My Introvert Husband 3

My Introvert Husband 3
Extra part (Mau jadi apa?)



Harry kembali membawa biskuit yang telah diberikan oleh Alana dan segera menghampiri Elga yang kala itu dipangku oleh Kimmy dan duduk besebelahan dengan Jasson di atas kursi yang sama. Elga terlihat begitu anteng saat dipangku oleh Kimmy meskipun bayi itu terlihat sedang  menjilati tangannya sendiri karna merasa lapar.


“Di mana Alana dan Kakak?” tanya Jasson kepada Harry.


“Mereka sedang makan,” jawab Harry sambil memberikan satu keping biskuit kepada Elga. Ia seakan takut jika biskuitnya direbut hingga membuat  bayi itu memakan dengan gemas biskuit tersebut dari tangan mungilnya.


“Hey, makanlah dengan pelan, Sayang. Bibi tidak akan merebut biskuitmu,” tutur Kimmy sambil terkekeh melihat tingkah anak dari sahabatnya itu.


Jesslyn tiba-tiba datang bersama Daven dan Ashley, membawa beberapa makanan di tangannya.


“Kimmy aku membawakan makanan untukmu,” Jesslyn memberikan makanan itu kepada Kimmy.


Elga menghentikan aktivitas makannya dan melirik ke arah makanan yang telah dibawa oleh Bibinya tersebut. Tangan mungil bayi itu  hendak merampasnya, namun secepat kilat, Jesslyn segera menjauhkan makanan tersebut dari keponakannya itu.


“Anak cantik tidak boleh, ini makanan untuk Bibi Kimmy, kalau kau memakannya, Bibi Kimmy akan memakanmu, kau mau dimakan oleh Bibi Kimmy?” ujar Jesslyn sambil tertawa, seakan mengerti dengan perkataan Bibinya, Elga kembali melanjutkan memakan biskuit miliknya. Tangannya yang mungil dan penuh guratan layaknya roti sobek itu seakan membuat siapa saja begitu gemas dan ingin menggigitnya.


"Dia mana tau dasar bodoh!" saut Kimmy.


“Kimmy, apa kau mau  kusuapi?” Daven memberi tawaran yang mengejutkan bagi semuanya.


“Ti—tidak, Daven. Terimakasih, nanti saja aku bisa memakannya sendiri,” tolak Kimmy.


"Kalau disuapi oleh Jasson?" ledek Jesslyn.


"Sangat mau sekali," ucapan itu hanya terlontar dari dalam hati Kimmy.


“Makanlah, biar Elga kugendong.” Jasson hendak mengambil alih Elga dari pangkuan Kimmy namun Elga tidak mau dan hendak menangis, karna bayi itu sudah merasakan posisi nyaman akan duduknya.


“Biarkan saja, Jasson. Biar Elga denganku saja,” tutur Kimmy.


“Iya kan sayang?” tanya Kimmy. Elga melanjutkan memakan biskuit miliknya yang hanya tinggal sebagian, sambil mengangguk-anggukan kepalanya dengan senyuman yang merekah sempurna. Kimmy yang begitu gemas segera mencubit dan mencium pipi bulat bayi yang sudah dianggap seperti keponakannya itu.


"Jasson, kau suapi saja Kimmy, dia pasti mau," perintah Jesslyn.


"Bicara sekali lagi, ku masukan kau ke dalam kolam!" seru Jasson dengan suara dan wajah datarnya.


"Aku kan hanya bercanda, kau ini sungguh pemarah sekali!" Jesslyn terkekeh mengusap kasar wajah saudara kembarnya itu dengan telapak tangannya.


"Ayo, Kimmy. Biar kusuapi saja," ucap Jesslyn. Kimmy mengiyakan dan segera memakan makanan yang telah disuapkan oleh teman kecilnya itu.


"Umurmu lebih mudah dariku, tapi kau sangat pantas sekali jika memiliki anak," ucap Jesslyn sambil memperhatikan Kimmy yang telihat begitu pantas saat memomong keponakannya tersebut. Lalu ia mengalihkan pandangannya ke arah Jasson.


"Iya, kan Paman Jasson?  lihatlah Bibi Kimmy juga ingin memiliki anak.” Jesslyn meledek sambil tertawa dengan begitu kerasnya.


“Dasar gila!” umpat Jasson.


“Jesslyn, kau ini...”


“Kau atau Kimmy yang menginginkannya!” Harry ikut menimpalinya sambil tersenyum.


“Jangan ikut berbicara denganku!” seru Jesslyn sambil melototkan kedua matanya kepada Harry. Bukannya malah takut, laki-laki itu malah tersenyum gemas melihat saudara kembar teman kecilnya itu.


"Entah kenapa semua anak Bibi Merry dan Paman Gio galak-galak sekali," gumam Kimmy sambil menggelengkan kepalanya.


