My Introvert Husband 3

My Introvert Husband 3
Gara - Gara Kimy



Jesslyn, Alana dan juga Kimy. Kini berada di dalam taxi menuju ke Mall yang letaknya cukup lumayan jauh dari rumah yang di tempati oleh Alana dan juga Ken.


setibahnya di Mall, mereka bertiga turun dan masuk ke dalam mall tersebut. mereka bertiga menjelajahi setiap toko yang ada di Mall itu. Kimy dan Jesslyn tak hentinya beradu mulut dan berdebat saat mereka memiliki perbedaan pendapat. hingga membuat Alana menggeleng - gelengkan kepalanya karna pusing di buatnya. Alana sudah layakanya Baby sitter yang sedang menjaga Jesslyn dan Kimy yang bertingkah seperti anak kecil.


Setelah berbelanja pakaian dan barang - barang yang sebenarnya tidak penting untuk di beli, Alana mengajak Kimy dan Jesslyn pergi ke supermarket yang ada di dalam mall tersebut. ia membeli beberapa bahan makanan untuk makan malam nanti.


"Aku sudah membeli bahan - bahan makanan. ayo kita pulang, kita terlalu lama di sini." ajak Alana.


"Baiklah, ayo." Kimy dan Jesslyn dengan penuh semangat mengiyakannya.


dan saat, mereka bertiga hendak pulang. tiba - tiba Kimy menghentikan langkah kakinya. kedua matanya menangkap seorang  laki - laki yang tak asing baginya.


"Kimy, ayo." Alana menarik tangan Kimy.


"Alana tunggu!" Kimy menarik balik tangan Alana.


"Ada apa?" tanya Alana sembari mengernyitkan dahinya.


"Itu Jasson bukan?" tanya Kimy seraya menunjuk ke arah laki - laki yang sedang memilih topi di seberang sana. Alana meyipitkan kedua matanya dan melihat baik - baik orang tersebut.


"Iya, sepertinya itu Jasson. bersama siapa dia?" tanya Alana.


"Alana, Kimy, ayo. kenapa kalian malah berhenti." Jesslyn menarik tangan Kimy dan juga Alana.


"Jesslyn, tunggu. itu ada Jasson," Kimy menunjuk ke arah Jasson.


"Mana?" kedua mata Jesslyn mengikuti arah jari yang ditunjukan oleh Kimy.


"Oh, iya itu Jasson."


"Jasson ..." panggil Jesslyn. namun Jasson tidak mendengarnya.


"Dia tidak dengar. lebih baik, kita menghampirinya saja," ajak Alana. Kimy dan Jesslyn mengiyakannya. dan saat hendak menghampiri Jasson. Kimy heboh dengan cermin kecil yang baru saja ia ambil dari dalam tas miliknya.


"Jesslyn, apa aku sudah  terlihat cantik?" tanya Kimy seraya merapikan rambutnya yang tidak berantakan itu.


"Sudah!" Jesslyn mengusap kasar wajah Kimy dan berjalan mendahuluinya bersama Alana.


"Jesslyn ... kau sungguh menyebalkan. make up ku jadi rusak." Kimy pun berjalan mengikuti mereka berdua sembari menggerutu kesal karna Jesslyn mengusap wajahnya tadi.


"Jasson ..." Jesslyn seketika memeluk saudara kembarnya tersebut dari belakang. Jasson pun terkejut hingga membuat barang yang sedang ia pegang jatuh di lantai.


"Jesslyn, kau mengagetkanku saja!" seru Jasson sembari mengambil barang yang sempat ia jatuhkan tadi. Jasson sejenak menatap Alana yang sedang tersenyum kepadanya. lalu, ia beralih menatap Kimy yang sedang melebarkan senyum juga kepadanya.


"Jasson, kita berjodoh sekali bertemu di sini." Kimy melambaikan tangannya kepada Jasson. Jasson berdecak dan memalingkan pandangannya dari Kimy.


