MY BODYGUARD

MY BODYGUARD
BAB 33 (BERSENANG-SENANG)



Tiko sudah menghentikan mobil di depan rumah keluarga Bramantio, Tiko menoleh ke arah Daniyal dan melihatnya sedang tertidur pulas.


“Tuan, kita sudah sampai.” Ucap Tiko membangunkan Daniyal.


Daniyal membuka kedua matanya perlahan lalu menoleh ke arah jendela dan menghela nafas panjang saat menyadari kalau dirinya sudah berada di depan rumahnya.


“Apa papi tidak bekerja?” tanya Daniyal.


“Bekerja tuan, tuan Besar sudah berada di perusahaan sekarang dan aku juga sudah mengatakan kalau aku mau menjemput anda.” Jelas Tiko.


“Yah, kamu memang selalu mengatakan semuanya kepada papi,, apa kamu tidak cukup setia kepadaku saja?” tanya Daniyal.


Tiko tersenyum mendengar pertanyaan atasannya itu sebelum akhirnya menjawab.


“Aku selalu setia kepadamu tuan, anda tau betul tentang itu bukan?” tanya Tiko.


“Terus kenapa kamu memberitahu semua kegiatanku kepada papi?”


“Karena atasanku memang tuan, tapi tuan besar lebih menakutkan tuan..” bisik Tiko yang membuat Daniyal tertawa mendengarnya.


“Wah ternyata aku harus menjadi seperti papi dulu baru membuatmu takut ya?” tanya Daniyal.


“Jangan tuan! Cukup satu saja yang menakutkan seperti itu.” Ucap Tiko.


“Haah sudahlah aku ga jadi istirahat kalau kamu terus berbicara denganku.” Ucap Daniyal yang segera membuka pintu mobilnya.


Daniyal bingung saat melihat Tiko yang juga ikut keluar dari mobil.


“Kenapa kamu ikut turun?” tanya Daniyal.


“Aku mau memakai mobilku tuan.” Jawab Tiko.


“Tiko, pakailah mobilku.. Bukannya aku sudah bilang kalau kamu boleh memakai mobilku sampai misi yang di berikan papi selesai.” Ucap Daniyal.


“Tapi saat ini tuan sedang ada di rumah, apa tuan tidak ingin keluar menikmati libur?” tanya Tiko.


“Biar aku yang membawa mobilmu nanti, kamu bawalah mobilku bye..” ucap Daniyal sambil melambaikan tangannya dan berjalan masuk ke dalam rumahnya.


“Baiklah tuan, kunci mobilnya ada di tempat biasanya..” teriak Tiko yang hanya di balas lambaian tangan oleh Daniyal.


Daniyal masuk ke dalam rumah dengan malas karena tubuhnya terasa sakit semua setelah kejadian waktu itu.


“Tuan Daniyal, selamat datang… Apa tuan mau makan?” tanya pelayan rumah yang menyambut kedatangan Daniyal.


“Tidak perlu bi, rasanya aku sudah kenyang walaupun belum makan apapun.” Ucap Daniyal yang langsung berjalan menaiki tangga dan masuk ke dalam kamarnya.


Setelah masuk ke dalam kamarnya, Daniyal segera merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya begitu saja.


“Haah,, rasanya sudah lama sekali aku tidak tidur di kasur kesayanganku ini… Tubuhku rasanya remuk semua dan bekas luka ini masih terasa panas walaupun sudah mengering.” Gumam Daniyal yang segera memejamkan kedua matanya.


Malam pun tiba, Daniyal yang tertidur pulas tiba-tiba saja terkejut saat mendengar suara ketukan pintu kamarnya berkali-kali membuat Daniyal yang masih mengantuk terpaksa harus bangun dari tidurnya dan membuka pintu kamarnya.


“Duh apaan sih bangunin aja!” ucap Daniyal saat membuka pintu.


“Maaf tuan bibi ganggu, tapi di depan ada teman-teman tuan Daniyal maksa suruh manggil tuan padahal bibi udah bilang kalo tuan lagi tidur.” Jelas pelayan rumah tersebut.


“Ah begitu, tidak apa bi aku memang menyuruh mereka untuk menjemputku.. Bilang sama mereka kalo aku akan turun sebentar lagi, aku mau mandi dulu.” Ucap Daniyal yang di balas anggukan oleh pelayannya.


Setelah melihat pelayan rumahnya sudah berjalan menuruni tangga, Daniyal segera kembali masuk ke dalam kamar untuk mandi dan bersiap untuk pergi dengan teman-temannya.


“Malam ini aku akan bersenang-senang menikmati liburanku sebelum kembali menjadi bodyguard.” Gumam Daniyal sambil merapihkan pakaiannya dan segera keluar dari kamarnya.


