My Introvert Husband 3

My Introvert Husband 3
Hari terakhir di Villa



Hari ketiga di villa milik Papa Gio.


Hari ini, ialah hari terakhir Ken dan Alana honeymoon di Villa milik Papa Gio.


Pagi itu, di kamar, Ken dan Alana masih sama - sama terlelap akan tidurnya. suara ketukan pintu yang bising terdengar dari luar kamar. namun tak membuat mereka bergerak dan berpindah akan posisinya.


(Tok... Tok... Tok...)


Ketukan pintu itu semakin lama semakin mengeras. Hingga membuat kegaduhan di dalam sana.


Kedua mata Ken dan Alana mengerjap secara bersamaan.


"Siapa?" tanya Alana dengan Setengah sadarnya.


"Entahlah." Ken berdecak dan menggaruk - garuk rambutnya dengan kesal.


Ken meregangkan pinggangnya. ia beranjak turun dari tempat tidur, dengan telanjang dada ia berjalan mendekati dan membuka pintu kamar itu.


Ceklek (pintu terbuka)


"Kakak...."


Kendrick terkejut bukan main saat melihat Jesslyn dan Kimy berdiri di depan pintu kamarnya dengan melebarkan senyumnya seakan tak memiliki dosa.


"Kalian?"


"Kenapa kalian bisa kemari? Besok Kakak dan Alana kan sudah pulang," ujar Ken.


"Justru itu, kami kemari ingin menyusul Kakak dan Alana. mana Alana, Kak? aku ingin menemuinya?" Jesslyn hendak menerobos masuk ke dalam. namun, Ken menghalanginya.


"Jangan masuk! Alana masih tidur," ujar Ken.


"Tunggulah di depan. kalian bersama siapa kemari?" tanya Ken. ia memperhatikan sekitar, namun ia hanya mendapati Kimy dan juga Jesslyn di sana.


"Bersama Jasson dan si pengacau!" jawab Jesslyn.


"Kau mengajak semua orang ke mari, mau berdemo?" tanya Ken dengan mengerutkan dahinya dengan kesal.


"Tidak, Kak. kami hanya ingin menemui Kakak dan Alana saja," jawab Jesslyn.


"Astaga." Ken berdecak kesal dan memijat pelipisnya.


"Di mana Jasson dan Harry? berarti, kalian berangkat kemari malam hari?" tanya Ken.


"Sudah pulang, Kak. Karna mereka di suruh oleh Papa untuk mengantarkan kami saja ke mari, iya kami berangkat malam hari," jawab Jesslyn.


"Jesslyn, apa kau tau itu berbahaya. kau pasti memaksa Jasson untuk mengantar kalian kemari, iya, kan?" tanya Ken.


"Tidak, Kak. Jasson juga ada acara bersama teman - temannya di sekitar sini, ya sudah aku ikut saja sekalian mengajak Kimy" Jesslyn melebarkan senyumnya.


"Kakak Ken, aku ingin menemui Alana." Kimy juga hendak menerobos Ken untuk masuk ke dalam kamar. namun, Ken dengan cepat menahan tubuh wanita itu.


"Hey! Kakak kan sudah bilang jangan masuk! tunggu di depan sana!" seru Ken.


"Hah, baiklah." Jesslyn dan Kimy menggerutu dengan tidak jelas dan berlalu meninggalkan Ken dari sana.


Ken kembali masuk kedalam kamar dan menghampiri Alana yang terlihat masih memejamkan Matanya.


"Alana, bangunlah." Ken membangunkan Alana seraya menggoyang - goyangkan tubuhnya. namun, Alana hanya berdehem saja. karna ia merasa masih benar - benar mengantuk.


"Alana, ayo bangun!" dengus Ken.


"Ada apa sih, Ken. berisik sekali kau ini!" seru Alana.


"Ayo bangunlah! di depan ada Jesslyn dan Kimy. cepat pakai bajumu dan mandi sana!" perintah Ken. kedua mata Alana seketika terbuka lebar.


"Mereka kemari?" tanya Alana.


"Iya, entahlah kenapa mereka bisa kemari. pagi - pagi sudah, mengganggu saja." Ken merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan hendak memejamkan matanya kembali.


"Kenapa kau malah tidur lagi?" tanya Alana.


"Mereka kan mencarimu, bukan mencariku. sudah sana. aku mau melanjutkan tidurku."


Alana menggerutu kesal dan turun dari tempat tidurnya. Ia berjalan dengan tubuh malasnya untuk masuk ke dalam kamar mandi.


***


Alana terlupa membawa bajunya, ia hendak keluar dari kamar mandi namun ia masih melihat Ken di sana.


Alana sedikit membuka pintu itu dan mengintip ke cela pintu. ia melihat Ken sedang memejamkan matanya.


