MY BODYGUARD

MY BODYGUARD
BAB 69 (ALEENA POV)



Abizar menunggu Aleena di sana cukup lama membuat Abizar menjadi ingin ke toilet juga karena minum terlalu banyak.


“Aleena lama sekali sih, jangan-jangan beol tuh orang.” Gumam Abizar yang sudah tidak bisa menahan kebeletnya.


“Ah ga bisa nahan ini, aku ke toilet dulu bentar deh dia ga akan tau kalo aku tinggal sebentar kan.” Gumam Abizar.


Akhirnya Abizar memutuskan untuk menaruh minuman yang ada di tangannya, dan segera berjalan ke toilet laki-laki yang berada jauh dari toilet wanita.


“K-kau! Untuk apa kamu kemari!?” tanya Aleena sambil melangkah mundur selangkah demi selangkah.


“Ternyata kamu terlihat lebih cantik saat di lihat secara dekat Aleena..” ucap laki-laki tersebut.


“Jangan mendekat Ronald!” teriak Aleena.


Yap, laki-laki yang masuk kedalam toiet wanita adalah Ronald, kekasih Siska yang baru saja berkenalan dengannya.


Mendengar teriakan Aleena membat Ronald terkejut dan langsung menutup mulut Aleena dengan tangannya dan memeluk tubuh Aleena dengan erat hingga membuat Aleena tidak bisa bergerak sedikitpun.


“Stt,, jangan teriak sayang, aku sudah lama sekali menyukaimu tapi CEO perusahaanmu tidak pernah menjadikanmu model untuk perusahaanku!” ucap Ronald.


“Kamu tau? Siska terlalu tua dan sudah tidak menarik untuk menjadi model perusahaanku!” lanjutnya.


“Gila! Kak Siska terlalu baik untuk bekerja denganmu apa lagi untuk menikah denganmu!” ketus Aleena.


“Aku akan selalu menyukaimu dan akan menjadikanmu sebagai wanitaku Aleena.” Ucap Ronald yang mau mencium wajah Aleena.


Melihat wajah Ronald yang mendekati wajahnya membuat Aleena refleks berteriak untuk kedua kalinya dan untuk kedua kalinya juga Ronald menutup mulut Aleena.


Sampai akhirnya banyak orang yang berdatangan setelah mendengar suara teriakan dari toilet, termasuk Siska.


“Ronald!” teriak Aleena.


Mendengar suara teriakan Siska dan banyak orang yang berdatangan Ronald segera melepaskan pelukannya dari tubuh Aleena, lalu dia merubah ekspresi wajahnya.


“Siska,, apa dia temanmu yang tadi berkenalan denganku? Dia sudah menggodaku Siska..” ucap Ronald seolah-olah menjadi korban.


“Apa? Tidak kak, aku tidak menggodanya sama sekali!” ucap Aleena.


“Berani sekali kamu menggoda kekasihku Aleena! Dasar pe*acur!” teriak Brenda yang langsung menghampiri Aleena dan menjambak rambutnya keluar dari toilet.


“Aarrgghh! Sakit kak..” ucap Aleena.


“Kamu berani menggoda kekasihku? Apa kamu selalu ingin merebut sesuatu dariku!?” ketus Siska.


“Aku tidak pernah mau merebut apapun darimu kak!” ucap Aleena.


“Ini hanya salah paham kak!” ucap Aleena kembali.


Namun Siska sama sekali tidak memperdulikan hal itu, dia hanya percaya dengan ucapan Ronald yang dari tadi terus saja mengatakan kalau Aleena yang menggodanya.


“Kak! Percayalah padaku, dia yang menggodaku karena dia mengikutiku masuk ke dalam toilet wanita!” jelas Aleena.


“Pikirkan baik-baik kak, aku bahkan memiliki seseorang yang aku sukai jadi aku tidak akan pernah menggoda kekasihmu, bahkan berfikir untuk menyukainya saja aku tidak sudi!” ketus Aleena yang menatap ke arah Ronald


dengan tajam.


“Jangan berpura-pura! Kamu ini memang suka merebut semua milik Siska, bahkan kamu juga merebut iklan yang harusnya untuk Siska!” teriak Ronald.


Aleena menoleh ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan Abizar, namun dia tidak melihatnya sama sekali, Aleena hanya melihat orang-orang sedang menatapnya dengan jijik.


Dan tiba-tiba saja BYURRR!!! Aleena merasa sakit hati saat mendapatkan perlakuan yang memalukan dari Siska, dari orang yang selama ini sudah dia anggap kakaknya sendiri hanya karna seorang laki-laki brengs*k yang tidak bertanggung jawab.


