My Introvert Husband 3

My Introvert Husband 3
Permanent Marker



Tak lama kemudian, Kimmy dan Jesslyn menghampiri Ken dan juga Alana, begitu juga dengan David dan yang lainnya, seusai bermain jet ski mereka ikut menghampiri Ken dan Alana, Ken memberitaukan kepada adik dan juga teman-temannya tersebut kalau tadi sempat bertemu dengan Daven adik dari istrinya.


"Alana memiliki adik?" tanya Ashley dengan sedikit terkejut, karna sebelumnya, ia sama sekali tidak tau bahwa Alana memilik seorang adik.


"Iya, dia memiliki adik laki-laki," jawab Ken.


"Lalu, ke mana dia sekarang Kak? Kenapa tidak ada?" tanya Jasson.


"Dia sudah pergi bersama teman-temannya, karna dia sedang melakukan penelitian," jawab Ken.


"Alana, bagaimana rupa adikmu? apa dia tampan?" tanya Kimmy.


"Ehm, entahlah, nilai saja sendiri, wajahnya mirip sekali seperti diriku!" jawab Alana.


"Kau yang benar saja, katanya adikmu laki-laki?" seru Kimmy.


"Memang laki-laki."


"Lalu kenapa kau bilang dia  mirip sekali  dengan dirimu?" seru Kimmy kembali.


"Dia adikku, jadi memang mirip denganku!" suara Alana terdenngar  seakan sedang terbawa emosi, namun sebenarnya tidak demikian.


"Kalau dia mirip denganmu berarti dia perempuan bukan laki-laki!" seru Kimmy.


"Astaga, Kimmy..." Alana menghela napasnya dengan kasar, ia menggeleng kepalanya karna pusing akan pertanyaan Kimmy.


"Adikku laki-laki, tapi wajahnya mirip denganku! Seperti Jasson dan Jesslyn, tapi kami tidak kembar!" imbuh Alana.


"Oh, kenapa kau tidak bilang dari tadi..." Kimmy terkekeh. Alana hendak menyautinya, namun ia seolah tak memiliki tenaga jika harus berbicara dengan Kimmy.


"Kimmy, kau ini calon dokter, tapi  kenapa kau begitu bodoh?" Ashley berucap secara terang-terangan.


"Bukannya, lebih baik berpura-pura menjadi orang bodoh, daripada berpura-pura menjadi orang yang sok pintar?" saut Kimmy dengan begitu santainya. Ashley terdiam dan mencerna apa yang baru saja perempuan itu ucapkan.


"Sudah-lah, Alana. jangan menghiraukan Kimmy," ujar Jesslyn.


"Kakak, ayo lebih baik kita kembali ke villa, tubuhku gatal semua," ajak Jesslyn. Ken mengiyakannya, ia segera mengajak istri, adik dan juga temannya tersebut untuk bersiap-siap  kembali ke villa menggunakan mobil yang dibawa oleh Ashley dan David tadi.


 


***


 


Setibanya di villa, terlihat Valerie sedang duduk bersantai di ruang tamu, di sana juga terlihat Billy. Mereka berdua duduk berjauhan dan saling memainkan ponsel milik mereka masing-masing. Bahkan, suasana ruang tamu kala itu  terasa tak bersahabat, Valerie dan Billy terlihat tak bertegur sapa, siapapun yang melihat mungkin akan mengira kalau mereka berdua bukanlah  sepasang kekasih.


"Kalian katanya akan pulang pagi ini?" pertanyaan Ken mengalihkan pandangan Valerie dan Billy dari ponselnya.


"Kalian sudah kembali?" sapa Billy.


"Iya, Ken. Tadinya kami mau pulang, tapi mobilku mogok. Jadi kami tunda akan pulang nanti, aku sedang menghubungi sopir dan montir pribadiku agar segera ke mari," jawab Billy.


"Kenapa tidak sekalian pulang bersama besok pagi?" tanya Ken. Seraya mendudukan tubunya di samping Billy dan diikuti oleh David dan Ashley.


"Iya, Billy. Kenapa tidak sekalian besok saja?" tanya David.


"Aku tidak bisa meninggalkan pekerjaanku lama-lama," saut Billy.


"Baiklah..."


Jasson yang hendak duduk, tiba-tiba melirik ke arah pintu, ia melihat Alea berdiri di sana. "Kak, aku permisi ke tempat Alea, aku mau meminjam koleksi buku miliknya." Jasson mengurungkan niatnya untuk duduk. Ken mengiyakannya dan Jasson segera pergi dari sana.