"Dia tidur." Alana melilitkan handuk di tubuhnya. Lalu, ia keluar dari kamar mandi dan mendekati lemari. Ia membuka lemari pakaian dengan perlahan - lahan berharap tidak membangunkan Ken.


Padahal, Ken tidak tidur. ia membuka salah satu matanya dan memperhatikan istrinya tersebut dari atas tempat tidur dan tersenyum usil melihatnya.


Alana menengok ke arah Ken dan memastikannya kembali, "Dia masih tidur." Alana mengambil baju miliknya dan cepat - cepat mengenakannya.


"Huh,"


"Kenapa terburu - buru sekali memakai bajunya? Aku kan belum puas melihatnya." suara Ken mengejutkan Alana hingga membuat kedua mata wanita itu membulat dengan sangat sempurna.


"Ken... Kau berpura - pura tidur?" seru Alana.


"Menurutmu?" Ken menarik salah satu sudut bibirnya.


"Ken, kau ini sungguh menyebalkan! Kau benar - benar menyebalkan!" Alana menutup wajah suaminya itu menggunakan bantal hingga membuat Ken terkekeh.


"Cepat bangunlah dan sarapan!" perintah Alana seraya berlalu keluar dari sana.


"Gadis bodoh." Ken menggeleng - gelengkan kepalanya sembari memperhatikan Alana yang baru saja keluar dari kamarnya.


***


Alana berjalan dan menggerutu kesal akan Ken, kedua matanya menyapu sekitar Villa itu untuk mencari Kimy dan juga Jesslyn.


"Di mana Kimy dan Jesslyn?"


"Alana...." suara Kimy dan jesslyn mengejutkan Alana, seakan membuat jantung wanita itu hendak terlepas dari tempatnya.


"Astaga, kalian mengangetkanku saja!" seru Alana seraya memegangi dadanya.


Kimy dan Jesslyn mengajak Alana untuk duduk di dalam kamar yang bersebelahan dengan kamar yang di tempati oleh Alana dan Ken.


Jesslyn dan Kimy begitu heboh menanyakan aktivitas apa saja yang di lakukan oleh Alana selama bulan madu bersama Ken. namun, Jesslyn tak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Karna lantaran Alana hanya menjawab dengan seadanya saja.


"Kau hanya berjalan - jalan saja?" tanya Jesslyn. Alana menganggukan kepalanya.


"Aku, kira. dengan adanya bulan madu, hubungan Alana dan Kakak akan semakin dekat. tapi rasanya tidak," gumam Jesslyn dengan begitu kecewa.


"Ayo, kita sarapan," ajak Alana.


"Tunggu sebentar, aku mau ke kamar mandi." Jesslyn beranjak berdiri dan masuk ke dalam kamar mandi yang ada di kamar itu.


Alana dan Kimy pun menunggu Jesslyn.


"Alana..." Kimy berteriak hingga membuat tubuh Alana berjingkat.


"Kimy! suaramu selalu saja mengagetkanku! apa kau tidak bisa memanggil tanpa berteriak?"


"Kalau aku mati mendadak dan Ken menjadi Duda bagaimana?" seru Alana.


"Jangan, Alana! bisa - bisa aku di bunnuh Jesslyn."


"Makanya, jangan mengagetkanku!"


"Ada apa? " tanya Alana.


"Itu lehermu?"


"Lehermu merah semua, apa serangga di sini ganas - ganas?" tanya Kimy dengan begitu hebohnya. Alana seketika memegangi lehernya.


"Astaga." Alana berdecak.


"O-ooh, i-ini--" Alana gelagapan menjawab pertanyan Kimy Seraya menggerai rambutnya ke depan. agar terurai dan menutupi lehernya.


"Untung aku membawa minyak serangga. tunggu di sini, aku akan mengambilkannya untukmu." Kimy hendak beranjak berdiri namun, Alana menahannya.


"Tidak usah, Kimy. aku baik - baik saja. biarkan saja," ujar Alana.


"Kalau di biarkan nanti semakin lama akan semakin gatal. tidak apa - apa aku akan mengambilkannya."


"Kimy, aku bilang tidak usah ya tidak usah. kau ini memaksa sekali. ayo sini duduklah lagi," Alana menarik tangan Kimy hingga membuatnya duduk kembali ke tempat Semula.


"Tapi, Alana--"


"Ada apa, sih. ribut - ribut?" tanya Jesslyn yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi.


"Ini, Alana. lehernya--"


Belum selesai menyelesaikan perkataannya. Alana membungkam rapat - rapat mulut Kimy dengan tangannya.


"Kenapa leher Alana?" tanya Jesslyn.


"Tidak apa - apa, Jesslyn. Kimy suka berbicara yang aneh - aneh. Hehe," jawab Alana seraya tertawa pelik.


"Alana lepaskan. kenapa kau membungkam mulutku?" seru Kimy. ia berceloteh saat tangan Alana terlepas dari mulutnya.