"Kau sedang apa di sini? kau pasti mengikutiku kan?" tanya Jasson kepada Jesslyn.


"Siapa juga yang mengikutimu? aku sedang berbelanja bersama Kimy dan Alana. dan saat mau pulang, kami tidak sengaja  melihatmu di sini," jawab Jesslyn.


"Kau bersama siapa di sini?" tanya Jesslyn seraya melihat ke arah sekitar.


"Bersamaku." tiba - tiba Harry menongol begitu saja sambil melebarkan senyumnya di depan Jesslyn.


"Pengacau." Jesslyn memutar kedua bola matanya dengan kesal.


"Jangan mulai!" tegur Jasson kepada Jesslyn.


"Jasson, kebetulan sekali kan kita bertemu di sini. ayo antarkan kita pulang ke rumah Kakak," perintah Jesslyn.


"Aku sedang sibuk. pulang saja sana sendiri!" seru Jasson.


"Jasson, kita kan sudah selesai berbelanja. ayo kita antar dulu mereka," tutur Harry.


"Iya, Jasson. ayo antarkan kita," Kimy ikut memohon.


"(Berdecak) ya sudah ayo cepatlah, menyusahkan saja," ucap Jasson dengan terpaksa.


"Yeay, terimakasih Jasson." Kimy menggelayuti tangan Jasson.


"Lepaskan tanganku!" seru Jasson. ia menepis tangan Kimy dan berlalu mendahului mereka semua berjalan ke arah parkiran mobil.


 


 


***


 


Alana dan yang lainnya  kini berada di dalam mobil hendak menuju ke arah rumah.


tiba - tiba ponsel milik Alana  bergetar dengan di iringi sedikit nada dering. ia segera mengambil ponsel tersebut di dalam tas miliknya yang saat ini ia pangku. satu pesan masuk terlihat di layar ponsel itu.


"Nomer siapa ini?" gumam Alana. ia membuka pesan itu.


Kau mengajak Jesslyn ke mana? kenapa sampai sekarang belum pulang ~ Ken


"Ken?" Alana tersenyum.


"Dia mengirimiku pesan singkat?" gumam Alana.


saat Alana tau yang mengirimi pesan singkat itu ialah Ken. tiba - tiba ia begitu senang dan tersenyum seketika.


"Siapa, Alana?" tanya Jesslyn dengan menengok ke ponsel Alana.


"Ehm, Kakakmu mengirimiku pesan singkat. dia menanyakanmu," kata Alana dengan menunjukan pesan itu kepada Jesslyn. Jasson yang sedang sibuk megemudikan mobilnya, ia melirik ke arah kaca spion melihat pantulan Alana dan juga Jesslyn di kaca spion tersebut.


"Tumben sekali Kakak menanyakanku melalui dirimu? kenapa tidak menghubungiku langsung saja," ucap Jesslyn.


"Entahlah." Alana mengangkat kedua bahunya. Jesslyn menyuruh Alana untuk membalas pesan singkat yang baru saja dikirimkan oleh Kakaknya tersebut.


Hanya di Mall saja, ini kami sedang perjalanan pulang ~ Alana


Hanya di Mall saja lama sekali! apa kalian belajar jadi security di sana? ~ Ken


"Astaga, dia ini benar - benar menyebalkan. sudahlah, tidak usah ku balas." Alana menggerutu kesal. ia mematikan ponselnya dan memasukannya kembali ke dalam tas miliknya.


***


Setibanya di rumah, Jasson memarkirkan mobil putih miliknya di halaman rumah. lalu, mereka berlima turun dari mobil itu.


"Jasson, Harry. mampirlah dulu. aku mau masak untuk makan malam. ayo kita sekalian makan malam bersama," ajak Alana.


"Boleh, Alana. kebetulan aku juga lapar sekali," ucap Harry. tiba - tiba Jasson menginjak kaki Harry.


"Kenapa kau menginjak kakiku?" tanya Harry kepada Jasson.


"Maaf tidak sengaja. ayo kita pulang," ajak Jasson.


