih, aku juga tadi dengan ikhlas makan telur asin itu kok, kamu harusnya juga ikhlas bantuin aku ngabisin telur itu.” Ucap Irene.


“Ih lagian kak Daniyal bikin telur asin banget, mau nikah lagi ya?” celetuk Aleena begitu saja.


“Apa!?” ucap Irene yang langsung melepaskan pelukannya dari Aleena dan dia melotot ke arah suaminya.


Daniyal yang mendapat tatapan seperti itu langsung was-was dan mematung.


“Kenapa kamu bilang seperti itu Aleena?” ucap Daniyal menyalahkan Aleena.


“Kan kalo kata orang, kalo masak keasinan itu tandanya pengen kawin kak.” Ucap Aleena.


“Kamu mau buat perang dunia kedua ya hah!?” ucap Daniyal yang semakin kesal dengan Aleena.


“Kamu berani kawin lagi akan aku sunat habis adikmu!” ketus Irene dengan tatapan tajamnya.


“Yaampun sayang, hanya kamulah istriku satu-satunya, punya kamu aja bikin aku pusing gimana kalo dua.” Ucap Daniyal.


“Apa?! Jadi aku bikin kamu pusing ya?” ucap Irene.


“Yah elah salah lagi aku ya,, maaf sayang maksudnya pusing makin banyak pengeluaran, makin banyak keinginan dan makin banyak anak hehe.” Ucap Daniyal yang malah membuat Irene semakin kesal.


“Yaampun kalian berdua ini jangan berdebat terus deh aku capek tau liatnya!” ucap Aleena.


“Ini semua gara-gara kamu Aleena! Kenapa kamu bilang aku pengen kawin lagi tadi, jadi panjang kan urusannya!” ketus Daniyal.


“Haah, sudahlah mendingan kalian berdua mendengarkan aku cerita aja deh.” Ucap Aleena.


“Cerita? Apa yang mau kamu ceritakan kepada kami?” tanya Irene yang fokusnya sekarang beralih ke Aleena.


Daniyal saat itu sudah bisa bernafas lega dan berterimakasih kepada Aleena yang sudah membebaskannya.


“Ayo cerita, aku jadi penasaran nih.” Ucap Irene.


“Kalo tiba-tiba aku nikah gimana kak?” tanya Aleena tiba-tiba dan membuat Irene dan Daniyal terkejut secara bersamaan.


“Apa!? Kamu gila ya? Katanya jomblo tapi sekarang malah bilang soal nikah!” ucap Irene.


“Yaelah kak biasa aja kali ga usah pake otot ngomongnya, aku kan bilang kalo kak kalo..” ucap Aleena.


“Ya lagian kamu nanya aneh-aneh saja gimana ya pake otot ngomongnya?” balas Irene.


“Kan ini tuh simulasi kalo aku lagi minta ijin nikah ke kak Iren sama kak Daniyal, jadi gimana tanggapan kalian berdua?” tanya Aleena.


“Leen tau ga? Semenjak gaul sama Nancy dan teman-temannya waktu itu kayaknya sikap kamu berubah deh.” Ucap Irene.


“Hah? Apaan sih kak, ga ada hubungannya juga kali.” Ucap Nancy tidak terima.


Memang waktu Aleena dan Nancy pergi ke club, Gilang yang mengetahui hal itu segera menghubungi Irene dan menyuruhnya untuk memarahi adik-adiknya.


 FLASHBACK


“Halo.” Ucap Irene dengan malas.


“Halo Iren!” ucap Gilang dari sebrang telfon.


Yap, Gilang! Saat endengar suara sang papi yang nyaring itu membuat Irene tersadar dan langsung duduk dengan tegap sambil melihat nama yang ada di layar ponselnya.


“Papi? Papi kenapa telfon jam segini? Ada masalah?” tanya Irene yang sedikit khawatir karena papinya tidak pernah menghubunginya tengah malam.


“Iya ada masalah Iren!” tegas sang papi.


“Hah? Masalah apa pi?! Bilang sama Iren ada masalah apa?” tanya Irene yang semakin panik mendengar jawaban dari papinya.


