My Introvert Husband 3

My Introvert Husband 3
Menghadiri pernikahan



Alana dan juga Ken kini sedang melakukan perjalanan menuju ke tempat acara. Acara pernikahan Lecya dan juga Darrel di lakukan di gedung.


namun, saat di perjalanan Alana tiba - tiba merasa sangat resah dan gelisah. rasa tidak nyaman seakan mengganjal di relung hatinya.


"Kenapa dengan diriku?" gumam Alana seraya meremmmas kedua tangannya yang terlihat basah akan keringat.


"Kau kenapa?" tanya Ken yang tak sengaja memperhatikan istrinya tersebut.


"Tidak apa - apa," jawab Alana. Ken kembali memfokuskan kedua matanya untuk mengendarai mobil miliknya tersebut.


Setibanya di gedung pernikahan. Ken hendak memarkirkan mobilnya di belakang gedung tersebut. Namun, kedua mata Alana begitu terkesiap saat melihat banyak sekali papan ucapan selamat yang di tujukan kepada Lecya dan juga Darrel.


"Lecya, Darrel?" bibir Alana berucap tanpa bersuara.


"Apa jangan - jangan?"


"Ken, siapa nama rekan bisnis Papa?" tanya Alana seraya menelan salivanya.


"Tuan Hilton," mendengar nama itu kedua mata Alana melebar seketika.


"Tuan Hilton, Papanya Lecya? Jadi, benar. Ini pernikahan mereka berdua?" gumam Alana dalam hati.


"Ayo, turun ..." ajak Ken sembari melepas Seatbelt.


"Ken, aku tidak mau turun. Aku akan menunggu di sini saja," tolak Alana.


"Kau jangan konyol! Kita sudah sampai di sini dan kau tidak mau masuk. Cepat turun!" seru Ken dengan kesal.


"Aku tidak mau, Ken." Alana menggelengkan kepalanya.


"Cepat turun!" Ken semakin mengeraskan suaranya.


"Ken..." Alana menggeleng - gelengkan kembali kepalanya.


"Apa aku perlu berbuat kasar supaya kau mau turun!" Ken mencengkram erat lengan Alana. Alana benar - benar bingung. Ia tidak ingin bertemu dengan orang - orang yang ia kenal. Orang - orang yang pernah dekat dengannya. Namun, di sisi lain ia juga takut terhadap suaminya.


"Kenapa kau masih diam?" teriak Ken, Ia pun semakin mencengkeram lengan Alana.


"Lepaskan tanganku sakit. Aku akan turun," ucap Alana dengan terpaksa. Seketika itu, Ken langsung melepaskan tangan Alana. Lalu, Ken terlebih dulu turun dari mobil kemudian di ikuti oleh Alana.


Alana mencoba mengumpulkan keberaniannya untuk masuk ke dalam gedung itu. Pikiran dan hatinya beradu tak karuan. entah apa yang akan terjadi di dalam sana jika Lecya dan Darrel melihatnya.


Ken mulai berjalan mendahului Alana hendak masuk ke dalam gedung itu. Namun tidak dengan Alana. Alana masih di rundung kebingungan. kakinya masih mematung di tempat yang sama.


"Kenapa kau masih berdiri di situ?" seru Ken. Rasanya ia benar - benar naik darah berbicara kepada istrinya tersebut.


"I-iya," Alana berjalan menghampiri suaminya tersebut dan kemudian masuk ke dalam gedung itu. Sebelum masuk, Ken dan Alana di mintai buku undangan.


"Nona, Tuan. bisa ditunjukan undangannya?" tanya salah seorang pengurus EO.


"Papa saya datang terlebih dulu datang dan membawa undangannya. tolong di cek, daftar tamu keluarga Giordan Moen, atas nama Kendrick dan Alana," ujar Ken. Pengurus EO itu segera memastikan kembali nama Kendrick dan juga Alana di buku daftar tamu.


"Oh iya sudah, Tuan. Silahkan masuk. dan silahkan mencicipi jamuan makan malamnya," ucap pengurus EO itu. Ken mengiyakannya.


