
Ken menyuruh Jasson mengambilkan air untuk Alana. dan Jasson segera ke dapur untuk mengambilkan air. tak lama kemudian, ia kembali dengan membawa segelas air putih di tangannya.
"Ini, Kak." Jasson menyodorkan air itu kepada Kakaknya. Ken mendudukan tubuhnya di samping Alana, ia mengangkat leher wanita.
"Ayo minumlah ini," kata Ken dengan membantu Alana meminumkan air putih tersebut. Alana membuka kedua matanya, dan meminum air tersebut hingga habis.
"Terimakasih," ucap Alana. tubuhnya masih melemas seakan tak bertenaga. Ken meletakan gelas tersebut di atas meja samping tempat tidurnya.
"Apa kau baik - baik saja?" tanya Jasson
"Kepalaku pusing sekali," ucap Alana. rasanya waktu itu kepalanya terasa berputar - putar.
"Alana, lebih baik kau istirahat saja dulu," tutur Jasson. Alana pun mengangguk dan kembali memejamkan kedua matanya. Ken pun menjauh dari tempat tidur dan mendudukan tubuhnya di kursi yang ada di dalam kamarnya tersebut. Jasson menghampiri Kakaknya tersebut.
"Untung saja, aku tadi ke perpustakaan. kalau tidak, kau pasti sampai besok terkunci di dalam sana," ucap Jasson.
"Ini pasti ulah Jesslyn," kata Ken dengan kesal.
"Kenapa kau bisa menyimpulkan kalau Jesslyn yang melakukan semua ini? dan, untuk apa juga Jesslyn mengunci kalian berdua?" tanya Jasson.
"Karna kata dia, tadi Jesslyn menyuruhnya untuk mengambil buku, Jelas dia yang mengunci ruangan itu, entahlah kenapa dia mengunciku berdua dengan wanita itu," seru Ken dengan kesal seraya menaikan satu kakinya di atas lutut.
"Anak itu seperti anak kecil saja. kalau begitu, biarkan Alana istirahat di sini, Kak. kau tidur saja denganku di kamar," tutur Jasson.
"Wanita ini sungguh menyusahkan saja," saut Ken dengan melirik ke arah Alana dan menautkan kedua alisnya.
"Lebih baik, dia pindahkan saja ke kamarmu," sambung Ken.
"Tidak, enak saja," saut Jasson. Ken menatap tajam adiknya tersebut.
"Biarkan dia tidur di sini, dan kau tidur di kamarku," kata Jasson.
"Kalau aku meninggalkan dia di kamarku, nanti dia akan lancang menyentuh semua barang - barangku," seru Ken.
"Ya sudah, kau tunggu saja di sini. aku akan kembali ke kamarku," Jasson menguap dan berlalu meninggalkan kamar Ken.
"Dia benar - benar menyusahkan saja," Ken mengambil selimut dan bantal. lalu, ia tidur di atas sofa.
****
Keesokan paginya,
Pagi - pagi buta, Mama Merry dan juga Papa Gio sudah berada di dalam perjalanan hendak pulang. di dalam mobil yang sedang mereka tumpangi juga terlihat seorang perempuan yang usianya sama dengan Jesslyn. perempuan itu terlihat sedang memeluk boneka dan tas ransel yang cukup besar di punggungnya. perempuan itu bernama Kimy. anak dari dokter louis, yang tak lain ialah teman Gio. karna, memang, setiap liburan akhir semester. Kimy selalu tinggal di rumah keluarga Gio untuk mengisi liburannya. terlebih lagi, Kimy ialah teman Jesslyn waktu masih duduk di bangku sekolah dasar. dan semalam kebetulan sekali, seusai melakukan perjalan bisnis, Gio dan Merry sejenak mampir dan bermalam di tempat tinggal Louis. jadi, paginya, Kimy sekalian ikut pulang bersama mereka.
"Kimy, apa kamu masih mengantuk?" tanya Merry.
"Sudah tidak, Bibi." saut Kimy.
