MY BODYGUARD

MY BODYGUARD
BAB 149 (GAGAL)



Aleena memutuskan untuk menghampiri Abizar yang masih duduk di pinggir pantai untuk membujuknya agar mau memaafkan dia dan Gilang.


“Kak Abizar…” panggil Aleena yang sudah berada di belakang Abizar.


Sebenarnya Abizar tau kalau Aleena memanggilnya, hanya saja dia pura-pura tidak mendengar dan masih fokus melihat ke arah laut.


Aleena akhirnya duduk di sebelah Abizar dan ikut menikmati pemandangan laut sambil melingkarkan tangannya di lengan Abizar dan menyandarkan kepalanya di bahu suaminya yang sedang marah itu.


“Pergilah, aku ingin sendirian.” Ucap Abizar tanpa menoleh ke arah Aleena.


“Cih! Kamu jangan judes-judes nanti gantengnya hilang.” Balas Aleena.


“Aku mau gimana juga tetep ganteng kali!” balas Abizar.


“Tapi kalo marah-marah ga ganteng lagi tau beneran deh.” Sahut Aleena.


Abizar hanya diam tanpa mengatakan apapun kepada Aleena, dia rasanya malas untuk meladeni Aleena saat itu.


“Maafkan papi ya kak..” ucap Aleena tiba-tiba.


“Kenapa minta maaf?” tanya Abizar.


“Ya karena papi sudah berlebihan sampai menyuruh orang mengikuti kita, dia hanya tidak ingin kita kenapa-kenapa kok kak.” Jelas Aleena.


“Bukan kita Aleena, tapi kamu, papi hanya khawatir kamu akan kenapa-kenapa.” Ucap Abizar.


“Ih kakak kok ngomongnya gitu sih? Papi juga khawatir kamu kenapa-kenapa kak, papi takut kalau kamu di apa-apain sama fans fanatikku.” Ucap Aleena.


“Sudahlah tidak perlu di bahas, aku memang tidak bisa di andalkan.” Ucap Abizar.


“Kenapa kamu bilang gitu terus sih! Kamu bisa di andalkan dan karena hal itu aku memilihmu untuk menjadi suamiku!” tegas Aleena.


Aleena memegang pipi Abizar dengan kedua tangannya agar Abizar menatap kedua matanya.


“Lihat aku, tatap mataku kak! Apa kamu tidak percaya kalau aku ini selalu mengandalkaanmu?” tanya Aleena dengan tatapan seriusnya.


“Jangan menatapku seperti itu, jangan salahkan aku kalau aku melahapmu di sini.” Ucap Abizar.


Mendengar ucapan suaminya itu membuat Aleena terkejut dan segera melepaskan pegangan tangannya dari pipi Abizar.


“Apaan sih kak, ini tempat umum tau!” ucap Aleena yang seketika menjadi gugup.


“Udah ah ayo kamu mau pulang ga?” tanya Abizar yang saat itu sudah berdiri.


“Pulang? Kok pulang sih? Kan kita mau ke tempat yang ada di list kak Iren.” Ucap Aleena.


“Mau pulang apa mau aku ngambek terus?” tanya Abizar.


Aleena tidak percaya kalau suaminya bisa mengancamnya dengan hal itu, dan akhirnya Aleena hanya bisa menghela nafas panjang dan segera mengikuti Abizar untuk pergi dari pantai itu.


Di dalam mobil, kedua pasangan baru itu hanya diam tidak bersuara, suasana di dalam mobil sangat hening sampai akhirnya keduanya sampai di villa mereka.


“Ayo turunlah, kita sudah sampai.” Ucap Abizar.


Aleena benar-benar tidak percaya kalau Abizar tidak berbohong saat mengajaknya kembali ke villa, Aleena kira kalau suaminya itu akan memberi kejutan untuknya namun ternyata dia malah membawanya kembali ke villa.


“Ini gara-gara papi deh, kenapa pake nyuruh orang ngikutin kita sih, liburanku kan jadi gagal!” gumam Aleena yang masih kesal karena liburannya yang gagal hari itu.


Abizar juga tidak membukakan pintu mobil untuk Aleena seperti biasanya, dia berjalan menuju pintu tanpa menoleh sedikitpun ke arah Aleena.


Sampai akhirnya Abizar sudah membuka kunci pintu villanya, namun saat mau memegang gagang pintu Abizar menoleh ke arah mobil dan melihat Aleena yang masih berbicara sendiri di dalam mobil.


Aleena menoleh ke arah Abizar dan terkejut saat Abizar sedang menatapnya dengan tatapan tajam membuat Aleena segera keluar dari mobil, sedangkan tanpa Aleena sadari sudut bibir Abizar tertarik membentuk senyuman.