MY BODYGUARD

MY BODYGUARD
BAB 74 (PERSIAPAN 2)



Irene mencoba beberapa pakaian yang sudah di buatkan oleh teman Nancy, semuanya ada di sana termasuk adik-adik Irene, Gilang dan juga para bodyguard mereka.


Saat mencoba satu pakaiannya, semua orang terkejut dan mematung melihat Irene yang terlihat sangat cantik memakai gaun berwarna putih dengan ekor yang panjang.


“Wah kak, kakak cantik sekali…” puji Aleena.


“Iya benar, kak Irene cantik sekali, benar kan kak Daniyal?” sahut Nancy.


Mendengar ucapan Nancy membuat Daniyal yang awalnya terpukau dengan penampilan Irene seketika terkejut dan menoleh ke arah Nancy.


“Ah, i-iya cantik tentu saja cantik.” Ucap Daniyal dengan terbata-bata.


Abizar dan Adyatma saling menatap satu sama lain melihat ekspresi wajah Daniyal saat melihat Irene.


“Apa kita juga harus mengukur pakaian? Bukankah pakai yang mana juga sama aja?” tanya Adyatma.


“Iya, sepertinya kita ga perlu di ukur kan, sama-sama pakai jas hitam.” Sahut Aiden.


“No! Kalian semua harus di ukur karena kita semua akan memakai pakaian yang berwarna sama, sedangkan kak Iren dan kak Daniyal pakaiannya berbeda dari kita.” Jelas Nancy.


“Ah begitu, baiklah.” Ucap para bodyguard dengan lemas karena menurut mereka apa yang di minta Nancy terlalu merepotkan.


“Ayo cepat jangan banyak tanya, jangan banyak liat-liatan!” ketus Nancy.


Akhirnya mau tidak mau semua orang menuruti apa yang di perintahkan oleh Nancy, mereka satu per satu masuk ke dalam  ruangan untuk di ukur.


“Kamu tau kak, kalau bukan karena Nancy aku tidak akan mau membuat pakaian untuk pernikahan yang hanya kurang seminggu..” rengek Clara kepada Irene.


Clara adalah sahabat Nancy yang paling dekat dengannya dan itu yang membuat keluarga Nancy sudah mengenalnya.


Irene tersenyum mendengar ucapan Clara sambil menggelengkan kepalanya, sedangkan Nancy yang mendengar rengekan sahabatnya itu hanya bisa menatapnya dengan sinis.


“Hey! Jangan salahkan aku, kak Iren yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya jadi kita baru sempat ke sini sekarang.” Jelas Nancy yang tidak terima karena dirinya di salahkan.


“Ya, ya ibu bawel! Untung kamu bawa banyak cowok ganteng, kalo engga bisa bosen aku di sini terus.” Ucap Clara yang langsung berjalan ke ruangannya.


Sedangkan, sambil menunggu para pria mengukur pakaian, Ratu dan Queen memutuskan untuk membeli camilan di supermarket yang ada di sebrang jalan karena mereka yakin kalau mereka akan memakan waktu yang lama.


Drrtt,, drrtt.. tiba-tiba saja Irene mendapatkan telfon dari rekan kerjanya.


“Kak, urusan pekerjaan lagi?” tanya Aleena yang melihat panggilan masuk di hp Irene.


“Iya nih, bentar ya..” ucap Irene yang langsung berjalan menjauh dari Aleena untuk mengangkat telfonnya.


“Haah, kak Irene selalu saja sibuk.” Ucap Nancy.


“Itu karena dia bertanggung jawab atas perusahaannya.” Sahut Aleena.


“Makanya aku tidak ingin menjadi seperti kak Iren, aku tidak ingin memikul tanggung jawab yang sebesar itu.” Balas Nancy.


Mendengar ucapan adiknya membuat Aleena tersenyum sambil melihat ke arahnya.


“Kamu belum tau apa-apa Nancy, kamu masih menikmati masa mudamu dan masa kuliahmu.” Ucap Aleena.


“Kenapa? Kan bener kak? Makanya aku tidak mengambil jurusan bisnis karena aku tidak ingin menjadi seperti kak Iren.” Ucap Nancy.


“Lalu, kamu fikir menjadi penegak hukum adalah hal mudah? Kamu fikir tanggung jawab menjadi penegak hukum tidak berat? Kamu masih menerima teorinya Nancy, kamu belum menghadapi hukum secara langsung.” Jelas Aleena.


“Kenapa bisa begitu? Kan aku bener kak.”


