MY BODYGUARD

MY BODYGUARD
BAB 144 (PENJAGAAN KETAT)



Di kamar hotel Gilang, suasana terasa sangat menegangkan, bukan apa, hanya saja saat itu Aleena dan Abizar merasa kalau Gilang akan mengintrogasi mereka berdua.


“Papi... Aleena bukannya mau diem-diem dan berangkat mendadak, Aleena ga tau kalo ternyata kak Abizar memberikan kejutan sama Aleena.” Ucap Aleena kepada Gilang yang baru saja mau duduk di sofa yang ada di hadapan Aleena dan Abizar.


“Papi tidak perduli akan hal itu Aleena, papi tidak mempermasalahkan kamu mau pergi kemana.” Ucap Gilang.


“Tapi pi, dari dulu papi kan selalu marah kalo kita pergi tiba-tiba, dan papi kasih kita jatah dua hari untuk memberitahu papi kalo mau pergi.” Ucap Aleena.


“Itu saat kalian belum memiliki suami, sekarang kamu sudah memiliki suami maka kamu sudah menjadi tanggung jawab suamimu dan kalo kamu mau kemanapun kamu wajib berpamitan dengan suamimu lebih dulu sebelum meminta ijin papi.” Jelas Gilang.


“Yaampun pi, Aleena udah deg-degan loh tadi.” Ucap Aleena.


“Maaf ya Abizar, karena terlalu overprotective sampai Aleena ketakutan padahal kalian mau honeymoon.” Ucap Gilang kepada Abizar.


“Engga apa-apa pi, malah Abizar bersyukur karena Aleena punya papi yang baik dan sangat menjaga Aleena dengan sangat baik.” Ucap Abizar.


Gilang hanya tersenyum mendengar ucapan Abizar, lalu dia beranjak dari sofa dan pergi ke dekat lemari seperti akan mengambil sesuatu membuat Aleena dan Abizar kebingungan.


“Papi ngapain?” bisik Abizar.


“Aku juga ga tau.” Balas Aleena.


Lalu Gilang kembali duduk di tempatnya dan memberikan satu kotak perhiasan yang berukuran sedang.


“Ini apa pi?” tanya Aleena.


“Bukalah.” Ucap Gilang yang akhirnya di ikuti oleh Aleena.


Aleena membuka kotak tersebut dan terkejut saat melihat berlian berwarna biru seperti warna kesukaannya.


“Itu peninggalan mami kamu, keinginan mami memang membelikan berlian untuk kelima putrinya dengan warna kesukaan mereka.” Jelas Gilang.


“Yaampun papi, ini terlalu mahal pi, lebih baik papi simpan saja untuk tabungan masa depan.” Ucap Aleena.


“Kamu ini bagaimana Aleena! Ini adalah peninggalan mami kamu untuk kamu masa iya mau di buat tabungan? Lalu kalo butuh di jual begitu? Tidak boleh! Papi sudah memiliki tabungan yang banyak untukmu dan saudarimu yang lain.” Tegas Gilang.


“Baiklah pi, kalau begitu terimakasih banyak karena sudah menjadi papi yang baik selama ini, Aleena sangat bersyukur telah lahir di keluarga ini, dan kalau di lahirkan kembali Aleena tetap mau menjadi anak papi dan mami.” Ucap Aleena dengan lembut.


“Dan kalau aku terlahir kembali, aku harap mamiku tidak akan pernah bertemu dengan keluarga kalian dan berujung dengan kematian!” batin Abizar sambil menatap ke arah Aleena dan Gilang.


“Apa kak Iren juga sudah mendapatkan berlian ini?” tanya Aleena.


“Ah begitu, kalau begitu Aleena dan kak Abizar pamit dulu ya pi, masih ada barang-barangku yang harus aku bawa.” Ucap Aleena.


“Tidak perlu, kakakmu baru menghubungi papi kalau dia sudah menyewakan penginapan terbaik dan juga sudah memberikan fasilitas terbaik di sana, jadi kalian berdua hanya tinggal menempati saja.” Jelas Gilang.


“Benarkah pi? Padahal niatnya di rumah kita mau mencari hotel untuk menginap di sana.” Ucap Aleena.


“Apa kamu lupa kalau kakakmu memiliki perusahaan di sana? Tentu saja dia juga memiliki tempat untuk tinggal selama di sana, membayar hotel itu cukup mahal jadi kakakmu memilih membeli tempat seperti villa untuknya tinggal di sana.” Jelas Gilang.


“Iya papi benar juga ya, aku lupa kalau aku memiliki rich sister hehehe…” canda Aleena yang di balas tawa oleh Gilang.


“Kalau begitu kalian berdua segera pulang dan bersiap untuk bulan madu kalian, selamat berbulan madu dan berikan papi cucu yang banyak ya…” goda Gilang sambil tersenyum penuh arti.


Aleena dan Abizar hanya tersenyum mendengar ucapan Gilang, keduanya mencium punggung tangan Gilang lebih dulu sebelum akhrinya keduanya keluar dari kamar Gilang dan segera menuju ke rumah keluarga Herlambang untuk mengambil beberapa barang pribadi Aleena.


Sedangkan di dalam kamarnya Gilang segera menghubungi seseorang.


“Aku ingin kalian mengikuti putriku Aleena, dia ingin berbulan madu di Korea dan jaga dia dengan baik!” tegas Gilang.


Yap! Selama ini Gilang selalu menyuruh putrinya untuk mengatakan dua hari sebelum kepergian mereka karena dia ingin menyuruh orangnya untuk mengikuti dan menjaga putri mereka.


Walaupun Gilang sudah tidak masuk ke dalam dunia mafia lagi, dia tetap memiliki banyak sekali anggota yang masih setia walaupun Gilang sudah keluar dari dunia gelap itu dan memberikan anak buahnya usaha yang mereka


kerjakan masing-masing.


Namun jika Gilang membutuhkan mereka, mereka akan selalu ada untuk Gilang karena semuanya sangat berterimakasih dengan kebaikan Gilang selama ini.


“Aku tau putriku sudah menikah, tapi aku tidak ingin sampai kecolongan dan memberikan peluang untuk musuhku menyakiti anak dan menantuku.” Ucap Gilang.


“Baik tuan, kami akan menjaganya dengan baik!” tegas orang yang ada di balik telfon.


Gilang segera mematikan telfon tersebut lalu kembali duduk di sofa empuk yang ada di sana.


Sebenarnya Gilang mengetahui semua yang terjadi kepada anak-anaknya sekecil apapun, hanya saja selama ini dia hanya pura-pura tidak mengetahui apapun, bahkan walaupun mereka memiliki bodyguard masing-masing, Gilang tetap menyuruh seseorang untuk mengikuti anak-anaknya.


Tapi Gilang tidak tau jika beberapa bodyguard anak-anaknya memiliki motif tersembunyi, karena setelah anak-anaknya sampai di rumah, orang suruhan Gilang pun ikut kembali ke rumah mereka masing-masing dan tidak tau apa yang di lakukan para bodyguard setelah itu.


“Aku tidak akan membiarkan seseorang menyakiti putriku walau hanya seujung rambutnya saja!” gumam Gilang sambil menyandarkan punggungnya di punggung sofa.