Daniyal yang sedang menuruni tangga segera menyapa semua temannya yang sudah duduk diruang tamu sambil meminum jus jeruk yang di buatkan oleh pelayan rumahnya.


“Hai guys!!” seru Daniyal dengan wajah yang terlihat bahagia.


“Widih,, bos kita sudah datang ternyata… Kemana aja lo bro?” tanya Roy kepada Daniyal.


“Apaan sih lu lebay banget deh!” ketus Daniyal yang langsung menghampiri dua temannya.


“Hahaha, lu kemana aja sih Dan? Lo ga tau ya semenjak lo ga ada kita semua ga bersenang-senang.” Ucap Roy kembali.


“Kepo lu! Gue ada misi rahasia dari papi jadi jangan banyak tanya dan hari ini kita harus menikmatinya sampai pagi karena gue harus kembali bekerja lusa.” Jelas Daniyal.


“Hahaha baiklah kalau begitu ayo kita berangkat sekarang karena gue juga mau melepaskan stress!” ajak Roy dengan semangat.


Namun Daniyal hanya melihat Tomy yang hanya tersenyum melihat dirinya dan Roy berbicara membuat Daniyal merasa aneh karena selama ini Tomy adalah orang yang sangat bersemangat dalam keadaan apapun.


“Lo kenapa Tom? Oke kan?” tanya Daniyal yang mengkhawatirkan keadaan temannya.


“Gue baik-baik aja kok santai bro..” balas Tomy.


“Dia lagi stress juga, bokapnya mau jodohin dia tapi dia ga tau siapa yang mau di jodohin sama dia.” Sahut Roy menjelaskan.


“Seriusan? Terus apa masalahnya? Baru mau kan? Lo juga masih harus ketemuan dulu kan?” tanya Daniyal.


“Masalahnya gue ga tau sama sekali orangnya kayak gimana, biasanya kan orang kaya yang di jodohin sama orang tuanya itu ya kalo ga jelek, sikapnya minus makanya ga laku!” ketus Tomy.


“Hahaha, gila lo Tom! Ya ga gitu juga kali, siapa tau tu cewek cantik bohay aduhay..” ucap Daniyal sambil mempraktekkan lekukan dengan kedua tangannya.


Tomy segera melemparkan bantal kursi ke arah Daniyal karena sikapnya yang terlalu berlebihan.


“Gila lu!” ketus Tomy dan di balas tawa oleh Daniyal dan juga Roy.


“Udah ah kelamaan nunggu kalian selesai berantem, ayo kita berangkat sekarang.” Ajak Roy.


Daniyal dan Tomy segera menganggukkan kepala mereka dan segera berjalan menuju pintu rumah Daniyal dan mereka bertiga berpapasan dengan Bramantio yang baru saja kembali.


“Hai pi..” sapa Daniyal dengan santai saat melihat papinya.


“Hai om…” sapa Roy dan Tomy secara bersamaan.


“Hai Roy, Tom, aku jarang sekali melihat kalian semenjak Daniyal tidak di rumah.” Ucap Bramantio.


“Itu karena om memberinya misi rahasia jadi kami tidak bisa sering datang kemari.” Ucap Roy bercanda.


“Hahaha, itu agar Daniyal bisa dewasa dan memecahkan masalahnya sendiri.. Oh iya kalian mau kemana?” tanya Bramantio.


“Karena Daniyal bilang besok masih libur jadi kami mengajaknya untuk bersenang-senang.” Sahut Tomy.


“Ah begitu, kalau begitu silahkan pergilah, selamat bersenang-senang…” ucap Bramantio yang di balas anggukan oleh semuanya.


Setelah mendapatkan ijin dari Bram, ketiganya segera masuk ke dalam mobil masing-masing dan segera melaju ke club malam yang biasa mereka datangi selama ini untuk bersenang-senang.


Sesampainya di club tersebut, Daniyal, Roy dan Tomy segera naik ke lantai atas karena mereka memiliki ruangan sendiri untuk bersenang-senang.


“Haah,, sudah lama sekali kita tidak kemari..” ucap Daniyal yang langsung duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut.


“Aku juga sudah memanggil wanita cantik untuk kita semua..” ucap Roy dengan senyum sinisnya.


“Cih, yang ada di fikiranmu hanya wanita cantik Roy!” ketus Tomy.


“Mungkin kalian juga harus menikmati hal seperti ini sebelum kalian menikah nanti..” balas Roy.


Daniyal dan Tomy hanya menghela nafas panjang sambil menggelengkan kepala mendengar ucapan sahabatnya itu.


Malam itu, mereka bertiga bersenang-senang dengan para wanita yang sudah di panggil Roy untuk menghibur mereka, mereka juga memesan banyak sekali anggur untuk berpesta semalaman.