
“Kak Iren,, ah maaf nyonya Iren, aku sama sekali tidak berniat untuk melakukan hal itu kepada Aleena, dia yang sudah menggoda kekasihku.” Ucap Siska dengan wajah ketakutan.
“Kekasihmu? Siapa kekasihmu? Setampan apa dia hah!?” tanya Irene.
Siska menoleh ke arah Ronald dan merangkul lengannya seperti meminta perlindungan.
“Ah jadi kekasihmu adalah tuan Ronald?” tanya Daniyal dengan wajah meremehkan.
Melihat Daniyal yang ada di hadapannya membuat Ronald terkejut dan tanpa sadar dia melangkah mundur.
“Kenapa kamu mundur? Kamu takut?” tanya Daniyal.
“T-tuan Daniyal..” ucap Ronald.
Siska bingung saat mengetahui kalau kekasihnya mengenal laki-laki yang datang bersama Irene, sebenarnya Irene juga bingung saat Daniyal ternyata mengenal kekasih Siska, namun dia berusaha untuk tidak menunjukkan rasa bingungnya dan tetap menatap tajam ke arah Siska dan kekasihnya.
“Sayang, biar aku saja yang mengurusnya, bahkan aku akan memusnahkannya dari dunia perbisnisan, besok tidak ada lagi yang akan mendengar tentang bisnisnya lagi.” Ucap Daniyal kepada Irene.
“S-sayang?” gumam Irene yang terkejut dan juga malu saat mendengar Daniyal memanggilnya dengan sebutan sayang.
“Beraninya kamu mengatakan hal itu kepada kekasihku! Kamu ini siapa sih! Kamu ga tau kalau kekasihku ini adalah pemilik perusahaan besar!” ketus Siska.
“Siska diamlah!” ucap Ronald menarik lengan Siska.
“Kenapa aku harus diam? Kenapa kamu diam saja Ronald? Kamu ga merasa terhina kalau dia menjelekkanmu?” tanya Siska.
“Diamlah! Jangan buat aku kehilangan pekerjaan!” teriak Ronald membuat Siska terkejut dan mematung.
“Kenapa kamu membentakku?” tanya Siska dengan wajah yang memelas.
“Sudahlah jangan melakukan drama di depanku karena itu memuakkan!” ketus Irene.
“Kamu memperlakukan adikku yang berharga hanya untuk laki-laki sampah seperti ini?! Apa kamu tau kalau selera adikku itu tinggi, dan kekasihmu ini tidak ada seujung jarinya sedikit pun!” ketus Irene.
“Kalau bukan karena adikku yang menyuruhku memberikan job nya untukmu, kamu sudah lama aku keluarkan dari perusahaanku Siska! Kamu seharusnya sadar diri kalau kamu sudah tidak muda lagi dan kamu harusnya berterimakasih kepada adikku bukannya mempermalukannya seperti ini!” lanjut Irene.
“A-apa? Apa maksudnya?” tanya Siska.
“Aleena terlalu baik untuk memberikan jobnya untukmu, dia memohon kepadaku agar memperpanjang kontrakmu! Sudah tidak ada perusahaan yang tertarik denganmu Siska, tapi kamu tidak sadar diri dan memperlakukan orang
yang sudah memberimu pekerjaan layaknya sampah!” jelas Irene.
“Dan kamu! Kamu bisa membodohi semua orang yang ada di sini, tapi tidak denganku! Bukankah kamu berpendidikan? Lalu kenapa kamu pergi ke toilet wanita sedangkan sudah jelas kalau toilet pria dan wanita berada di ujung yang berlawanan!” ketus Irene sambil menatap tajam ke arah Ronald.
Daniyal hanya diam membiarkan tunangannya itu meluapkan emosinya kepada Ronald dan Siska, lalu dia menghubungi seseorang sambil melihat ekspresi Ronald melihatnya.
“Halo Tiko, saat ini juga buat perusahaan Ronald hancur!” ucap Daniyal yang langsung mematikan telfonnya begitu saja.
Mendengar ucapan Daniyal dengan nada dinginnya membuat semua orang terdiam dan menatap Daniyal.
“Jangan! Aku mohon tuan Daniyal jangan membuat perusahaanku bangkrut! Aku mohon maafkan aku, aku tidak tau kalau dia ada hubungannya denganmu tuan..” ucap Ronald sambil berlutut memohon kepada Daniyal.
