MY BODYGUARD

MY BODYGUARD
BAB 155



Hari ini, Irene dan baby X sudah di ijinkan untuk pulang ke rumah, Daniyal dan Irene juga sudah memutuskan untuk mengumumkan nama bayi mereka di sana.


"Ke mana semua orang? Kenapa hanya kamu yang menjemputku?" tanya Irene kepada suaminya


"Semua orang sedang sibuk bekerja sayang, mereka akan menunggumu di rumah." ucap Daniyal.


"Kenapa? Mereka lebih mementingkan pekerjaan dari pada aku dan baby X?" tanya Irene dengan kesal.


"Kenapa kamu bilang begitu sayang? Mereka sangat memperdulikanmu dan baby X hanya saja mereka semua sedang sibuk bekerja." Ucap Daniyal berusaha untuk membujuk


Irene hanya memanyunkan bibirnya, dia kesal karena tidak ada yang menjemput kepulangannya, tapi dia juga tidak bisa memaksa karena semuanya memiliki kesibukan masing-masing.


Irene dan Daniyal sudah berada di dalam mobil dan segera menuju rumah mereka.


Sebenarnya sejak kemarin Daniyal memiliki pertanyaan kepada istrinya, hanya saja dia tidak bisa bertanya langsung kemarin.


"Kamu kenapa? Lagi mikirin sesuatu?" tanya Irene saat melihat Daniyal yang seperti orang yang gatal ingin berbicara.


"Sebenernya dari kemarin aku pengen nanya tapi ga enak aja." ucap Daniyal.


"Ga enak kenapa sayang? Ada sesuatu?" tanya Irene.


"Kemarin katanya kamu sama Aleena lagi ngobrolin sesuatu yang serius sampe adik-adikmu yang lain di suruh keluar." ucap Daniyal.


"Kok kamu tau tentang hal itu? Mereka ngadu ke kamu?" tanya Irene.


"Engga, mereka ga ngadu kok, aku kemarin mau nyamperin kamu tapi mereka bilang kamu ga bisa di ganggu." balas Daniyal.


"Kamu cuma mau tanya itu aja? Tapi kok kayaknya ragu banget ngomongnya." ucap Irene.


"Yang mau aku tanyain, apa yang kalian berdua bicarakan sampai adik-adikmu yang lain tidak boleh dengar?" tanya Daniyal.


"Ah itu,, rahasia sayang, urusan wanita jangan kepo deh hihihi.” Ucap Irene dengan santai agar suaminya tidak curiga yang berkepanjangan.


“Sudahlah lebih baik kamu fokus menyetir sayang, agar putra kita bisa langsung berbaring di atas tempat tidurnya yang empuk.” Ucap Irene.


Daniyal hanya mengangguk mengiyakan ucapan sang istri lalu dia segera mempercepat kecepatan mobilnya agar cepat sampai di rumah.


Irene mengerutkan keningnya saat meliha rumah mereka terlihat sangat sepi sekali seperti tidak berpenghuni padahal Daniyal bilang mereka semua menunggu kepulangan Irene di rumah, beberapa kali Daniyal menyalakan klakson tapi satpam yang biasanya berjaga tidak kunjung keluar dari posnya.


“Kok tumben banget pak satpam ga ada di posnya, baru kali ini loh dia teledor sayang.” Ucap Irene heran.


“Mungkin sedang ke toilet atau ketiduran namanya juga manusia sayang, bentar aku buka sendiri aja pagarnya.” Ucap Daniyal yang di balas anggukan oleh Irene.


Daniyal membuka pintu gerbang rumahnya lalu kembali ke mobilnya untuk memasukkannya ke dalam halaman lalu Daniyal kembali menutup gerbang rumah.


Daniyal menghentikan mobilnya tepat di depan pintu rumahnya, dengan segera Daniyal keluar dari mobil lebih dulu dan membantu Irene untuk keluar dari mobil bersama baby X.


Daniyal menyuruh Irene untuk membuka pintu rumah, sedangkan baby X di gendong oleh Daniyal.


Dan betapa terkejutnya Irene saat dia melihat semua orang berteriak sambil memegang balon berwarna merah, begitu juga dengan para pelayan dan juga satpam, pantas saja tadi tidak ada siapapun di pos satpam, ternyata semua orang sedang bersiap untuk menyambut kehadirannya dan baby X.