My Introvert Husband 3

My Introvert Husband 3
Merindukan



Malam harinya, seusai makan malam. Alana menengok Holmes ke dalam kamar. Ia mengecup dahi Ayahnya tersebut dan memberi ucapan selamat malam kepadanya.


Sudah hal biasa bagi Alana. Bahkan semenjak dirinya kecil, Ayahnya juga selalu melakukan hal yang sama, memberinya ucapan selamat malam dan kecupan untuknya. meskipun terlihat sepele, tetapi, hal itu sangat bermakna bagi Alana. dan sekarang, saat Ayahnya sakit, ia bergantian melakukan kebiasaan Ayahnya yang sering di lakukan terhadapnya.


Alana kembali ke dalam kamar. ia berselonjor di atas tempat tidur sembari membaca sebuah buku tentang resep kue dan masakan.


"Besok jika Ken pulang, aku akan membuatkan dia puding ini." Alana menunjuk salah satu gambar puding coklat yang sudah tertera resep di sampingnya. Lalu, ia membolak - balik setiap halaman dari buku resep itu.


Namun, semakin lama, Alana semakin bosan di buatnya. kedua matanya melihat ke arah tempat tidur yang biasa di tempati oleh Ken.


"Rasanya sangat sepi jika dia tidak di rumah." Alana meletakan buku resep itu di atas meja dan bergantian mengambil ponselnya.


namun, tidak ada sebuah panggilan dan pesan masuk di sana. Alana pun mengembalikan ponsel itu ke tempat semula.


"Sepi sekali jika tidak ada Ken," dengus Alana seakan ia sedang di penuhi dengan rasa kebosanan. ia mencoba merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan kedua matanya menatap plafon kamarnya.


"Siapa Valerie?" pertanyaan itu tiba - tiba Alana lontarkan tatkala pikirannya terlintas kembali akan nama itu.


"Pasti dia cantik dan baik, sampai -sampai semua orang memuji dia dengan sebegitunya."


"Apa dia kekasih Ken? Aku sungguh penasaran. besok setelah Ken pulang, aku akan menanyakannya langsung biar rasa penasaran tidak mengganggu pikiranku seperti ini."


***


Malam itu, setelah Ken melakukan pertemuan dengan client Papanya di hotel bintang lima. Ia kembali masuk ke dalam kamar hotel.


Ia terlihat duduk di balkon kamar itu sembari menggenggam ponsel miliknya. Kedua mata Ken memperhatikan layar ponsel itu. seakan sedang menantikan kabar dari seseorang.


"Kau merindukan istrimu?" Gio menepuk bahu anak sulungnya itu hingga membuatnya sedikit terkejut.


"Papa?" Ken meletakan ponselnya di atas meja. Gio ikut mendudukan tubuhnya di samping anaknya tersebut.


"Kau merindukan Alana?" tanya Gio.


"Tidak, Pa." Ken menyangkal. Gio hanya menggeleng kepalanya dengan tertawa.


"Papa juga pernah muda, Nak. tidak mungkin jika kau tidak merindukan istrimu," ujar Gio.


"Terserah Papa saja," Ken tertawa seakan terpaksa mengiyakan perkataan Papanya.


"Oh iya, Nak. bagaimana perusahaan mertuamu? apa kau tidak kesulitan untuk menjalankannya?" tanya Gio.


"Ken tidak kesulitan, Pa. karna Ken menerapkan semua yang Papa ajarkan kepada Ken selama ini. tapi, fluktuasi perusahaan milik Paman Holmes masih terbilang sangat rendah. jadi, Ken perlu memperluas jaringan relasi untuk meningkatkan fluktuasi perusahaan, Pa. Karna kan Papa tau sendiri, semenjak tuduhan akan kerugian yang pernah di tanggung oleh Paman Holmes. Celouise Company menjadi sangat sulit menjalin kerja sama dengan perusahaan lain. Ini saja yang bekerja sama hanya perusahaan Papa dan juga perusahaan Paman Andrew saja," ujar Ken.


"Tidak apa - apa, Nak. semuanya berawal dari bawah. jadi kau jangan patah semangat untuk membantu perusahaan milik keluarga istrimu itu, kau perlu mengembalikan kepercayaan perusahaan lain agar mau bekerja sama dengan Celouise Company, " tutur Gio.


"Iya, Pa. Ken tidak akan pernah patah semangat. Ken akan berusaha membuat Celouise Company agar berjalan lagi. kalau bisa mengungguli perusahaan Paman Afford sekaligus. dan membalas semua perlakuan mereka kepada Alana. karna di sini Ken curiga kalau Paman Afford-lah yang bermain curang kepada perusahaan Paman Holmes," guratan di raut wajah Ken menggambarkan begitu banyak amarah di sana.


Tiba - tiba Gio tersenyum dan menepuk kembali bahu anaknya itu.


"Jangan membalas apapun, Nak. itu tidak baik! Dengan mengembangkan Celouise Company. kau sudah memberi mereka semua sebuah tamparan keras."


"Menunjukan sebuah keberhasilan kepada musuh adalah sebuah balas dendam yang sangat menyenangkan," Gio tersenyum sinis. seakan senyuman itu menyiratkan begitu banyak arti.


