My Introvert Husband 3

My Introvert Husband 3
Titik Terang



Gio beranjak berdiri dan berlalu meninggalkan meja makan. lalu, di ikuti oleh Ken dan juga Jasson.


"Kasian Papa," gumam Jesslyn pelan seraya memperhatikan Papanya yang berjalan semakin menjauh dari meja makan. begitu juga Mama Merry, ia pun ikut meninggalkan meja makan dan  menyusul suaminya tersebut.


"Jesslyn," panggil Kimy.


"Ada apa?" saut Jesslyn dengan kesal.


"Bukannya, Celouis Company itu perusahaan milik Daddynya Alana, ya?" tanya Kimy dengan berbisik. Jesslyn terdiam sejenak.


"Benarkah? kau tau darimana?" tanya Jesslyn.


"Waktu di rumah sakit tadi kan aku sempat menanyakannya kepada Alana. tapi, Alana memberitaukannya dengan tidak jelas, sih. tapi aku rasa itu memang perusahaan keluarganya Alana," ucap Kimy.


"Mungkin kau salah dengar," seru Jesslyn.


.


"Ehm, mungkin saja," saut Kimy. kemudian dia terdiam sejenak dan mengingat - ingatnya.


"Jesslyn ..." teriak Kimy dengan begitu hebohnya. hingga membuat Jesslyn terkejut.


"Apa lagi? apa kau bisa jika tanpa berteriak? mengagetkan orang saja!" seru Jesslyn semakin kesal.


"Jesslyn, Bukankah, Daddynya Alana juga bernama Holmes, ya? dan tadi kata Paman Gio pemilik Celouis Company itu juga Tuan Holmes, bukan?" heboh Kimy. Jesslyn terdiam sejenak.


"Iya, Daddy-nya Alana bernama Paman Holmes. tapi apa benar?" tanya Jesslyn dengan ragu.


"Bagaimana kalau kita tanyakan saja kepada Alana, memastikans apa benar Celouis Company itu perusahaan milik Daddynya atau bukan," usul Kimy dengan penuh semangat.


"Oh iya, ya. lebih baik ku tanyakan saja kepada Alana." Jesslyn beranjak dari duduknya dan cepat - cepat meninggalkan meja makan untuk menuju ke kamarnya. dan Kimy pun mengikutinya dari belakang, Jesslyn duduk di  tepi tempat tidur dan di ikuti oleh Kimy, lalu, ia meraih ponsel miliknya yang tergeletak di sana. dan Jesslyn mulai mencoba menghubungi Alana. sesaat, nada dering menghubungkan.


"Iya, hallo, Jesslyn." suara Alana terdengar dari balik ponsel tersebut.


"Alana, kau sedang berada di mana sekarang?" tanya Jesslyn.


"Aku sedang berada di rumah sakit menemani Daddy. kenapa, Jesslyn?" tanya Alana.


"Alana, aku mau menanyakan sesuatu. apa benar, Celouis Company itu perusahaan milik keluargamu?" tanya Jesslyn.


"Ehm, iya memang Celouis Company perusahaan milik Daddy. kenapa memangnya?" tanya Alana.'


"Benarkah itu Alana?" tanya Jesslyn.


"Iya, Jesslyn. ada apa memangnya?" tanya Alana sebegitu  penasarannya.


"Apa perusahaan Daddymu itu bangkrut?" tanya Jesslyn.


"Iya, Jesslyn. kan aku pernah bilang, kalau Daddy terlilit hutang yang sangat besar. jadi, Daddy terpaksa menghentikan secara paksa operasional perusahaannya karna tidak bisa membayar upah karyawan," tutur Alana.


"Apa perusahaan itu masih menjadi milik keluargamu? atau berpindah tangan menjadi milik orang lain?" tanya Jesslyn seakan mendesaknya.


"Masih milik Daddy, itu hasil kerja keras Daddy. jadi, Daddy tidak akan pernah menjual perusahaan itu sekalipun bangkrut. tapi--"


"Tapi kenapa, Alana? bicaralah?" tukas Jesslyn.


"Seperti yang ku bilang tadi siang, hutang Daddyku masih belum lunas semuanya, dan kalau sampai jangka waktu bulan ini, Daddy tidak bisa membayar sisa hutangnya. terpaksa perusahaan milik keluarga kami akan di sita selamanya dan di wewenangkan kepada negara," tutur Alana. bahkan, suaranya terdengar melemas dari balik ponsel itu.


"Memang berapa sisa hutang Daddymu, Alana?"" tanya Jesslyn.


"Aku tidak tau Jesslyn, yang aku tau. Daddy hanya masih membayar 63% dari keseluruhan hutangnya," balas Alana.


"Kenapa kau tiba - tiba menanyakan perusahaan Daddyku?" tanya Alana.


"Tidak apa - apa aku hanya ingin tanya saja. ya sudah, ya, Alana. besok aku akan menemuimu, terimakasih, maaf mengganggu," ucap Jesslyn. Alana pun mengiyakannya. dan mereka sama - sama mematikan ponsel miliknya.


