
Ken segera kembali memberikan ponsel milik Alana yang baru saja ia ambil dari dalam kamar. Alana segera menghubungi nomer telpon rumah dan tak lama kemudian, Bi Ester mengangkatnya. Alana menyuruh Bi Ester agar memberikan teleponnya kepada Holmes, namun, kata Bi Ester, Holmes sejak tadi beristirahat, jadi Alana terpaksa mengakhiri panggilannya karna tidak mau mengganggu istirahat Daddynya tersebut.
"Bagaimana?" tanya Ken.
"Daddy sedang beristirahat," ujar Alana seraya memberikan ponselnya kepada Ken.
"Kenapa kau memberikan ponselnya kepadaku?" Ken mengernyit heran.
"Oh Iya, aku lupa, ini kan ponselku..." Alana terkekeh.
"Lama-lama kau seperti Kimmy," ujar Ken sambil menggeleng kepalanya.
Ken kembali melanjutkan perbincangannya yang tadi sempat terhenti bersama Billy dan lainnya, Alana hanya menjadi pendengar di sela-sela perbincangan itu. Begitu juga Valerie, meskipun tangannya disibukan oleh ponsel seluler tak membuat telinganya sedikitpun terlewatkan akan percakapan antar laki-laki itu.
"Oh, Iya, Ken. apa kau dan Nona Alana sudah lama menikah?" pertanyaan Billy membuat kedua mata Valerie tertarik untuk melirik ke arah Ken dan Alana.
"Kami menikah sudah hampir 3 bulan," jawab Ken.
"Masih hangat-hangatnya," ujar Billy.
"Kau dan Nona Valerie akan menikah kapan Tuan?" Alana ikut bertanya membuat perhatian Valerie mengarah kepadanya dengan tatapan tak ramah.
"Tiga bulan lagi kita akan menikah," jawab Billy.
"Oh, ternyata masih lama..." saut Alana.
"Iya, sebenarnya, aku ingin melangsungkan segera pernikahan kami," ujar Billy sambil melirik ke arah Valerie.
"Lalu kenapa tidak di percepat saja?" tanya Alana.
"Sepertinya kau ingin sekali pernikahanku dipercepat Nona, Alana." Suara Valerie tiba-tiba menyaut dengan nada sedikit kesal. Alana yang semula memfokuskan pandangannya kepada Billy, kini mengalihkannya kepada wanita itu.
"Iya, karna aku senang jika melihat sepasang kekasih mengikat hubungan mereka dengan sebuah pernikahan, karna itu sebagai tanda cinta mereka," jawab Alana.
"Tidak semua orang mengikat hubungan pernikahan mereka dengan cinta," kata Valerie dengan perkataan yang dalam. Kedua manik matanya melirik ke arah Billy, kemudian, mengalihkannya ke arah Ken, membuat mereka beradu pandang. Alana begitu tak menyukainya.
"Tapi sebuah ikatan pernikahan lebih kuat daripada rasa cinta itu sendiri, Nona Valerie.
karna ketika kita memutuskan menikah, kita akan hidup dan berbagi segala hal berdua dengan pasangan kita, cinta akan tumbuh melalui itu semua," ujar Alana, ia tersenyum memegang telapak tangan Ken. Ken mengalihkan pandangannya kepada Alana dan melepaskan senyumannya begitu ikhlas kepadanya. Pemandangan yang tidak disukai oleh Valerie.
"Kau sangat benar sekali Nona Alana, cinta akan tubuh seiring berjalannya waktu," saut Billy.
"Tapi cinta bisa memudar kapan saja!" saut Valerie seraya menatap Alana.
"Tergantung bagaimana cara kita memperlakukan cinta itu sendiri, Nona Valerie!" saut Alana.
"Kalian semua membahas cinta dan pernikahan, tolong hargailah kami!" keluh Ashley. David hanya tertawa saat mendengar ocehan salah satu sahabatnya itu.
"Makanya, kalian cepatlah menikah!" ledek Ken. Alana dan Valerie masih beradu pandang seakan tatapan mereka menyiratkan begitu banyak perkataan yang ingin mereka lontarkan. Alana begitu waspada akan wanita itu,
***
Jasson terlihat sedang sibuk membaca koleksi buku milik Alea, matanya sekilas melihat ke arah jam tangan yang kala itu melingkar di pergelangan tangannya. Ia baru menyadari bahwa dirinya sudah terlalu lama membaca koleksi buku milik Alea dan mengabaikan Jesslyn dan Kimmy yang masih berada di pantai.
"Astaga..." Jasson segera meletakan buku yang ia baca dengan sembarangan.
"Ada apa Tuan?" tanya Alea.
"Aku lupa adikku." Jasson segera keluar dari ruang tempat koleksi buku Alea.
