
Kini Alana dan juga Jesslyn merebahkan tubuhnya berdampingan di atas tempat tidur sembari berbincang - bincang dan bercerita satu sama lain. hingga tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 22.00 Pm, Jesslyn berulang kali menguap. tetapi, dirinya tidak bisa tidur.
"Alana, di balkon pasti seru, aku ingin sekali ke balkon atas. tapi, kakiku sakit," kata Jesslyn dengan mengerucutkan bibirnya.
"Memangnya ada apa di balkon?" tanya Alana dengan penasaran.
"Melihat pemandangan malam, Kakakku, kan. berkumpul dengan teman - temannya di balkon sambil memainkan guitar, apalagi di sana ada Kak David juga," kata Jesslyn.
"Kau menyukai David?" tanya Alana. Jesslyn sejenak menatap Alana. dan kemudian tertawa.
"Kenapa memangnya, apa kau menyukai Kak David?" tanya Jesslyn.
"Pertanyaanmu konyol, mana mungkin aku menyukainya, aku hanya bertanya kepadamu," bantah Alana.
"Tidak, aku tidak menyukai Kak David, aku hanya mengaguminya saja," Jesslyn menyangkalnya.
"Kalau kau tidak menyukai Kak David. lalu, kau menyukai siapa? apa kau menyukai Kakakku?" tanya Jesslyn dengan tersenyum menggoda Alana.
"Jesslyn, pertanyaanmu sungguh melantur," kata Alana dengan memalingkan pandangannya, kemudian ia tiba - tiba terdiam.
"Melantur kenapa memangnya?" Jesslyn semakin menggoda.
"Sudah lupakan saja, cepat tidurlah," tutur Alana.
"Aku tidak bisa tidur," kata Jesslyn dengan mengerucutkan bibirnya.
"Kenapa memangnya?" tanya Alana.
"Aku sangat merindukan Mama, biasanya sebelum tidur, Mama membuatkanku susu coklat hangat," ucap Jesslyn seraya memeluk erat guling yang ada di sampingnya. rasanya ia benar - benar merindukan Mama Merry. Alana pun tertawa mendengarnya.
"Kau ini seperti anak kecil saja, aku akan membuatkanmu susu untukmu, tunggulah di sini," ujar Alana seraya beranjak dari tidurnya. Jesslyn begitu kegirangan saat mendengarnya.
Alana keluar dari kamar Jesslyn, menuju ke dapur. dan di semua ruangan rumah itu lampunya terlihat sudah di padamkan, sepertinya memang Bi Molley mematikan sebagian lampu rumah, termasuk dapur.
Alana mencari saklar lampu dapur itu, dan saat sudah menemukan saklar lampu, ia langsung menghidupkan lampunya. Alana mengacak - acak isi dapur untuk mencari coklat bubuk dan gula. setelah itu, dirinya mencampurkan beberapa sendok coklat bubuk dan gula ke dalam panci kecil, kemudian, ia menuang susu segar yang baru saja ia ambil dari lemari es. dan Alana mengaduk susu tersebut dengan menggunakan whisker hingga tidak terlihat gumpalan coklat bubuk di sana.
lalu, ia meletakan panci itu di atas kompor, kemudian memutar knop kompor itu hingga mengeluarkan api kecil.
Alana berdiri di samping kompor sembari menunggu susu yang ia buat mendidih. setelah ia rasa susunya cukup mendidih, Alana sesegera mungkin memindahkannya ke dalam gelas yang baru saja ia ambil dari lemari. Alana meraih beberapa lembar tissue untuk membawa gelas berisi susu coklat panas itu ke kamar Jesslyn.
Namun, saat dirinya keluar dari dapur, dan baru beberapa langkah ia melangkahkan kakinya ia tidak sengaja menabrak seseorang hingga orang itu berteriak kepanasan karna Alana tidak sengaja menumpahkan susu coklat panas itu ke sebagian tubuh orang itu. karna memang, di sana begitu gelap jadi dirinya tidak terlalu bisa melihat di sana. dan lagi, Alana tadi hanya menghidupkan lampu dapur saja. tidak menghidupkan lampu ruangan lainnya.
"Apa kau punya mata?" seseorang berteriak keras kepada Alana.
"Maaf aku tidak sengaja," kata Alana dengan takut. kemudian, lampu ruangan itu menyala saat orang yang ia tabrak itu menyalakan lampu ruangan itu. dan kedua mata Alana begitu terkesiap saat tau yang ia tabrak ialah Ken. Ken mengipat - ngipatkan bajunya yang basah akibat terkena tumpahan susu panas yang di pegang oleh Alana. Alana sontak meletakan gelas itu di meja dan mengambil tissue untuk membantu membersihkan tumpahan susu itu di tubuh Ken.
