MY BODYGUARD

MY BODYGUARD
Chapter 4



Dua minggu telah terlewat..


Yasha dirinya, merasakan sesuatu yang mengganjal. Pasalnya, sedari tadi lelaki yang berjalan disamping nya itu terus-menerus berceloteh mengenai sahabatnya.


Entah maksudnya apa, hanya saja Yasha merasa 'cemburu'.


Kim Taehyung tak henti-hentinya bertanya pada Yasha yang sekarang sudah merasa dongkol setengah mati, bagaimana tidak? Oh ayolah.


Dirinya yang sedang kencan bersama lelaki itu tapi mengapa membahas wanita lain!


'Kencan'? Haruskah jalan santai di taman siang ini di sebut kencan? -ntahlah, hanya saja selama bersama Taehyung apapun itu namanya dia selalu suka.


"Jadi, Rachel itu lebih suka coklat atau bunga? "


Mendengar pertanyaan Taehyung langkah Yasha terhenti.


Sedangkan Taehyung terus bergumam, hingga akhirnya menyadari bahwa gadis yang bersamanya itu tertinggal.


Taehyung membalikan tubuhnya melihat Yasha tertinggal beberapa langkah di belakang nya.


"Kenapa berhenti? "


Yasha mengangkat wajahnya yang tertunduk, kedua matanya langsung bertemu dengan mata coklat milik lelaki yang dipujanya sedari sma dulu.


"Aku bingung tae.. "


Taehyung mengerutkan dahinya, dirinya jadi ikut bingung mendengar penuturan gadis dihadapan nya ini.


"Ku kira kita sedang berkencan, ku kira kau menikmati waktu mu bersama ku. Tapi nyatanya hanya dirimu yang disini, pikiran dan hatimu tidak"


Masih bingung, Taehyung tidak mengerti maksud dari perkataan Yasha.


"Apa selama tiga minggu belakangan ini kau mendekatiku hanya ingin mengenal sahabatku lebih jauh?"


Yasha menjeda ucapannya, mencoba menetralkan hati dan pikiran nya yang mulai kacau.


"kau memanfaatkan ku, agar kau bisa lebih mudah mendekati Rachel saat kau sudah mengetahui segalanya tentang dia? "


Paham. Taehyung terlampau paham maksud dari pertanyaan Yasha.


Taehyung diam sejenak, dirinya mencoba mencari dan merangkai kata yang tepat agar tak melukai perempuan di hadapannya ini.


"Sebenarnya tidak juga, karna akupun ingin bisa menjalin sebuah pertemanan dengan mu, mengingat kita satu sekolah saat dulu namun tak dekat"


Kali ini Taehyung yang menjeda ucapanya, menarik nafas lalu membuangnya perlahan.


"dan soal Rachel, ya..jujur aku memang ingin mengenalnya lebih lewat dirimu "


Yasha mengerti sudah, perhatian Taehyung selama ini telah ia salah artikan, dirinya terlalu percaya diri karena berpikir telah mampu menjalin kedekatan sejauh ini dengan Taehyung.


Harusnya dia sadar Taehyung hanya mencintai sahabatnya, Merasa bodoh dan di tipu.


Dirinya serasa di ajak terbang ke awang-awang namun seketika di lepaskan hingga jatuh ke dasar bumi terdalam, Terjebak. Dirinya tak bisa keluar.





Kim Taehyung berjalan menyusuri koridor kampus dengan senyuman yang terus mengembang. Membawa sebucket besar bunga Mawar putih.


Membuat para mahasiswi yang melihatnya memekik riang bertanya-tanya siapa perempuan yang beruntung mendapatkan bunga dari seorang prince di kampus.


sedangkan dilain tempat Rachel berjalan keluar kelas, sesekali tertawa mendengar lelucon yang di lontarkan Yasha yang ikut berjalan disampingnya.


Hubungan keduanya masih baik-baik saja, Yasha tak pernah menyalahkan Rachel apapun atas perlakuan Taehyung padanya. Dirinya juga yakin Rachel tak tahu menahu persoalan Taehyung dengan nya.


