
“Maaf sayang, aku ga tau kalo kamu alergi kacang..” ucap Irene dengan wajah sedih.
“Tidak apa-apa sayang, kalo pun ada apa-apa juga itu bukan kesalahanmu.” Balas Daniyal yang langsung mengusap rambut Irene dengan lembut.
Melihat hal itu membuat Brams merasa ingin muntah, sedangkan Sherly benar-benar tidak suka dengan kemesraan antara Daniyal dan Irene.
“Hahaha, kalian berdua ini tidak malu-malu ya mengungkapkan perasaan kalian..” ucap Sherly dengan senyum yang di paksakan.
“Ah maaf, biasanya aku tidak begini.” Ucap Irene yang langsung mengubah ekspresinya.
Akhirnya mereka berempat memutuskan untuk segera makan malam sebelum makanan menjadi dingin.
“Setelah ini kalian mau kemana?” tanya Brams.
“Bagaimana kalau kita jalan-jalan saja, ada pasar malam di kota dekat sini, sepertinya akan menyenangkan kalau kita berempat berjalan sambil menikmati malam.” Ajak Sherly.
“Oke juga tuh, tapi ga apa-apa kan Iren?” tanya Brams.
“Kenapa tanya Iren? Dia pasti mau kalau bersamaku!” tegas Daniyal.
“Iyasih Brams, lagian kenapa kamu tanya Iren ga apa-apa?” sahut Sherly.
“Ya kan Irene lumayan terkenal di sini jadi takut dia ga nyaman aja kalo jalan dan bertemu orang yang ngefans sama dia.” Jelas Brams.
“Yaampun emang Iren itu artis sampai segitunya? Lagipula orang korea hanya menyukai kpop bukan CEO sebuah perusahaan.” Ucap Sherly.
Mendengar ucapan Sherly membuat Irene tersenyum, sepertinya Sherly terlalu meremehkannya, dia tidak tau kalau Irene adalah orang yang lebih terkenal dari artis kpop lainnya karena dia juga memiliki agensi artis sendiri di Korea tentu saja banyak orang yang mengenalinya.
“Lagian kalo emang Iren banyak fansnya, sejak tadi pasti sudah banyak orang yang minta tanda tangan atau foto bareng dong, tapi buktinya ga ada.” Sambung Sherly.
“Sudahlah jangan di bahas lagi, ayo kita segera pergi.” Ajak Daniyal.
Akhirnya mereka memakai mobil masing-masing untuk pergi ke pasar malam yang di maksud oleh Sherly, Brams dengan Sherly dan Daniyal dengan Irene.
Daniyal tetap menyuruh bodyguardnya menjaga keamanan istrinya mengingat apa yang tadi di ucapkan oleh Brams, dan selama di Indonesia juga Irene banyak sekali penggemarnya jadi tidak menutup kemungkinan kalau Irene juga memiliki penggemar di sini.
“Apa yang di ucapkan Brams benar-benar akan terjadi sayang? Kamu butuh topi dan masker?” tanya Daniyal.
“Engga ga perlu sayang, kamu sudah membawa beberapa bodyguard saja sepertinya sudah cukup, lagipula bukankah kamu juga salah satu my bodyguard?” goda Irene.
“Ah iya tentu saja! Aku adalah bodyguard khusus untuk menjagamu di kamar..” balas Daniyal dengan senyum menggoda.
Irene yang melihat suaminya seperti itu hanya bisa tertawa dan keduanya pun terus bercanda sepanjang perjalanan, sampai akhirnya keduanya sampai di tempat yang di maksud.
Brams dan Daniyal memarkirkan mobil mereka di supermarket besar karena mereka akan meninggalkan mobil lumayan lama.
“Bentar aku turun duluan.” Ucap Daniyal yang langsung turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Irene.
“Yaampun apaan sih kamu ini lebay deh!” ucap Irene sambil tertawa melihat tingkah suaminya.
Sedangkan di sisi lain, Sherly turun dari mobil lebih dulu sedangkan Brams masih terpaku mendengar semua ucapan Sherly selama di perjalanan.
“Apa kamu tau kalau Daniyal sudah menikah? Apa dia mengundangmu?” tanya Sherly.
“Engga, dia ga mengundangku, sepertinya pernikahannya hanya di hadiri orang-orang terdekat saja.” Jawab Brams.
“Apa kamu menyukai Irene?” tanya Sherly tiba-tiba membuat Brams sedikit terkejut.