“Jasson...” Suara seorang wanita yang terdengar tak asing  memanggil nama Jasson. membuat perhatian Jasson dan lainnya teralihkan, menoleh ke asal suara tersebut. Terlihat dua orang perempuan cantik sedang berjalan mendekatinya.


Jasson menyipitkan kedua matanya, melihat wanita yang tak asing itu. “Alea?” Jasson seketika beranjak berdiri saat mengenali salah satu di antara wanita tersebut.


“Hai Jasson, kau apa kabar?” tanya Alea  sambil menghentikan langkah kakinya dan beridiri tepat di depan Jasson.


“Aku baik, bagaimana kau bisa ada di sini?” tanya Jasson.


“Ini kan pernikahan  Tuan David, jadi aku harus menghadirinya. Dan aku akan melanjutkan kuliahku di sini,” tutur Alea.


“Oh...”


Alea melirik ke arah Kimmy dan juga Jesslyn. “Hai Nona Kimmy, Nona Jesslyn...” sapa Alea.


Kimmy membalasnya dengan senyuman yang merekah meskipun hatinya sebenarnya tidak menyukai akan kehadiran Alea di sana. Bahkan, ia bisa melihat dengan jelas akan ketertarikan Jasson terhadap gadis yang memiliki usia sedikit muda darinya itu.


"Oh, iya. Perkenalkan ini Nona Chelia, adik sepupunya Tuan David," ucap Alea yang memperkenalkan wanita cantik dengan perawakan tinggi sempurna yang berdiri di sampingnya.


"Hai, aku Chelia..." wanita itu memberikan salam kepada semua yang ada di sana, namun tatapannya sedari tadi tertuju mengarah ke arah Daven.


"Ehm, Jesslyn. Aku pergi ke Alana, dulu ya. Elga sepertinya mengantuk." Kimmy beranjak berdiri dan menepatkan Elga dalam gendongannya.


"Ayo Kimmy, biar ku antar," ucap Daven. Kimmy mengiyakannya. Ia sejenak beradu pandang dengan  Jasson dan segera berlalu pergi dari sana ditemani oleh Daven. Ashley dan Jesslyn pun yang merasa enggan di sana, segera pamit untuk mengikuti mereka berdua.


"Jasson, lama kita tidak bertemu, apa kau tidak ingin mengobrol denganku?" tanya Alea.


"Ehm, boleh. Ayo kita duduk dan mengobrol," ajak Jasson yang mendahuluinya untuk duduk di kursi yang ada di jangakaunnya. Alea endak duduk, namun Chelia menahannya.


"Ada apa Nona?" tanya Alea.


"Siapa laki-laki yang memakai kemeja putih tadi?" tanya Chelia.


"Entahlah, sebentar, Nona. Aku akan menanyakannya kepada Jasson."


Alea melangkahkan kakinya mendekat ke arah Jasson dan duduk di sampingnya. "Ehm, Jasson. Siapa laki-laki yang memakai kemeja putih tadi?" tanya Alea.


"Daven yang kau maksud?" tanya Jasson.


"Mungkin... dia yang pergi dulu bersama Nona Kimmy," ucap Alea.


"Oh, iya. Itu Daven, adik kandungnya Alana."


"Oh..." Alea membulatkan bibirnya, ia mengalihkan pandangannya kepada Chelia, wanita itu seketika tersenyum lega saat mengetahui nama laki-laki yang sedaritadi membuat dirinya penasaran.


 


 


 


Setelah acara pesta pernikahan David dan juga Valerie, Alana dan Ken berpamitan pulang bersama Elga. Sementara Kimmy dan Jesslyn, mereka berdua  pulang bersama Harry dan juga Jasson.


Saat dalam perjalanan pulang, Elga nampak terlihat tidur di pelukan Alana. Hingga setibanya di rumah, saat Alana bergerak dan hendak turun dari mobil Elga terbangun, namun tak membuat putrinya itu menangis, tapi Alana tetap saja mencoba menenangkannya. Ken pun mengajak anak beserta istrinya untuk masuk ke dalam rumah dan segera beristirahat.


“Sayang, gantilah pakaianmu, biar  Elga ku gendong.” Setelah Ken mengganti pakaiannya terlebih dulu, ia mengambil alih Elga dari tangan Alana dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, ia meletekan putrinya itu di atas dadanya dan menyanyikan lagu Barry Manilow yang berjudul I cant smile withot you. Lagu yang sering dinyanyikan oleh Kakeknya (Reyhans) semasa dirinya masih kecil hingga Elga kembali tetidur pulas di atas dada ayahnya itu.


Ken mencium Elga berulang kali dengan begitu gemas. Namun tak membuat putrinya itu terbangun.