Oh, dan jangan lupakan eksistensi lelaki berbahu lebar di belakang mereka Kim Seokjin sang bodyguard, Sekarang mereka bertiga tengah berjalan menuju parkiran.


Taehyung yang melihat gadis pujaannya sedang berjalan menuju parkiran segera melangkahkan kakinya lebar, terlampau bersemangat setelah mendapatkan cukup banyak informasi mengenai incarannya itu, dari sahabat gebetannya sendiri.


Maka, hari ini juga ia memantapkan hatinya untuk menyatakan cintanya pada Rachel.


Taehyung berdehem kencang, mengalihkan perhatian ketiga orang yang hendak akan masuk ke dalam mobil.


"Oh, hai tae ada apa? "


itu Rachel, menyapa nya dengan riang mengingat moodnya sedang sangat baik hari ini.


Berbeda dengan sahabatnya Yasha, perasaan nya sudah tak enak apalagi melihat Taehyung membawa bunga kesukaan sahabatnya, hatinya hancur seketika.


"Untuk mu "


tanpa basa basi, menyodorkan sebucket Mawar putih yang masih segar, beraroma kuat yang menguar menggelitik Indra penciuman.


Tentu saja bukan Mawar putih biasa untuk seseorang yang spesial.


"Eh? "


masih memproses kejadian yang begitu cepat Rachel, dirinya kebingungan namun tanganya refleks mengambil sebucket Mawar putih cantik membuat senyuman yang merekah di bibir tipisnya.


"Kenapa memberiku bunga? Apa ada sesuatu? " tanya Rachel masih bingung, meskipun tak menolak juga.


"Rachel-ya, Jadilah pacarku"


To the poin. Tak ingin mengulur waktu juga tak sabaran. Taehyung berucap tanpa beban dengan senyum yang sialnya menawan.


Mode blank on.


Rachel menatapnya tak percaya. Serius? Kim Taehyung sedang menyatakan perasaannya sekarang? Tidak kah pernyataan barusan lebih terdengar seperti bualan?


"Tae.. " Rachel berucap laun.


"Aku serius, aku tak bisa menunggu lebih lama lagi, jadilah milikku "


Memotong ucapan Rachel yang belum selesai, beralih menggenggam sebelah tangan perempuan yang kini masih kebingungan.


Perlahan melirik ke sebelah kanan Mobil dimana sahabatnya sedang berusaha menahan tangisnya mati-matian mengeratkan pegangannya pada pintu mobil yang baru dibukanya setengah.


'Ini tidak benar' batin Rachel berkecamuk.


Rachel berucap laun terkesan lembut ia tak ingin menyakiti lelaki yang masih menggengam tanganya erat.


"Kau masih belum mengenali perasaanmu"


"Tidak, aku.."


"Jangan menyela, Tae.. Bukan aku yang sebenarnya hatimu inginkan, kau belum mengenali perasaan mu sendiri.


Jangan memutuskan sesuatu dengan perasaan menggebu.. Bukan aku yang seharusnya mendapat cintamu, aku bukan orang yang tepat"


Rachel memejamkan matanya sejenak, mengambil nafas dalam.


"Ada orang lain yang mampu membalas lebih, dan orang itu bukan aku. Aku tak bisa"


Final Rachel.


Mata coklat itu saling berpandangan terlihat guratan kecewa dari sang dominan.


"Kau menolakku? "


Rachel menggeleng. "Hanya saja, ada orang lain yang lebih tepat untukmu.. Jangan tergesa-gesa memutuskan sesuatu yang dirimu sendiri masih ragukan"


"Aku tak ragu padamu " tegas Taehyung.


"Aku paham, hanya saja bukan aku Tae.. Maaf"


Satu kata terakhir mampu membuat Taehyung tertunduk, Pupus sudah semua harapannya.


Namun, dibalik semua itu Taehyung memikirkan ucapan Rachel, mencerna dan menela'ah mencari tahu maksud penuturan gadis yang baru saja menolaknya.