"Jasson, mampirlah dulu. lagi pula kan Mama dan Papa tidak ada di rumah," timpal Jesslyn.


"Iya, Jasson. ayo kita makan malam bersama," timpal Kimy dengan penuh harap.


"Iya, Jasson. ayo lah. kita makan malam bersama di sini," pinta Alana.


Jasson terdiam sejanak. ia pun sebenarnya enggan untuk mengiyakan ajakan Alana. namun, karna Harry dan Jesslyn memaksanya. ia terpaksa mengiyakannya.


mereka berlima masuk ke dalam rumah. dan di sambut oleh Ken yang baru saja terlihat keluar dari dalam kamar.


Alana, Jesslyn dan juga Kimy pergi ke dapur. sementara Ken menemani Harry dan juga adik laki - lakinya tersebut untuk mengobrol di ruang tengah. karna, semenjak menikah dengan Alana. komunikasi antara Ken dan Jasson sangatlah jarang dan  tidak seperti biasanya.


 


***


Sudah setengah jam lamanya  Alana sibuk berperang di dapur untuk  memasak sajian makan malam. sedangkan Kimy dan Jeslyn hendak menjalankan rencana mereka tadi pagi. mereka berdua berdiri di sudut dapur menjauh dari jangkauan Alana untuk membuat jus jeruk yang akan di berikan kepada Ken.


"Mana obatnya?" tanya Jesslyn pelan.


"Ini." Kimy memberikan sebuah botol kecil yang baru saja ia ambil dari saku celananya kepada Jesslyn. tadi, waktu di mall. Kimy sempat beralasan kepada Alana berpamitan ke kamar mandi sebentar. padahal, ia  pergi ke toko obat untuk membeli obat perangsang. Jesslyn hendak meneteskan obat tersebut ke dalam jus jeruk itu.


"Kenapa aku jadi  takut ya?" Jesslyn menggigit bibir bawahnya.


"Tidak apa - apa. ini sangat aman," ucap Kimy pelan. Jesslyn pun dengan sedikit ragu - ragiu meneteskan obat tersebut kedalam jus itu.


"Kalian sedang apa?" tanya Alana sembari berjalan menghampiri Kimy dan Jesslyn. hingga mengagetkan mereka berdua. Jesslyn segera menutup tutup botol itu dan memasukannya kembali ke dalam saku celananya.


"Ti-tidak. kami tidak sedang melakukan apa - apa. kami hanya ingin membuatkan jus jeruk untuk Kakak," ucap Jesslyn dengan sedikit gugup.


"Aku tinggal dulu memberikan ini kepada Kakak ya Alana." Jesslyn mengambil gelas jus tersebut dan mengajak Kimy pergi dari sana. Jesslyn dan Kimy menghampiri Ken,  ke ruang tengah. namun Ken tidak ada di sana. yang ada hanya Harry dan Jasson saja.


"Mana Kakak?" tanya Jesslyn.


"Baru saja Kakak kembali  ke kamarnya," jawab Jasson. tanpa berkata,  Jesslyn mengajak Kimy menuju ke kamar Ken. di sana, Ken terlihat sedang duduk dan memainkan ponsel miliknya.


"Kakak, aku membuatkan jus jeruk untukmu." Jesslyn meletakan jus jeruk itu di depan Ken.


"Alana mana?" tanya Ken.


"Alana ada di dapur, Kak. masih memasak. ayo minumlah jus ini," perintah Jesslyn.


"Terimakasih. nanti saja Kakak minumn," ucap Ken.


"Minumlah sekarang, kalau di minum nanti. rasanya tidak enak." Jesslyn sedikit memaksa hingga membuat Ken curiga.


"Iya, Kak. minumlah sedikit saja." Kimy ikut menimpalinya. Kedua mata Ken menatap Kimy dan juga Jesslyn secara bergantian. lalu, Ken melihat  Alana masuk ke dalam kamar.


"Alana, kemarilah!" panggil Ken. Alana berjalan menghampiri Ken.


