My Introvert Husband 3

My Introvert Husband 3
Terserah kau saja



"Siapa yang marah-marah? aku tidak marah-marah..."  Alana menyangkalnya.


Ken sejenak melepas pelukannya. "Terserah kau saja, Ayo biar ku gendong..."


"Tidak usah, aku jalan saja. Aku sudah tidak lelah." Alana beranjak berdiri dari duduknya.


"Yakin sudah tidak lelah?" tanya Ken. Alana mengangguk dan berjalan dengan penuh semangat mendahului Ken.


Ken mengikuti Alana yang berjalan sangat cepat hingga langkah kakinya merasa sulit untuk menjangkaunya.


Setibanya di pantai, Alana disambut oleh Kimmy dan juga Jesslyn dengan begitu girang sekali. Jesslyn mengajak Kakak iparnya tersebut untuk bermain air yang mendeburkan ombak di bibir pantai tersebut. Mereka bertiga menenggelamkan sebagaian  kakinya di bagian air yang dangkal.


Sementara, Ken. Ia mengawasi mereka bertiga dari kejauhan dan mendudukan tubuhnya di bawah rindangnya pohon.


Setelah bermain air, Alana merasa sangat bosan, ia kembali menghampiri Ken yang sedang duduk bersantai. "Kenapa kemari?" tanya Ken.


"Aku bosan..." Alana meletakan kedua tangannya di atas pinggang dan melihat ke arah sekitar, mencari sesuatu yang sekiranya bisa untuk mengusir rasa bosannya.


"Apa kau mau naik jet ski?" tanya Ken.


"Tidak mau, aku mabuk laut," tolak Alana.


"Ken, aku haus..." Alana menelan salivanya akan tenggorokannya yang ia rasa begitu kering.


"Tunggulah di sini, aku akan mencarikan minum untukmu." Ken beranjak berdiri, ia menarik tangan Alana dan menyuruhnya untuk duduk  di tempat yang ia duduki dan segera mencari toko di sekitar pantai itu untuk membelikan istrinya minum.


Tak lama kemudian, Ken kembali dengan membawa kantung yang berisi beberapa air mineral kemasan botol di tangannya, Ia tak hanya membelikan Alana saja, tetapi memebelikan Kimmy dan juga adiknya pula.


Ken duduk di samping Alana, ia mengambil salah satu air mineral tersebut dan membuka segel penutupnya, lalu menyodorkannya kepada Alana.


"Minumlah..."


"Kau hanya memberi air mineral? pelit sekali!" seru Alana.


"Kau mau minum apa? tadi kau hanya bilang haus dan tidak bilang kalau mau minum apa,  jadi aku membelikan air mineral," ujar Ken.


"Seharusnya kan kau tau, setidaknya beli air kelapa atau yang sedikit menyegarkan," seru Alana.


"Mana ada air kelapa di sini?" saut Ken.


"Kalau kau mencarinya pasti ada!" ucap Alana.


"Di sini hanya ada satu toko saja, dan tidak banyak menjual makanan dan minuman!" seru Ken.


"Ya sudah..." Alana melirik ke arah Ken dengan kesal.


"Ya sudah apa?"


"Belikan jus jeruk  saja," pinta Alana.


Ken mendengus kecil. "Baiklah, aku akan membelikannya... ambil ini!" Ken menyodorkan air mineral tersebut kepada Alana dan segera berlalu pergi dari sana.


"Menyebalkan sekali, kenapa dia jadi sangat pelit. Hanya membelikan air mineral." Alana menggerutu sembari meneguk air mineral yang kini ada di tangannya tersebut hingga habis tak tersisa dari tempatnya.


"Tidak ada rasanya, tidak enak sekali." Alana meremas botol air mineral yang sudah kosong itu dan membuangnya ke tempat sampah yang ada di sekitarnya.


***


Ken terlihat kembali dengan membawa satu  jus jeruk yang di kemas dalam botol sesuai permintaan Alana, ia mendudukan tubuhnya di samping Alana. Lalu, membukakan penutup botol jus  itu dan hendak memberikan minuman berwarna orange tersebut kepada istrinya.


"Aku sudah tidak haus!" ujar Alana.


"Kau yang benar saja? aku sudah membelikan jus jeruk ini untukmu!" seru Ken.


"Aku tadi kehausan, jadi  terpaksa meminum air mineralnya!" saut Alana.


"Salah siapa, membeli minuman begitu saja lama sekali! apa kau mau aku mati kehausan hanya karna menunggumu?" imbuhnya. Ken mendengus kesal namun mencoba menahan rasa kesalnya. Ia hendak meneguk jus jeruk itu, namun tangan Alana tiba-tiba menahannya.


"Ada apa?" tanya Ken.


"Kenapa kau malah mau meminum jusnya?" tanya Alana.


