MY BODYGUARD

MY BODYGUARD
BAB 117 (BAYI LAKI-LAKI)



“Apa!!!” teriak semua orang secara bersamaan.


“Kak! Kenapa kamu memberitahu mereka begitu saja? Padahal aku ingin membuat mereka penasaran tau!” ketus Irene.


“Lah kamu kelamaan, langsung aja bilang kok susah.” Ucap Daniyal dengan santai.


“Ih kamu ini ga seru banget sih!” ucap Irene dengan kesal.


Semua orang masih terpaku melihat Irene dan Daniyal yang sedang berdebat di hadapan mereka, sedangkan Gilang hanya bisa tersenyum senang melihat keduanya.


Irene hanya bisa menghela nafas panjang dan akhirnya dia membuka sedikit jaket yang dia kenakan dan memperlihatkan perutnya yang mulai terlihat.


“Oh my God!!! Jadi kakak beneran? Kalian lagi ga bercanda?” tanya Nancy yang terkejut saat melihat perut Irene.


Awalnya memang semua orang hanya menganggap kalau Irene dan Daniyal hanya bercanda, namun saat melihat ekspresi wajah papinya yang bahagia dan di tambah perut Irene yang memang sudah terlihat barulah semua orang menyadari kalau Irene dan Daniyal sedang tidak bercanda.


“Kita akan menjadi om kak!!!” teriak Adyatma yang membuat semua orang terkejut dengan kata-katanya.


Sedangkan Abizar yang melihat Adyatma hanya bisa menggelengkan kepala lalu menepuk keningnya, sedangkan Daniyal merasa sedikit senang karena Adyatma terlihat sangat bersemangat menyambut bayi yang ada di dalam kandungannya.


“Kamu semangat sekali Adyatma.” Ucap Aleena.


“T-tentu saja semangat kak, bukankah kita semua sudah menganggap kak Daniyal kakak kita sendiri? Jadi kami juga akan di panggil om bukan?” ucap Adyatma mencari alasan.


Semua orang menganggukkan kepala, semuanya setuju dengan alasan yang di ucapkan dengan Adyatma yang menurut mereka masuk akal.


“Yaampun ga bisa! Ini ga bisa di biarkan! Bagaimana bisa kak Irene ga memberitahu kita tentang hal sebesar ini!?” ucap Nancy yang merasa terkhianati oleh sang kakak.


“Hehe, maaf ya karena kak Daniyal ga bolehin aku bilang-bilang dulu sebelum usia kandungannya besar, pamali kata orang dulu mah.” Jawab Irene.


“Ya tapi kan itu kalo ke orang lain kak, kalo ke keluarga sendiri kan harusnya ga masalah..” ucap Nancy.


“Sudahlah jangan di perpanjang lagi, toh hari ini kakakmu sudah memberitahu kalian semua dan sekarang sepertinya mereka akan mengumumkan jenis kelaminnya bukan?” ucap Gilang memutus perdebatan antara Nancy dan Irene.


Yang lainnya hanya diam saja karena mereka masih terkajut dan tidak percaya, bahkan sampai detik ini pun Ratu dan Queen masih terpaku melihat perut Irene.


“Ratu, Queen, kalian berdua kenapa wajahnya begitu?” tanya Irene.


“Kakak, aku masih ga percaya kalau aku akan menjadi tante.” Ucap Ratu.


“Sama, aku juga.” Sahut Queen.


Irene hanya tersenyum melihat kedua adiknya yang sedang sama-sama terpaku, ekspresi kedua adiknya itu membuat Irene dan juga Daniyal tidak bisa berhenti tertawa.


“Kenapa kalian berdua malah ketawa?! Kalian harus dapat hukuman karena sudah membohongi kami!” ketus Queen.


“Kita tidak membohongi siapapun kok, hanya menyembunyikan sementara aja.” Ucap Irene.


“Papi, papi tau tentang hal ini? Kok papi biasa aja, biasanya papi pasti heboh kalo di boongin sama kak Iren.” Ucap Aleena.


“Tentu saja papi tau, papi yang lebih dulu Iren beritahu tapi Iren menyuruh papi untuk tidak memberitahu siapapun.” Jelas Daniyal.


“Ih kalian berdua benar-benar menyebalkan! Papi juga menyebalkan!” ketus Nancy.


“Sudah kalian mau tau ga calon keponakan kalian laki-laki atau perempuan?” tanya Irene.


“Mau lah! Awas aja kalo sampe di umpetin lagi!” ucap Queen dengan kesal.


“Engga kok, kita ga akan menyembunyikannya untuk kali ini.” Ucap Daniyal.


