MY BODYGUARD

MY BODYGUARD
BAB 152 (MELAHIRKAN)



Hari berganti hari, bukan berganti bulan, hingga akhirnya hampir tiba waktunya Irene melahirkan anak pertamanya.


Semalaman Daniyal begadang karena tidak ingin terlambat memberi pertolongan untuk sang istri karena beberapa kali Irene selalu mengeluh perutnya terasa sakit.


"Apa kamu benar-benar tidak perlu ke rumah sakit sekarang sayang?" tanya Daniyal.


"Tidak sayang, dokter bilang masih ada beberapa hari lagi." ucap Irene.


"Tapi kamu kesakitan, bukannya lebih baik di rawat di rumah sakit agar lebih sigap saat kamu mau melahirkan?"


"Aku tidak apa-apa sayang, lagipula sekarang kita tinggal di hotel yang dekat dengan rumah sakit kan, itu sudah sangat aman." ucap Irene.


"Baiklah kalau begitu, aku akan terus menemanimu." ucap Daniyal.


"Istirahatlah sayang, aku tidak apa-apa kok." ucap Irene.


"Tapi..."


"Ga ada tapi-tapian suamiku, tidurlah nanti aku akan membangunkanmu kalau perutku benar-benar terasa sakit." ucap Irene.


Daniyal yang memang merasa sangat mengantuk segera mengikuti ucapan istrinya dan dia segera memejamkan kedua matanya sesaat setelah tubuhnya menempel di atas tempat tidur.


Beberapa jam kemudian, Irene yang berusaha untuk memejamkan kedua matanya tiba-tiba saja merasa sakit yang luar biasa di perutnya.


Tanpa dia sadari tangannya mencengkram erat lengan suaminya yang masih tertidur hingga membuat Daniyal terbangun.


"Sayang? Perut kamu sakit?" tanya Daniyal.


"Ayo kita harus segera pergi ke rumah sakit, jangan di tunda lagi!" ucap Daniyal yang langsung mengambil tas yang berisi barang-barang Irene dan bayi mereka, lalu dia menggendong Irene ala bridal style.


"Sayang, aku masih bisa jalan sendiri kamu pasti merasa keberatan karen harus membawa tas juga." ucap Irene.


"Tidak, ini sama sekali tidak berat sayang, sampai lift aku akan menurunkan kamu." ucap Daniyal.


Daniyal sengaja memesan kamar hotel yang berada di lantai 3 agar tidak terlalu lama menunggu pintu lift terbuka di lobby hotel.


Setelah sampai bawah sudah ada staf rumah sakit yang menunggu Daniyal dan Irene di lobby, karena sebelumya Daniyal sudah membayar orang dari rumah sakit untuk khusus standby di lobby hotel, berjaga jika sewaktu-waktu Irene akan melahirkan.


Dengan sigap staf tersebut segera membawa kursi roda ke arah Daniyal dan Irene, lalu Daniyal membantu Irene untuk duduk di atas kursi roda tersebut.


Tentu saja hal itu membuat para tamu dan staf hotel merasa kebingungan karena Daniyal terlihat sangat panik, begitu juga dengan staf rumah sakit.


Namun Daniyal tidak memperdulikan hal itu sama sekali, dia segera mendorong kursi roda istrinya, sedangkan staf rumah sakit membantu mambawakan tas yang tadi di bawa Daniyal.


Tanpa butuh waktu lama akhirnya mereka tiba di rumah sakit, dokter yang menangani Irene segera bertindak dan memeriksa keadaan Irene di ruang pemeriksaan.


Daniyal terus saja berjalan kesana kemari karena merasa khawatir dengan keadaan sang istri, sampai akhirnya dokter keluar dari ruangan dan Daniyal segera menghampiri sang dokter.


"Bagaimana dok?" tanya Daniyal.


"Bukaannya sudah di tengah jalan, sebentar lagi istri anda akan melahirkan, kami akan membawa istri anda ke ruang persalinan sambil menunggu bukaannya sempurna." jelas dokter tersebut.


Daniyal hanya menganggukkan kepalanya walaupun tidak begitu mengerti namun Daniyal sudah membaca artikel di internet tentang persalinan, setidaknya dia mengetahui sedikit apa yang di bicarakan dokter tersebut.