Semua orang yang ada di sana tentu saja terkejut dengan sikap Ronald yang sampai bersujud di hadapan Daniyal seperti itu, karena Siska mengenalkan Ronald kepada semua orang sebagai pengusaha yang hebat dan tidak akan
takut akan apapun dan siapapun.
“Ronald, kenapa kamu berlutut seperti itu?” tanya Siska yang memegang lengan Ronald dan mencoba untuk menariknya.
“Diamlah!” ketus Ronald yang membuat Siska ketakutan.
“Tuan, maafkan aku..” ucap Ronald kepada Daniyal.
“Apa kamu akan memaafkannya?” tanya Daniyal kepada Irene.
“Dia bahkan tidak merasa bersalah sama sekali saat menuduh adikku, jadi untuk apa aku berbelas kasih untuk memaafkannya?” ucap Irene dengan santainya.
Dan benar saja, belum sampai lima menit setelah Daniyal menghubungi Tiko, semua orang yang ada di pesta tersebut mendapatkan pesan secara bersamaan.
“Yaampun, jadi ini beneran?!” tanya salah seorang tamu undangan dengan nada terkejut.
“Wah ternyata ucapannya benar, siapa dia sebenarnya?” tanya yang lain.
Siska dan Ronald bingung saat melihat para tamu undangan yang melihat hpnya secara bersamaan, dan saling berbisik satu sama lain.
“Ada apa? Apa yang kalian lihat?” tanya Siska yang langsung merebut hp salah satu tamu undangan.
Siska membaca isi pesan yang ada di dalam hp salah satu tamu undangan dengan kedua mata yang melotot dan tangan yang menutupi mulutnya yang terbuka karena terkejut.
“Tidak mungkin! Bagaimana bisa?!” tanya Siska sambil menatap wajah Daniyal dengan tajam.
“Siapa kamu! Kamu ini siapa sebenarnya!?” teriak Siska ke arah Daniyal.
“Ada apa Siska?” tanya Ronald.
“Perusahaan kamu bangkrut Ronald!” ucap Siska yang membuat Ronald terkejut dan merampas hp yang masih ada di tangan Siska.
Tubuh Ronald seketika lemas saat membaca pesan yang ada di hp tersebut, bahkan Ronald menjatuhkan hp yang dia pegang sangking lemasnya.
“Tunanganku akan membuat kekasihmu hancur, dan aku yang membuatmu hancur tuan Ronald, jangan sombong karena di atas langit masih ada langit!” ketus Daniyal.
“Sepertinya aku dan tunanganku sudah memberikan hadiah yang indah dan tak terlupakan untuk anda nona Siska, jadi kami akan undur diri, terimakasih.” Ucap Daniyal yang langsung menggandeng tangan Irene dan berjalan keluar dari hotel tersebut.
Siska dan Ronald tidak bisa melakukan apapun setelah melihat Irene dan Daniyal pergi, mereka berdua menyesal karena berurusan dengan orang yang salah.
“Ini semua karena dirimu! Kalau kamu tidak menyiram wanita itu perusahaanku tidak akan bangkrut!” teriak Ronald.
“Kamu menyalahkanku? Kalau kamu tidak menggoda Aleena aku tidak akan bermasalah dengannya! Aku membelamu karena tidak ingin kamu malu, padahal aku tau kalau kamu yang menggoda Aleena lebih dulu!” ketus Siska.
Para tamu undangan melihat ke arah Siska dan Ronald dengan wajah kasihan dan mengejek.
“Memalukan!” ucap salah satu tamu undangan.
“Cih, pasangan yang memalukan!” ucap yang lain.
“Kalau aku jadi mereka, aku akan pergi dari negara ini dan bersembunyi di negara ujung!” sahut yang lainnya.
Bahkan tidak sedikit tamu undangan yang tertawa meremehkan Siska dan Ronald, karena mereka sudah lama ingin melihat kehancuran Siska yang sombong.
“Ayo kita pergi saja dari sini, menyedihkan sekali mereka!” teriak salah satu tamu undangan yang di setujui oleh tamu undangan yang lain.
Akhirnya satu per satu tamu undangan pergi meninggalkan pesta ulang tahun Siska yang hancur karena sikap keduanya yang tidak bermoral yang sudah mempermalukan Aleena di acara ulang tahun itu.