“Jangan lekas dewasa, Nak. Nanti Daddy akan rindu menciumi dan memelukmu seperti ini,” gumamnya dengan berulang kali menciumi wajah putrinya.


Ken sejenak diam dengan tatapan kosong, ia tiba-tiba merindukan kakeknya. Bagaimana tidak, sejak kecil, Ken yang paling dekat dengan Reyhans, dia adalah kesayangan kakeknya tersebut.


“Sayang dia  sudah tidur?” Alana merangkak ke atas tempat tidur, namun tak membuyarkan lamunan Ken akan masa kecilnya.


"Sayang, kau melamunkan apa?" tegur Alana sembari menepuk pelan bahu Ken, hingga lamunan suaminya itu seketika membuyar.


"Tidak, aku hanya merindukan Grandpa saja, dulu ketika aku kecil, Grandpa selalu menyanyikan lagu yang sering ku nyanyikan untuk Elga," jawabnya sambil tersenyum.


"Terkadang kita merindukan hal-hal kecil di masa lalu, yang tidak bisa kita dapatkan lagi di masa saat ini." Alana menyandarkan kepalanya di bau suaminya.


"Iya..."


“Lihatlah, Elga cantik sekali jika tidur sama seperti dirimu,” puji Ken. Alana terkekeh dengan raut wajah yang tersipu malu. “Ah kau bisa saja...”


“Biasa saja, jangan membuatku menyesal karna telah memujimu!” seru Ken.


“Kau ini sungguh menyebalkan!”


“Sayang, kemarikan biar aku letakan Elga di atas baby  box.”


Ken dengan begitu hati-hati memindahkan anaknya itu di tangan Alana. Alana pun segera meletakan putri kecilnya itu ke dalam tempat tidur dengan penuh hati-hati supaya tidak terbangun, lalu ia kembali merangkak ke atas tempat tidur dan menghampiri suaminya.


“Kau sibuk mengurus Elga sampai melupakanku!”Ken menarik Alana, meletakan kepalanya itu di atas dada istrinya dengan begitu manja.


“Kau iri dengan putrimu sendiri?”


“Tidak, mana mungkin aku iri,” balasnya. “Tapi setidaknya perhatikan aku juga!” sambungnya.


“Apanya yang mau diperhatikan? Kau bisa makan sendiri, berjalan sendiri, mandi sendiri, sementara Elga? Apa kau mau aku memperlakukanmu seperti Elga juga?” tanya Alana. Ken terkekeh.


“Bukan seperti itu juga! Sulit sekalu berbicara dengannya,” Ken menggelengkan


kepalanya dan semakin mengeratkan pelukannya, semenjak ada Elga, dirinya jarang sekali mendapat kesempatan untuk menghabiskan waktu berdua dengan Alana.


“Hah, dasar bayi besarku!” Alana dengan gemasnya mengacak-acak rambut suaminya itu.


“Sayang, kalau Elga sudah dewasa, aku ingin dia menjadi seorang dokter jadi kalau kita sakit Elga yang merawat kita.”


“Tidak bisa! Aku ingin Elga menjadi wanita karier dan pembisnis, kalau dia menjadi dokter waktu dia akan habis hanya untuk menempuh pendidikan saja, dan aku tidak mau itu!” saut Ken.


“Enak saja, Elga kan perempuan, aku tidak akan setuju jika dia menjadi seorang pembisnis, mau jadi apa dia nanti!" seru Alana.


"Ya jadi wanita karir, mau jadi apa lagi memangnya? Aku ingin mengajari anak-anakku supaya menjadi penerus keluargaku."


"Tidak bisa! Elga tidak boleh menjadi seorang pembisnis!" seru Alana seraya melipat kedua tangannya.  Ken sejenak diam, lalu mendengus kecil.


“Ya sudah!” ucap Ken.


Alana melirik. “Ya sudah apa?” tanyanya.


Ken tersenyum dengan penuh maksud. “Ya sudah kita buat lagi saja,” bisiknya dengan tangan yang sudah mulai tak terkondisikan, menyusup bebas ke dalam balutan kain yang masih melekat menutupi tubuh istrinya tersebut.


.


.


.


.


.


.


..


.


.


.


 


Yang nunggu Jasson sabar ya, nanti di kisah Jasson, Nona akan muculin Alea juga.


Sambil nunggu kisah Jasson, kalian bisa mampir baca Karya Nona  yang berjudul  My Geeky Wife disrankan bagi yang belum baca, insya Allah alurnya juga Nano Nano, komedi romantis.


Dan yang sudah baca, Nona ucapkan  terimakasih banyak atas antusiasnya dengan karya Nona yang satu itu, karna sudah memberikan dukungan like dan vote setiap harinya.


Semoga kalian ngga bosan-bosan ya baca karya Nona... sarangheyooo.