
•Chapter 1•
...
Rachel, perempuan cantik nan periang dan dikenal ramah oleh semua anak-anak dikampus 'SM', kini sedang menjadi pusat perhatian anak-anak dikampusnya.
Bukan dirinya sebenarnya yang menjadi pusat perhatian, melainkan sesosok lelaki berparas bak dewa Yunani, bertubuh tinggi ideal dengan bahu yang tegap berdiri, sedang berjalan bersama perempuan idaman para lelaki di kampus ini.
Bagaimana tidak, mereka menjadi pusat perhatian? yang satunya cantik dan ramah yang satunya lagi tampan dan berwibawa.
'Siapa lelaki itu'
'mengapa sangat tampan, beruntungnya jadi Rachel '
kira-kira seperti itulah isi pikiran para mahasiswi yang melihat mereka bersama.
"Rachel "
teriak seorang perempuan sambil berlari kecil menuju Rachel.
Matanya berbinar menatap lelaki tampan di belakang sahabatnya itu.
"Siapa..? "
mata sahabatnya itu melirik-lirik lelaki yang berdiri di belakang tubuh Rachel.
Rachel mendengus kesal, biasanya sahabatnya itu akan menyapa atau memeluknya saat bertemu dikampus tapi gara-gara ada lelaki tampan saja dia diabaikan.
"Bodyguard ku.. " jawabnya malas.
"What! "
teriak Yasha, sang sahabat dengan ekspresi kagetnya.
"Bisa tidak, kau jangan sehisteris itu"
Rachel menekan telunjuknya pada dahi sahabatnya mendorongnya kebelakang memberi jarak, karna saking kagetnya Yasha sampai tak sadar memajukan kepalanya begitu antusias.
"Hehe.. "Cengirnya
"Sejak kapan?"
"Dua hari yang lalu" jawabnya acuh.
"Namanya? "
tanya sang sahabat begitu excited.
'Heol.. Sejak kapan cewek tomboy ini jadi peduli pada lelaki' Benak Rachel.
"Tanyakan saja.. "
"Hai, namaku Yasha sahabat Rachel senang bertemu denganmu, siapa nama mu? " Yasha menyodorkan tangannya dengan semangat.
"Kim Seokjin"
ucapnya membungkukan badan tanpa membalas uluran tangan seorang Yasha.
Begitu miris dalam hatinya,
'Bahkan lelaki ini tidak membalas uluran tangan ku, ah tapi setidaknya aku sudah tau namanya' batin Yasha.
"Wah, kau sangat beruntung punya bodyguard setampan Seokjin.. aku sangat iri"
ucapnya sembari bermanja pada lengan sahabatnya.
Oh ayolah, mereka masih di area koridor kampus dan teman-teman yang lain masih memperhatikan mereka.
"memalukan, menyingkir dari tangan ku!"
ucap Rachel pada Yasha yang hanya dibalas cengiran.
•
•
•
Saat di jam istirahat seperti ini banyak sekali mahasiswa yang langsung mengerubungi kantin, terbukti dengan jam istirahat kali ini mereka bertiga-- Rachel, Yasha dan sang bodyguard kebingungan mencari tempat duduk.
"Huuh.. Penuh semua" keluh Rachel.
"Rachel.. "
Suara seseorang menginterupsi Rachel dari belakang.
Rachel membalikan tubuhnya mencari sosok yang baru saja memanggilnya. Terdapati Kim Taehyung dan kedua sahabatnya Park Jimin dan Jung Hoseok.
Ya, Kim Taehyung sang Prince kampus yang selalu ada dimanapun Rachel berada, banyak yang bilang mereka pasangan yang cocok, cantik dan tampan juga sama-sama kaya.
Tentu saja, Rachel terlahir dalam keluarga yang amat sangat kaya Raya siapa yang tak kenal dengan ayahnya? pebisnis no. 2 di Korea Selatan yang memiliki cabang perusahaan dimana-mana.
Juga CEO muda kita Kim Taehyung, anak pewaris tunggal keluarga Kim yang setiap harinya meraup untung milyaran dari perusahaan keluarganya.