"Kau kan tidak mau meminumnya!" jawab Ken.


"Siapa yang bilang tidak mau?" seru Alana.


"Katamu sudah tidak haus!"


"Tidak haus bukan berarti tidak mau meminumnya! Jangan diminum, aku akan meminumnya nanti!" ujar Alana.


"Aku haus! Berjalan dua kali ke toko itu tidak dekat!" ujar Ken.


"Ya sudah, minumlah air putih saja, ini lebih menyehatkan, apa lagi untuk orang yang sudah berusia seperti diriimu," Alana mengambil salah satu air mineral dan memberikannya kepada Ken.


"Kau pikir aku sudah tua?" seru Ken.


"Ehem, buktinya hanya berjalan dua kali ke toko saja, kau sudah kelelahan, kalau bukan tua lalu apa?" tanya Alana.


"Lalu bagaimana denganmu yang berjalan sebentar sudah mengeluh lelah?"


"Aku kan wanita, jadi wajar saja jika mudah lelah, wanita tidak sekuat pria." Alana begitu ketus seakan tak mau kalah berbicara.


"Terserah kau saja!" Ken menghela napas, ia meletakan jus jeruk tersebut dan mengambil air mineral yang sudah di sodorkan oleh Alana untuknya dan meneguknya hingga habis.


***


Jesslyn terlihat berlari menghampiri Alana dan  juga Ken dengan napas yang ngos-ngosan. "Kakak, aku sangat haus, apa ada minum?" tanyanya.


"Ada..." Ken mengambil air mineral dan menyodorkannya kepada adik perempuannya itu.


"Aku tidak mau! Aku mau yang itu saja." Jesslyn menunjuk ke jus jeruk milik Alana.


"Ini milik Alana!" saut Ken.


"Tidak apa-apa, minum saja..." Alana memberikan jus jeruk itu kepada Jesslyn seraya melebarkan senyumnya.


"Kau ini pelit sekali dengan adikmu!" seru Alana kepada Ken.


"Iya, benar. Kakak memang pelit! Terimakasih, Alana." Jesslyn menyaut jus tersebut dan segera meneguknya.


"Terserah... terserah kalian!" seru Ken.


Ken dibuat bingung seakan tak bisa berkata akan sikap Alana yang ia rasa begitu menyebalkan. Setelah menghabiskan jus jeruk milik Alana,  Jesslyn berpamitan untuk menghampiri Kimmy dan bermain kembali.


"Kau tidak memperbolehkanku meminum jus jeruk milikmu, taoi kau memperbolehkan Jesslyn untuk meminumnya?" tanya Ken.


"Jesslyn kasian, dia kelelahan!"


"Lalu kau tidak kasihan denganku?" tanya Ken.


"Kenapa kau berbicara seperti itu? kau iri karna aku memberikan jus itu kepada Jesslyn?" Alana menaikan sedikit volume suaranya.


Ken terdiam. "Astaga, dia ini menyebalkan sekali,  kalau aku menyauti perkataanya, yang ada nanti ujung-ujungnya berdebat," gumam Ken dalam hati.


"Untuk apa iri dengan adikku sendiri? kalau kau memberikan jus itu kepada laki-laki lain, aku pasti iri, bukan hanya iri saja. Tapi, aku juga akan sangat  marah, lalu mencubitmu seperti ini." Ken mencubit dengan gemas kedua pipi Alana dan di akhiri dengan menciumnya. Senyuman di wajah Alana seketika merekah dengan sempurna.


***


Satu jam kemudian,


Ken mendapat satu  pesan singkat dari David bahwa dirinya, Jasson dan juga Ashley akan segera menyusul ke pantai, Ken membalas pesan singkat tersebut dan mengiyakannya.


"David dan yang lainnya mau kemari," ujar Ken.


"Termasuk Nona Valerie?" tanya Ken.


"Tidak..." saut Ken.


"Baiklah..."


Alana berpamitan kepada Ken untuk menghampiri Kimmy dan juga  Jesslyn yang sedang bermain pasir. Tiba-tiba ia begitu tertarik untuk bermain pasir bersama mereka, sepertinya sangat menyenangkan.


Sementara, Ken. Ia masih duduk di tempat yang sama sembari memperhatikan Alana yang begitu riangnya bermain pasir pantai, membuat dirinya ikut tersenyum ketika melihat kebahagiaan terpancar di wajah istrinya itu.


Tak lama kemudian, David, Ashley dan juga Jasson tiba di pantai dan segera menghampiri Ken. Mereka bertiga menepuk bahu Ken hingga membuat laki-laki itu terjingkat karna terkejut.


"Sialan, kalian!" umpat Ken.


"Kau menjadi Babby sitter?" ledek David dengan mengeraskan tertawanya.