Kimmy merasa sedih saat mendengar alasan Jasson pergi karna ingin menemui Alea, kedua bola mata Kimmy menatap sendu gerak tubuh  belakang Jasson yang mulai menjauh dari pandangannya, bahkan hatinya terasa sesak saat kedua matanya menangkap bayangan Alea yang saat ini berjalan beriringan dengan laki-laki yang ia suka sejak kecil itu.


"Kimmy..." suara Jesslyn mengejutkannya.


"Iya..." Kimmy melebarkan senyumnya.


"Ayo kita ke kamar membersihkan tbuh, nanti kita bermain," ajak Jesslyn, Kimmy mengiyakannya. Jesslyn  sangat tau Kimmy sedang bersedih akan Jasson, itu sebabnya, ia mencoba mengalihkan kesedihan Kimmy.


Jesslyn dan Kimmy segera masuk ke dalam kamar mereka untuk membersihkan tubuhnya yang masih terbalut serpihan pasir.


Begitu juga dengan Alana, ia  masuk ke dalam kamar untuk membersihkan dirinya di kamar mandi, setelah itu, ia mengemas sebagian barang-barang miliknya dan milik Ken ke dalam tas,  karna besok pagi, ia dan yang lainnya akan meninggalkan villa dan kembali pulang, mengakhiri liburannya. Sementara, Ken, ia masih berada di ruang tamu mengobrol sambil menikmati kopi yang sudah dibuatkan oleh Paman Kin bersama Billy dan juga yang lainnya.


 


 


***


Seusai mengemasi barang dan pakaian kotor ke dalam tas, Alana meletakan tas itu di tempat yang mudah di jangkau. Alana hendak keluar dari kamar untuk pergi ke menemui Jesslyn di kamarnya, namun, langkah kakinya terhenti tatkala dirinya berjalan melewati cermin besar yang ada di dalam kamarnya tersebut, perhatiannya teralihkan akan pantulan tubuhnya di cermin itu.


Alana menggembungkan pipinya dan memperhatikan sekujur tubuhnya. "Aku benar-benar semakin gemuk."


"Sepertinya terlalu banyak makan malam, aku harus berdiet. Nanti kalau aku semakin gemuk, Ken meninggalkanku."


"Ahh tidak mau..." serunya.


"Alana..." tiba-tiba Kimmy dan Jesslyn masuk ke dalam kamar Alana dan mengejutkannya.


"Kalian ini mengejutkan saja..." gerutu Alana, ia masih menunjukan raut wajah yang sedikit bingung akan tubuhnya yang ia rasa semakin gemuk.


"Kau kenapa?" tanya Kimmy.


"Ehm, tidak apa-apa..." jawab Alana.


"Alana, ayo kita bermain ular tangga," ajak Jesslyn dengan menunjukan permainan papan yang saat ini ada di tangannya .


"Ayo, aku akan mengajak Ken bermain juga." Alana berucap dengan begitu bersemangat.


"Jangan... kita bermain bertiga saja, nanti Kalau Kakak ikut permainannya jadi tidak seru,"  ucap Jesslyn.


"Iya, kita bertiga saja!" saut Kimmy. Alana pun terpaksa mengiyakannya, meskipun dirinya ingin sekali bermain ular tangga bersama suaminya tersebut.


Alana, Kimmy dan Jesslyn duduk melingkar di atas tempat tidur dan segera memulai permainan papan tersebut. Jesslyn juga tak lupa menyiapkan spidol yang sempat ia pinjam dari Tuan Kin sebelum tadi menemui Alana di kamar.


Kini, permainan papan yang dimainkan oleh ketiga perempuan itu sudah berjalan 4 kali putaran. Tapi, selalu saja yang kalah Jesslyn dan juga Kimmy, hingga mereka sudah mendapat beberapa kali coretan di wajahnya, sedangkan Alana, ia  belum kalah dan juga sama sekali belum mendapat coretan spidol  di wajahnya, rasanya  Alana begitu bosan, bahkan kedua matanya berair dan memerah karna berulang-kali menguap.


"Aku mengantuk sekali..." Alana berucap sambil menguap, ia ingin sekali segera memejamkan kedua matanya yang lelah itu.


"Kau curang, permainannya kan baru saja di mulai, kau juga belum kalah!" protes Kimmy.


"Iya, Alana. Kau jangan curang!" timpal Jesslyn.


"Aku bukan curang, tapi mengantuk! Kalian berdua saja yang bermain, aku akan tidur sebentar. Aku benar-benar mengantuk." Alana segera merebahkan tubuhnya di sana.