"Tuan tunggu, kau mau ke mana?" tanya Alea.
"Ke pantai, menyusul adikku," saut Jasson.
"Ini sudah hampir petang, mungkin adikmu sudah kembali," ujar Alea.
"Lebih baik kau kembali ke villa dan melihatnya dulu di sana," imbuhnya. Jasson menganggukan kepalanya dan berlalu meninggalkan Alea. Ia segera kembali ke Villa, di ruang depan semuanya terlihat sedang berkumpul, kecuali, Kimmy dan Jesslyn. Mereka berdua tidak terlihat di sekitar sana.
"Kakak, Alana... Apa Jesslyn dan Kimmy sudah pulang?" tanya Jasson dengan langkah kaki mendekat.
"Apa yang kau tanyakan? pulang bagaimana? Jesslyn dan Kimmy tadi bersamamu, bukan?" tanya Ken.
"Iya, Jasson. bukannya tadi kau menyusul mereka?" tanya Ashley.
"Jadi, mereka belum kembali?" tanya Jasson. Ken mengernyit bingung.
"Belum, Jasson. Mereka belum kembali," timpal Alana. Jasson terburu-buru hendak berlalu pergi dari sana untuk menyusul Jesslyn dan Kimmy. Namun, langkah kakinya terhenti tatkala suara Kakaknya yang menggelegar itu memanggilnya. Ken beranjak berdiri, mereka berdua saling menghampiri.
"Ada apa, Kak?" tanya Jasson.
"Kata Ashley tadi kau menyusul Jesslyn dan Kimmy, bukan?" tanya Ken.
"Iya, Kak. Tapi aku lupa," jawab Jasson.
"Lupa bagaimana maksudmu?" suara Ken menghentakan telinga Jasson.
"Aku tadi tidak jadi menyusul mereka, Kak."
"Kau tidak menemani Jesslyn dan Kimmy? dan membiarkan mereka ke pantai sendirian?" Ken mengeraskan suaranya.
"Maaf, Kak. Aku tadi berniat mau menyusul mereka ke pantai, tapi, ku tinggal membaca buku sebentar. Dan karna aku terlalu sibuk membaca buku, aku jadi terlupa tidak menyusul Jesslyn dan Kimmy. Kak. Maafkan aku, Kak." Jasson memasang wajah yang begitu takut, Ia sudah menyiapkan diri bahwa akan terkena amarah oleh Kakaknnya tersebut
"Kau ini..." rahang Ken mengeras. Ia mendorong tubuh Jasson dengan keras membuat dirinya hendak terjatuh, namun Jasson masih mampu menahan tubuhnya agar tidak terjatuh.
"Ken..." Alana dengan cepat menahan tubuh Ken yang hendak menghampiri Jasson.
"Kau jangan ikut campur!" seru Ken seraya menepis tangan Alana.
"Ken... daripada kau memarahi Jasson lebih baik kita menyusul Jesslyn dan Kimmy," tutur Alana.
"Tolong tenanglah... jangan emosi seperti ini!" imbuhnya.
"Bagaimana aku tidak emosi? aku sudah berkali-kali menyuruhnya untuk mengawasi Jesslyn!" seru Ken.
"Iya, tapi tolong tenanglah sayang." Alana berucap dengan suara lembutnya. Ia meletakan telapak tangannya di dada Ken mencoba menenangkan suaminya itu. Setidaknya amarah Ken sedikit bisa dikendalikan oleh Alana, Kedua mata Valerie memperhatikan Alana yang sedang berusaha menenangkan Ken.
"Jesslyn membawa ponsel, aku akan mencoba menghubunginya." Alana kembali ke tempat duduknya dan mengambil ponsel miliknya yang tergeletak di sana.
Ia segera mencari nomer telepon Jesslyn dan mencoba menghubunginya. Namun, ponsel milik Jesslyn tidak aktif.
"Bagaimana?" tanya Ken.
"Nomernya tidak aktif," jawab Alana.
"Coba hubungi Kimmy!" perintah David. Alana segera mencoba menghubungi nomer Kimmy, namun sialnya, suara dering ponsel Kimmy terdengar berdering dari dalam salah satu kamar yang ada di villa itu. Yang tak lain, kamar yang di tempati oleh Kimmy dan juga Jesslyn.
"Kimmy sepertinya tidak membawa ponselnya," saut Ashley.
"Lebih baik kita menyusulnya ke pantai saja, barangkali mereka masih ada di sana," tutur David. Ken berjalan mendekati Jasson dengan tatapan yang penuh dengan amarah.
"Kalau sampai ada apa-apa dengan Jesslyn, Kakak tidak akan pernah mengampunimu!" Ken menggertakan giginya dengan geram saat berucap kata-kata itu kepada Jasson. Ia segera berlalu keluar dari Villa itu mengambil mobil yang terparkir di depan villa itu.