"Aku minta maaf, Tuan Ken. aku benar - benar tidak sengaja." Alana masih sibuk membersihkan baju Ken.
"Jauhkan tanganmu, jangan menyentuhku," seru Ken dengan menepis tangan Alana dari dadanya. ia menautkan kedua alisnya dengan begitu geram melihat wanita itu.
"Aku benar - benar tidak sengaja," kata Alana dengan menunduk takut. Ken pun meninggalkannya tanpa berkata.
"Ya Tuhan, dia pasti marah, aku harus bagaimana?" gumam Alana dengan menggigit bibir bawahnya, ia pun menghela napas dan memperhatikan gelas susu yang tinggal setengah karna tumpah.
"Susunya juga tumpah, aku harus membuatnya lagi," kata Alana.
Alana mengambil kembali gelas itu dan masuk ke dalam dapur, untuk membuat susu coklat kembali.
Saat Alana menunggu susu coklat itu mendidih, ia melihat Ken masuk ke dalam dapur dengan mengenakan baju yang berbeda dari yang sebelumnya, rupanya, ia mengganti bajunya yang sempat basah karna terkena tumpahan susu tersebut. Alana pun menghampiri Ken kembali untuk meminta maaf.
"Tuan Ken, aku minta maaf. kau marah denganku?" tanya Alana. namun Ken hanya diam saja. ia sibuk mengambil beberapa cangkir di dalam lemari dapur. rasanya Ken, hendak membuat kopi untuk dirinya dan juga yang lainnya.
"Jangan dekat - dekat denganku!" seru Ken dengan melotokan kedua matanya kepada Alana. Alana pun menjauh. kemudian ia mendekati kompor dan menuang susu yang sudah mendidih ke dalam gelas. lalu, ia memperhatikan Ken yang sedang sibuk menata beberapa cangkir di atas meja, yang baru saja ia ambil dari lemari.
"Kau mau membuat kopi?" tanya Alana dengan menjaga jarak dari Ken. namun Ken hanya diam saja.
"Tunggulah disini, aku akan mengantarkan susu ini untuk Jesslyn, aku akan kemari lagi untuk membantumu," ucap Alana.
Alana, cepat - cepat membawa gelas yang berisi susu coklat itu ke kamar Jesslyn.
Di kamar, Jesslyn sedang terlihat tengkurap di atas tempat tidur dan sedang memainkan ponsel di tangannya.
"Jesslyn, ini susunya," kata Alana dengan menyodorkan gelas susu itu. Jesslyn meletakan ponselnya ke sembarang tempat dan beranjak duduk.
"Terimakasih banyak, Alana. kenapa kau lama sekali?" tanya Jesslyn.
"Iya tadi susunya sempat tumpah. jadi, aku membuatkan susu lagi untukmu," tutur Alana.
"Jesslyn sebentar ya, aku tinggal ke dapur lagi," kata Alana. Jesslyn yang sedang menikmati susu coklat panas itu mengiyakannya dengan mengangguk - anggukan kepalanya.
Alana cepat - cepat pergi ke dapur untuk membantu Ken,
Ken terlihat sedang mengambil panci kecil dan menuangkan air di dalamnya, tiba - tiba tangan Alana begitu lancang menyaut panci itu dari tangan Ken.
"Tuan Ken, biar aku saja yang membantumu," kata Alana, hingga membuat dahi Ken mengernyit kesal.
"Sebagai perminta maafan, karna tadi aku tidak sengaja menumpahkan susu di bajumu. aku mohon," imbuh Alana dengan sedikit memaksa. Ken melepas panci itu dan berlalu meninggalkan Alana untuk duduk di meja makan.
Alana mulai menuang kopi bubuk dan gula pasir di dalam cangkir yang sudah di tata oleh Ken di atas meja. ia memasak air di dalam panci kecil itu hingga mendidih.
dari sudut meja makan. Ken, terlihat duduk dengan menaikan satu kakinya di atas lutut menatap ke arah luar pintu dapur, sembari menunggu kopi yang di buatkan oleh Alana. sesekali kedua mata laki - laki itu melirik ke Alana yang sedang sibuk membuatkan kopi untuknya.
.
.
.
.
pemandangan yang sungguh menggemaskan wkwk.
.
.
.
.
.
.