
Keesokan sorenya, Alana sedang sibuk membuatkan Ken pudding sesuai resep yang semalam ia baca di buku resep miliknya.
"Sudah jadi," Alana menata puding tersebut di atas flat plate.
"Bi Ester, kemarilah." Alana memanggil Bi Ester yang kebetulan melintas di depan pintu dapur. wanita paru baya itu mengiyakan dan segera menghampiri Alana.
"Iya, Nona. ada apa?" tanya Bi Ester dengan menyunggingkan senyumnya.
"Buka mulut Bi Ester, cobalah puding buatan Alana ini." Alana menyendokan satu sendok puding.
"Kemarikan, Nona. saya makan sendiri." Bi Ester dengan sungkan mengambil alih sendok puding itu.
"Sudahlah, Bi. Alana suapi saja." senyuman Alana membuat Bi Ester mengiyakan perintah Alana. wanita paru baya itu segera melahap puding itu dan mengunyahnya. Alana menyuapinya kembali, hingga mulut Bi Ester terlihat penuh karenanya.
"Bagaimana, Bi? apa pudingnya enak?" tanya Alana dengan penasaran. namun Bi ester masih sibuk mengunyah pudingnya membuat wanita itu sulit menjawab pertanyaan Alana.
"Enak, Nona. enak sekali," ucap Bi Ester sembari menelan puding itu dan membersihkan mulutnya yang sempat belepotan dengan menggunakan lidahnya.
"Benarkah, Bibi tidak bohong? karna Alana ingin membuatkan puding ini spesial untuk Ken, Bi." Alana mencoba memastikan.
"Iya, Nona. ini sungguh sangat lezat sekali. Tuan muda pasti sangat menyukainya," ujar Bi Ester.
"Bibi tidak berbohong, kan?" dengus Alana.
"Tidak, Nona. ini sungguh lezat." wanita paru baya itu tersenyum membuat Alana semakin yakin akan puding buatannya itu. ia pamit dan berlalu meninggalkan Bi Ester untuk menemui Ayahnya di kamar. Alana dengan begitu riangnya menghampiri Holmes yang sedang beristirahat di kamarnya.
"Daddy," suara Alana seketika membuat kedua mata Ayahnya yang semula terpejam kini pun terbuka.
"Sayang." Holmes mencoba beranjak dari tidurnya. dan perawat yang melihatnya segera membantu Holmes. Alana menyuruh perawat itu untuk pergi ke dapur mencicipi puding yang sempat ia buat tadi. dan perawat itu mengiyakannya dan berlalu dari sana.
"Daddy, cobalah puding buatan Alana ini. Alana membuatkannya spesial untuk Ken." Alana menyendokkan puding itu dan hendak menyuapkan kepada Ayahnya.
"Ini kan spesial untuk Ken, lalu kenapa kau menyuruh Daddy mencobanya, Nak?" tanya Holmes.
"Justru karna spesial. Alana harus memastikan puding ini enak atau tidak." Alana mulai menyuapi Ayahnya tersebut.
"Bagaimana, Daddy? apa enak?" tanya Alana.
"Sangat enak sekali, Nak. Ken pasti menyukainya," Holmes mengunyah puding itu dan perlahan menelannya.
"Benarkah, Daddy?" tanya Alana. Holmes mengiyakannya. Alana dengan begitu senang, bahkan, percaya dirinya mulai terbangun akan puding yang ia buat itu pasti enak. ia menyuapi Ayahnya puding tersebut hingga habis tak tersisa.
***
Gio menyuruh Ken untuk pulang terlebih dahulu. karna Gio masih ada pertemuan penting dengan Clientnya. Ken sebenarnya enggan meninggalkan Papanya sendirian. namun, Gio memaksa. jadi, Ken terpaksa mengiyakan perintah Papanya tersebut
Setibanya di rumah, yang Ken ingin temui terlebih dahulu ialah Alana. Ken langsung menuju ke kamarnya. namun, ia tak mendapati Alana di sana.
"Ke mana dia?" Ken keluar kembali dari kamar. dan berjalan menuju ke kamar mertuanya. namun, Alana juga tidak ada di sana. hanya ada mertuanya yang sedang tertidur. Ken menuju ke dapur. dan hatinya serasa lega saat melihat Alana berada di sana. kala itu, Alana terlihat sedang membantu Bi Ester memotong sayur untuk makan malam.
"Nona, ada Tuan muda," Bi Ester memberi isyarat mata kepada Alana. Alana menoleh ke belakang. dan seketika itu, ia tersenyum saat melihat Ken berdiri di depan pintu dapur.
"Ken? kau sudah pulang?" Alana meletakan pisau miliknya. dengan raut wajah dan langkah kaki yang begitu girang, ia menghampiri Ken yang berdiri dan sedang menatap dirinya di sana.
"Ayo kemarilah, aku membuatkan puding spesial untukmu," Alana menarik tangan Ken dan menyuruhnya untuk duduk.
"Nanti saja, aku mau ganti pakaianku." Ken hendak beranjak berdiri.
"Sebentar saja, ayo makanlah ini." Alana mengambil sebuah puding coklat dari dalam lemari es dan ia menuangkan fla di atasnya. Ken memperhatikan puding itu. tiba-tiba ia tersenyum usil.
"Kau begitu memaksa sekali! Jangan - jangan kau telah mencampurkan obat seperti waktu itu ke dalam puding ini," ucap Ken seolah menanggapinya dengan begitu serius.
"Bicara sembarangan! Aku tidak pernah mencampurkan apapun ke dalam minuman ataupun makananmu," seru Alana dengan meletakan kedua tangannya di atas pinggang.