"Ken, aku ikut denganmu..." pinta Alama yang berjalan dengan menggelayuti lengan tangan Ken.
"Tapi, Ken--" Ken manatap Alana dengan tatapan kesal.
"Baiklah, aku akan menunggu di sini," ujar Alana. Ken segera masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya dengan sangat kencang untuk menuju ke pantai, dan tak lama itu, David, Ashley dan juga Jasson menggunakan mobil lain untuk mengikuti Ken dari belakang.
***
Alana masih berdiri di depan Villa dengan raut wajah yang cemas, angin malam menghembus sangat kencang, namun tak membuat dirinya berpaling dari tempat yang sama. Ia tidak mau masuk sebelum Jesslyn dan juga Kimmy kembali.
Dari arah dalam Villa, Valerie terlihat keluar dan berjalan menghampiri Alana yang sedang mencemaskan adik ipar dan temannya itu.
"Kalau saja Kau dan Ken tadi ikut bersama Jesslyn dan Kimmy ke pantai, mungkin saat ini mereka sudah kembali, Nona Alana," ujar Valerie seraya menghentikan langkah kakinya berdiri tepat di samping Alana. Alana hanya diam dan menatapnya.
"Entahlah, kenapa Ken bisa seceroboh itu tidak mempedulikan Jesslyn. Padahal, dulu, Ken selalu mendahulukan Jesslyn daripada siapapun, bahkan Bibi Merry sekalipun, aku ingat betul itu!" imbuh Valerie.
"Ken sangat mempedulikan Jesslyn! Dia sangat menyayanginya!" Alana mulai terpancing akan setiap kata yang Valerie ucapkan.
"Kalau benar Ken mempedulikan Jesslyn, tidak mungkin tadi dia membiarkan adiknya pergi sendiri bersama Kimmy ke pantai, kecuali jika memang ada seseorang yang sengaja berniat menjauhkan hubungan adik Kakak itu." Kedua mata Valerie melirik ke arah Alana. Alana merasa bahwa Valerie sedang mempermainkan emosinya. Masih memikirkan masalah Jesslyn dan Kimmy yang tak kunjung kembali, sekarang Alana harus mendengar kata-kata Valerie yang mencoba menyalahkan dirinya akan masalah ini. Alana mencoba sekuat tenaga menahan amarahnya yang hendak meledak.
"Nona Valerie, kau orang luar. Jadi tidak sepantasnya kau mencampuri urusan kami!" tutur Alana dengan suara sopannya. Bahkan membuat Valerie merasa tersindir.
"Maaf jika aku lancang telah ikut campur urusan kalian, tadi ombak di pantai sangat besar, aku hanya takut jika hal buruk terjadi kepada Jesslyn." Kata-kata Valerie membuat kedua mata Alana membulat dengan takut, ia berpikiran yang tidak-tidak tentang Jesslyn.
"Apalagi sepertinya sebentar lagi akan turun hujan," imbuh Valerie, kedua matanya menyoroti langit yang nampak tak bersahabat.
"Saya permisi masuk ke dalam Nona Alana," pamit Valerie, ia berlalu pergi meninggalkan Alana yang tak bergeming dari tempatnya.
"Ini semua gara-gara aku, coba saja tadi aku menuruti Jesslyn untuk ikut pergi ke pantai, mungkin jadinya tidak akan seperti ini," raut wajah Alana terlihat semakin cemas.
"Apa aku harus menyusul mereka? aku benar-benar tidak tenang jika harus berdiam diri di sini. Sementara Jesslyn dan Kimmy belum juga Kembali," gumamnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Udah lama updatenya cuma satu episode doang,
lama banget thor,
Updatenya cuma dikit.
Alana kapan hamil thor kok berbelit-belit sih.
perlu berapa poin sih biar update cepet? bosen nunggunya, kayak novelmu paling di butuhkan aja thor.
Maaf ya sebelumnya, udah 2 minggu Aku ada kerjaan yang emang gak bisa ditinggalin dan mengharuskanku kerja fulltime, tapi aku masih sempetin buat update.
Ehhh baca komentar malah bikin Semangat menulisku menurun. jadi dari kemarin aku males banget buat nulis, bahkan gak nulis sama sekali.
dan ini lagi usaha buat mikir mempercepat alur cerita dan pangkas ceritanya biar cepet TAMAT!
tapi kok gak tamat-tamat, ya. pusing kepalaku hahahahahha
Terimakasih banyak ya, yang sudah kasih dukungan Nona melalui Vote... Nona sangat sangat berterimakasih sama kalian karna dengan memberi vote berarti kalian bener-bener dukung karya Nona. ^_^