Di dalam, terlihat banyak sekali kerumunan tamu yang sudah berdatangan di sana. Alana menghembuskan napasnya dengan sedikit gemetar. Kedua matanya menyorot sekitar dengan begitu tak nyaman.


"Ken, tunggu ... " panggil Alana.


"Ada apa lagi?" tanya Ken. Ia menghentikan langkah kakinya.


"Apa aku boleh menggandeng tanganmu?" pinta Alana dengan penuh harap. Ia benar - benar merasa tak nyaman berada di sana.


Ken sejenak menatap Alana dengan heran. Kemudian, ia menganggukan kepalanya tanpa bersuara.


Alana pun melingkarkan tangannya di lengan Ken. Dan mereka berdua berjalan beriringan ke dalam sana.


Alana berjalan menundukan wajahnya. ia merangkul erat lengan Ken hingga membuat laki - laki itu mengernyit keheranan.


"Kau kenapa?" tanya Ken.


"Ti-tidak. Aku tidak apa-apa," Alana menelan salivanya.


"Tunggulah di sini. Aku akan mencari Mama dan Papa dulu," pamit Ken.


"Aku, Ikut." Alana menggelayuti tangan Ken seakan tak mau terpisah darinya. Karna Alana benar - benar tidak nyaman berada di sana. Ken hanya diam dan menatap tajam kedua mata Alana.


"Baiklah, aku akan menunggumu di sini." Alana pun takut. Seketika itu, ia langsung menjauhkan tangannya dari Ken.


"Jangan kemana - mana sebelum aku kembali. jangan menyusahkanku hanya karna mencarimu. Kau Mengerti!" tutur Ken dengan penuh penekanan. Alana menganggukan kepalanya menandakan dirinya mengerti akan setiap perkataan suaminya.


Ken berlalu meninggalkan Alana untuk mencari Gio dan juga Merry. Karna, banyaknya sekali kerumunan orang yang memadati gedung luas itu. Membuat Ken kesulitan untuk menemukan kedua orang tuanya. Banyak sekali orang - orang penting yang berdatangan di sana. Ken juga berkali - kali menelpon Papa Gio dan Mama Merry. Namun, keduanya juga tak kunjung mengangkat panggilan telepon darinya.


***


Alana terlihat begitu canggung di dalam pesta itu. kerumunan orang yang mengelilinginya, membuat dirinya nampak tak nyaman dan gelisah.


rasanya ia ingin sekali segera keluar dari tempat itu. terlebih lagi yang ia hadiri ternyata acara pernikahan mantan kekasihnya dan juga mantan sahabatnya. bahkan, tak satu dua orang ia melihat teman - temannya berada di tempat yang sama.


"Alana?" suara seorang wanita memanggil Alana. Alana pun menoleh ke asal suara tersebut.


Ia melihat beberapa wanita yang tak asing di kedua matanya yang tak lain ialah teman semasa SMA. Padahal, Alana sudah menghindar dan mencoba menyembunyikan wajahnya berharap tidak ada orang yang melihatnya atau mengenalinya. Namun, sialnya masih ada saja yang melihatnya.


"Kan benar dia Alana."


Suara itu tertangkap dengan jelas di pendengaran Alana.


Lima orang perempuan dengan menggunakan gaun berbeda. Kini sedang berjalan menghampiri Alana.


"Alana, kita sudah lama tidak bertemu. kau hadir juga di pernikahan Darrel dan Lecya?" tanya seorang temannya.


"I-iya," jawab Alana.


"Aku kira kau tidak akan datang di pesta pernikahan Darrel dan juga Lecya. Secara kan, kata Lecya, Darrel memutuskan hubungan kalian dan memilih untuk menikah dengan Lecya."


"Oh iya, bagaimana kehidupanmu sekarang? katanya usaha Ayahmu bukannya sudah bangkrut ya?"


teman yang berbeda bertanya.


Alana hanya diam saja. Ia begitu tersiksa akan pertanyaan - pertanyaan itu.