"Mati aku, kenapa Alana kemari?" gumam Jesslyn dalam hati.


"Ada apa, Ken?" tanya Alana.


"Minumlah jus jeruk ini. Jesslyn yang membuatnya." Ken menyodorkan gelas jus jeruk itu kepada Alana. kedua mata Jesslyn dan Kimy membulat dengan begitu lebar.


"Jangannnnn!" Kimy tiba - tiba berteriak saat Alana hendak meneguk jus tersebut.


"Jangan, Alana. jangan di minum." Jesslyn mengambil alih gelas itu.


"Sudah ku duga. pasti mereka mencampurkan sesuatu ke dalam minuman itu," gumam  Ken dalam hati sembari  mengernyitkan dahinya dengan kesal.


"Iya ... kenapa Alana tidak boleh meminumnya?" Ken menyautinya.


"Ti-tidak apa - apa, nanti Alana batuk ... Biar Kimy saja yang minum. Ayo Kimy cepat minumlah jus ini!" perintah Jesslyn sembari memberikan jus jeruk itu kepada Kimy


"Kenapa jadi aku? kenapa tidak kau saja yang meminumnya?" seru Kimy


"Iya, karna kan kau suka sekali jus jeruk. jadi cepat minum ini!" perintah Jesslyn dengan melototkan kedua matanya kepada Kimy.


"Aku tidak mau!" tolak Kimy.


"Cepat minum!" Jesslyn melototkan kedua matanya kepada Kimy. namun, Kimy menggeleng - gelengkan kepalanya sembari menutup mulutnya.


"Kemarikan. biar Alana yang meminumnya." Ken menyaut kasar gelas itu.


"Alana, cepat minum!" perintah Ken. Alana begitu bingung.


"Kakak jangan. kalau Kakak tidak mau meminumnya. biar Kimy saja yang minum."  Jesslyn menyaut cepat gelas itu dari tangan Ken.


"Ayo, Kimy. cepat minum ini." Jesslyn menyodorkan gelas itu kepada Kimy.


"Ya sudah aku akan meminumnya." Kimy mengambil  gelas itu. lalu ia tersenyum dan mendekati telinga Jesslyn.


"Tidak masalah jika aku meminumnya. di depan kan ada Jasson," bisik Kimy kepada Jesslyn. Jesslyn membulatkan kedua matanya.


"Noooo!" Jesslyn kembali menyaut gelas itu. ia berlari masuk ke dalam kamar mandi dan membuang jus tersebut ke dalam wastafel. lalu, ia kembali menghampiri Kimy dan lainnya.


"Aku sudah membuangnya. tidak ada yang boleh minum." Jesslyn menunjukan gelas yang sudah kosong tersebut.


Ken berjalan mendekati Jesslyn, guratan di raut wajahnya menyiratkan sebuah amarah. rasanya Ken tau apa yang sudah di campurkan Jesslyn dan Kimy ke dalam minuman itu.


Jesslyn pun menatap Kakaknya dengan begitu takut. bahkan ia berkali - kali menelan salivanya.


"Kakak?" Jesslyn menggigit bibir bawahnya.


"Kau mencampurkan apa ke dalam minuman itu?" tanya Ken dengan menajamkan kedua matanya.


"A-aku--"


"Jawab Kakak!" teriak Ken.


"Ken ..." panggil Alana.


"Diam! aku tidak menyuruhmu untuk  ikut berbicara!" teriak Ken kepada Alana. Alana terdiam seketika.


"Kenapa kau masih diam? jawab Kakak. kau mencampurkan apa ke dalam minuman itu?" tanya Ken kembali.


"Ini ide Kimy, Kak. maafkan Jesslyn. Jesslyn hanya mengikuti saran Kimy saja." Jesslyn mengusap kedua matanya yang tiba - tiba basah. Ken melirik ke arah Kimy. Kimy langsung menundukan wajahnya dengan takut.


"Maafkan Kimy, Kak." ucap Kimy pelan.