“Kita berdua juga baru tau tadi karena sebenarnya kita mau tebak-tebakan aja, tapi karena ga sabar akhirnya minta di kasih tau juga deh.” Jelas Irene.


“Cepetan kak kasih tau, aku penasaran banget!!” seru Queen.


“Coba kalian semua kasih tau aku dan kak Daniyal dulu maunya keponakan laki-laki atau perempuan.” Ucap Irene.


“Aku, aku mau keponakan laki-laki, karena nantinya aku akan memamerkannya ke teman-temanku di club.” Jawab Nancy yang mendapat tatapan tajam dari Irene.


“Aku ga akan membiarkan anakku bergaul denganmu Nancy.” Ucap Irene.


“Ih nyebelin dasar!” ketus Nancy tidak terima.


“Aku mau laki-laki karena seru aja.” Sahut Ratu.


“Aku mau perempuan karena aku mau mengajaknya untuk shopping..” jawab Queen.


“Tolong Queen, jangan buat aku stress karena anakku minta uang terus nanti.” Ucap Irene.


“Yaelah kak, kak Iren sama kak Daniyal kan kerja buat anaknya nanti.” Ucap Queen.


“Udah ah cepetan, papi penasaran banget nih.” Ucap Gilang yang sangat antusias.


“Jadi, anak kita…” ucap Irene yang sengaja memutus ucapannya karena ingin membuat semua orang penasaran.


Namun lagi-lagi Daniyal yang kesal karena Irene kelamaan dan membuat Daniyal juga ikutan deg-degan walaupun dia sudah tau apa jenis kelamin calon anaknya nanti.


“Aku aja deh yang ngomong.” Sahut Daniyal.


“No! Kamu ini ga seru banget sih kak! Udah kamu diem aja deh, aku mau buat mereka semua penasaran dulu tau.” Ucap Irene.


“Kamu kelamaan, liat tuh semuanya pada nunggu banget.” Ucap Daniyal sambil melihat ke arah semua orang.


“Udah deh sayang kamu diem aja.” Ucap Irene mengingatkan Daniyal untuk tidak memberitahu semua orang lebih dulu.


Akhirnya Daniyal pasrah dan diam menuruti ucapan istrinya yang ingin membuat semua orang penasaran.


“Ah kak Iren ga seru amat sih kak, kita semua ini penasaran tau..” protes Queen.


“Tau nih kak Iren kenapa sih pake bikin penasaran aja.” Sahut Irene.


“Udah ga pada sabar ya? Hemm, jadi anakku berjenis kelamin…” lagi-lagi Irene membuat semua orang penasaran karena dia memotong ucapannya.


Bahkan para bodyguard mereka juga ikut penasaran dan kesal dengan Irene yang terus saja mengulur dan membuat semua orang penasaran.


“Kak ayolah! Kesel nih!” ketus Nancy.


“Oke oke aku akan memberitahu kalian semua sekarang.” Ucap Irene sambil tertawa mendengar Nancy yang sudah kesal dan melihat ekspresi semua orang yang sudah kesal.


“Jadi anakku berjenis kelamin laki-laki!!!” seru Irene dengan bahagia.


Semua orang juga ikut bahagia walaupun sebagian ingin memiliki keponakan perempuan tapi mereka juga tetap bahagia saat mengetahui kalau keponakan mereka adalah laki-laki.


“Wah kak selamat ya!!! Kita akan segera hadir jagoan di rumah ini.” Ucap Aleena.


“Papi sekarang ada temennya, dari dulu papi pengen anak laki-laki kan kata mami? Sekarang papi punya cucu laki-laki.” Ucap Nancy.


Gilang hanya diam, dia meneteskan air mata yang membuat semua orang terkejut dengan hal itu.


“Kenapa papi menangis?” tanya Irene sambil menghampiri sang papi.


“Papi bahagia, akhirnya papi akan punya cucu laki-laki, papi akan memberikan semuanya untuk cucu papi.” Ucap Gilang.


“Papi, Iren mohon jangan terlalu memanjakan cucu papi nanti ya, walaupun laki-laki dan cucu pertama Iren ga mau sampe papi dan semuanya memanjakannya.” Jelas Irene.


“Kenapa begitu? Dia harus mendapatkan yang terbaik Iren, dan papi akan berikan semuanya yang dia inginkan!” tegas Gilang.


Daniyal hanya diam, sebenarnya dia setuju dengan ucapan Gilang karena ini juga anak pertamanya dan berjenis kelamin laki-laki tentu saja Daniyal sangat bahagia dan berniat untuk memanjakannya, namun dia hanya diam saat Irene menentang sang papi tentang memanjakan anak mereka nantinya.