MY BODYGUARD

MY BODYGUARD
BAB 78 (MALAM PERTAMA? 2)



Setelah melihat Daniyal sudah masuk ke dalam kamar mandi, Irene segera melepas baju handuknya dan masuk ke dalam selimut karena dia malu jika sampai Daniyal melihatnya memakai pakaian sexy dan dia takut di kira mau menggoda Daniyal.


Irene mendengar pintu kamar mandi terbuka setelah Daniyal berada di dalam kamar mandi beberapa menit, dengan refleks Irene menutup kedua matanya pura-pura untuk tertidur.


Di pikirannya, Daniyal akan tidur di sebelahnya dan menggodanya untuk malam pertama, namun semuanya salah! Pikirannya salah karena setelah mandi, Daniyal bukannya pergi ke tempat tidur dia justru kembali berjalan ke balkon kamar.


“Dia ke balkon? Kenapa ga tidur? Apa dia belum mengantuk?” gumam Irene sambil membuka kedua matanya.


Akhirnya Irene membalikkan tubuhnya agar bisa melihat Daniyal dengan jelas.


“Kakak ga tidur?” tanya Irene yang membuat Daniyal menoleh ke arah Irene.


“Ah kamu belum tidur? Aku kira kamu tadi sudah tidur.” Jawab Daniyal.


“Aku tadi mau tidur tapi ga bisa, dan ternyata kakak ga tidur, apa ada yang kakak pikirkan?” tanya Irene.


“Ga ada kok, sejak dulu aku suka berada di balkon ini melihat pemandangan malam hari karena sangat indah.” Ucap Daniyal.


“Ayo sebaiknya kamu juga ikut melihat pemandangan indah ini.” Lanjut Daniyal.


Mendengar ucapan Daniyal membuat Irene bersemangat dan dia segera turun dari tempat tidur begitu saja tanpa sadar kalau pakaian yang dia pakai sangatlah sexy.


Daniyal terpaku melihat penampilan Irene yang seperti itu, sedangkan Irene yang melihat ekspresi wajah suaminya itu langsung tau kalau dia melupakan sesuatu.


Irene segera menoleh ke bawah dan terkejut saat melihat pakaiannya yang tembus pandang malam itu. Akhirnya Irene segera kembali masuk ke dalam selimut dan menutup wajahnya dengan selimut tersebut.


“Kenapa kamu tidur lagi? Kamu ga jadi lihat balkon?” tanya Daniyal.


“Hmm, aku tidur aja deh dingin..” jawab Irene.


Daniyal hanya tersenyum mendengar ucapan Irene, dia segera berjalan masuk menghampiri Irene dan tiba-tiba saja Daniyal membuka selimut yang menutupi seluruh tubuhnya dan dia menggendong Irene ala bridal style yang membuat Irene terkejut.


“Yaampun kak Daniyal kenapa kamu menggendongku seperti ini?” Tanya Irene sambil menggerakkan tubuhnya agar bisa terlepas dari gendongan Daniyal.


“Jangan banyak bergerak atau kamu bisa terjatuh nanti, tidak usah malu karena kamu adalah istriku sekarang.” Ucap Daniyal yang langsung menurunkan Irene di hadapannya.


Irene dan Daniyal saling menatap satu sama lain, keduanya hanya diam beberapa detik sebelum akhirnya tersadar dan saling mengalihkan pandangannya.


Daniyal membalikkan tubuh Irene agar dia bisa melihat ke luar ruangan yang sangat indah dengan lampu gedung yang berkelap-kelip, ada air mancur dari taman yang terlihat dari balkon tersebut membuat Irene juga terkejut melihatnya.


“Wah indah sekali..” ucap Irene mengagumi keindahan itu.


“Indah kan? Seperti dirimu malam ini.” Ucap Daniyal yang membuat Irene tersipu malu.


Tiba-tiba saja Daniyal memeluk tubuh Irene dari belakang dan membuat Irene terkejut bukan main, bahkan jantungnya berhenti untuk beberapa saat.


“Kak…” ucap Irene.


“Diamlah untuk beberapa menit, aku ingin seperti ini dulu.” Ucap Daniyal.


Mendengar ucapan Daniyal membuat Irene terdiam sesua dengan ucapan Daniyal.


“Kenapa kamu memakai pakaian sexy ini?” tanya Daniyal tiba-tiba.