"Kalian ini tau apa? kalian ini masih kecil!" teriak Ken dengan begitu kesal.


"Maafkan Jesslyn, Kak." suara Jesslyn terdengar memberat.


"Jangan pernah sekali - sekali melakukan hal seperti itu lagi kepada siapapun mengerti!" teriak Ken. Jesslyn dan Kimy mengiyakannya.


"Keluar dari kamar Kakak!" perintah Ken. Jesslyn dan Kimy keluar dari sana. lalu, Alana mengikutinya. Jesslyn masuk ke dalam kamar yang tamu. ia mendudukan tubuhnya di atas tempat tidur itu dan menangis.


"Jesslyn?" panggil Kimy.


"Keluar kau dari sini!" teriak Jesslyn


"Ini semua gara - gara kau. kalau kau tidak memberiku ide bodoh seperti itu. Kakak tidak akan marah kepadaku."


"Maafkan, aku Jesslyn." Kimy ikut menangis. Alana mendekati mereka berdua.


"Jesslyn, Kimy. sudah kalian jangan menangis," tutur Alana.


"Tapi, Kakak marah denganku Alana," ucap Jesslyn. ia berkali - kali mengusap air matanya. Alana pun memeluknya.


"Kakakmu tidak akan marah. aku akan mencoba membujuknya. ayo jangan menangis lagi," bujuk Alana seraya menghapus air mata Jesslyn.


"Sudah Kimy jangan menangis," imbuhnya kepada Kimy. Jesslyn dan Kimy pun berhenti menangis.


"Apa Kakak mau memaafkanku Alana?" tanya Jesslyn dengan mengisak ingusnya yang sedari tadi naik turun.


"Iya, Jesslyn. Kakakmu sangat menyayangimu. dia pasti memaafkanmu. jangan menangis lagi. tunggulah di sini. aku akan berbicara kepada Ken," tutur Alana.


"Terimakasih banyak ya Alana." Jesslyn dan Kimy sedikit lega karna Alana mau membantunya.


 


 


***


Alana berlalu pergi meninggalkan Kimy dan juga Jesslyn. ia kembali menghampiri Ken di dalam kamar. seperti aktivitas yang Ken lakukan sebelumnya, Ken terlihat duduk sembari memainkan ponsel miliknya. Alana berjalan menghampiri Ken. namun, Ken tak memandangnya sedikitpun. Alana menarik napasnya dalam - dalam dan memulai berbicara.


"Ken, kau tidak seharusnya memarahi Jesslyn. seharusnya kau memarahiku bukan memarahi Jesslyn." Alana mencoba memberanikan diri berbicara kepada Ken. Ken melirik tajam ke arah Alana. ia meletakan ponselnya ke atas meja dan berjalan menghampiri Alana. hingga membuat Alana sedikit takut.


"Apa kau bilang?" tanya Ken.


"A-aku yang salah. aku yang menyuruh Jesslyn tadi untuk membuatkan jus jeruk itu untukmu. Jesslyn dan Kimy tidak salah. tolong maafkan mereka." Alana membela Jesslyn dan Kimy tanpa berpikir dengan apa yang sedang ia katakan.


"Kau yang menyuruh Jesslyn dan Kimy?" tanya Ken dengan menyipitkan kedua matanya.


"Iya aku yang menyuruh mereka." Alana menganggukan kepalanya dengan tegas. berharap Ken percaya akan apa yang di katakannya.


"Sepertinya dia tidak tau," gumam Ken dalam hati. bahkan ia menahan senyumnya akan itu.


"Berarti kau tau apa yang di campurkan oleh Jesslyn dan Kimy ke dalam minuman itu?" tanya Ken dengan tersenyum sinis kepada Alana.


"Oh iya, aku tadi lupa bertanya. memang apa yang di campurkan Jesslyn dan Kimy ke minuman tadi ya? ah sudah lah aku jawab iya saja. lebih baik Ken yang memarahiku daripada memarahi Jesslyn. kasian Jesslyn." gumam Alana dalam hati.