Kimmy dan Jesslyn menggerutu kesal saat Alana tiba-tiba menghentikan permainannya di tengah jalan. Mereka berdua terpaksa melanjutkan permainannya tanpa Alana. Sedangkan Alana, tak membutuhkan waktu lama, kedua mata wanita itu sudah terpejam erat  dan terlelap akan tidurnya.


Ceklek


Pintu kamar tiba-tiba terbuka, terlihat Ken masuk ke dalam sana.


"Kakak..." Jesslyn melebarkan senyumnya kepada Ken. Ken melirik Alana yang sedang tertidur dan segera menghampirinya.


"Alana tidur?" tanya Ken.


"Iya, dia menyebalkan! Padahal kita baru saja bermain, tapi dia malah tidur!" Jesslyn mengerucutkan bibirnya dengan kesal.


"Biarkan saja, kasihan dia  kelelahan."


Ken memperhatikan wajah Alana dan mengusap kepalanya. "Tidak biasanya dia tidur siang." Ken tersenyum.  Lalu, ia hendak keluar dari sana. Namun langkah kakinya terhenti sejenak, kembali  menoleh ke arah Kimmy dan  juga Jesslyn.


"Jangan berisik, biar Alana tidak terbangun!" tutur Ken. Kimmy dan Jesslyn segera mengiyakannya, Ken pun  melanjutkan kembali niatnya untuk keluar dari kamar tersebut.


Saat Ken sudah keluar dari kamar itu, Kimmy tiba-tiba memiliki sebuah ide.


"Mana bisa? Alana kan sedang tidur!"


"Bisa saja, kita yang memainkannya. Kalau bidaknya dimakan ular, kita coret wajah Alana." Kimmy berucap dengan penuh semangat.


"Ya sudah, aku setuju,  ayo kita mainkan," saut Jesslyn, ia tak kalah semangatnya dari Kimmy.


Mereka berdua pun memainkan bidak milik Alana, dan saat bidak milik Alana dimakan oleh ular, Jesslyn dan Kimmy tak segan-segan mencoret wajah Alana secara bergantian dengan menggunakan spidol. Bahkan, sangking pulasnnya Alana tertidur, wanita itu tak mempedulikan apapun.


"Jesslyn, bagaimana kalau wajah Alana saja yang kita  coret, saat bidak milik kita dimakan ular?" usul Kimmy kembali.


"Jangan konyol! Nanti Alana marah!" ujar Jesslyn.


"Alana, tidak akan marah, nanti setelah permainan, wajah Alana kita bersihkan perlahan-lahan!" tutur Kimmy.


"Salah siapa, dia bermain curang!" imbuhnya sambil mengerucutkan bibir. Jesslyn terdiam mencerna ide Kimmy.


"Iya, kau benar. Salah siapa Alana curang!" timpal Jesslyn dengan menggurutu kesal sambil mengiyakan ide dari Jesslyn.


Mereka berdua melanjutkan kembali permainannya. Dan saat salah satu di antara mereka kalah, wajah Alana-lah  yang menjadi sasaran coretan mereka, bahkan kini, wajah Alana sudah terlihat dipenuhi oleh tinta spidol berwarna hitam tersebut.


 


***


Setangah jam berlalu, Jesslyn dan Kimmy sudah mulai bosan dengan permainan tersebut, hingga mereka berdua berniat mengakhirinya.


"Kimmy, ayo kita akhiri permainannya," ajak Jesslyn.


"Ayo..." saut Kimmy. Tangan Kimmy menggosok bagian  wajahnya yang terkena coretan spidol, namun Kimmy terkejut saat melihat coretan spidol itu tidak luntur sedikitpun  dari wajahnya.


"Jesslyn..."


"Ada apa?" saut Jesslyn tanpa menoleh, karna ia sedang sibuk merapikan papan ular tangga tersebut.


"Kenapa coretannya ini tidak bisa hilang?" tanya Kimmy.


"Yang benar saja?" tanya Jesslyn.


"Benar, coba lihatlah." Kimmy menggosok-gosok kembali wajahnya, namun tetap saja coretan itu  tidak luntur dan memudar sedikitpun. Jesslyn meletakan papan permainan yang saat itu ia pegang dan ia  juga menggosok wajahnya yang sebagian terkena coretan spidol . Hal sama pun terjadi pula kepadanya.


Kimmy dan Jesslyn saling melirik ke arah wajah  Alana secara bersamaan. Tangan mereka berdua mencoba menghapus coretan spidol yang sudah memenuhi wajah Alana. Namun, kedua mata Jesslyn dan juga Kimmy mendelik hebat, saat melihat coretan spidol itu juga  tidak dapat dihapus dari wajah Alana.


