
Abizar dan Adyatma yang sudah berada di dalam club segera berjalan ke lantai atas dan menuju ke ruangan VIP yang biasa mereka gunakan bersama, Daniyal, Roy dan Tommy.
“Eh itu kak Roy kak! Kak Roy!!” teriak Adyatma yang langsung menghampiri Roy yang sedang berbicara dengan salah satu pelayannya.
Roy yang merasa namanya terpanggil segera menoleh dan mencari asal suara, lalu dia tersenyum lebar saat melihat kedua adik sahabatnya datang ke tempatnya.
“Adyatma? Abizar? Kalian berdua ke sini? Mana Daniyal?” tanya Roy.
“Kak Daniyal pasti bakalan jarang banget datang ke sini kak, tau sendiri kan dia udah punya istri.” Ucap Adyatma.
“Ah iya benar juga ya, kalian juga sepertinya tidak begitu dekat dengan Daniyal dan Irene ya semenjak mereka menikah.” Ucap Roy.
Walaupun saat di acara pernikahan Roy melihat Abizar dan Adyatma, Roy tidak menyapa keduanya karena memang Abizar dan Adyatma menjauhi Roy dan Tommy agar tidak menimbulkan kecurigaan saat mereka berdua ternyata mengenal sahabat Daniyal.
“Apa kak Roy datang ke pernikahan? Sepertinya aku tidak melihat kak Roy dan kak Tommy.” Ucap Abizar berpura-pura.
“Tentu saja kami datang, tapi kalian sepertinya sangat sibuk saat itu jadi kami tidak menyapa kalian.” Jelas Roy.
“Ah begitu kak…” ucap Abizar.
Sedangkan Adyatma hanya diam, dia tau kalau kakaknya sedang berbohong karena itu adalah rencana mereka berdua yang tidak ingin terlalu banyak berinteraksi dengan para tamu undangan terutama teman-teman kakaknya.
Sebenarnya Bramantio memang tidak terlalu mempublish anak-anaknya, jadi kalau bukan keluarga dan teman dekat pasti tidak akan ada yang tau kalau Daniyal, Abizar dan Adyatma adalah anak keluarga Bramantio.
“Sudahlah ayo masuk ke dalam, kalian adalah tamu spesialku jadi kalian harus keluar dari tempatku dengan hati yang bahagia.” Ucap Roy.
Abizar dan Adyatma hanya tertawa dan segera masuk ke dalam ruangan yang biasanya mereka tempati jika ke tempat Roy.
“Kak Roy selalu ke sini setiap hari?” tanya Adyatma.
“Tentu saja, aku harus terus memantau tempat ini agar tidak ada yang mengacau! Lagipula Daniyal dan Tom sering ke sini juga kok.” Ucap Roy.
“Kak Daniyal sering kemari?” tanya Abizar.
“Terakhir sekitar beberapa hari yang lalu, dia tiba-tiba mengajak Tom ke sini dan akhirnya kami kumpul bersama, tapi sepertinya saat itu Daniyal sedang ada masalah karena dia sangat mabuk dan bahkan menyuruh pelayan memanggil beberapa wanita malam untuk melayaninya.” Jelas Roy.
“Bahkan kata-kata sedikit dari Tommy sudah membuatnya terpancing emosi.” Lanjut Roy.
“Lalu? Apa kak Daniyal ga cerita apa masalahnya?” tanya Adyatma.
“Engga, bahkan Irene sampai menjemputnya kemari karena Tommy menghubunginya dan Daniyal mengucapkan kata-kata yang menyakiti Irene, entahlah.” Ucap Roy.
“Kalau begitu kalian nikmati saja ya, aku harus turun ke bawah dan melihat-lihat.” Ucap Roy yang di balas anggukan oleh Abizar dan Adyatma.
Melihat Roy pergi membuat Abizar dan Adyatma hanya saling menatap satu sama lain seperti sedang saling bertanya sebenarnya apa masalah yang di hadapi kakak mereka.
“Kakak tau kak Daniyal ada masalah apa?” tanya Adyatma.
“Lah mana aku tau!” ketus Abizar.
“Masa karena itu sih?” gumam Abizar.