"I-iya, a-aku tau apa yang di campurkan mereka berdua ke dalam jus itu, aku yang menyuruh mereka melakukan itu semua. tolong maafkan mereka." ucap Alana dengan polosnya. Ken pun semakin menahan senyumnya..


"Kenapa dia malah tersenyum?" gumam Alana dalam hati.


Tiba - tiba Ken memeggang pinggang Alana dan menariknya dan mendekatkan  ke tubuhnya. hingga membuat Alana terkejut di buatnya. ia semakin tersenyum sinis ingin menggoda Alana.


"Kalau kau menginginkannya. kau tinggal bilang saja. kenapa harus bersusah payah seperti itu," bisik Ken di telinga Alana hingga membuat Alana geli saat mendengarnya.


"Me-menginginkan? ma-maksudmu menginginkan apa?" tanya Alana dengan terbata - bata.  ia mencoba menepis tangan Ken dari pinggangnya. namun, Ken malah memegangnya dengan erat. Ken mengangkat dagu Alana dan memperhatikan bibir Alana dengan seksama.


"Ken, kau mau apa? lepasakan aku," Alana mencoba meronta.


"Bukannya kau menginginkannya?" bisiknya kembali.


"Aku tidak tau maksudmu! aku lupa masakanku." Alana langsung mendorong keras tubuh Ken dan berlari keluar dari sana. Ken pun menggeleng - gelengkan kepalanya dengan menahan tawanya.


"Kenapa dia begitu bodoh? membela kesalahan orang lain  tanpa tau masalah apa yang sedang ia bela." Ken  tak henti - hentinya menahan tawanya.


 


***


 


Alana berjalan menemui Jesslyn dan Kimy seraya memegangi jantungnya yang seakan hendak lepas dari tempatnya.


"Ya Tuhan ... Ya Tuhan ... jantungku,"  Alana mengatur napasanya. Kimy dan Jesslyn menoleh secara bersama saat melihat Alana masuk ke dalam kamar.


"Alana bagaimana?" apa Kakak mau memaafkanku?" tanya Jesslyn dengan memelas. Alana mendudukan tubuhnya di antara Kimy dan juga Jesslyn. ia terdiam dan kembali mengatur napasnya,


"Sebentar, aku mau bertanya. sebenarnya kalian mencampurkan apa kedalam jus tadi?" tanya Alana.


"Ehmmm." Jesslyn dan Kimy saling beradu pandang.


"Kenapa kalian diam saja?" tanya Alana dengan begitu penasaran.


"Emmmm, sebenarnya--"


"Iya sebenarnya apa, katakan yang jelas," tukas Alana.


"Se-sebenarnya, sebenarnya...  kami mencampurkan obat perangsang ke dalam minuman itu untuk Kakak," ucap Jeslyn pelan dengan mengigit bibir bawahnya.


saat mendengar pernyataan Jesslyn. Kedua mata Alana melebar dengan sangat sempurna seakan ia sedang  tersedak biji buah durian di dalam tenggorokannya.


"Tapi percayalah, Alana. ini semua ide Kimy," imbuh Jesslyn.


"Jesslynnnnnnnnn, Kimyyyyyy ..."  teriak Alana.


"Kalian keterlaluan, kalian keterlaluan! kenapa kalian tadi tidak mengatakannya kepadaku?" seru Alana.


"Ahhhh, ku malu ... Aku malu ... aku harus bagaiamana ini." Alana berguling - guling di atas tempat tidur hingga membuat Kimy dan Jesslyn kebingungan melihatnya.


"Ken pasti berpikiran yang tidak - tidak tentangku. Ini semua gara - gara kalian. ahhh aku malu ... aku malu."


.


.


.


.


.


.


.


 


total episode ini 2600 kata.


sedangkan, 2500 kata. biasanya aku bagi jadi 4 episode..


ayo coba sini bilang sedikit. aku gigit kalian satu persatu wkwkwk