
Hari ini adalah hari yang paling menyebalkan dan paling tidak di sukai oleh Irene, di mana Irene harus bertemu dengan orang yang akan di kenalkan oleh Gilang.
Namun Irene masih tertidur di kamarnya dengan nyenyak, tentu saja karena Irene malas sekali untuk bertemu dengan laki-laki yang akan kencan buta dengannya.
Di bawah, Gilang mencari keberadaan putri sulungnya kemanapun namun tidak ketemu, Gilang tidak mencari di kamar Irene karena selama ini Irene tidak pernah tidur saat sore hari.
“Papi, papi ngapain kayak orang kebingungan gitu deh.” Ucap Ratu yang baru menuruni tangga dan melihat papinya.
“Ratu, kamu liat Iren? Dari tadi papi nyariin kakak kamu tapi ga ketemu.” Ucap Gilang.
“Kak Iren? Kenapa papi nyari kak Iren?” tanya Ratu.
“Papi mau ngingetin kalo dia harus kencan buta malam ini.” Ucap Gilang.
Mendengar ucapan papinya membuat Ratu terkejut karena dia tidak tau kalau kakaknya akan kencan buta malam ini.
“Kayaknya kakak tidur deh pi, tadi bilangnya capek banget jadi langsung tidur deh.. Biar aku aja manggil kakak.” Ucap Ratu.
Gilang menganggukkan kepala mengiyakan ucapan anak perempuannya.
“Baiklah kalo gitu terimakasih ya Ratu.” Ucap Gilang yang di balas anggukan oleh Ratu.
Ratu segera berjalan menaiki tangga dan segera masuk ke dalam kamar kakaknya.
“Kak Iren…” panggil Ratu yang langsung membuka pintu kamar setelah mengetuk beberapa kali.
“Mmmhh…” Irene hanya merenggangkan tangannya dengan kedua mata yang masih tertutup.
“Yaampun kakak,, ayo bangun kak..” panggil Ratu lagi.
Kali ini Ratu menggoyangkan tubuh kakaknya agar Irene bangun dari tidurnya.
“Hmm, apaan sih Ratu?” tanya Irene yang akhirnya membuka kedua matanya secara perlahan.
“Kak, kakak di cari papi tuh.” Ucap Ratu.
“Papi? Kenapa papi mencariku?” tanya Irene.
“Papi bilang mau ingetin kakak kalo kakak ada kencan buta malam ini.” Ucap Ratu yang membuat Irene terkejut dan langsung terbangun dari tidurnya.
“What?! Aish, malam ini ya?” tanya Irene.
Ratu hanya mengangkat kedua bahunya karena tidak tau apa-apa tentang kencan buta kakaknya.
“Mana aku tau kak, kakak kan ga pernah cerita kalo mau kencan buta! Aku aja kaget pas papi bilang kalo kakak mau kencan buta.” Ucap Ratu.
“Waktu itu papi nyuruh kakak ketemu sama anak rekan bisnisnya, tapi kakak lupa kalo itu hari ini.” Jelas Irene.
“Kakak yakin mau kencan buta?” tanya Ratu.
“Yah mau gimana lagi Ratu, kamu tau kalo papi udah ngomong A ya berarti harus A.” ucap Irene.
“Baiklah kalo gitu kakak cepetan siap-siap saja, bentar lagi waktunya makan malam jadi kakak harus cepetan siap-siap dan berdandan cantik, karena siapa tau kalau laki-laki yang akan bertemu kakak adalah jodoh kakak.” Ucap
Ratu.
“Apaan sih lu!” ketus Irene kesal.
Sedangkan Ratu hanya tertawa mendengar kakaknya yang kesal. Semenjak kejadian di rumah sakit, hubungan kakak beradik di keluarga Herlambang semakin erat dan tidak menutupi sesuatu lagi, terutama Ratu yang selama ini menjadi introvert.
Dengan malas Irene beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi untuk menyiapkan diri. Sedangkan Ratu tetap duduk di tepi tempat tidur kakaknya menunggu.
Tidak lama kemudian, Irene keluar dari kamar mandi dan terkejut saat melihat Ratu yang masih berada di dalam kamarnya.
“Yaampun Ratu kamu ini ngagetin aja deh! Kamu masih di sini?” tanya Irene.
