
Pernahkah kalian mengalami peristiwa yang begitu membekas hingga mengubah hidup kalian?
Sejak sore itu hari-hari Hera mulai merah muda. Sorot matanya yang selalu fokus menjadi terpecah tiap berada di keramaian terutama di kantin saat jam istirahat. Seperti mencari sesuatu yang begitu penting. Terkadang dia akan tersenyum setelahnya, menunjukkan apa yang ia cari telah ditemukan atau terdiam sendu karena tak ada apapun yang ia dapatkan.
Entah kesejukan apa yang dia cari hanyalah dia dan Tuhan yang tau. Bahkan teman-temannya sebaiknya tidak tahu.
Pernah suatu ketika dia mengajak Diana berjalan-jalan mengelilingi gedung sekolah.
"Bosen tauk Di, habis jajan langsung ke kelas. Kita makan jajannya sambil cari pemandangan baru yuk." Ajak Hera pada Diana.
"Tumben banget Her, biasanya paling males keliling-keliling." Ujar Diana yang merasakan gelagat aneh dari sahabatnya itu.
"Iya lagi bosen di kelas."
Dan jadi lah mereka berkeliling sekolah sambil menikmati jajanan yang dibeli di kantin selama jam istirahat.
...
Seminggu berlalu, Hera masih menunggu. Menunggu saat yang tepat untuk mengembalikan uang yang bukan menjadi haknya.
Saat itu ekskul pramuka telah selesai. Kali ini Hera tak langsung pulang seperti biasanya. Dia berjalan mengikuti Zahra menuju halaman belakang sekolah, tepatnya menuju lapangan belakang. Dia hapal betul kebiasaan temannya itu setelah ekskul pramukanya usai yakni menonton latihan bola di lapangan belakang.
Kebetulan jadwal ekskul pramuka berbarengan dengan ekskul bola. Hal tersebut yang menjadi alasan Zahra untuk memilih masuk dalam ekskul pramuka. Tentu saja karena Zahra adalah salah satu fans Mario.
"Eh, Hera. Kok kamu ikutin aku." Zahra yang merasa diikuti ahirnya benar menemukan Hera dibelkangnya.
"Aku mau ikutan kamu nonton latihan bola." Jawab Hera sekenanya saja.
"Kok tumben. Ya udah ayok bareng sini. Ngapain d belakang." Ucap Zahra tanpa ada kecirigaan sedikitpun. Zahra memang tipe orang yang penuh dengan pikiran positif.
Latihan bola dalam bentuk pertandingan uji strategi kali ini mempertemukan dua straiker andalan SMPN 15 yaitu tim Mario vs tim Abdul. Ini hanya latihan. Ketika dalam pertandingan sesungguhnya mereka menjadi duet maut yang sangat tangguh.
"Wah, Mario keren banget. Meskipun keringetan tetep ganteng.." Kata Zahra dengan suara dibuat penuh manja.
Hera begidik geli memandang temannya satu ini. Apakah orang akan berubah menggelikan ketika dirinya mulai mengidolakan seseorang?
"Suka-suka aku lah.. Kalo aku jadi pacarnya Mario aku langsung lari bawain handuk terus aku lap keringetnya.."
Hera makin melotot mendengar perkataan Zahra yang makin halu. Dia tahu betul Zahra sangat mengagumi Mario. Dia tidak pernah melewatkan setiap pertandingan dimana Mario berlaga atau pentas musik dimana Mario tampil.
Semua itu sebatas wajar. Zahra bukan fans fanatik garis keras yang sampai mengeluh eluhkan idolanya, mengirim bunga dan hadiah, atau terang-terangan mengungkapkan suka. Itu semua terlalu gila. Zahra masih memiliki logika yang waras untuk tidak melakukan semua itu. Meskipun dalam hatinya pasti mengharapkan sekali idolanya itu meliriknya atau bahkan menjadikannya pacar. Bisa kejang-kejang dia kalau sampai itu menjadi nyata. Hahaha.
Hera menatap kembali ke lapangan. Pandangannya fokus. Tidak pada bola yang menggelinding kesana kemari. Tapi pada seseorang. Abdul.
"Iya ya, keren banget meskipun keringetan." Hera tak menyadari apa yang keluar dari mulutnya.
Ups, Dia mengatakan hal yang sama seperti apa yang Zahra lakukan sebelumnya. Perkataan yang tadinya menurut Hera menggelikan kini ia katakan dengan mulutnya sendiri.
Bersambung...
...
Author's cuap:
Ya elaaah neng Hera, bisa loooos gitu ngomongnya..
Kan Zahra jadi denger..
Ntar ketahuan loh ya kalo lagi jatuh hati..
Ciye...
readers sayaang..
jangan lupa jempolnya ya..
ππΌπ
Makasih.. πΌπππ»ππ»