“Kak! Ngapain bengong di situ sih!? Ayo sini pesan minuman!” seru Adyatma.
Mendengar ucapan adiknya membuat Abizar tersadar dari lamunannya dan segera duduk di sebelah Adyatma yang sudah membaca menu.
Namun sebelum duduk, Abizar menyempatkan untuk melihat ke bawah lewat kaca yang langsung bisa melihat ke bawah, dan kedua matanya terbuka lebar saat melihat seseorang yang sangat dia kenali sedang duduk di antara para tamu yang lain.
“Kak, ada apa sih!?” tanya Adyatma yang kesal karena dari tadi kakaknya tidak mau duduk.
Namun Abizar hanya diam tidak menjawab ucapan Adyatma sampai akhirnya Adyatma memutuskan untuk melihat ke arah kakaknya melihat.
“What!? Oh my God! Itu seriusan kak Aleena kak? Dia pergi ke tempat seperti ini? Suatu keajaiban!” seru Adyatma yang bergegas untuk mengeluarkan hpnya dan mengarahkannya ke arah Aleena.
“Kamu ngapain!?” ketus Abizar dengan tatapan tajam.
“Mau foto lah kak! Ini adalah keajaiban yang bisa di manfaatkan, coba bayangin kalo kita kirim foto ini ke om Gilang, dia pasti syok dan akhirnya memarahi kak Aleena!” jelas Adyatma.
“Ga usah aneh-aneh! Hal itu tidak cukup membuatnya di marahi karena aku yakin mereka pasti ijin dulu sebelum pergi ke tempat seperti ini!” ketus Abizar.
“Yah tapi kan seru kak, atau kita kirim ke media aja biar menyebar kemana-mana.” Ucap Adyatma.
“Gila ya!? Kalo sampe media tau aku juga yang susah karena om Gilang akan menyuruhku untuk menjaga Aleena lebih ketat!” ketus Abizar.
“Hem, iya juga sih… Ya kalo gitu kita minum aja ayo kak aku ini udah nungguin kakak dari tadi ga duduk-duduk.” Ucap Adyatma.
Akhirnya Abizar berusaha untuk tidak perduli dengan Aleena yang ada di sana, dia ingin semalam saja tidak di ganggu oleh Aleena yang terus menghubunginya.
“Ah bicara menghubungi, aku ingat kalau Aleena mengirimi aku beberapa pesan.” Gumam Abizar yang langsung membuka ponselnya.
Abizar melihat beberapa pesan yang di kirim oleh Aleena untuknya, dia merasa bersalah karena sudah memikirkan hal yang tidak-tidak kepada Aleena sedangan Aleena sudah meminta ijin kepadanya lewat pesan dan dia terpaksa karena haru menggantikan Irene menjaga Nancy ke tempat itu.
Abizar kembali menoleh melihat Aleena dengan lebih jelas, dan Abizar baru menyadari kalau Aleena memang terlihat tidak nyaman dan dia sedang berusaha untuk menutup hidungnya mungkin karena tidak terbiasa dengan bau minuman yang terlalu menyengat di dalam sana.
Walaupun sebenarnya Aleena sering menghadiri pesta yang berbau minuman tapi baunya tidak sepadat di tempat itu, dan Aleena juga selalu meminum jus jeruk.
“Kak ga usah di liatin terus kenapa sih? Ga akan ilang juga kok.” Ucap Adyatma yang membuat Abizar terkejut dan kembali melihat ke arah menu yang di pegang adiknya.
“Kamu sudah memilih? Aku yang biasa aja, aku ga bisa minum yang lain selain itu.” Ucap Abizar.
“Baiklah-baiklah, aku akan memanggil pelayan.” Ucap Adyatma yang langsung memanggil pelayan.
Sedangkan Abizar kembali melihat ke arah Aleena yang saat itu sudah berdiri dan berjalan ke arah toilet.
Melihat hal itu membuat Abizar penasaran dan sedikit khawatir kalau Aleena akan terlibat masalah, karena Aleena terlalu cantik dan bersinar di tempat itu, Abizar hanya khawatir kalau sampai ada seseorang yang akan mengganggunya dan membuatnya risih.