“Yaelah ga gitu juga kali Ratu! Aku juga tau kok pakaian apa yang harus di pakai kali..”
“Aku tau kak Iren pasti akan memakai celana jeans, kaos oblong dan berjas yakan?” tanya Ratu.
“Ya terus mau pake apa? Perjodohan adalah kerja sama di antara dua orang pasangan, kita akan bernegosisasi untuk mencapai kesepakatan.” Ucap Irene.
Ratu yang mendengar ucapan kakaknya hanya bisa menggelengkan kepala, dia segera memegang lengan kakaknya yang masih memakai baju handuk yang berwarna putih.
“Kakak dengarkan aku!” ucap Ratu.
“Apaan sih Ratu kamu ini udah kayak orang yang berpengalaman aja deh!” ucap Irene sambil sedikit tertawa.
“Aku ga berpengalaman, tapi aku pernah berkencan tau kak makanya dengerin aku dan turutin aku!” tegas Ratu.
Irene hanya diam sambil menghela nafas panjang, lalu menuruti adiknya untuk duduk di tepi tempat tidurnya.
Ratu segera berjalan ke walk in closet milik Irene dan menganga saat melihat semua pakaian kakaknya yang serba formal membuat Ratu menggelengkan kepala.
“Kak, emang kakak ga punya baju yang informal apa?” tanya Ratu dengan sedikit berteriak agar bisa di dengar.
“Ya baju kakak yang ada di situ doang pokoknya, kakak beli baju kalo ada acara aja.” Jawab Irene.
Ratu tidak bisa membiarkan hal itu, dia terus mencari di tempat terpencil karena dia yakin kakaknya memiliki pakaian yang informal.
Sampai akhirnya Ratu menemukan baju yang terlihat santai berwara merah, walaupun sedikit terlihat seperti model lama, tapi masih bagus jika di pakai kakaknya yang memiliki tubuh yang indah dan akhirnya Ratu memilih pakaian itu untuk Irene.
“Ini baju siapa kak? Modelnya kayak model baju jaman dulu gitu tapi kayaknya cocok nih buat kakak.” Ucap Ratu sambil menunjukkan baju tersebut.
Irene terkejut melihat pakaian yang ada di tangan Ratu, dia lupa kalau pakaian itu ada padanya. Sedangkan Ratu merasa aneh karena melihat kakaknya terkejut melihat pakaian yang dia pegang.
“Kak,, kakak baik-baik aja kan?” tanya Ratu namun tidak di gubris oleh Irene.
“Kakak!” teriak Ratu yang langsung membuat Irene terkejut.
“Yaampun Ratu jangan teriak!” ketus Irene.
“Ya habisnya kakak aneh tau ga sih! Aku nanya ini baju siapa.” Ucap Ratu.
“Baju mami! Dulu waktu kecil papi hadiahin baju ini buat mami dan aku sangat menyukainya, jadi aku meminta mami untuk memberikannya padaku dan mami akhirnya memberikannya padaku. Aku bahkan lupa kalau baju itu
masih aku simpan.” Jelas Irene.
Mendengar penjelasan kakaknya membuat Ratu terdiam, dia seketika mencium aroma pakaian yang ada di tangannya dalam-dalam.
“Apa baju ini sudah pernah di pakai mami?” tanya Ratu.
“Hm sudah pernah beberapa kali.” Jawab Irene.
“Ah jadi ini aroma mami..” ucap Ratu dengan senyum dan mata yang berkaca-kaca.
Irene tidak menyangka kalau adiknya mau mencium aroma tubuh maminya dari pakaian itu, dia segera berjalan mendekati adiknya dan memeluknya dengan erat.
“Hikss,, aku akhirnya bisa mencium aroma mami kak…” ucap Ratu yang akhirnya menangis.
Walaupun sebenarnya masih banyak sekali pakaian maminya yang tertata rapih di kamar papinya, semua anak-anak Gilang tidak berani membuka lemari maminya karena tidak ingin membuka luka lama kembali dan mengingatkan papinya kepada mami mereka.
“Jangan menangis sayang, mami udah tenang di sana…” ucap Irene.
“Kakak pake baju ini ya, pasti kakak cantik banget deh pake baju ini.” Ucap Ratu.
“Tentu saja! Kakak akan memakai baju ini.” Ucap Irene yang langsung mengambil pakaian tersebut dan memakainya.