"Ehm, aku permisi dulu." Alana hendak menghindar dari teman - temannya.


"Tunggu, Alana!" seseorang tiba - tiba menarik lasar tangan Alana dan membuat Alana mengurungkan niatnya. Seseorang itu tak lain ialah Hellena.


"Bibi Hellena?" bibir Alana berucap tanpa bersuara. kedua mata Alana membulat dengan sangat sempurna.


"Kau sedang apa di sini?" tanya Hellena dengan menatap tajam wanita itu.


"Apa kau kemari ingin merusak acara pernikahan Darrel dan Lecya, iya?" seru Hellena. Alana menggeleng - gelengkan kepalanya. wajahnya terlihat memucat seakan tidak ada aliran darah yang mengalir di sana.


"Tidak. Aku sama sekali tidak ada niat untuk merusak dan mengacau acara ini," bantah Alana.


"Tamu yang tidak membawa undangan tidak bisa seenaknya saja masuk ke sini. Lalu kenapa kau bisa masuk kemari?" tanya Hellena.


"Aku kemari karna di ajak, Nyonya. Aku tidak tau kalau ternyata ini pernikahan Darrel dan--"


"Alasan!" Hellena menukas perkataan Alana.


"Aku bersumpah aku tidak tau kalau ini pernikahan Darrel dan Lecya. kalau aku tau, aku juga tidak akan sudi untuk hadir kemari!" seru Alana.


"Alana ... hanya orang bodoh yang percaya akan alasan konyolmu!" salah seorang temannya ikut berkomentar.


"Iya, mana mungkin kau tidak tau kalau ini pernikahan Darrel dan Lecya." teman yang lainnya ikut menimpalinya.


"Diam kalian!" tegas Alana.


Hellena semakin berjalan mendekat ke arah Alana dan tangan kanannya melingkar ke bahu Alana.


"Sayang, cepat pergi dari sini. Mama tidak akan membiarkanmu merusak acara pernikahan Darrel dan Lecya. Cepat pergilah sebelum Mama memanggilkan security." Hellena berbisik dan tersenyum kepada wanita itu.


Dan saat itu juga, Darrel dan Lecya begitu terkejut saat melihat Hellena bersama Alana. Lecya tak segan menghampirinya. dan Darrel pun mengikuti Lecya.


"Kau sedang apa di sini?" tanya Lecya kepada Alana.


"Alana... " panggil Darrel. Ia menatap Alana dengan begitu dalam seakan kedua mata itu menyiratkan begitu banyak kesedihan saat menatap Alana.


"Mama, kenapa dia ada di sini?" tanya Lecya kepada Hellena.


"Kalian kenapa kemari, cepatlah ke depan sana temui para tamu. Mama yang akan mengurus Alana!" perintah Hellena.


"Tidak, Ma. Lecya tidak mau sebelum dia pergi dari sini!" seru Lecya dengan kesal.


"Cepat pergi dari sini. Kau kemari pasti ingin merusak pernikahan kami kan? Kau pasti iri denganku kan karna Darrel lebih memilih untuk menikah denganku. Iya, kan?" Lecya berteriak.


"Lecya cukup! jangan berbicara seperti itu kepada Alana!" seru Darrel seraya mencengkram tangan Lecya.


"Kenapa kau malah membelanya?" tanya Lecya.


"Dia tamu di sini, jadi perlakukan dia dengan semestinya. Kau mengerti!" tutur Darrel.


"Darrel diam! Jangan ikut campur!" perintah Hellena.


"Alana, lihatlah. Kau ternyata benar - benar ingin merusak pernikahan Darrel dan Lecya. apa kau tidak mengerti perkataanku tadi? Kenapa kau tidak punya malu sekali. Cepatlah pergi dari sini, sayang!" perintah Hellena.


"Sebentar, Nyonya. setidaknya tunggu suamiku kembali. dia melarangku untuk pergi kemana - mana," ucap Alana.


"Suami?" Lecya berjalan mendekat dan tertawa dengan sangat keras.