“Apa-apaan ini!?” teriak Irene.


Aleena POV


Sejak kecil aku seringkali ikut mami melihat pembuatan iklan produk milik perusahaan papi ke mana pun, aku sering melihat wanita cantik yang ber pose dengan indah dan menjadi pusat perhatian.


“Mami, kakak itu cantik sekali.”  Ucap Aleena sambil menunjuk ke arah model yang sedang berpose.


“Iya cantik sekali ya, Aleena juga sangat cantik sayang..” ucap Rindi.


“Aleena mau seperti kakak itu..”


“Aleena mau menjadi model?” tanya Rindi.


“Model? Apa itu model mami?” tanya Aleena dengan polosnya.


“Model itu seperti kakak cantik itu sayang, berpose di depan kamera dan memakai banyak sekali produk untuk di promosikan.” Jelas Aleena.


“Ooo,, Aleena mau jadi model.” Ucap Aleena.


“Tentu saja, kalau Aleena sudah besar nanti Aleena bisa menjadi model seperti kakak cantik itu.” Ucap Rindi.


Aku tersenyum senang saat mendapat peresetujuan dari maminya, walaupun belum sepenuhnya aku mengerti apa itu pekerjaan menjadi model.


Sampai akhirnya setelah kematian mami, aku fokus untuk menjadi model dan ingin membuat mami bangga kepadaku setelah aku sudah menjadi model terkenal.


Tetapi jalanku untuk menjadi model terkenal tidaklah mulus, karena walaupun kakakku memiliki agensi untuk para model, dia tidak pernah lunak kepadaku, dia menyuruhku untuk mengikuti semua sleksi untuk menjadi model


professional.


Sampai aku bertemu dengan kak Siska, saat aku masih menjalani pelatihan, kak Siska adalah model yang saat itu sedang naik daun karena kecantikan dan bodynya yang bagus.


Namun di mataku kak Siska adalah sosok yang paling sempurna, karena kak Siska selalu membantuku kalau aku tidak mengerti dengan pelajaran yang di berikan, kak Siska juga selalu memberikan aku minuman setelah aku


kelelahan.


Dan kebaikan kak Siska itulah yang membuatku menjadi sayang pada kak Siska seperti kakakku sendiri, bahkan aku lebih dengan dengan kak Siska di bandingkan dengan kak Irene kakakku sendiri.


Karena kak Iren sangat tegas dan selalu bersikap professional saat berada di perusahaan, seringkali kak Iren menawarkanku iklan dari brand ternama tapi aku meminta kak Iren untuk memberikan iklan tersebut untuk kak Siska.


Tanpa kak Siska ketahui kalau sebenarnya ketenarannya sudah mulai pudar, dan aku yang menyuruh kak Iren memberikan beberapa jobku kepada kak Siska karena aku tidak ingin kak Siska keluar dari perusahaan dan aku akan kehilangan sosok baik seperti kak Siska.


“Kamu selalu memberikan job yang harusnya untukmu kepada Siska Aleena!” ucap Irene yang lama-lama kesal dengan tingkah Aleena.


“Kenapa emang kak? Aku hanya ingin membuat kak Siska tetap di sini.” Ucap Aleena.


“Tapi ga gini caranya Aleena, setiap model punya waktunya masing-masing, kalau memang sudah tidak menarik dia tidak bisa melakukan apapun!” tegas Irene.


“Kakaku mohon, jangan kak Siska kak! Dia doang yang baik sama aku di antara yang lain kak..” ucap Aleena.


“Dia baik padamu ya karena ini Aleena! Dia ingin memanfaatkan kamu untuk menjadikannya tetap bersinar di saat dia harusnya sudah pensiun!” ucap Irene.


“Jangan berpikiran jahat pada kak Siska kak! Hanya dia yang baik padaku, walaupun kakak kandungku sendiri selalu menyamakan aku dengan yang lainnya!” teriak Aleena yang membuat Irene terkejut.


“Apa?! Kamu mengatakan hal itu dengan sadar Aleena!? Apa kamu tidak tau kalau aku melakukan hal ini demi kebaikanmu!” ucap Irene.


Yap! Aku bahkan berani melawan kakak kandungku yang sangat menyayangiku hanya karena kak Siska yang saat ini sedang mempermalukanku di hadapan orang hanya karena seorang laki-laki.


“Sebenarnya apa artinya diriku di pikiran kak Siska? Apa hanya segini rasa percayanya padaku?” aku terus saya menyesali semua kebaikanku kepada kak Siska bahkan aku berani berteriak kepada kakak kandungku demi


membela dirinya.