Keduanya sempurna, namun tak ditakdirkan bersama karna nyatanya Rachel selalu menolak keberadaan Taehyung,
entahlah.. bukanya tidak suka, Taehyung itu pria baik hanya saja Rachel lebih menganggapnya sebagai seorang Kakak.
"Oh hai taehyung"
"Mencari tempat duduk? "
tanya Taehyung dengan senyum indahnya membuat siapa saja yang melihatnya akan terkagum-kagum.
Rachel hanya bergumam menjawabnya.
"Ikut aku.. "
Taehyung dengan santainya menarik lengan Rachel menuju tempat duduk bagian tengah kantin dan langsung menyuruh orang-orang disana untuk mengosongkan tempat tersebut.
Tanpa bantahan mereka langsung pergi meninggalkannya.
"Kita disini saja bersama"
Yang lainnya seperti Jung Hoseok, Park Jimin dan Yasha mendudukan dirinya dikursi-kursi yang telah kosong itu.
"Aku akan memesan makanan dulu.. "
ucap Rachel yang baru saja akan bangun dari duduknya sebelum ditahan oleh lelaki berjas hitam itu.
"Biar saya nona"
ucap Seokjin sang bodyguard yang sedari tadi berdiri disampingnya.
"Oh baik-- "
"Biar aku saja tak apa"
potong Taehyung, memberi sinyal pada lelaki itu untuk diam saja ditempatnya dan Taehyung pun langsung pergi memesan makanan.
"Padahal aku belum bilang mau pesan apa.. " ucap Rachel setelahnya.
Dan tanpa dirinya sadari, sedari tadi ada yang menggerutu dalam hatinya menahan amarah melihat Taehyung bergitu perhatian pada Rachel layaknya seorang kekasih.
•
•
•
"lelaki itu siapa? "
Taehyung menunjuk Kim Seokjin yang sedari tadi berdiri tegap di hadapan mobil Rachel.
Mereka, Rachel dan Kim Taehyung sedang berjalan beriringan di koridor menuju parkiran berniat untuk pulang karna mata pelajaran keduanya telah selesai hari ini.
Melihat lelaki berjas hitam itu bertengger di depan mobil sang gebetan, Taehyung pun penasaran siapa sebenarnya lelaki yang terus menerus membuntuti calon pacarnya itu.
Ya, calon pacar karna mereka belum resmi berpacaran dan Taehyung yakin akan segera merubah status mereka secepatnya.
"Dia bodyguard baru ku.. "
"Sejak kapan? " tanyanya masih penasaran.
"Dua hari yang lalu, awalnya aku juga menolak karna ku pikir akan menyusahkan saja bila setiap gerak gerik ku akan diawasi dan akhirnya tak bisa bebas lagi.. "
Rachel mengerucut kan bibirnya.
Dia mengingat saat dirinya menolak pada Ayahnya saat dia tau akan selalu diawasi bodyguard.
Namun Ayahnya mengancam akan mengambil semua fasilitas hidupnya seperti mobil, black card dan juga apartemen dan lagi Rachel tak mungkin menolaknya.
"Alasanya? "
Rachel memandang sejenak ke arah Seokjin yang cukup jauh dari koridor tempat ia berjalan dengan Taehyung.
"Ayah ku bilang, agar ada orang yang menjagaku lagipula besok ayah akan pergi ke Kanada untuk perjalanan bisnis nya selama enam bulan dan tak ada yang mengawasi ku, ia juga bilang katanya akhir-akhir ini marak berita kejahatan pada wanita, aku tau Ayah hanya khawatir padaku dan aku mengerti itu.. "
ucapnya sedih.
Mengingat ia akan kesepian di Rumah besar nya karna sang ayah akan keluar negri untuk urusan bisnisnya.
Sebenarnya ini bukan kali pertama Ayahnya pergi
hanya saja semenjak sang ibu meninggal karna kecelakaan 5 bulan yang lalu dirinya jadi merasa sendiri, tentu saja itu masih sangat berbekas di hati Rachel selaku anak satu-satunya dia sangat kesepian.