"Ken tau, Pa. tapi, Ken hanya sangat tidak suka saat mereka semua memperlakukan Alana seperti itu." Ken menatap ke sembarang arah dan mengingat kembali bagaimana dirinya ikut merasakan rasa sakit istrinya saat menangis waktu itu. bahkan Ken bisa merasakannya sampau sekarang.


"Jangan bersusah payah untuk membalas perlakuan buruk seseorang. Lalu apa bedanya kau dengan mereka? Dengan membalas perlakuan buruk seseorang kau tidak akan pernah mendapatkan apa - apa dari sana, bahkan kepuasan batin sekalipun," tutur Gio.


"Papa tau kau sangat mencintai istrimu. Kau hanya perlu membahagiakannya agar bisa mengganti rasa sakit yang pernah ia alami." ucapan Gio tiba - tiba menyentak telinga Ken. Ken hanya menatap Papanya tersebut.


"Papa istirahat dulu, ayo kau juga istirahatlah." Gio menepuk kembali bahu Ken. dan berlalu masuk ke dalam kamar.


"Mencintai? Omong kosong! Aku hanya kasian dengannya, " gerutu Ken.


"Iya, aku hanya kasian saja," dengus Ken. Ia tiba - tiba terdiam dan mencerna apa yang baru saja ia ucapkan.


Ken meraih ponsel miliknya dan mencari kontak ponsel milik Alana


"My Preety Wife"


Ken hendak menyentuh icon berwarna hijau di sana, karna ia ingin menelpon istrinya tersebut. namun, saat Ken hendak menelpon Alana. tiba - tiba ponselnya terlebih dulu berdering. Ia melihat satu panggilan masuk dari Alana.


"My Pretty Wife"


"Hallo, Ken." suara Alana terdengar dari balik ponsel yang Alana genggam. rasanya ada ketenangan sendiri saat mendengar suara wanita itu


"Hallo, ada apa?" tanya Ken.


"Apa kau sudah tidur?" tanya Alana.


"Kalau aku tidur mana mungkin bisa menjawab telponmu!" ketus Ken.


"Ada apa memangnya? Apa kau sedang merindukanku?" goda Ken. suaranya tiba - tiba berubah melunak dengan di iringi sedikit senyuman di sana.


"Siapa juga yang merindukanmu! aku hanya mau bertanya, kau meletakan remote AC di mana? Aku sangat kedinginan tapi tidak menemukan remote AC di mana pun. Bi Ester juga tidak tau," ujar Alana. Ken tiba - tiba kesal mendengar apa yang baru saja Alana katakan.


"Kau menelponku malam - malam hanya untuk menanyakan remote AC?" tanya Ken. Alana mengiyakannya.


"Astaga, dia ini benar - benar menyebalkan!" umpat Ken.


"Hallo, Ken. apa kau mendengarku?" suara Alana berkali - kali gaduh di telinga Ken.


"Iya aku mendengarmu! Remote AC sepertinya di dekat lemari!" seru Ken.


"Oh, benarkah. baiklah, aku akan mencarinya kembali," ucap Alana.


"Hanya karna mencari remote AC saja sampai menelponku. Sungguh mengganggu saja!" seru Ken.


"Maaf-maaf, ya sudah istirahatlah sana," perintah Alana. Ken mengiyakannya dan hendak mengakhiri panggilan itu.


"Tunggu Ken!"


"Ada apa lagi?"


"Selamat tidur." Ken terdiam sejenak. ia hendak mengiyakannya. namun, Alana sudah mengakhiri panggilan itu terlebih dulu.


"Gadis bodoh." Ken tersenyum dan beranjak dari duduknya untuk masuk ke dalam kamar.


***


Seusai bertukar suara dengan Ken, Alana meletakan ponselnya ke sembarang tempat. lalu, ia meraih remote AC yang ada di sampingnya.


"Maaf, ya, remote. kau jadi bahan makian Ken karna diriku." Alana kembali meletakan remote itu ke tempatnya semula. Setelah itu, Ia merebahkan tubuhnya dan menarik selimut untuk menutupi sekujur tubuhnya.


"Kenapa aku begitu bodoh sampai menelpon dia? bahkan remote AC ku jadikan alasan."


"Astaga, sungguh memalukan saja." Alana terkekeh akan tingkah lakunya sendiri. namun, setidaknya ia merasa sedikit nyaman seusai mendengar suara Ken.


Ia pun langsung memejamkan mata dan terlelap dalam tidurnya.


.


.


.


.


.


nungguin Honeymoon ya wkwwk? sabar ya next episode.


Oh iya, Happy new years ya kakak kakakku sayang... Selamat tahun baru 2020.


semoga apa yang belum tercapai di tahun lalu bisa tercapai di tahun ini.


Hati - hati buat yang sedang berlibur semoga selalu di beri kesehatan dan keselamatan di manapun kalian berada.


Semoga, kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi daripada yang sebelumnya.😘😘😘😘


follow IG ku ya @Novianalancaster


yang mau join grup WA bisa DM di instagram atau bisa klik di link di grup facebook My Sweets Seaders - My Introvert Husband.