"Laki - laki tua mana yang kau incar hartanya? Apa karna keluargamu jatuh bangkrut lalu Pama Holmes menyuruhmu untuk menikah dengan pengusaha kaya, iya?" tanya Lecya.


"Cukup, Lecya! jangan membawa - bawa nama Daddyku di sini. Aku tidak sudi Orang yang tidak tau malu dan tidak tau berterima kasih seperti kalian menyebut nama Daddyku!" seru Alana dengan kesal.


"Alana?" tiba - tiba Caleey terlihat di sana. karna memang, keluarga Caleey juga di undang di pernikahan Darrel dan Lecya.


"Sedang apa kau di sini? Apa kau mau mencuri lagi? Ayo ikut aku. jangan membuatku malu di sini!" Caleey menarik tangan Alana. namun Alana mencoba menarik balik tangannya.


"Caleey lepaskan aku! Kau ini orang macam apa? Aku di sini karna aku menemani suamiku!" seru Alana. Caleey langsung melepaskan tangan Alana.


"Suami?" tanya Caleey sembari mengernyitkan dahi.


"Caleey sayang, apa benar Alana sudah menikah?" tanya Hellena kepada Caleey.


"Tidak, Bi. dia berbohong. dia sama sekali belum menikah!" seru Caleey.


"Aku sudah menikah! kau tidak tau lebih baik diamlah!" bantah Alana.


"Kau yang seharusnya diam! kedatanganmu kemari sudah jelas ingin mengacau!" timpal Lecya. Darrel tak berani berkutik karna takut akan Hellena.


Lecya memanggilkan EO yang mengurus pernikahannya. Dan tak lama kemudian pengurus EO itu datang.


"Bagaimana tamu tanpa undangan bisa masuk ke acara pernikahanku?" tanya Lecya dengan begitu kesal.


"Semua tamu yang hadir membawa undangan, Nona."


"Lalu, kenapa perempuan ini bisa masuk? Aku sama sekali tidak mengundangnya!" seru Lecya. bahkan kini Alana menjadi sorotan semua tamu yang hadir di sana. Alana benar - benar malu bukan kepalang. sebenarnya, Ia juga ingin pergi dari sana. namun, ia sudah janji kepada Ken untuk tidak pergi sebelum suaminya tersebut kembali.


"Aku sudah bilang. Aku di sini karna aku menemani suamiku, aku di ajak oleh suamiku!" bantah Alana.


"Alana, lebih baik kau pergi dari sini, jangan membuatku malu. Kau kenapa selalu mempermalukan keluargamu!" Caleey menarik tangan Alana.


"Lepaskan tanganku! keluarga? siapa yang kau maksud dengan keluarga? aku sudah tidak punya keluarga seperti dirimu!" Alana menghempas kasar tangan Caleey.


Darrel hendak ikut berbicara dan mendekati Alana. namun, Hellena melarangnya. lalu, terlihat dua orang security gedung menghampiri Alana.


"Nona, maaf. Tolong pergilah dari sini. Jangan mengganggu kenyamanan tamu di acara ini," dua orang security itu menarik tangan Alana hendak menyurunya keluar dari gedung itu.


namun. Tiba - tiba Ken datang dan mendorong dua security itu. Hingga jatuh tersungkur di lantai.


"Jangan sekali - sekali kalian mencoba menyentuh istriku. Atau aku tidak akan segan mematahkan tangan kalian!" teriak Ken dengan begitu kesal. Ia langsung menarik Alana dan mendekapnya erat. Alana sekuat tenaga menahan air matanya agar tidak terjatuh. Mereka semua terkejut bukan main saat Ken berbicara seperti itu. Terlebih lagi Caleey.


.


.


.


.


.


.


.


Minta dukungan like dan votenya ya sayangkuh.


selamat liburan,


Mamah tinggal liburan dulu ya nak - anak gak boleh berantem kan udah Mamah kasih uang jajan wkwkwk 😂😂😂😂


terimaksih atas doa dan support kalian. semoga kalian semua di beri kesehatan, di lancarkan rezekinya dan di permudahkan segala urusannya. 😘😘😘