Bahkan Daniyal yang masih tertidur pulas di sebelah Irene langsung membuka kedua matanya karena mendengar ucapan Irene yang bernada sedikit tinggi.


“Sayang, ada apa?” tanya Daniyal.


Namun Irene hanya diam menatap wajah suaminya dan menggelengkan kepala memberi tanda jika dia juga tidak tau.


“Pi, jangan bikin Iren takut deh! Ada apa?” tanya Irene kembali karena sang papi belum juga memberitahu Irene ada apa sebenarnya.


“Bentar papi ini lagi mengatur nafas biar ga emosi ngomongnya.” Ucap Gilang.


“Hah? Emosi gimana? Siapa yang buat papi emosi tengah malem begini? Papi lagi ngigo kali habis mimpi.” Ucap Irene.


“Engga! Emang menurut kamu siapa lagi yang bikin papi emosi tengah malem?” tanya Gilang.


Mendengar ucapan papinya membuat Irene diam dan berfikir sejenak, sampai akhirnya dia baru ingat siapa orang yang bisa membuat papinya emosi.


“Nancy lagi pi? Ada apa dia?” tanya Irene.


“Dia ngajak Aleena ke club malam Iren!” ucap Gilang.


“What!? Aleena? Kok bisa? Aleena kenapa mau aja?” tanya Irene.


“Ya mana papi tau! Mungkin dia maksa Aleena, dia aja belum pamit ke papi, dia cuma nempelin tulisan di depan pintu papi, tadi pas papi mau ke dapur papi baru lihat tulisannya.” Jelas Gilang.


“Hah? Yaampun Nancy ini gimana sih! Oke Irene akan mencoba untuk menghubungi Nancy dan Aleena dan menyuruh mereka pulang.” Ucap Irene yang langsung mematikan telfon papinya.


“Ada apa sayang? Nancy kenapa lagi?” tanya Daniyal yang dari tadi hanya mendengar tanpa tau topic pembicaraannya.


Irene menjelaskan apa yang tadi dia bicarakan dengan papinya dengan tangan yang masih mengotak-atik ponselnya untuk mencari nama adiknya dan segera menghubunginya.


“Yaampun anak itu ada-ada aja ya.” Ucap Daniyal sambil menggelengkan kepalanya.


Irene hanya bisa menghela nafas panjang mendengar kelakuan adiknya yang satu itu, bisa-bisanya dia mengajak Aleena seorang model ke club malam, kalau sampai terjadi sesuatu karir Aleena bisa di pertaruhkan dan Irene juga harus bekerja ekstra untuk menutup semua masalah itu.


Sampai akhirnya Irene berhasil menghubungi Nancy dan mengancamnya kalau sampai tidak pulang sekarang juga Irene akan mencabut semua fasilitas yang sudah di berikan kepada Nancy tanpa sisa sedikitpun.


Tentu saja hal itu membuat Nancy takut dan segera mengajak Aleena untuk segera pulang dan di rumah keduanya mendapatkan ceramah lagi dari Gilang karena setelah menghubungi adiknya Irene segera memberitahu papinya dan dengan segera Gilang menunggu kedua putrinya pulang di ruang tamu.


FLASHBACK END


“Apaan sih kak, jangan bahas orang lain deh aku ga segampang itu ketularan sifat seseorang tau!” ketus Aleena.


“Tapi kamu sekarang lebih gimana ya, lebih sering berbicara blak-blakan loh.” Ucap Irene.


“Ya bagus dong kak kalo gitu, berarti aku ini ada kemajuan kan?” ucap Aleena.


“Haah terserahlah, pokoknya selama laki-laki itu baik, mencintai kamu tulus dan kamu bahagia bersamanya aku akan langsung merestui hubungan kalian detik ini juga, jadi jangan tanya aku lebih baik kamu tanya ke papi karena papi adalah pengendali semua di rumah ini.” Jelas Irene.


Mendengar ucapan papinya membuat Aleena menghela nafas kasar dan menundukkan kepalanya, karena kalau calon suami yang dia inginkan adalah Abizar apakah papinya akan terima hal itu?