"Alasan saja!" Ken memalingkan wajahnya.
"Kau tidak percaya? aku akan mencoba memakan puding ini." Alana mengambil puding itu dan memakannya dengan lahap.
"Aku tidak memasukan apapun ke dalam puding ini. kalau kau tidak mau aku akan memakan sendiri puding ini, " Alana berceloteh dengan mulut yang penuh dengan puding itu.
"Kemarikan! katanya kau membuatkan puding ini untukkku kenapa jadi kau yang malah memakannya." Ken mengambil alih puding itu. Bi Ester menggeleng - gelengkan kepalanya sambil tersenyum memperhatikan kedua majikannya tersebut. ia pun berlalu meninggalkan dapur itu.
"Katanya kau tidak mau?" seru Alana.
"Siapa yang bilang tidak mau?" Ken mulai memakan puding itu dengan lahap. Alana pun tak henti memperhatikan Ken dari samping.
"Bagaimana enak kan?" tanya Alana. namun Ken hanya diam karna sibuk memakan dan mengunyah puding itu.
"Enak sekali," gumam Ken dalam hati.
"Sebentar!" seru Ken sembari mengunyah puding itu hingga habis tak tersisa di piringnya.
"Bagaimana rasa pudingnya?" tanya Alana. ia begitu tak sabar dan penasaran sekali akan jawaban dari suaminya.
"Tidak enak." Ken menggeser piring puding yang sudah kosong itu kepada Alana. wajah Alana seketika langsung kecewa.
"Kalau tidak enak kenapa kau habiskan?" tanya Alana dengan kesal.
"Aku habiskan karena aku lapar!" Ken beranjak berdiri dan meninggalkan Alana dari sana.
"Ini sungguh enak sekali." Ken membersihkan sisa - sisa puding itu yang masih tertempel di mulutnya dengan menggunakan lidahnya.
"Kata Daddy dan Bi Ester tadi pudingnya sangat enak sekali. tapi, kenapa dia bilang tidak enak." Alana menghela napas dan merasa kecewa di buatnya. Ia pun mengikuti Ken masuk ke dalam kamar.
***
Ken terlihat sedang bersih - bersih di dalam kamar mandi. Alana menyiapkan baju untuk suaminya tersebut dengan raut wajah cemberut. dan saat Ken keluar dari kamar mandi. Ia memperhatikan mimik wajah cemberut istrinya tersebut.
"Kenapa kau cemberut seperti itu?" tegur Ken seraya mengenakan baju yang di siapkan oleh Alana untuknya.
"Puding buatanku tadi memangnya kurang apa? Kata Daddy dan Bi Ester tadi pudingnya sangat lezat sekali, jadi mereka berbohong kepadaku," ujar Alana.
"Dia cemberut hanya karna aku bilang pudingnya tidak enak? Padahal pudingnya enak, kalau tidak enak mana mungkin aku menghabiskannya seperti itu. dia ini benar - benar bodoh," gumam Ken.
"Hanya karna puding? lupakan!" ucap Ken. Alana pun terdiam dan menatap sendu Ken.
"Aku tadi hanya bercanda, pudingnya tadi enak," ucap Ken.
"Kau bohong. jelas - jelas tadi bilang tidak enak," ucap Alana.
"Aku hanya bercanda, kalau tidak enak tidak mungkin aku habiskan tadi." Ken mencoba meyakinkan Alana. namun Alana hanya diam dan tak percaya akan ucapan suaminya.
"Aku tidak berbohong!" dengus Ken.
"Benarkah?" tanya Alana.
"Iya, dasar bodoh!" seru Ken. Alana pun seketika langsung tersenyum.
"Sudah, lebih baik kau siapkan apa saja yang akan kita bawa untuk honeymoon besok," perintah Ken.
"Honeymoon?" Alana berucap dengan tidak semangat.
"Sebenarnya, aku malas sekali pergi honeymoon. lagi pula untuk apa juga kita honeymoon. kan sama saja," ujar Alana. Ken tersenyum dan tiba - tiba memegang erat pinggang Alana.
"Kau bilang untuk apa?" Ken bertanya dan memperhatikan bibir tipis wanita itu. Alana menelan salivanya dan menahan napas saat Ken memperhatikannya dengan jarak 2cm itu.
"Ken?" Alana hendak menjauhkan tubuhnya dari Ken. namun Ken semakin menarik tubuh Alana di dekapannya.
"Besok kau akan tau, dan kau pasti akan menyukainya," bisik Ken hingga membuat telinga Alana geli di buatnya.
"Kau pernah berpacaran, bukan? apa kau tidak tau Honeymoon?" tanya Ken.
"Tau." Alana menganggukan kepalanya.
"Lalu, kenapa kau masih bertanya?" tanya Ken.
"Ya, karna kan kita menikah hanya karna sebatas bisnis saja, kan? jadi untuk apa pergi Honeymoon," ujar Alana. Ken terdiam dan menatap dalam kedua mara Alana. lalu, ia menjauhkan tubuh Alana darinya.
"Sudah, siapkan saja apa yang akan kita bawa besok," Ken membalikan badannya seraya memasukan kedua tangannya ke dalam saku celana.
"Baiklah, aku akan memasukan bajuku dan bajumu ke dalam koper." Alana mendekati lemari pakaian dan mulai memasukan satu persatu baju ke dalam koper yang baru saja ia ambil. Ken pun tak henti memperhatikan Alana dari belakang.
.
.
.
.
.
.
Nona tanya dong... di sini ada gak sih, yang baca MY INTROVERT HUSBAND SEASON 3 tapi nggak baca season 1 dan 2?