
Aleena dan Abizar sedang menikmati makan siang mereka di sebuah restauran yang memang sepi karena untuk kenyamanan Aleena.
"Aku padahal mau menikmati masa pacaran seperti pasangan yang lain, bisa bergandengan tangan di hadapan orang banyak, tidak perlu menutup wajah dan menunjukkan kepada semua orang betapa aku sangat bahagia." ucap Aleena.
"Tapi apalah dayaku, karena karirku membuat kita harus ekstra hati-hati, bahkan cara makanku saja harus benar-benar di perhatikan agar tidak mendapat hujatan." lanjutnya.
Sebenarnya Abizar sudah sering kali mendengar keluhan Aleena tentang karirnya sebagai model papan atas, namun jika Abizar menyuruhnya berhenti Aleena tidak mau.
"Bukankah aku sudah bilang, jika kamu memang sudah lelah maka berhentilah." ucap Abizar.
"Tapi walaupun aku berhenti masih ada banyak penggemarku yang sudah terlanjut menyukaiku." ucap Aleena.
"Kalau begitu setelah berhenti kita pergi ke negara yang tidak mengenalmu." ucap Abizar.
"Tapi percuma, karena kekasihmu ini sangat terkenal dan memiliki banyak fans di luar negeri." ucap Aleena.
"Kalau begitu, ke kutub Utara saja."
"Apa!? Kamu jahat sekali kak, aku akan bertemu dengan beruang kutub kalo sampe pergi ke kutub Utara!" ketus Aleena.
"Yah habisnya kamu selalu mengeluh, kalo bukan karena karirmu saat ini kamu tidak akan pernah membeli apapun yang kamu mau dengan uangmu sendiri." ucap Abizar.
Aleena hanya memamerkan gigi putihnya lalu dia menganggukkan kepala setuju dengan ucapan Abizar.
Sampai akhirnya keduanya sudah menghabiskan makanan mereka dan memutuskan untuk segera kembali ke perusahaan karena Aleena masih ada beberapa pemotretan lagi.
"Abizar?" panggil seseorang yang baru saja masuk ke dalam restauran tersebut.
Abizar dan Aleena segera menoleh ke asal suara untuk melihat siapa orang yang sudah memanggil Abizar.
Aleena melihat seorang wanita cantik layaknya model sepertinya berdiri di hadapan mereka.
"Sisil?" balas Abizar.
Balasan Abizar membuat Aleena menoleh ke arah Abizar dengan mengerutkan keningnya.
"Yaampun Abi lama banget kita ga ketemu ya, kamu apa kabar?" tanya Aleena.
"Aku baik-baik aja kok, kamu gimana?" balas Abizar.
"Aku juga baik-baik aja kok, udah lama ga ketemu kamu semakin tampan ya Abizar." puji Sisil.
"Ah iya dia siapa?" tanya Sisil saat melihat Aleena di sebelah Abizar.
"Tunggu! Dia model terkenal itu kan? Kamu pacaran sama model terkenal? Wah hebat sekali!" seru Sisil kembali.
Aleena tersenyum dengan bangga saat Sisil bertanya tentang hubungannya dengan Abizar, namun senyum di wajahnya seketika hilang mendengar jawaban dari Abizar.
"Ah dia sepupuku bukan pacarku." ucap Abizar dengan santai.
"Wah kamu memiliki sepupu seorang model benar-benar tidak di sangka! Kalau begitu nanti aku hubungi kamu ya Abizar." ucap Sisil yang langsung berjalan pergi meninggalkan Abizar dan Aleena.
Sedangkan Aleena yang kesal hanya bisa berdecak lalu segera pergi meninggalkan Abizar begitu saja.
"Aleena, Aleena..." teriak Abizar saat melihat Aleena sudah berjalan cepat meninggalkannya.
Abizar segera berlari mengejar Aleena lalu memegang lengannya.
"Aleena kamu kenapa ninggalin aku?" tanya Abizar.
"Lepas! Ga usah pegang-pegang karena aku hanya sepupumu! Kita juga ga lagi nyebrang jadi gausah pegang-pegang!" ketus Aleena.
"Aleena, kenapa kamu begini?" tanya Abizar.
"Pikir sendiri!" ketus Aleena yang langsung masuk ke dalam mobil.
Sedangkan Abizar hanya bisa memijat keningnya yang pusing karena salah bicara di depan Aleena.