"Setelah ini, kita sampai di rumah, kamu akan bertemu dengan Jesslyn di sana," ucap Merry.
"Iya, Bi. apa Jasson juga ada di rumah?" tanya Kimy.
"Tentu saja ada, sayang." Merry tersenyum kepada Kimy. Kimy pun tersenyum saat mendengarnya.
Sementara, Gio terlihat sibuk dengan kemudinya. ia terlihat sedang memikirkan sesuatu saat mengemudikan mobilnya teresbut. bahkan, selama perjalanan pulang, dirinya hanya diam saja tak seperti biasanya.
"Gio, kau kenapa?" tanya Merry kepada suaminya tersebut.
"Aku bingung," saut Gio.
"Kau masih bingung memikirkan tawaran Tuan Afford?" tanya Merry, Gio pun menganggukan kepalanya.
"Kita kan nanti bisa membicarakannya dengan Ken, sayang." Merry mengusap bahu suaminya.
"Masalahnya, aku tidak mau menjodohkan anak - anakku, aku ingin mereka mencari pendamping hidupnya sendiri." Gio menautkan kedua alisnya dengan begitu bingung. Kimy yang mendengarkan percakapan orang tua tersebut begitu terkejut.
"Siapa yang mau di jodohkan dengan Kak Caleey?" gumam Kimy dalam hati.
"Sayang, kan kita kan belum tau. mungkin saja Ken juga menyukai Caleey, dan dia mau di jodohkan dengannya. Ken, kan sama sepertimu," tutur Merry kepada Gio.
"Apannya yang sama?" tanya Gio dengan melirik ke arah Merry.
"Ya, sama," saut Merry.
"Bicara yang jelas! Sama apanya? maksudmu sama - sama menyebalkan begitu?" tanya Gio.
"Hahaha, bukan itu, maksudku, dia mirip sekali denganmu sulit sekali jika di suruh bicara masalah hati," Merry pun tertawa.
"Lalu aku harus bagaimana, sayang?" tanya Gio dengan kebingungan.
"Kemarin kau bilang ke Tuan Afford bagaimana?" tanya Merry.
"Ya, aku bilang, aku akan menanyakannya terlebih dulu kepada Ken, tetapi, Tuan Afford memaksa sekali. aku juga tidak tau. kenapa Tuan Afford tiba - tiba ingin sekali menjodohkan Caleey dengan Ken," ucap Gio.
"Ya sudah, kita bicarakan saja nanti dengan Ken," tutur Merry. Gio pun mengiyakannya.
"Apa? Kak Ken mau di jodohkan dengan Kak Caleey, aku harus segera memberitaukan kepada Jesslyn nanti," gumam Kimy.
***
setibanya di rumah, Gio mengajak Merry dan juga Kimy untuk masuk ke dalam rumah.
"Anak - anak pasti masih tidur," kata Merry.
"Memangnya kau pernah melihat mereka bangun pagi buta seperti ini," ucap Gio sembari membuka pintu rumah dengan kunci yang baru saja ia ambil di dalam saku celanannya.
"Paman, Bibi. Kimy masuk menemui Jesslyn dulu, ya." Kimy dengan cepat menerobos pintu yang baru saja terbuka tersebut. Merry dan Gio pun mengiyakannya.
Merry dan Gio masuk ke dalam kamar mereka, dan saat Gio hendak merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. tiba - tiba Merry menyuruh nya untuk membangunkan kedua anak laki - lakinya, sebenarnya Gio enggan, karna, ia benar - benar merasa lelah. namun, dirinya tidak bisa melawan perintah istrinya tersebut, dengan mulut yang menggerutu kesal. Gio keluar dari kamar dan menuju ke kamar Ken dan juga Jasson. sementara Merry sendiri hendak pergi ke dapur untuk membuatkan Jesslyn susu hangat.
***
Kimmy terlihat sedang berdiri di depan pintu kamar Jesslyn, ia mengetuk pintu itu dan memanggil manggil - nama Jesslyn. karna memang, Jesslyn masih tertidur, dan pintunya juga di kunci dari dalam.