"Kenapa kau tidak ikut Alana bermain pasir Ken?" Ashley menimpalinya dan tak kalah ikut tertawa begitu juga dengan Jasson.


"Jika kalian kemari hanya untuk meledeku lebih baik kembalilah ke villa!" seru Ken dengan suara kesal.


"Kita hanya bercanda..." David, Ashley dan juga Jasson bersebelahan  mendudukan tubuhnya di sana.


"Kak, ayo jet ski," ajak Jasson.


"Ayo... sepertinya menyenngkan," saut Ashley.


"Tidak, kalian saja!" tolak Ken.


"Kau yakin tidak mau bermain jet ski?" tanya David. Ken hanya menggeleng kepalanya.


"Kenapa, Kak?" tanya Jasson.


"Alana tidak mau, di mabuk laut. Sudah, kalian mainlah sana!" ujar Ken.


"Baiklah..." David, Ashley dan juga Jasson berlalu pergi meninggalkan Ken dan menuju ke tempat persewaan jet ski.


***


Dari kejauhan, Alana tiba-tiba berjalan dengan cepat menghampiri Ken.


. "Ada apa?" tanya Ken.


"Ken, ayo kita bermain pasir," ajak Alana seraya menarik tangan Ken.


"Tidak!" tolak Ken.


"Ya sudah!" Alana mengerucutkan bibirnya dan hendak kembali lagi ke Jesslyn dan juga Kimmy. Namun, langkah kakinya terhenti, dan kembali menghampiri Ken.


"Ada apa lagi?" tanya Ken.


"Ken, aku lapar..." Alana memelaskan wajahnya.


"Membuat istana dari pasir benar-benar membutuhkan banyak tenaga," imbuhnya.


"Lalu, kenapa kau tidak sekalian membuat makanan dari pasir?" tanya Ken.


"Mana bisa pasir di makan!" seru Alana.


"Ken, aku benar-benar lapar."


"Kau ini... tunggulah di sini, aku akan mencarikan makanan untukmu." Ken beranjak berdiri dan hendak mencarikan makanan untuk Alana.


Sedangkan Alana kembali menghampiri Kimmy dan juga adik iparnya untuk melanjutkan kembali  membuat istana pasirnya yang belum terselesaikan sembari menunggu Ken datang.


Di pantai tersebut, semakin siang semakin ramai pengunjung, terlebih lagi hari itu ialah weekend, rata-rata semua orang lebih memilih pantai menjadi tempat berliburnya.


terlihat banyak sekali anak kecil yang berlarian ke sana kemari bermain ombak dan pasir tak terkecuali orang dewasa yang menjemur tubuhnya di bawah teriknya matahari dengan pakaian yang minim kain.


***


Terlihat beberapa rombongan anak muda yang di antaranya ada beberapa laki-laki dan juga perempuan baru saja datang dan berkunjung di  pantai tersebut. Salah satu laki-laki di antara mereka tiba-tiba mengalihkan perhatian Alana hingga membuatnya  beranjak berdiri meninggalkan istana pasir yang belum selesai ia buat  itu dan berjalan menghampiri laki-laki yang sudah mengalihkan perhatiannya tersebut untuk memastikan kembali, bahwa itu benarlah orang yang ia kenal.


jarak 5 meter Alana berdiri dan  memperhatikan laki-laki itu dengan seksama, seketika, ia langsung berlari dan memeluk dengan erat orang tersebut.


Dan di saat bersamaan, Ken baru saja kembali membeli makanan, ia tak mendapati Alana di sekitar sana. Ia menyoroti sekitar pantai itu, dan  kedua matanya terhenti ke arah Alana yang terlihat sedang berpelukan dengan laki-laki asing. Kedua alisnya menaut dengan tajam, rahangnya mengeras menahan rasa geram seakan amarahnya terkumpul di dalam tubuhnya.


Tubuh tegapnya mengajaknya untuk segera menghampiri Alana dengan langkah pasti. Ken dengan penuh tenaga  menarik tubuh Alana dan menjauhkannya dari laki-laki tersebut.


"Tidak sopan! Kau berani sekali memeluk istriku!" teriakan Ken membuat semua mata pengujung pantai teralihkan kepadanya. bahkan, Ken  tak segan mendorong tubuh laki-laki itu hingga jatuh tersungkur di pasir.


"Ken..." teriak Alana, ia mencoba membantu laki-laki itu, namun Ken dengan cepat menarik tangannya.


"Kau juga! Kenapa kau begitu senang dipeluk oleh laki-laki lain?" seru Ken. Guratan di wajahnya menunjukan bahwa  Ken  benar-benar marah dan tak senang saat melihat siapapun dengan tidak sopan menyentuh Alana apalagi sampai memeluknya seperti itu.


"Ken, dia adikku!"