“Hah? Eh, itu aku udah bawa baju tidur biasa tapi sepertinya adik-adikku menggantinya dengan pakaian serba tipis ini, dan ini adalah pakaian yang paling tertutup.” Jelas Irene dengan malu-malu.


Daniyal semakin memeluk tubuh Irene dengan erat dan tanpa sadar dia mencium pucuk rambut Irene dengan dalam.


“Benarkah? Aku tidak pernah memakai parfum apapun, hanya pakai sabun padahal.” Ucap Irene.


“Sabun? Sabun apa? Aku tidak pernah tau ada sabun yang memiliki wangi seperti ini.” Ucap Daniyal.


“Ah itu,, sebenarnya aku memiliki resep sabun dan sampo sendiri kak, aku membuatnya sendiri dengan bahan bahan yang aman karena sudah di uji lebih dulu.” Jelas Irene.


“Sabun buatanmu sendiri? Kamu bisa membuat sabun dan sampo? Kenapa kamu tidak mengembangkannya?” tanya Daniyal.


“Aku kira tidak ada yang menyukainya karena aku tidak pernah mendapatkan pujian tentang wangi tubuhku.” Ucap Irene.


“Bagaimana bisa mendapatkan pujian, kamu selalu berwajah dingin jadi tidak ada yang ingin mendekatimu.” Ucap Daniyal.


“Benarkah? Aku hanya membuatkan untukku dan adik-adikku saja selama ini jadi aku ga tau kalau ternyata ini wangi sekali.” Ucap Irene.


Daniyal hanya diam mendengar ucapan Irene, dia malah menaruh hidungnya di leher Irene untuk mencium aroma tubuh Irene terus menerus.


“Iren, apa malam ini kamu mau..” ucap Daniyal terputus tiba-tiba karena dia tidak ingin membuat Irene terkejut.


“Tidak apa kak, semua yang aku miliki adalah milikmu termasuk tubuh ini.” Ucap Irene.


Jujur saja, Irene memang sudah menyukai Daniyal sejak pertama dia memasang badan untuk menolong Irene, namun dia hanya memendamnya karena dia mengira kalau hubungannya dengan Daniyal tidak akan pernah terjadi.


Dan sekarang di saat dirinya sudah menjadi milik Daniyal, Irene mencoba untuk tidak menutupi perasaannya lagi sekarang.


Mendengar persetujuan dari Irene membuat Daniyal semakin tersenyum lebar, dia langsung menggendong Irene kembali dan menaruhnya di atas tempat tidur.


Daniyal mulai mencium bibir Irene dengan lembut, namun karena baru pertama kali melakukannya Irene sama sekali tidak bergerak, dia hanya diam karena tidak tau harus melakukan apa.


Daniyal terkejut meihat Irene yang kaku seperti itu, dia langsung melepaskan ciumannya dan menatap wajah Irene yang sedang menundukkan kepalanya.


“Kenapa kamu diam saja?” tanya Daniyal.


“A-aku tidak tau harus melakukan apa.” Ucap Irene.


“Apa?! Apa kamu tidak pernah berpacaran?” tanya Daniyal.


“Pernah beberapa kali saat SMA dan kuliah.” Jawab Irene.


“Lalu kenapa kamu tidak bisa berciuman? Jangan bilang ini ciuman pertamamu Iren, tidak mungkin bukan?” ucap Daniyal meremehkan.


“Tapi selama ini aku pacaran hanya sebatas mengirim pesan dan makan bersama saja, selebihnya tidak pernah.. Emangnya pacaran harus berciuman ya?” tanya Irene dengan polosnya.


“Hah!? Jadi ini adalah ciuman pertamamu?” tanya Daniyal tidak percaya.


Namun Irene hanya menganggukkan kepala mengiyakan ucapan Daniyal, karena memang Irene tidak pernah melakukan hal yang di luar batas saat berpacaran.


“Kamu ini kemana saja Irene.” Ucap Daniyal yang mulai kembali mencium bibir tipis Irene dengan lebih panas.


“Buka mulutmu!” ucap Daniyal yang langsung di ikut oleh Irene.


Perlahan ciuman mereka menjadi lebih intens dan juga panas membuat keduanya hanyut dalam sensasi yang aneh di dalam dirinya.


Walaupun ini bukan yang pertama untuk Daniyal, tapi ciumannya dengan Irene benar-benar berbeda dari ciumannya bersama wanita lain.


Rasanya benar-benar berbeda terlebih saat mencium aroma wangi yang keluar dari tubuh Irene, itu membuat candu tersendiri bagi Daniyal.