“Tapi aku masih menyukai Daniyal!” tegas Sherly.
“Aku tau! Tapi jangan sampai kamu melakukan sesuatu yang membuat mereka berdua terpisah Sherly!” ketus Brams.
“Kenapa? Apa kamu akan membalasku kalau sampai aku memisahkan mereka?” tanya Sherly.
“Tentu! Karena kamu tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan Iren Sherly, kamu hanyalah seorang dokter yang sama sekali tidak pernah masuk ke dalam ruang operasi, aku tau kamu juga sering bolos waktu kuliah untuk
bersenang-senang dengan teman-temanmu di club malam bukan?” ucap Brams membuat Sherly terkejut.
“Bagaimana bisa kamu tau tentang hal itu!?” tanya Sherly.
“Karena sejak awal aku dan kamu pergi ke Korea, Daniyal sudah menyuruhku untuk mengawasimu.”
“Lalu? Apa kamu memberitahu semuanya kepada Daniyal?” tanya Sherly.
“Tidak, aku tidak memberitahunya karena aku tidak ingin dia kecewa degan kelakukanmu!”
“Baguslah kalau kamu tidak mengatakannya kepada Daniyal.. Terus tadi kamu bilang apa? Aku tidak ada apa-apanya? Walaupun aku tidak pernah masuk ke dalam ruang operasi setidaknya gelarku sudah cukup agar tidak membuat Daniyal dan keluarganya malu.” Jelas Sherly.
“Cih! Stupid girl!” gumam Daniyal sambil tersenyum sinis.
Sherly benar-benar tidak tau apapun, bagaimana bisa dokter dan CEO perusahaan di bandingkan? Selama ini kerjaannya hanya menari di atas lantai dansa saja, dia tidak pernah serius dalam apapun.
Untung saja Daniyal meminta Brams untuk mempekerjakan Sherly di rumah sakit keluarganya, kalau tidak dia juga tidak akan mau mempekerjakan Sherly yang hanya memakan gaji buta.
Tok,,tok, tokk.. Brams yang sedang melamun langsung terkejut saat mendengar suara ketukan kaca mobilnya dari luar.
“Yaampun kaget!” ucap Brams yang langsung keluar dari mobilnya.
“Lu ngapain aja sih di dalem mobil Brams?” tanya Daniyal.
“Ga ada bengong gue mikirkin kenapa gue jomblo terus hahaha.” Canda Brams yang di susul tawa oleh Daniyal, Irene dan Sherly.
Mereka berempat akhirnya segera berjalan menuju kerumunan, dan benar saja belum sampai di pintu depan pasar, sudah banyak sekali orang yang mengerumuni Irene dan memint foto dengannya.
Daniyal yang melihat semuanya hanya bisa terpaku karena terkejut melihat antusias yang begitu besar kepada Irene.
Sedangkan Sherly tidak percaya dengan apa yang dia liat saat ini, dia tidak menyangka kalau Irene benar-benar terkenal di sini.
“Lu bego ya Daniyal!” teriak Brams yang langsung menarik tangan Irene dan menutupinya dengan jas miliknya.
Brams benar-benar kesal dengan Daniyal yang malah diam saja karena terkejut, sedangkan Brams yang sudah bisa memprediksi hal itu dengan sigap melindungi Irene.
Irene melepaskan kepalanya dari jas Brams dan tersenyum manis ke arah Brams.
“Terimakasih karena sudah membantu, tapi kak Daniyal adalah orang yang paling aku percaya untuk melindungiku, dia hanya terkejut karena dia tidak pernah pergi bersamaku ke negara ini.” Ucap Irene dengan dewasa.
Irene memberi hormat kepada semua orang dan menyapa mereka dengan ucapan selamat malam dan senyuman.
“Maaf semuanya, untuk hari ini aku sedang berlibur bersama suamiku jadi aku tidak bisa memberikan foto atau tanda tangan, semoga kalian bisa mengerti dan memberi privasi kepadaku.” Ucap Irene dengan baik-baik menggunakan bahasa Korea.
Tentu saja semua orang di sana mengerti tentang hal itu dan mereka segera berpencar dan memberi jalan untuk Irene dan yang lainnya.
“Lihat bukan? Aku sudah biasa mengatasi hal ini jadi kalian jangan khawatir.” Ucap Irene kepada Brams dan juga Daniyal.