"Kau tenang saja, tanpa disuruh pun aku juga akan menjagamu"
ucap Taehyung yang langsung merangkul pundak Rachel namun dengan cepat Rachel menjauh dan memberi sedikit jarak.
"Hmm.. Terima kasih taehyung"
Taehyung pun hanya memaksakan senyumnya.
•
•
•
Rachel sedang bersantai di apartemennya sambil membolak balikan majalah yang sedari tadi dipegang nya melihat-lihat produk apa yang sedang tren saat ini.
Setelah mulai bosan membuka lembaran tiap lembaran akhirnya ia memutuskan keluar dari kamarnya.
"Seokjin.. " panggilnya.
Sang bodyguard pun menghampiri nonanya.
"Aku bosan disini, aku ingin jalan-jalan apa kau punya tempat rekomendasi yang Bagus?"
tanyanya sembari berjalan menuju ruang Tv apartemen.
Sebenarnya tempat ini tidak bisa dikatakan apartemen dari luasnya saja tempat ini sangat luas memiliki 4 kamar tidur dan 3 kamar mandi dengan dapur luas dan perabotan masak yang lengkap.
ya, Rachel itu hobby memasak. Sempurna bukan? Cantik, kaya, pintar, ramah dan jago memasak hanya saja tak jago dalam urusan percintaan.
"Apa hari ini nona tidak masuk kuliah? " tanya Seokjin.
"Tidak.. Aku malas ah, sehari membolos tidak akan jadi masalah" ucapnya santai.
Rachel mengambil handphone di kantong hoodie pink nya mengetikan pesan singkat pada seseorang.
"Jin, antarkan saja aku kerumah sahabat ku"...
•
•
•
"Aku tidak melihat Rachel hari ini.. "
itu Taehyung yang bertanya.
"Dia tidak masuk sepertinya tae"
ucap Hoseok yang tetap fokus pada game di handphonenya.
"Aku juga tidak melihatnya dari tadi"
timpal Jimin yang tengah mengaduk-aduk kopinya dengan sedotan.
Kini mereka bertiga sedang berada di kantin kampus mengabiskan sisa-sisa waktu istirahat dengan bersantai.
"Tae apa kau masih mengejarnya? "
tanya Jimin dengan tampang seriusnya.
"Tentu saja, kenapa? "
"Tidak, hanya saja sampai kapan-"
tanya Jimin lagi dengan sorot mata yang tak Taehyung mengerti.
Taehyung membuang nafasnya pelan.
"Ntahlah Rachel selalu saja menghindar saat aku coba dekati tak semudah perempuan lainya yang ku temui.. "
"Jika kau ingin, kau bisa menunjuk wanita mana saja taehyung untuk berkencan dengan mu ataupun mengangkang dibawah mu"
itu Jung Hoseok yang mulai mengikuti alur pembahasan kedua sahabatnya.
Taehyung menarik segaris ujung bibirnya.
"Itu dulu.. Sekarang aku berubah setelah bertemu dia, sekarang yang ku inginkan hanya dia"
"Apa kau serius? Maksudku, kau serius mencintainya? Atau hanya ingin bermain-main seperti dulu?" Jimin kembali bertanya.
"tentu saja, aku mencintainya jim.. Aku bersumpah akan berubah karnanya"
ucap Taehyung bersungguh-sungguh.
"Perjuangkanlah tae.. "
Hoseok menepuk-nepuk bahu sahabatnya memberikan semangat.
"Tae apa kau tidak menyadari ada orang lain yang menyukai mu dengan tulus? Mungkin kau bisa mencoba mendekatinya dan berhenti mengejar Rachel yang acuh padamu.. "
Taehyung mengerutkan alisnya mendengar ucapan Jimin.
'Orang lain? Menyukai ku? ' batin Taehyung.
"Maksud mu?"
"Sudah lupakan saja tae kita harus kembali ke kelas, mata pelajaran akan segera dimulai"
Jimin dengan segera bangkit dari duduknya memotong ucapan Taehyung dan meninggalkannya dengan raut wajah bingung.
•
•
•
TO BE CONTINUED