Padahal yang sebenarnya Abizar memang sengaja mengenalkan Aleena sebagai sepupunya agar dia melihat bagaimana ekspresi wajah Aleena jika tidak di akui.
Dan ekspresi memang benar-benar sesuai dengan dugaannya dan Abizar semakin senang saat melihat Aleena kesal.
"Aku akan terus membuatmu terbang ke langit tertinggi dan aku akan langsung menjatuhkan mu Aleena!" gumam Abizar sambil tersenyum tipis.
Abizar segera masuk ke dalam mobil menyusul Aleena dengan wajah memelas karena dia ingin Aleena melihat kalau dia merasa bersalah.
"Maaf ya sayang, aku ga tau kalo jawaban aku tadi udah bikin kamu kesal.." ucap Abizar.
Namun Aleena masih tetap diam tidak mau mengatakan apapun, Aleena hanya menatap ke luar jendela agar Abizar tidak bisa melihat wajah kesalnya.
"Jangan marah lagi Aleena, aku melakukan itu agar dia tidak menyebarkan rumor dan membuatmu menjadi trending topik karena memiliki kekasih." lanjut Abizar.
Yah sebenarnya Abizar memang ada benarnya juga, tapi entah kenapa rasanya kesal dan sakit hati saat Abizar mengatakan kalau dia hanyalah sepupunya.
"Siapa wanita tadi?" tanya Aleena.
"Dia namanya Silvia, dia teman SMA ku." ucap Abizar.
"Tapi kenapa kamu sangat dekat?" tanya Aleena kembali.
"Dulu dia pernah menyukaiku, dan sebenarnya aku juga menyukainya hanya saja kami sama-sama diam dan tidak ingin mengungkapkan perasaan duluan."Jelas Abizar.
"Ah begitu, mantan gebetan? Pantesan kayaknya mata kalian berbinar sekali tadi." ucap Aleena.
"Kenapa kalian tidak berpacaran saja?" tanya Aleena kembali.
Bodoh! Memang kata itulah yang paling pantas untuk Aleena, karena Aleena sudah tau kalau jawaban Abizar akan membuat hatinya sakit tapi dia masih menanyakan tentang hal itu kepadanya.
"Karena dia harus ikut orang tuanya ke luar negeri dan kita tidak pernah bertemu dan mengirim pesan sejak itu karena biayanya mahal hanya untuk mengirim pesan." jelas Abizar.
"Kan ada media sosial, cuma butuh kuota kok ga perlu pulsa yang mahal." ucap Aleena lagi.
Namun kali ini mendengar ucapan Aleena membuat Abizar tidak bisa menahan tawanya.
"Kenapa kamu tertawa!?" ketus Aleena yang semakin kesal karena Abizar menertawakannya.
"Ternyata perbedaan usia kita jauh sekali ya hahaha, dulu media sosial belum terlalu tenar seperti sekarang, tentu saja kita tidak pernah terpikirkan untuk menggunakan media sosial." ucap Abizar.
"Lalu setelah bertemu kembali, apa kamu akan mengungkapkan perasaanmu?" tanya Aleena.
"Tentu saja kalau saja aku tidak bertemu denganmu mungkin aku akan kembali padanya, atau bahkan kalau ternyata hubungan kita tidak di restui aku akan kembali dengannya, karena aku sadar kalau aku hanyalah seorang bodyguard." ucap Abizar.
Aleena yang awalnya melihat keluar jendela segera memalingkan wajahnya dan menatap wajah Abizar dengan serius.
"Kenapa kamu mengatakan hal itu? Bukankah aku sudah bilang kalau sekarang papi pasti merestui kita karena kak Irene sudah menikah dengan kak Daniyal yang bekerja di bidang perusahaan." jelas Aleena.
"Tapi aku yakin pasti ada perbedaan yang di tunjukkan kepadaku dan kak Daniyal." ucap Abizar.
"Tidak akan! Papi bukan orang yang seperti itu kak.." balas Aleena.
"Aku bahkan takut untuk memulai melamarmu Aleena." ucap Abizar.
"Aku yang akan bicara dengan papi, kamu tenang saja... Kamu bisa langsung melamarku setelah aku berbicara dengan papi!" seru Aleena dengan semangat.
Abizar hanya tersenyum mendengar ucapan Aleena lalu dia kembali fokus menyetir mobilnya menuju ke perusahaan.