"Bagaimana, Jesslyn?" tanya Kimy.


"Iya ternyata benar, kalau, perusahaan itu milik Daddynya Alana," ujar esslyn sembari meletakan ponselnya ke sembarang tempat.


"Berarti--"


"Berarti apa Jesslyn?" tukas Kimy.


"Oh iya-ya," saut Kimy.


"Tapi, kenapa. waktu Caleey dan Alana bertemu waktu itu, mereka seperti orang yang tidak saling mengenal?" gumam Jesslyn.


"Ah lebih baik, ini aku pikirkan nanti saja. yang terpenting, sekarang aku harus memberitau Papa dan juga Kakak. Jesslyn dengan begitu girangnya beranjak dari tempat tidurnya dan cepat - cepat berlalu, keluar dari kamar itu.


"Jesslyn, kau mau kemana?" tanya Kimy dengan berteriak.


"Ke Kakakku, jangan ikut! kau di sini saja!" teriak Jesslyn. Kimy pun mengiyakannya.


"Daripada Kakak harus menikah dengan Caleey perempuan barbar itu, lebih baik Kakak menikah dengan Alana." Jesslyn pun tersenyum dengan sebegitu sumringahnya. ia mengetuk pintu kamar Kakaknya yang terlihat  tertutup. karna waktu itu, Ken mengunci pintu kamar itu dari dalam.


"Kakak, kakak ... buka pintunya." Jesslyn berteriak dengan di ikuti oleh suara ketukan pintu itu.


"Kakak ... tolong buka pintunya" teriaknya kembali.


Dan kala itu, Ken sedang duduk memangku laptop dan memegang sebuah foto seorang perempuan di tangannya. saat ia mendengar suara adiknya dari luar. ia *** foto tersebut dan membuangnya ke dalam tempat sampah. ia meletakan laptopnya di atas meja dan membukakan pintu kamarnya tersebut.


"Ada apa?" tanya Ken seraya menautkan kedua alisnya.


"Kakak masih marah dengan Jesslyn?" tanya Jesslyn dengan memelas. namun, Ken hanya diam dan masuk ke dalam kamar. Jesslyn pun mengikutinya. kini Ken mendudukan tubuhnya di atas sofa yang ada di kamarnya dan memangku laptop yang sempat ia letakan di atas meja tadi. Jesslyn mendudukan tubuhnya di samping kakaknya tersebut.


"Kakak?" panggil Jesslyn. namun Ken hanya diam saja. ia terlihat sibuk dengan komputer lipat miliknya. Jesslyn pun memperhatikan laptop milik Kakaknya itu.


"Kakak sedang mencari referensi untuk membantu perusahaan Papa, ya?" tanya Jesslyn. namun tetap saja Ken hanya diam.


"Kakak, apa kakak ingin membantu perusahaan Papa agar tidak terkena masalah, kan? Aku sudah menemukan solusinya, Kak." Jesslyn tersenyum dengan percaya diri. Ken menghentikan aktivitasnya dan menoleh ke arah adiknya tersebut.


"Solusi? solusi apa?" tanya Ken.


"Solusinya, Kakak harus menikah dengan Alana," ujar Jesslyn dengan melebarkan senyumnya.


"Apa kau sudah gila? itu bukan Solusi, tapi menjerumuskan! menikah dengan Caleey saja Kakak tidak mau, apalagi dengan temanmu yang aneh itu!" seru Ken dengan kesal.


"Keluarlah dari sini! mengganggu saja!" sambung Ken. ia kembali melanjutkan aktivitasnya.


"Katanya Kakak ingin membantu perusahaan Papa agar tidak terkena masalah? solusinya Kakak menikahi Alana," seru Jesslyn. namun, Ken tak menghiraukannya. dan tetap sibuk dengan komputer milinya.


"Kakak, dengarkan Jesslyn dulu ... apa Kakak tau? Alana itu anaknya Paman Holmes, pemilik Celouis Company yang kata Papa tadi," sambung Jesslyn. seketika itu, Ken menghentikan aktivitasnya kembali dan menatap tajam adiknya.


"Kakak tidak suka bercanda. keluarlah!" perintah Ken.


"Jesslyn tidak bercanda, Kak. Celouis Company itu memang milik Daddynya Alana. kalau Kakak tidak percaya. Kakak tanyakan saja kepada Alana sendiri atau Kakak bisa tanyakan kepada Kimy," bantah Jesslyn. Ken begitu terkesiap mendengarnya.


 


.


.


.


.


.


.


 


 


Hallo semuanya. maaf ya lagi - lagi Nona harus slow update, karna novel My Introvert Husband yang season 1 . akan di adaptasikan menjadi komik, jadi Nona sedikit sibuk untuk membantu editor mencari referensi karakter para pemainnya. tapi tetep akan nona usahakan update tepat waktu. terimakasih ..