My Introvert Husband 3

My Introvert Husband 3
Kehilangan orang tersayang



Dan setibanya dirumah,


Ken memarkirkan mobil milik Ashley di depan halaman rumah tetangganya karna di halaman rumah miliknya terlihat sudah di penuhi beberapa mobil disana. mobil itu tak lain mobil milik papanya , mobil Jasson dan juga mobil Harry.


"  Hmm mereka semua berkumpul di rumah hari ini " gumam Ken seraya menyunggingkan senyumannya.


semua orang rumah berada didalam dan terlihat begitu sibuk akan menyambut kedatangan kendrick . karna mereka semua akan mengadakan makan malam bersama dan barbeque di taman pribadi yang letaknya ada di belakang rumah.


Ken mematikan mesin mobil dan turun dari mobil itu , ia mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah pintu rumah dengan membawa bucket bunga Lily putih yang sempat ia beli tadi untuk Mama Merry,


Ting .. Tong .. (suara bell rumah berbunyi seketika,  saat Kendrick baru saja menekan tombol tersebut)


Ting .. Tong


" Sebentar " terdengar suara perempuan menyaut dari dalam rumah .


Ceklek (pintu terbuka)


Terlihat Jesslyn membuka pintu tersebut , ia menoleh ke arah kanan dan ke kiri namun ia tidak melihat siapapun disana.


Ken ternyata memang sengaja menyembunyikan tubuhnya di balik pillar besar yang menyangga depan rumahnya tersebut.


" Siapa yang bertamu ? kenapa tidak ada siapapun disini " gumam Jesslyn , ia masuk kembali kedalam rumah dan menutup kembali pintu itu  . dan baru saja ia melangkahkan kakinya hendak kembali ke dapur namun  tiba tiba suara bell berbunyi lagi begitu nyaring di telinganya. Jesslyn mengurungkan niatnya untuk pergi ke dapur, ia kembali membuka pintu itu dan seperti sebelumnya, ia sama sekali tidak menemui siapapun disana hingga membuat Jesslyn merasa geram akan hal itu.


Jesslyn melangkahkan kakinya keluar ke halaman rumah dan memperhatikan arah sekitar dengan kedua tangan melekat di pinggangnya .


" Siapa yang siang siang memainkan bell rumahku " teriak Jesslyn. namun tidak ada sautan dari siapapun.


" Sungguh usil sekali orang yang memainkan bell rumah seperti ini " Jesslyn menggerutu kesal , dan kemudian ia hendak berbalik badan untuk masuk kembali kedalam rumah .


Dorrrrrr


Suara Kendrick mengagetkan Jesslyn, hingga Jesslyn memegangi dadanya karna terkejut.


" Astaga kakak , kakak mengagetkan Jesslyn  " teriak Jesslyn. ia masih memegangi dadanya dan mencoba mengatur hela'an nafasnya.


" Haha maafkan kakak " ucap Ken . Jesslyn seketika langsung memeluk tubuh kakaknya dengan begitu erat.


" Kakak sungguh menyebalkan! kenapa  kakak sudah pulang . katanya pulang malam ? " tanya Jesslyn.


" Kakak hanya mau memberi kejutan saja " tutur Ken.


" Sungguh tidak lucu, kan Jesslyn jadi tidak bisa menjemput kakak  di bandara " ucap Jesslyn seraya mengerucutkan bibirnya yang mungil dan merah layaknya buah cherry itu.


Tiba tiba terlihat Mama Merry keluar dari rumah karna ia begitu  penasaran saat Jesslyn tak juga kembali ke dapur seusai mengecek siapa yang bertamu saat itu.


Mama Merry pun tak kalah terkejutnya seperti Jesslyn saat melihat Ken.


" Ken , kamu sudah pulang ? " tanya Mama Merry . Ken melepaskan pelukan Jesslyn dan bergantian memeluk tubuh wanita yang telah melahirkannya tersebut.


" Iya ma " saut Ken sembari mencium pipi Merry


" Ya ampun nak , kenapa kamu sudah pulang " tanya Merry


" Mama tidak suka Ken pulang ? " tanya Ken dengan nada yang sedikit kesal


" Astaga bukan seperti itu nak  katanya kamu kan pulang malam ? kalau kamu bilang pulang siang , kami semua kan pasti menjemputmu di bandara  " saut Merry.


" Tidak apa - apa ma, Ken hanya ingin memberi kejutan saja, oh iya ini bunga Lily untuk mama " Ken menyodorkan bunga Lily yang sempat ia beli tadi kepada mamanya.


" Terimakasih sayang " ucap Merry dengan mencium aroma  bunga Lily itu.


Kedua mata Merry berkaca - kaca.,


Merry menepis air yang tiba - tiba  terjatuh dari pelupuk matanya itu saat mengingat mama dan papanya.


rasanya begitu menyesakan dada.


setelah satu tahun akan kepergian Mamanya, ia harus berlapang dada  ditinggal juga  oleh Papanya. karna kepergian Kikan membuat Rey begitu terpukul hingga hari hari yang di lewatinya terasa hambar hingga membuat dirinya sama sekali tidak bersemangat hidup.


Dan seketika itu juga Rey di temukan anfal di dalam kamar mandi dan saat di bawa ke rumah sakit oleh Gio dan Merry, dokter menyatakan bahwa Rey sudah meninggal akibat terkena serangan Jantung dadakan.


Demi tuhan , rasanya begitu menyakitkan ketika harus kehilangan orang - orang yang Merry sayang . dirinya sungguh masih  beruntung telah di besarkan dan di dampingi oleh kedua orang tuanya .


Lalu,


bagaimana dengan Gio suaminya? yang sudah sejak kecil ditinggal oleh keluarganya secara bersamaan ? Merry seketika bisa merasakan apa yang di rasakan oleh suaminya selama ini. kehilangan orang yang di sayang sungguh begitu menyakitkan.


 


 


" Mama " panggil Ken dan Jesslyn seraya mendekap mamanya tersebut.


" Mama baik - baik saja sayang  " tutur Merry menepis air matanya yang kala itu membasahi wjahnya


" Grandma dan Grandpa sudah tenang disana ." tutur Jesslyn. Merry hanya bisa mengangguk dan semakin mengalirkan air matanya yang sekan tak mau berhenti itu.


Sejak kepergian akan mamanya , mulai dari situlah  Merry mulai menyukai bunga Lily putih


 


 


.


.


.


.


.


 


 


Di update banyak Chapter malah likenya sedikit, pusing kan mamah jadinya wkwk


terimakasih jangan lupa tekan like ..