Jesslyn meraih spidol yang masih tergeletak di dekatnya dan segera membaca tulisan yang tertera di sana, lagi-lagi, matanya membulat dengan sangat sempurna.  "Kimmy, spidol ini permanent marker..."


"Kau yang benar saja?" Kimmy menyaut spidol itu dari tangan Jesslyn dan mencoba membaca tulisannya.


Kedua mata Kimmy ikut membulat seakan hendak terlepas dari tempatnya. "Matilah kita...".


Tak banyak bicara, Jesslyn dan Kimmy segera turun dari tempat tidur, mereka berdua cepat-cepat pergi dan berlari meninggalkan kamar  Alana. Bahkan, mereka berdua tak henti-hentinya berdebat menyalahkan satu sama lain.


 


 


***


Alana terbangun dari tidurnya, ia melihat tidak ada siapapun di dalam kamarnya kecuali dirinya sendiri. Alana masih menyesuaikan pandangannya yang sedikit  buram sembari mengucek pelan kelopak matanya tersebut. Lalu, ia beranjak bangun dan meregangkan otot dan juga tulang lehernya.


"Ke mana Jesslyn dan Kimmy?" gumam Alana dalam hati. Ia turun dari tempat tidur dan masuk ke dalam kamar mandi hendak buang air kecil. Namun, Alana dibuat terkejut saat cermin yang ada di dalam kamar mandi memantulkan wajahnya yang dipenuhi dengan coretan spidol.


"Kenapa wajahku?" Alana dengan panik menyentuh wajahnya tersebut. Ia menggosok-gosok wajahnya dengan kedua tangan. Namun coretan itu tidak bisa hilang, bahkan, dihapus dengan menggunakan air sekalipun.


"Jesslyn... Kimmy..."


Alana segera keluar dari kamarnya dan mencari Jesslyn dan Kimmy di dalam kamar mereka, namun, Alana tak mendapatkan mereka berdua di dalam sana, kamar itu mendadak kosong. Alana tak menyerah, dengan rasa yang masih kesal, ia mencari kedua temannya itu ke seluruh ruangan yang ada di dalam villa, namun tetap saja ia tak menemukan Jesslyn dan juga Kimmy.


"Alana, kau sudah bangun?" tegur Ken yang melihat istrinya baru saja di ruang tamu. Karna saat itu, Ken masih berkumpul di ruang tamu dengan Ashley dan David. Bahkan di sana juga masih ada Billy dan juga Valerie.


"Ken..."


"Kenapa wajahmu?" Ken mengernyit menatap wajah Alana yang dipenuhi dengan coretan.


"Iya, Alana, kenapa wajahmu penuh coretan seperti itu?" timpal David.


"Apa kau melihat Kimmy dan Jesslyn?" tanya Alana berjalan lebih mendekat.


"Bukannya dia di kamar?" tanya Ken.


"Tidak ada!"


"Kimmy dan Jesslyn keterlaluan, mereka mencoret-coret  wajahku hingga seperti ini." Alana berucap dengan nada memelas.


"Mereka berdua itu selalu saja, mencari masalah," umpat Ken.


"Ya sudah, kan bisa dibersihkan..." ujar Ken.


"Tidak bisa, ini tidak bisa dibersihkan," Alana menggeleng kepalanya.


"Coba kemarilah..." Ken menarik tangan Alana dan menyuruhnya duduk di sampingnya. Ia mencoba membersihkan wajah Alana dengan menggunakan tangannya, namun ia membenarkan perkataan Alana bahwa coretan itu susah sekali untuk dihapus.


"Astaga... mereka berdua ini nakal sekali..." Ken berdecak kesal.


"Aku tidak mau tau, ini tidak bisa dihapus." Alana tiba-tiba menangis dan menggosok-gosok wajahnya tersebut hingga memerah.


"Jangan digosok seperti itu, nanti kulitmu terluka!" Ken menjauhkan tangan Alana dengan paksa.


"Jangan terlalu berlebihan, Nona Alana. Kau bisa menghapusnya dengan menggunakan baby oil, atau air hangat." Tiba-tiba suara Valerie menyaut dan memberi saran. David melirik tajam Valerie, seketika itu, Valerie membuang tatapannya.


"Terimakasih," ujar Ken.


"Ayo kita ke kamar, aku akan membantumu membersihkannya." Ken menarik tangan Alana dan segera mengajaknya pergi dari sana.


"Manja sekali..." gerutu Valerie.


.


.


.


.


.


.


.


.


 


 


 


Yang mau liat visual  Kimmy dan Valerie, sudah bisa liat castnya di PROLOG ya. Nona udah upload di sana.