Rachel melepaskan genggaman tangan Taehyung, berangsur menjauh membuka pintu mobil dan masuk kedalamnya.


Taehyung masih tak bergeming ditempat nya, matanya tak sengaja bersinggungan dengan mata sehitam arang milik Yasha, terlihat jelas raut sedih dan kecewa, air di pelupuk matanya yang sedari tadi menumpuk akan menetes jika saja ia berkedip.


Taehyung merasa sakit dihatinya. Namun entah kenapa melihat Yasha menahan rasa sedihnya, hati Taehyung makin terasa sakit seakan-akan hatinya di remat begitu kuat. Melihatnya  menghilang dibalik pintu mobil bersamaan dengan itu juga Taehyung merasa kehilangan.





Sepanjang perjalanan pulang tak ada yang membuka suara, tak ada yang berani memulai untuk sekedar menanyakan  keadaan diri masing-masing.


Baik Rachel maupun Yasha keduanya terdiam, berperang dengan pikirannya masing-masing.


Bunga pemberian Taehyung di letakkan di bagasi atas keinginan Rachel, ia tak ingin mengingat-ingat lagi kejadian yang membuatnya hampir terkena serangan jantung itu.


Bagaimana bisa seorang Kim Taehyung menyatakan perasaanya di hadapan Yasha yang jelas-jelas menyukainya.


Sebodoh apa Taehyung itu sampai tak mampu menyadari sikap Yasha padanya.


Begitupun dengan Yasha yang duduk di sebelahnya, dirinya enggan mengalihkan pandangannya dari jalanan di luar, Masih menahan diri agar tidak menumpahkan  air matanya yang sedari tadi berdesakan ingin keluar.


Yasha tak ingin bertatap muka dengan Rachel, setidaknya sampai hatinya merasa tenang.


Meskipun ia sadar kejadian ini tentu bukan salah Rachel -bukan, bukan salah siapapun.


Sebegitu cintanya kah Kim Taehyung pada sahabatnya itu, sampai tak mampu menyadari segala bentuk perhatian yang akhir-akhir ini sering ditunjukkan nya?


Entahlah, memikirkan kan nya saja membuat hatinya semakin berdenyut sakit. Dirinya tak ingin berlarut-larut dalam rasa sedihnya.


"Aku turun disini"


Ucap Yasha pada Seokjin yang sedari tadi fokus menyetir.


Mobil berhenti, membuyarkan lamunan Rachel. Dia melihat Yasha yang bersiap akan membuka knop pintu mobil.


"Yasha, rumah mu masih sangat jauh"


Rachel memperhatikan jalanan sekitar yang masih sangat jauh dari rumahnya maupun rumah sahabatnya.


"Tak apa"  Jawabnya acuh.


"Kau kenapa? Pulanglah bersama seperti biasanya"


Yasha sudah berdiri diluar mobil, terlihat kilatan matanya menyaratkan rasa benci dan kecewa, berucap begitu ketus sebelum menutup pintu mobil kencang.


"Jangan sok perduli lagi padaku"


Rachel tak mengerti, seketika air matanya menetes begitu saja. Sahabat kecilnya -ah, tidak.. bahkan sahabat semenjak masih dalam kandungannya itu, pergi begitu saja.


'Secinta itukah Yasha pada Taehyung? Sampai-sampai ia membenciku?'


Asumsi Yasha yang membencinya mulai berdatangan memenuhi pikirannya.


Air mata semakin deras mengalir dan isakan kecil mulai terdengar dari belah bibir gadis itu.


"Rachel.. "


Seokjin memandangnya dari spion tengah, melihat Nona-nya menangis membuat nya merasa iba.


"Aku tak mengerti, kenapa jin.. "


Ucap Rachel ditengah-tengah tangisnya.


Seokjin melepas seatbelt nya menyampingkan tubuhnya menghadap kursi penumpang.


"tak apa.." ucapnya sembari meraih kedua tangan Rachel.


Setidaknya itu cara ampuh yang diketahui nya untuk menenangkan seseorang.





TO BE CONTINUED