
Sudah seharian Irene berada di atas tempat tidurnya, Irene benar-benar merasa bosan karena Daniyal tidak mengijinkannya untuk turun dari tempat tidur.
Saat itu Irene benar-benar haus dan air yang sudah di sediakan di kamarnya sudah habis, Irene memanggil-manggil Daniyal yang ada di ruang kerjanya namun tidak ada jawaban dan akhirnya Irene harus turun dari tempat tidurnya untuk mengambil air.
“Mas Daniyal kemana sih?” ucap Irene yang memutuskan untuk melihat ke ruang kerja suaminya lebih dulu.
Irene menghela nafas lalu tersenyum saat melihat suaminya sedang tertidur di sofa yang ada di ruang kerja dengan dokumen yang berserakan di tubuhnya dan juga di lantai.
Irene berjalan mendekati suaminya dan merapihkan dokumen-dokumen yang berserakan dan menaruhnya di atas meja kerja suaminya.
“Kamu pasti lelah sekali ya sayang, semangat aku yakin lelahmu akan terbayarkan dengan setimpal.” Ucap Irene sambil mengelus rambut Daniyal dengan lembut dan mencium kening suaminya.
Irene mengambil selimut yang memang tersedia di ruang kerja untuk menyelimuti tubuh Daniyal yang hanya memakai kaos tipis dan celana pendek.
Setelah menyelimuti suaminya dan memastikan tubuhnya tidak kedinginan, Irene segera turun ke bawah untuk mengambil air minum.
“Loh non Iren kok turun sendiri? Kenapa ga bilang bibi aja atau bilang tuan Daniyal.” Ucap bi Sumi.
“Iya nih bi, mas Daniyal ketiduran di ruang kerjanya, aku juga capek bi tiduran terus jadi aku ke bawah sendiri deh.” Jelas Irene.
“Nona mau apa? Biar bibi ambilkan.” Ucap bi Sumi.
“Aku mau minum air putih bi, haus banget.” Ucap Irene.
“Minum susunya dulu ya non, kan udah waktunya minum susu.” Ucap bi Sumi.
“Ah iya bibi benar, iya deh tolong buatin ya bi Iren tunggu di sini.” Ucap Irene yang langsung di balas anggukan oleh bi Sumi.
Setelah beberapa menit akhirnya bi Sumi menyediakan susu untuk Irene dan dengan segera Irene meminumnya karena dia tidak ingin sampai suaminya tau kalau dia turun ke bawah sendiri.
“Aku ga mau sampe mas Daniyal tau kalo aku turun ke bawah bi, jadi bibi jangan bilang kalo aku turun ya bi.” Ucap Irene.
Bi Sumi tidak mengatakan apapun, dia hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala melihat tingkah nona mudanya itu.
Setelah merasa kenyang dan tidak haus lagi Irene segera kembali menaiki tangga dengan sangat hati-hati karena dia takut kalau suaminya akan mengetahui kalau dirinya turun ke bawah sendirian.
Dan benar saja, saat Irene sedang menaiki tangga Irene merasakan ada bayangan seseorang di hadapannya membuat Irene langsung mendangakkan wajahnya dan melihat Daniyal yang sedang menyilangkan kedua tangannya di depan dan menatap Irene dengan tajam.
Irene hanya bisa mematung sambil memamerkan gigi putihnya kepada sang suami, dia bingung harus melakukan apa saat itu karena dia tau dia akan di marahi.
“Eh s-sayang…” ucap Irene menyapa sang suami dengan senyum ramahnya.
“Kamu masih bisa ketawa sayang? Kamu tau ga salah kamu apa?” tanya Daniyal dengan tegas.
“I-iya mas aku tau kok aku salah udah turun dari tempat tidur.” Jawab Irene.
“Udah tau tapi masih di lakuin?” tanya Daniyal.
“Jangan galak-galak amat lah sayang, aku kan bosen di atas tempat tidur terus.” Ucap Irene.
“Kamu ini memang selalu mencari alasan, aku tau kamu bosan tapi kamu juga harus mementingkan anak kita.” Ucap Daniyal.
“Iya iya sayang, udah ya jangan marah lagi ah! Yuk kita masuk ke dalam kamar aja yuk.” Ajak Irene sambil merangkul lengan Daniyal dengan manjanya.
Irene tau betul kalau suaminya akan luluh jika dia bersikap manja, dan benar saja Irene berhasil membuat Daniyal luluh dan tidak marah lagi kepadanya.