
“Anda hamil!”
Kata-kata itu adalah sebuah kata yang sangat di nantikan oleh Irene, dia yakin kalau keluarganya akan sangat bahagia dengan kabar yang akan dia berikan.
Irene segera mengendarai mobilnya dengan hati yang bahagia, dia sesekali mengelus perutnya yang belum terlihat dengan lembut.
“Sudah dua bulan kamu di perut mama tapi kamu tidak pernah rewel sama sekali, pintar sekali anak mama.” Puji Irene kepada anaknya.
Sesampainya di halaman rumah, Irene sudah di sambut oleh bi Sumi yang kebetulan sedang menyiram tanaman di halaman.
“Nyonya Irene, nyonya sudah pulang?” tanya bi Sumi.
“Iya bi, Iren cuma rapat habis itu pulang.” Jawab Irene.
“Oh iya di mana kak Daniyal bi?” tanya Irene.
“Tuan Daniyal ada di dalam kamar nyonya.” Jawab bi Sumi.
“Haah, apa dia tidak bosan di kamar terus? Baiklah kalo gitu Iren ke atas dulu ya bi..” ucap Irene yang di balas anggukan oleh bi Sumi.
Irene berjalan menaiki tangga dengan hati-hati, dia harus menjaga dirinya agar tidak melukai anak yang dia kandung.
Irene segera membuka pintu kamar dan melihat suaminya sedang duduk di balkon sambil melihat keluar,otomatis suaminya itu tau kalau Irene sudah pulang tapi dia tidak keluar kamar untuk menyambutnya seperti biasa.
“Sayang…” sapa Irene sambil berjalan mendekati Daniyal.
Daniyal hanya menoleh sekilas lalu kembali melihat keluar balkon membuat Irene merasa bingung dengan sikap suaminya.
Irene tetap mendekati suaminya dan memeluk Daniyal dari belakang membuat Daniyal sedikit terkejut namun dengan cepat Daniyal melepaskan pelukan istrinya.
“Kak Daniyal, kenapa kamu melepaskan pelukanku?” tanya Irene dengan wajah sedih.
“Kamu sudah pulang? Mandi dan istirahat lah, aku akan keluar dengan Tommy dan Roy.” Ucap Daniyal.
Daniyal pergi begitu saja tanpa ada ciuman mesra seperti biasanya, Irene benar-benar tidak percaya dengan perubahan sikap suaminya yang tiba-tiba itu.
“Kak Daniyal kenapa?” gumam Irene dengan hati yang sakit.
Rasanya dadanya sangat sesak dan tidak bisa bernafas dengan benar, sedangkan dia tidak bisa melakukan apapun selain diam dan menahan air matanya.
Sedangkan di sisi lain Daniyal ikut merasakan sakit saat memperlakukan istrinya seperti tadi, dia hanya bisa menahannya karena dia mengingat kata-kata sang adik.
“Tuan mau kemana?” tanya bi Sumi yang melihat majikannya sudah rapih.
“Aku akan ke luar bi, jaga rumah ya titip Iren juga karena tadi aku membuatnya sedih.” Ucap Daniyal.
“Ah iya aku juga mungkin akan pulang larut.” Lanjut Daniyal yang langsung berjalan menuju mobilnya.
Irene yang masih berdiri di balkon melihat suaminya sudah masuk ke dalam mobil tanpa melihat ke arahnya sama sekali.
“Sepetinya bukan waktu yang tepat untuk memberitahu tentang kehamilanku pada kak Daniyal.” Gumam Irene yang memutuskan untuk masuk ke dalam kamar dan membersihkan diri.
Daniyal terus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, sampai akhirnya dia sampai di club malam milik Roy dan segera naik ke ruang VIP seperti biasanya.
“Hai Daniyal! Kamu ini sudah tidak pernah main sama kita semenjak punya istri ya..” ucap Roy saat melihat Daniyal sudah masuk ke dalam ruangannya.
Sedangkan Tommy yang dari tadi hanya diam sudah memperhatikan ekspresi wajah Daniyal yang tidak senang.