"Jesslyn, buka pintunya," Kimy menggedor pintu tersebut berulang kali. namun tidak ada sautan dari dalam. sekali lagi, ia menggedornya. seketika itu suara Jesslyn menyaut dari dalam. dan tak lama kemudian, pintu kamar itu terbuka. terlihat Jesslyn berdiri dengan menyipitkan kedua matanya dengan rambut yang sedikit acak - acakan.
"Kau? Dasar perempuan pengacau! aku kira siapa... pagi - pagi sudah mengganggu saja," celetuk Jesslyn dengan setengah tidak sadar.
"Jesslyn, aku sangat merindukanmu." Kimy tak segan memeluk Jesslyn.
"Tapi aku tidak!" saut Jesslyn. ia masuk kembali ke dalam kamarnya. Kimy pun mengikutinya dari belakang.
"Tutup lagi pintunya," perintah Jesslyn, Kimy pun mengiyakannya dan menutup kembali pintu itu. Jesslyn hendak melanjutkan tidurnya kembali. namun, Kimy menghentikannya.
"Jesslyn, kenapa kau malah tidur lagi?" seru Kimy seraya menarik tangan Jesslyn.
"Aku masih mengantuk! lagipula kau mengganggu saja, kenapa harus pagi - pagi kemari," seru Jesslyn.
"Aku kan kemari pagi - pagi karna sekalian berangkat bersama Bibi Merry dan juga Paman Gio." Kimy mendudukan tubuhnya di samping Jesslyn.
"Mama, sama Papaku sudah pulang?" tanya Jesslyn dengan melebarkan kedua matanya seakan tidak percaya. Kimy pun menganggukan kepalanya. Jesslyn dengan girang hendak beranjak turun dari tempat tidur untuk menemui Mamanya.
"Jesslyn, tunggu! kau mau ke mana?" tanya Kimy.
"Mau ke mamaku lah," saut Jesslyn.
"Tunggu sebentar, kemarilah. ada sesuatu yang ingin ku katakan kepadamu," ucap Kimy seraya menarik tangan Jesslyn, agar dia duduk di sampingnya.
"Kau mau bicara apa lagi?" tanya Jesslyn.
"Jesslyn, apa kau tau? Paman Gio mau menjodohkan Kakak Ken dengan Kak Caleey." Kimy berbicara dengan dengan tatapan penuh meyakinkan.
"Jangan berbicara sembarangan! Kau tau dari mana kalau Kakakku mau di jodohkan dengan Caleey?" tanya Jesslyn.
"Waktu tadi di mobil, aku mendengarkan sendiri percakapan antara Paman dan Bibi dan aku tidak berbicara sembarangan!" celetuk Kimy.
"Tidak! aku tidak akan membiarkan Kakakku menikah dengan wanita barbar seperti Caleey," ucap Jesslyn.
"Caleey kan sudah baik, kenapa kau masih saja tidak menyukainya?" tanya Kimy.
"Dia baik karna ada maunya, dan aku tidak menyukai perempuan itu, lebih baik aku mendekatkan Kakak dengan Alana daripada dengan perempuan itu," ujar Jesslyn dengan kesal.
"Alana? siapa Alana?" tanya Kimy.
"Alana itu--"
"Astaga... Kakak, Alana." kedua mata Jesslyn membulat dengan sempurna karna ia teringat sesuatu. ia dengan cepat turun dari tempat tidur keluar dari kamarnya.
.
.
.
.
.
hallo di sini ada yang mengunakan wattpad gak? minta tolong dong bantu Report karya aku yang judulnya MY INTROVERT HUSBAND karna sudah di plagiat sama akun bernama @Adeliaaisyahfitri52. minta tolong bantuannya ya buat komen sama ngereport. disana ceritanya persis banget yang di ganti hanya nama sama tempat latar belakang :(
sebelumnya thanks ya buat kak monalizha, kak fitri sama kak natali udah mau kasih tau.