"Benar kata Alana, kau suka berbicara yang aneh - aneh. pantasnya mulutmu itu di tambal," seru Jesslyn.


"Selalu saja aku." Kimy menggerutu dengan Bibirnya yang mengerucut.


"Sudahlah, ayo kita ke balkon sarapan bersama. aku akan memanggil Ken," ujar Alana. Kimy dan Jesslyn mengiyakannya. Alana keluar dari sana untuk memanggil Ken.


Mereka berempat, sarapan bersama di atas balkon. Jesslyn, Alana dan Kimy tak henti - hentinya bicara dan bercanda. Ken mengunyah makanan dengan melihat adik dan istrinya secara bergantian.


"Setiap hari mereka bertiga bertemu, kepalaku bisa - bisa pecah." Ken bergumam seraya mengernyitkan dahinya.


Seharian penuh, Alana menghabiskan waktunya bersama Kimy dan juga Jesslyn tanpa menghiraukan Ken sama sekali. hingga membuat suaminya itu kesal di buatnya.


***


Malam harinya, Alana sibuk menyiapkan baju miliknya dan juga Ken. Ia memasukan baju - baju tersebut ke dalam koper. Karna, besok. mereka akan pulang kembali ke rumah. Seusai itu, Alana mendekati Ken yang sedari tadi terlihat sedang sibuk memainkan ponselnya.


"Ken, aku tidur bersama Jesslyn dan Kimy ya?" pinta Alana. Ken hanya terdiam dan menatap kesal Alana.


"Ken, kenapa kau diam saja? apa boleh?" tanya Alana. ia duduk dan menggelayuti tangan Ken.


"Iya tidak apa - apa, tidurlah sana!" ucapan Ken membuat Alana girang di buatnya.


"Baiklah, Ken. terimakasih." Alana beranjak berdiri dan hendak berlalu pergi dari kamar itu.


"Sampai seterusnya tidurlah bersama mereka, jangan pernah tidur bersamaku lagi!" suara Ken tiba - tiba menyentak telinga Alana. Hingga membuat wanita itu mengurungkan langkah kakinya. Alana berbalik badan dan melihat Ken yang semula duduk berselonjor kini merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


"Menyebalkan."


Alana menggerutu dan kembali naik ke atas tempat tidur. Ken menarik salah satu sudut bibirnya hingga membentuk senyuman usil di sana.


"Kenapa kembali lagi? Katanya mau tidur bersama Kimy dan Jesslyn? tidurlah sana. Jesslyn dan Kimy pasti sedang menunggumu!" ujar Ken.


"Tidak jadi, aku tidur di sini saja bersamamu," jawab Alana. Ia ikut merebahkan tubuhnya di samping Ken.


"Aku bisa tidur sendiri, sudah tidak apa - apa tidurlah sana bersama mereka," perintah Ken.


"Tidak mau! aku mau tidur di sini denganmu!" Alana melingkarkan tangannya memeluk tubuh Ken erat - erat.


"Sudah tidurlah bersama mereka sana!" Ken Mencoba menjauhkan tangan Alana dari tubuhnya.


"Tidak mau ya tidak mau! Jangan memaksaku!" suara Alana terdengar membentak di telinga Ken. hingga membuat laki - laki itu menahan tawa di buatnya.


"Berani sekali kau membentakku?" seru Ken.


"Ti-tidak, aku tidak membentakmu, siapa yang membentakmu?" ucap Alana.


"Aku akan tidur di sini." Alana semakin mengeratkan pelukannya dan memejamkan kedua matanya. hingga membuat Ken tersenyum di buatnya.


"Bilang saja, kalau kau tidak bisa jauh dariku, iya, kan?" goda Ken.


"Arghh... " Ken berteriak saat Alana tiba - tiba menggigit dadanya.


"Kenapa kau suka sekali menggigitku?" seru Ken.


"Karna kau menyebalkan. Sudah tidurlah! Kalau kau bicara lagi, aku tidak akan segan menyuruhmu untuk tidur di dalam kamar mandi!" seru Alana.


"Berani sekali kau bicara seperti itu kepadaku?" Ken menajamkan kedua matanya kepada Alana.


"Mana berani? aku kan hanya menirukan cara bicaramu saja. sudah tidurlah!" Alana mengusap kasar kedua mata Ken agar terpejam. Ken menggerutu dan sesekali menyelipkan senyumnya akan tingkah istrinya tersebut.


.


.


.


.


.


.


terimakasih banyak ya temeb - tenen atas dukungan votenya 🙏🙏🙏


Kenapa lama update-nya thor?


maaf ya Karna pikiran buntu dan lari ke mana - mana dari kemarin.


Kapan thor MGW dan Amoera update? Secepatnya ya sabar.. Pikiranku masih lari kemana - mana :(