“Sepertinya dia lagi ada masalah sama istrinya, apa kamu sudah mulai bosan? Kalau kamu sudah tidak menyukainya maka aku yang akan mengambilnya darimu.” Ucap Tommy yang membuat suasana di ruangan itu seketika menjadi canggung.
“Ambil saja kalau kamu menginginkannya!” ucapan Daniyal membuat Roy dan Tommy terkejut bukan main.
Selama ini Daniyal tidak pernah terima kalau Tommy mengatakan hal itu tentang Irene, namun saat ini Daniyal mengatakan hal yang tidak terduga.
“Apa kamu bilang Daniyal!?” ketus Tommy.
“Ambil saja jika kamu mau, bukankah kamu sangat menginginkannya?” tanya Daniyal dengan santainya lalu duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
Tommy yang mendengar ucapan santai Daniyal hanya bisa mengepalkan kedua tangannya, ingin sekali rasanya dia memukul Daniyal saat itu tapi Roy sudah memegang tangan Tommy menyuruhnya tidak berbuat hal yang tidak-tidak.
“Brengsek kamu Daniyal! Aku tidak akan pernah melepaskannya kalau aku sudah mendapatkannya!” ketus Tommy yang langsung berjalan keluar ruangan.
Sedangkan Roy hanya bisa memijat keningnya karena merasa pusing dengan kejadian yang terjadi di dalam ruangannya.
“Padahal aku kira kita akan bersenang-senang setelah lama tidak bertemu, tidak di sangka kalau hal ini akan terjadi!” ucap Roy.
“Tommy!” panggil Roy dengan berteriak.
“Kamu tunggu di sini dulu ya Dan, aku akan memanggil Tom.” Ucap Roy yang langsung berlari mengejar Tommy.
Sedangkan Daniyal yang di tinggal sendirian hanya bisa menjambak rambutnya sendiri lalu meminum minuman beralkohol yang ada di sana.
Daniyal terus minum karena dia ingin melepas bebannya malam itu, sesekali Daniyal melihat kalau Irene menghubunginya terus menerus namun dia tidak berniat untuk mengangkatnya.
“Hei! Panggilnya semua wanita cantik yang ada di sini!” teriak Daniyal kepada pelayan yang dari tadi berdiri di depan pintu.
“Baik tuan.” Ucap pelayan tersebut yang segera menghubungi para wanita yang akan di sukai Daniyal.
Beberapa menit kemudian, ada dua orang wanita cantik dan berpakaian mini masuk ke dalam ruangan dan segera duduk di sebelah kanan dan kiri Daniyal.
Mereka berdua mulai menggoda Daniyal dan itu yang membuat Daniyal yang sudah mabuk itu senang.
Tanpa di ketahui Daniyal, Tommy diam-diam sudah menghubungi Irene dan mengatakan kalau Daniyal sedang berada di club malam.
Tentu saja Irene yang mendapat kabar seperti itu langsung bersiap untuk pergi ke club dan menjemput suaminya.
“Loh nyonya Irene mau kemana?” tanya bi Sumi.
“Aku mau pergi bentar ya bi.” Jawab Irene.
“Nyonya di luar sudah malam dan dingin juga, lebih baik nyonya tidak keluar.”
“Maaf bi tapi aku harus keluar karena aku ingin menjemput kak Daniyal.” Ucap Irene.
“Menjemput tuan Daniyal? Nyonya mau menjemput di mana?”
“Ada di club temannya bi, bibi tenang aja aku pasti hati-hati.” Ucap Irene.
“Tunggu nyonya! Ini pakai jaket ini biar ga kedinginan.” Ucap bi Sumi yang berlari masuk ke dalam dan mengambil jaket milik Daniyal yang baru saja selesai di cuci.
“Terimakasih bi, aku akan segera kembali.” Ucap Irene yang langsung mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.
Setelah beberapa menit mengendarai mobilnya, Irene akhirnya sampai di club malam yang pernah dia datangi waktu menjemput adiknya.
Irene tiba-tiba teringat kalau dia pernah melihat Daniyal ke club itu dan naik ke lantai atas bersama teman-temannya.
Akhirnya tanpa bertanya di mana keberadaan Daniyal, Irene segera naik ke lantai atas untuk menemui suaminya.