“Semua pekerjaan itu pasti punya tanggung jawab masing-masing, semua pekerjaan pasti ada resikonya.” Jelas Aleena.


“Terus apa resiko menjadi kak Aleena?” tanya Nancy.


“What?! Aku ga tau tentang hal itu kak, aku selalu melihatmu sebagai model yang sangat sempurna dan memiliki banyak pengagum, namamu di kenal dunia dan mereka semua memujimu.” Ucap Nancy.


“Aku mengatakan hal ini karena mau mencontohkannya padamu, jangan menyepelekan sesuatu apa lagi masalah pekerjaan karena semuanya sudah ada resikonya masing-masing.” Ucap Aleena.


“Hemm, baiklah kak kalo begitu aku tidak akan menyepelekan pekerjaan lagi!” ucap Nancy dengan semangat.


Aleena hanya tersenyum melihat adiknya yang menurutnya sangat menggemaskan itu, lalu tidak lama kemudian Ratu dan Queen masuk ke dalam butik bersamaan dengan Irene yang sudah selesai menerima telfon.


“Kak Irene kenapa di luar tadi?” tanya Ratu.


“Biasa urusan pekerjaan.” Jawab Irene.


“Selalu urusan pekerjaan, emangnya kak Iren ga capek?” tanya Queen.


Lalu seketika Nancy mencoba untuk menahan tawa karena dia dan Aleena baru saja membicarakan tentang pekerjaan Irene tadi.


“Kak Nancy kenapa senyum-senyum begitu? Kakak gila ya?” tanya Queen.


“Apa!? Berani sekali kamu mengatakan aku gila!” teriak Nancy.


“Stop! Jangan teriak kalian ini sudah besar!” tegas Irene yang akhirnya membuat semuanya terdiam.


Para laki-laki akhirnya keluar dari ruangan dan selesai di ukur, semuanya berwajah masam karena sudah merasa bosan, sedangkan para wanita tersenyum melihat ekspresi wajah bodyguard mereka yang mulai bosan.


“Nih makanlah, jangan di tekuk semua wajahnya.” Ucap Nancy yang memberikan camilan yang tadi mereka beli.


“Clar, kamu yakin bisa membuat semuanya hanya dalam waktu seminggu?” tanya Irene.


“Yah, aku usahain kak, aku akan mengerahkan semua pegawaiku untuk mengabaikan kerjaan yang lain dan hanya fokus untuk membuat pakaian untuk pernikahan kakak.” Jawab Clara.


“Terimakasih banyak ya Clar, aku akan memberikanmu bonus yang banyak sekali!” seru Irene.


“Hihihi, ga perlu bonus yang banyak kak, aku di kasih salah satu dari bodyguard mereka aja mau..” ucap Clara sambil tersipu malu.


“Dih! Cowok mulu lu Clar, ga inget kalo cowoknya ada di mana-mana?” ketus Nancy.


“Apaan sih lu! Sok tau deh!” balas Clara.


“Udah, jangan debat terus deh kalian semua ini kayak anak kecil aja!” ucap Irene yang stress melihat semua orang berdebat terus-menerus.


“Kalo gitu, kita sudah bisa pulang kan?” tanya Irene kepada Clara.


“Jangan dulu kak! Masih ada satu baju lagi yang harus di coba.” Ucap Clara.


“Apa?! Masih ada lagi?” tanya Irene yang di balas anggukan oleh Clara.


“Kak Daniyal, kalo kakak masih ada kerjaan kakak pulang duluan aja ga apa-apa kok.” Ucap Irene kepada Daniyal.


“Engga deh, aku nunggu di sini aja kebetulan aku ga ada kerjaan juga kan aku udah ngosongin jadwal untuk hari ini.” Jelas Daniyal.


“Iyalah harus! Karena setelah ini kita masih harus melihat dekorasi dan juga undangan.” Ucap Nancy.


“Yah, masih banyak yang belum di kerjakan, kenapa banyak sekali..” ucap Irene sambil menghela nafas panjang.


“Jangan ngeluh kak, kan salahnya kak Iren sendiri yang ga mau nyicil dari kemarin-kemarin.” Ucap Queen.


“Iya juga sih, sudahlah kalo gitu aku akan segera menyelesaikan semuanya hari ini dan kalian tidak ada yang boleh pulang sampe urusanku selesai!” tegas Irene yang langsung berjalan ke ruangan untuk mencoba pakaiannya yang lain.


Sedangkan semua orang yang ada di sana hanya bisa pasrah mendengar ucapan Irene tadi, dan Daniyal yang melihat ekspresi semua orang hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.